Posts

Showing posts from April, 2014

NEGARA TANPA AGAMA…(di-AMERIKA)…

Agama adalah nafas hidup hampir seluruh penduduk bumi. Berdasarkan dataThe World FactbookCIA 2012, sekitar 90% penduduk dunia adalah pemeluk agama. Begitu juga dengan di Indonesia. Agama ada di setiap sendi kehidupan, dari rumah hingga ke gedung-gedung pemerintah, menjadi urat nadinya, penentu benar dan salah. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Amerika, saya bertanya-tanya ketika mengetahui bahwa di sini, antara negara dan agama, dipisah. Kasarnya, negara tidak bisa ikut campur soal agama warganya dan agama tidak bisa pula mengatur negara. Yang ada di pikiran saya ketika itu, pasti bobrok sekali moral bangsa Amerika ini. Pasti agama-agama minoritas, termasuk Islam, sangat tertindas di sini. Namun, saya keliru.

Konstitusi Tanpa Tuhan & Agama.
Jika dilihat dari demografi semata, Amerika bisa disebut sebagai negara relijius. BerdasarkanAmerican Religious Identification Survey(ARIS), sekitar 80% warganya adalah pemeluk agama, dengan 76% di antaranya adalah pemeluk berbagai aliran Kr…

Kitab Di Zi Gui ke-21. Lanjutan…

Mari kita Belajar dan me-Ngajarkan Budi Pekerti dan Bakti kpd Anak2…
将入门,问孰存 将上堂,声必扬 人问谁,对以名 吾与我,分不明 Jiang ru men, wen shu cun Jiang shang tang, sheng bi yang Ren wen shei, du yi ming Wu yu wo, fen bu Ming Sebelum masuk ke dalam ruangan/rumah, ketuklah pintu & bertanya:”Apakah ada orang di dalam?”Ketika hendak masuk ke dalam ruang utama sebuah rumah wajib memberi salam kepada tuan rumah. Pada saat sang tuan rumah menanyakan indentitas kita, dilarang menjawab dengan kata saya/aku. Jawaban saya/aku membuat orang lain menjadi ragu. Bila ditanya: siapa, harus menjawab dengan menyebut nama kita.
Pada jaman dinasti Song宋, hiduplah seorang pelajar yang bernama Yang Shi样时. Ia sangat pandai-suka bertanya, demi memperluas  pengetahuannya rela melepaskan kedudukan tinggi & gaji besar sebagai seorang pejabat, pergi merantau ke daerah He Nan河南untuk berguru kepada Cheng Hao程颢. Saat Yang Shi berusia 40 tahun, sang guru: Cheng Hao meninggal dunia. Setelah sang guru meninggal dunia, Yang Shi pergi ke d…

Kitab Di Zi Gui ke-20. Lanjutan…

Mari kita Belajar dan me-Ngajarkan Budi Pekerti dan Bakti kpd Anak2…

事勿忙,忙多错 勿畏难,勿轻略 斗闹场,绝勿近 邪僻事,绝勿问
Shi wu mang, mang duo cuo Wu wei nan, wu qing lue Dou nao chang, jue wu jin Xie pi shi, jue wu wen
Saat bekerja jangan tergesa-gesa, bekerja secara sembrono mudah menimbulkan kesalahan. Dalam menjalankan/mengerjakan sesuatu jangan takut menghadapi kesulitan sehingga tidak memiliki keinginan untuk maju, juga jangan menganggap remeh/menyepelekan sesuatu. Hindari tempat-tempat yang mudah terjadi keributan/tindak kekerasan. Jangan mendengar/mencari tahu tentang perbuatan yang berbau kejahatan-sesat, apalagi sampai melibatkan diri.
Pepatah mandarin mengatakan mang jia bu hui,hui jia bu mang忙家不会,会家不忙yang sibuk tidak pandai, yang pandai tidak sibuk-dengan mengamati penampilan seseorang kita dapat menentukan kemapuannya.
Pepatah mandarin mengatakan Jin zhu zhe chi, jin mo zhe hei近朱者赤,近墨者黑 dekat dengan sumba akan menjadi merah, dekat tinta akan menjadi hitam-seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkunganny…

Apakah saya seorang A-theis? Sebuah percakapan Imajiner…

(Agama hrs sesuai dg Akal Sehat (Cerdas)-serie ke-1)

Agama itu seperti pakaian yang anda pakai
Jika pakaian ini sudah sempit atau kekecilan, anda tidak lagi memakainya,
anda melepaskannya, lalu mencari pakaian baru....
Jangan sekali-kali serahkan kehidupan anda kepada agama anda,
dan jangan sekali-kali anda mau mati demi agama anda,
tapi serahkanlah hidup anda kepada usaha-usaha mengembangkan ilmu pengetahuan dan usaha-usaha mengalahkan penderitaan umat manusia.
Ilmu pengetahuan dan kebahagiaan manusia jauh lebih penting
ketimbang agama anda.
― ioanes rakhmat

Kata orang beragama, agama diturunkan Tuhan Allah ke dunia
tak lain untuk membuat manusia mengalami kebebasan;
tapi, kataku: “Burung-burung camar yang berterbangan di atas laut,
kendatipun jelas-jelas tidak beragama, hidupnya jauh lebih bebas,
dibandingkan manusia yang beragama.
― ioanes rakhmat


(1) Seseorang bertanya dengan sangat sopan kepada saya: Maaf, Pak Ioanes, apakah anda sekarang seorang ateis?
(2) Saya menjawab: Apa yang m…