Fenomena Dhamma

Friday, March 13, 2015

Kenapa Guan Gong Disembah? [KWAN KONG]







Budaya-Tionghoa.Net | Ada pertanyaan menarik. Kenapa Guan Gong disembah , padahal  dari Kisah Samkok diketahui bahwa ada Liu Bei , Zhang Fei , Kung Ming atau  Zhuge Liang dan Guan Yu itu sendiri ?  Secara historis Guan Yu berperang dipihak Liu Bei yang mengklaim sebagai keturunan kaisar Han . Dalam jalannya peperangan yang terus berkecamuk , Guan Yu ditangkap oleh pasukan Wu dan akhirnya dipenggal.

Silsilah Guan Yu sendiri bermula dari Guan Longfeng , seorang mentri dimasa kekuasaan Jie ,Dinasti Xia , circa 1600 SM . Guan Shen yang menjadi kakek dari Guan Yu adalah generasi ke 35 . Disusul Guan Yi – ayahnya Guan Yu di generasi ke36 dan Guan Yu sendiri di generasi ke 37.
Dalam roman sejarah yang begitu populer , Guan Yu dikatakan tidak mempunyai istri dan putera-puteranya juga dikatakan sebagai anak angkat. Padahal Guan Yu sebenarnya punya dua istri , yaitu Hu Jinting yang merupakan ibu kandung dari Guan Ping dan Guan Suo. Hu Jinting kemudian meninggal saat berada di Jingzhou. Liu Bei  mencarikan seorang istri lagi bagi Guan Yu dan tidak ada catatan mengenai istri keduanya , tetapi dari istri keduanya lah terlahir Guan Xing dan seorang anak perempuan.
Guan Yu berada dipihak Shu yang secara militer kurang menggembirakan tetapi menjadi subjek literature klasik dan tradisi religius. Salah satunya yang paling dikenal adalah karya novel Roman Of Three Kingdoms atau Sanguo Yanyi karya Lo Guanzhong. Dalam perkembangannya karya klasik Tiongkok ini diterima luas oleh masyarakat dunia dan menjelma dalam berbagai wujud dari komik sampai permainan , terutama produksi Jepang , dan film-film yang berkaitan dengan Guan Yu yang membuat roman ini semakin populer.
Imaji fisik Guan Yu juga berkembang seperti muka merah Guan Yu yang sebenarnya merupakan tambahan dari Lo Guanzhong yang mengambil referensi dari kebiasaan karakterisasi dalam opera tradisional. Dalam sejarah aslinya Guan Yu sendiri tidak bermuka merah . Persamaan antara roman dan sejarah adalah janggutnya yang panjang. Dalam opera tradisional Tiongkok , warna muka merupakan satu penampakan karakter yang kuat. Cao Cao digambarkan bermuka putih yang melambangkan kelicikannya (tentunya sesuai roman atau gambaran populer , secara sejarah tidak), sementara Guan Yu atau Kwan Kong (Guan Gong) ini digambarkan bermuka merah yang melambangkan keberanian dan kesetiaan. Zhang Fei malah digambarkan bermuka hitam yang melambangkan kebaikan , tegas dan berwatak kuat. [1]
Secara historis, Guan Gong dipuja karena beberapa sebab. Ketika Guan Yu ditangkan dan kemudian dipenggal . Cao Cao mengadakan sebuah upacara sembahyang yang selain memang memberikan penghargaaan atas jasa-jasanya, juga bertujuan politik agar Liu Bei dapat mengarahkan emosinya ke pihak negara Wu . Cao Cao juga menunjukkan bahwa dia menghargai dan menghormati Guan Yu dan tidak akan mungkin memenggal Guan Yu dalam situasi dan kondisi yang sama. Upacara penghargaan ini yang kemudian mulai diadopsi oleh rakyat jelata dan Guan Yu dipandang sebagai simbol kesetiaan dan keadilan.

Proses signifikan berikutnya terjadi ketika jaman kekacauan setelah dinasti Jin bubar. Suku-suku utara menyerbu masuk ke dataran tengah dan menyulut peperangan. Di masa ini rakyat jelata mendambakan pemimpin yang mampu mengemban mandat langit (Tian Ming). Periode kemakmuran sebelumnya terjadi pada masa dinasti Han. Oleh karena itu rakyat jelata mulai mengubah pandangan dari mereka yang menang pada jaman Sam Kok (Sima Yi, Wei, Cao Cao) sebagai pihak yang tidak berhak terhadap Tian Ming. Liu Bei lah orang yang berhak menjalankan Tian Ming karena masih keturunan keluarga kerajaan. Periode ini juga menyaksikan semakin  populernya Buddhisme Tiongkok.
Ajaran Ruisme (Khonghucu) dan Daoisme yang selama ini dipegang rakyat tidak bisa menjawab penderitaan yang berkepanjangan akibat peperangan. Para rohaniawan Buddhisme awalnya sangat sulit memasarkan ajarannya karena perbedaan kebudayaan India dan Tiongkok. Pada masa ini para rohaniawan itu mengubah cara pengajaran, melahirkan konsep Buddhisme Tiongkok dengan mengadopsi budaya lokal.  Salah satu hal penting yang berhubungan dengan romanisasi sejarah Sam Kok adalah diangkatnya Guan Yu sebagai Bodhisatva pelindung Dharma dengan nama Tionghoa Qielan Pusa, nama sanserkerta Sangharama Bodhisatva.
Pada masa dinasti Song ,  kaum Daois yang tidak mau kalah dalam persaingan penyebaran ajaran kemudian juga mengangkat Guan Yu sebagai salah satu dewa dengan nama Guandi Shengjun.Jadilah Guan Yu terangkat statusnya menjadi makhluk suci dan dewa. Ketika itu kaisar Song diganggu oleh "hantu" gentayangan. Untuk itu kaisar Song meminta bantuan Zhang Tianshi. untuk mengusirnya. Zhang Tianshi meminta bantuan dari "roh" Guan Gong untuk mengusir para setan gentayangan itu. Pada saat itu Guan Gong diperkenalkan sebagai jendral perang di dunia baka. Karena jasa itu, Guan Gong diberi gelar Huguo Dijun,

Kemudian pada masa dinasti Qing, konon kaisar Qing Taizhu pada saat dikejar-kejar musuh, beliau ditolong oleh "Guan Gong" dengan menampakkan diri dihadapan para musuh Qing Taizhu. Selain 2 kisah itu, penghormatan Guan Gong menyebarluas pada masa dinasti Qing, ini berkaitan dengan faktor politik. Hal lainnya adalah adanya beberapa sekte yang beranggapan bahwa Guan Gong sebagai pemimpin para "dewa" atau Yuhuang Shangdi. Misalnya sekte
 Yiguandao yang beranggapan bahwa jabatan Yuhuang Shangdi itu dijabat secara bergiliran dan kalau tidak salah ingat, menurut mereka, jabatan itu dipegang oleh Guan Gong hingga hari ini. Pada tahun 1993 secara resmi dibuat suatu upacara penganugrahan ini di kota TaiPei dengan gelar Yu Huang Da Tian Zun Xuan Ling Gao Shang Di.
Di tahun 1614 , kaisar Ming secara resmi menghormati Guan Yu dengan menganugrahi gelar kekaisaran dengan nama Guan Di . Di tahun 1725, kaisar Yongzheng mengorganisasi pemujaan Guan Yu terhadap kuil militer atau wu miao ekuivalen dengan kuil untuk sipil atau wen miao yang menghormati Confucius. Kuil Guan Di berukuran besar dibuat di seantero negri dibawah kontrol pemerintah.
Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home