Fenomena Dhamma

Tuesday, March 31, 2015

Buddha Gotama berkata: "Tubuh Jasmani ini, para bhikkhu, adalah bukan diri/Orang/Manusia”.



Demikian, O, para bhikkhu, apapun Tubuh Jasmani itu yang terdiri dari: Tubuh, Pikiran, Perasaan.. Persepsi/Ingatan.. bentuk-bentuk mental/Pikiran.. Kesadaran...
BAIK yang lalu, akan datang, maupun yang kini ada,
BAIK kasar maupun halus,
BAIK dalam "diri" sendiri maupun di luar "diri" sendiri,
BAIK rendah maupun luhur,
BAIK jauh maupun dekat,
SEPATUTNYA dipandang dengan Pengertian Benar bahwa:

"INI BUKAN MILIKKU, INI BUKAN AKU, INI BUKAN DIRIKU"




JIKA TUBUH-JASMANI ADALAH DIRI, TUBUH JASMANI INI TIDAK AKAN MENYEBABKAN KEKECEWAAN.

Akan mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan Tubuh Jasmani,  
'Semoga Tubuh Jasmani ini menjadi demikian. Semoga Tubuh Jasmani ini tidak menjadi demikian.'

TETAPI KARENA TUBUH JASMANI BUKAN DIRI, MAKA TUBUH JASMANI MENYEBABKAN KEKECEWAAN.

Dan tidaklah mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan Tubuh Jasmani, '
Semoga Tubuh Jasmani ini menjadi demikian. Semoga Tubuh Jasmani ini tidak menjadi demikian'.”

"Perasaan (Sensasi) bukanlah diri...
"Persepsi bukanlah diri...
"Bentukan [batin] bukanlah diri...

"Kesadaran bukanlah diri.

JIKA KESADARAN ADALAH DIRI, KESADARAN INI TIDAK AKAN MENYEBABKAN KEKECEWAAN.

Adalah mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan kesadaran,  
'Semoga kesadaranku menjadi demikian. Semoga kesadaranku tidak menjadi demikian.'

TETAPI KARENA KESADARAN BUKAN DIRI, KESADARAN MENYEBABKAN KEKECEWAAN.

Dan tidaklah mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan kesadaran, '
Semoga kesadaranku menjadi demikian. Semoga kesadaranku tidak menjadi demikian'.”

...
Demikian, O, para bhikkhu, apapun Tubuh Jasmani itu yang terdiri dari: Tubuh, Pikiran, Perasaan.. Persepsi/Ingatan.. bentuk-bentuk mental/Pikiran.. Kesadaran...
BAIK yang lalu, akan datang, maupun yang kini ada,
BAIK kasar maupun halus,
BAIK dalam "diri" sendiri maupun di luar "diri" sendiri,
BAIK rendah maupun luhur,
BAIK jauh maupun dekat,
SEPATUTNYA dipandang dengan Pengertian Benar bahwa:

"INI BUKAN MILIKKU, INI BUKAN AKU, INI BUKAN DIRIKU"

"Oleh siapa makhluk itu diciptakan?
Dimana Sang Pencipta ber-Ada?
Di mana Makhluk di-Ciptakan?
Di mana lenyap-nya Makhluk?"

Yang kita sebut "Diri ini/Orang/Manusia" ini adalah semata kumpulan dari bentukan per-Wujudan/Sangkhara [bahasa Sangsekerta] yang terdiri dari Tubuh-Jasmani, Kesadaran, Pikiran, Perasaan dan Pencerapan [Ingatan], ("fabrications") sama dengan seumpama "kereta" hanya ada karena komponen-komponennya berkumpul, berpadu atau terintegrasi.

Bhikkhuni Vajira, seorang Arahat, menjawab:
"Makhluk, kau bilang? Itukah pemikiranmu? Yang ada di sini, hanyalah kumpulan/tumpukan bentukan-bentukan (sangkhara) semata yang terdiri dari: Tubuh-Jasmani, Kesadaran, Pikiran, Perasaan dan Pencerapan [Ingatan], Tidak bisa ditemukan makhluk di tumpukan ini."

Lanjut Sang Bhikkhuni:
"Seperti halnya bila komponen-komponennya lengkap berkumpul, ada istilah atau sebutan 'kereta'; begitupula halnya bila khandha-khandha yang terdiri dari: Tubuh-Jasmani, Kesadaran, Pikiran, Perasaan dan Pencerapan [Ingatan], hadir berkumpul, maka sebagai perjanjian umum ada istilah 'makhluk'.atau Manusia/ Orang"

"Hanya penderitaan yang mengada/mewujud/ menjelma tercipta;
Penderitaanlah yang tercipta dan lenyap;
Tiada apapun melainkan penderitaan yang tercipta.
Tiada apapun melainkan penderitaan yang lenyap."




0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home