Fenomena Dhamma

Tuesday, March 31, 2015

di-SINI-JAWABAN-nya Simak baek2…Pertanyaan yg blm ter-Jawab:



"Oleh siapa makhluk itu diciptakan?
Dimana Sang Pencipta ber-Ada?
Di mana Makhluk di-Ciptakan?
Di mana lenyap-nya Makhluk?"


oleh Utphala Dhamma pada 08 September 2010 jam 20:49
BAB A : PENDAHULUAN

Di Vajira Sutta, Bhikkhuni Vajira, seorang Arahat, saat menegur dan memberi penjelasan pada Mara (setan/ iblis), yang berusaha menggodanya, mengatakan bahwa yang kita sebut "diri" ini adalah semata kumpulan dari sangkhara/bentukan yang terdiri dari Tubuh-Jasmani, Kesadaran, Pikiran, Perasaan dan Pencerapan [Ingatan], ("fabrications") seumpama "kereta" hanya ada karena komponen-komponennya berkumpul, berpadu atau terintegrasi. Sabda Buddha Gotama dalam: Anattalakkhana, Culasaccaka, Mahapuññama Sutta dll, menjelaskan bahwa masing-masing dari pancakhandha terdiri dari: Tubuh-Jasmani, Kesadaran, Pikiran, Perasaan dan Pencerapan [Ingatan], bukanlah atta/diri/aku.

Kutipan SN 5.10 VAJIRA SUTTA:
Mara (setan/ iblis), dengan tujuan mengganggu dan menteror Bhikkhuni Vajira, lalu mendekat dan bertanya:
"Oleh siapa makhluk itu diciptakan?
Dimana Sang Pencipta berada?
Di mana makhluk diciptakan?
Di mana lenyapnya makhluk?"

Bhikkhuni Vajira, seorang Arahat, menjawab:
"Makhluk, kau bilang? Itukah pemikiranmu? Yang ada di sini, hanyalah kumpulan/tumpukan bentukan-bentukan (sangkhara) semata yang terdiri dari: Tubuh-Jasmani, Kesadaran, Pikiran, Perasaan dan Pencerapan [Ingatan], Tidak bisa ditemukan makhluk di tumpukan ini."

Lanjut Sang Bhikkhuni:
"Seperti halnya bila komponen-komponennya lengkap berkumpul, ada istilah atau sebutan 'kereta'; begitupula halnya bila khandha-khandha yang terdiri dari: Tubuh-Jasmani, Kesadaran, Pikiran, Perasaan dan Pencerapan [Ingatan], hadir berkumpul, maka sebagai perjanjian umum ada istilah 'makhluk'.atau Manusia/ Orang"

"Hanya penderitaan yang mengada/mewujud/ menjelma tercipta;
Penderitaanlah yang tercipta dan lenyap;
Tiada apapun melainkan penderitaan yang tercipta.
Tiada apapun melainkan penderitaan yang lenyap."

Menyadari Sang Bhikkuni mengenalinya, Mara (setan/ iblis) kecewa dan segera menghilang.
----------------------------------------------------------------------------------------------

Kutipan SN.22.86 ANURADHA SUTTA, Kandha Vagga Samyutta, saat Bhikkhu Anuradha mempertanyakan di mana Sang Buddha akan berada bila Beliau telah mangkat:
"Anuradha, bagaimana menurutmu? Apakah kau menganggap RUPA (tubuh/ Tubuh Jasmani ) adalah Tathagata?"
"Bukan, Yang Mulia"

"Apakah kau menganggap VEDANA (perasaan)  adalah Tathagata?"
"Bukan, Yang Mulia"

"Apakah kau menganggap SAÑÑA (pencerapan/ ingatan) adalah Tathagata?"
"Bukan, Yang Mulia"

"Apakah kau menganggap SANGKHARA (bentuk pikiran) adalah Tathagata?"
"Bukan, Yang Mulia"

"Apakah kau menganggap VIÑÑANA (kesadaran) adalah Tathagata?"
"Bukan, Yang Mulia"
----------------------------------------------------------------------------------------------

Kutipan dari SN 22.59. Anattalakkhana Sutta, Kotbah Tentang Sifat Bukan Diri, kotbah kedua dari Sang Guru Agung Buddha Gotama Pengenal Segenap Alam Semesta:

"Tubuh-Tubuh Jasmani, para bhikkhu, adalah bukan diri”.

JIKA TUBUH-JASMANI ADALAH DIRI, TUBUH JASMANI INI TIDAK AKAN MENYEBABKAN KEKECEWAAN.

Akan mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan Tubuh Jasmani,  
'Semoga Tubuh Jasmani ini menjadi demikian. Semoga Tubuh Jasmani ini tidak menjadi demikian.'

TETAPI KARENA TUBUH JASMANI BUKAN DIRI, MAKA TUBUH JASMANI MENYEBABKAN KEKECEWAAN.

Dan tidaklah mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan Tubuh Jasmani, '
Semoga Tubuh Jasmani ini menjadi demikian. Semoga Tubuh Jasmani ini tidak menjadi demikian'.”

"Perasaan (Sensasi) bukanlah diri...
"Persepsi bukanlah diri...
"Bentukan [batin] bukanlah diri...

"Kesadaran bukanlah diri.

JIKA KESADARAN ADALAH DIRI, KESADARAN INI TIDAK AKAN MENYEBABKAN KEKECEWAAN.

Adalah mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan kesadaran,  
'Semoga kesadaranku menjadi demikian. Semoga kesadaranku tidak menjadi demikian.'

TETAPI KARENA KESADARAN BUKAN DIRI, KESADARAN MENYEBABKAN KEKECEWAAN.

Dan tidaklah mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan kesadaran, '
Semoga kesadaranku menjadi demikian. Semoga kesadaranku tidak menjadi demikian'.”

...
Demikian, O, para bhikkhu, apapun Tubuh Jasmani.. perasaan.. persepsi.. bentuk-bentuk mental/pikiran.. kesadaran...
BAIK yang lalu, akan datang, maupun kini ada,
BAIK kasar maupun halus,
BAIK dalam "diri" sendiri maupun di luar "diri" sendiri,
BAIK rendah maupun luhur,
BAIK jauh maupun dekat,
SEPATUTNYA dipandang dengan Pengertian Benar bahwa:


"INI BUKAN MILIKKU, INI BUKAN AKU, INI BUKAN DIRIKU"

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home