Posts

GONG XI FA CAI 2569/2018-HAPPY CHINESE NEW YEAR 2569/2018. PESAN DAMAI utk Bangsa Indon & Warga Dunia... “KE-ARIF-AN LOKAL memiliki RUH PRAKTIK AGAMA yaitu KEBAJIKAN dan BELAS KASIH UNIVERSAL” Serie ke-1…

Image
Catatan: Yayasan Buddha Tzu Chi yang dipimpin oleh Master Cheng Yen bersama Relawannya, sudah membuktikan Praktik Agama dengan Ke-Arifa-an Lokal ialah “Kebajikan dan Belas kasih Universal”.
Sebab itu, bhante boleh katakan bahwa: Yayasan Buddha Tzu Chi yang dipimpin oleh Master Cheng Yen bersama Relawannya adalah MERCUSUAR di Dunia yang sangat Indah dan Cemerlang, karena mampu Menjadi Penerang di Dunia yang Fana dan Gelap Gulita ini (Sarat Kejahatan). Sampai saat ini, kebanyakan orang lebih suka ingin menjadi atau merasa BENAR SENDIRI (Pembenaran), daripada mau jadi Orang yang Penuh Belas Kasih terhadap sesama dan semua mahkluk hidup.
Kenyataan tersebut, terasa menemukan Momentumnya karena kehidupan ke-Agamaan Kontemporer (Praktik Agama), kerap kali mengedepankan Klaim Kebenaran menurut dirinya sendiri, daripada ke-Niscayaan hidup ber-Sama; Kerukunan dan Persatuan, dalam payung Belas Kasih terhadap sesama dan semua mahkluk hidup.
Praktik Agama Kontemporer yang merasa BENAR SENDIRI (Pemb…

GONG XI FA CAI 2569/2018-HAPPY CHINESE NEW YEAR 2569/2018 SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2018…

Image
Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada Umat Buddha dan Bangsa Indonesia, serta Warga Dunia, Sadhu.
Semoga Tahun Baru Imlek 2018 ini membawa Berkah Kedamaian, Kesejahteraan dan Kebahagiaan bagi Bangsa Indonesia dan Warga Dunia.
Semoga semua Makhluk ikut ber- Bahagia dengan Berkah Tahun Baru Imlek 2018- ini, Sadhu. Sancai… Sancai… Sancai…
Penulis: Bhante Sudhammacaro.

Kisah Shen Nong Shi Dahulu kala sebelum orang mengenal beternak,untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,manusia harus pergi berburu.Belakangan mereka merasa efisien jika hendak makan harus berburu terlebih dahulu.Manusia mulai belajar menangkap binatang untuk dipelihara.Binatang-binatang seperti kuda, sapi, kambing, anjing, ayam, babi adalah binatang yang jinak&dapat diternakkan(六畜liu chu:马ma kuda,牛niu sapi,羊yang kambing,鸡ji ayam,犬quan anjing,豕shi babi).Keenam hewan ternak ini memiliki karakter berbeda,dapat menuruti perintah manusia,menjalankan tugas.

Image
Dalam tradisi Tionghua, di daerah Dong Hai Fu Sang (东海扶桑) hiduplah seekor burung Hong emas (金凤凰jin feng huang) yang setiap fajar menyingsing berkokok membangunkan ayam-ayam jago.Anjing setia kepada manusia. Pada jaman dinasti Jin(晋朝jin chao), seorang bernama; Lu Ji (陆机) memelihara seekor anjing yang diberi nama Huang Er (黄耳). Anjing ini dapat membantu Lu Ji membawa buku. Sapi dapat membantu pekerjaan di ladang. Kambing&babi dapat digunakan untuk menjamu tamu. Kuda dapat digunakan sebagai sarana transportasi.

Setelah manusia mengenal beternak,secara tidak sengaja menemukan jika jawawut (谷子gu zi) yang biasa dimakan oleh sapi&kambing ternyata dapat juga dimakan. Sejak saat itu manusia mulai mencoba untuk menanam, tak disangka dapat tumbuh subur. Mulailah manusia belajar untuk bertani. Dari apa yang dimakan oleh hewan-hewan ternak ini, manusia dapat mengenal aneka jenis padi-padian. 稻dao padi, 梁liang jawawut, 菽shu kacang-kacangan, 麦mai gandum, 黍shu panicium miliaceum, 稷ji sekoi ben…

Kisah Tiga Orang Kakek Alkisah, hiduplah 3 orang kakek tua. Mereka bertiga sepakat setiap setahun sekali mengadakan pertemuan, makan bersama & bersenda-gurau sepuasnya. Pada sebuah pertemuan, di tengah-tengah senda gurau terdapat seorang kakek yang mengeluhkan:”Tak terasa kita semua sudah tua, usia dari tahun ke tahun kian bertambah renta. Makin renta, fisik makin mengalami keterbatasan.

Image
Sangat bersyukur kali ini kita masih dapat berkumpul bersama. Entah apakah tahun depan kita masih dapat berkumpul bersama lagi? Mungkin saja salah satu diantara kita ada yang telah mendahului berpulang?” kakek yang lain menimpali:”Jangan berpikir terlalu jauh. Saya kuatir, malam hari nanti setelah melepas sepatu & kaos kaki untuk berajak tidur. Apakah, esok hari masih dapat mengenakannya kembali?” kakek yang ketiga berpendapat:”Kalian semua berpikiran terlalu jauh. Saya merasa risau, apakah setelah menghembuskan nafas keluar masih dapat menghirup kembali udara?”

Setiap orang tentunya menginginkan agar panjang usia, bisa menikmati masa tua dengan penuh kebahagiaan. Akan tetapi, pada kenyataannya panjang usia tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Sering kali kita mendengarkan pembicaraan diantara para lanjut usia seperti di atas. Tak jarang dialognya lebih membuat yang mendegarkan merasa trenyuh. Kadang mereka juga mengeluhkan kesehatan/perilaku kita sebagai anak/menantu yang kurang …

Renungan Dharma Tahun Baru Imlek 2018…

Image
BUDDHA GOTAMA PESAN: ANICCA, DUKKHA, ANATTA.

ANICCA=SELALU BERUBAH-TDK ABADI/TETAP TETAP SELAMANYA.
DUKHHA= MENIMBULKAN PENDERITAAN LAHIR & BATIN AKIBAT BERUBAH TDK ABADI.

ANATTA= TIDAK ADA INTI YG KEKAL, SEGALA SESUATU TERBENTUK DARI PERPADUAN UNSUR2= AIR-TANAH-API-UDARA/ ANGIN.

AJARAN BUDDHA INI HUKUM ALAM BUKAN DONGENG/ AKAL2-AN/ KARANGAN, BUKAN MITOS, BUKAN HOAX TAPI BISA DI BUKTIKAN OLEH SIAPA PUN DG CARA APAPUN...

Renungan Dharma Tahun Baru Imlek 2018… Namo Buddhaya Temen2 Dharma, ini Bekal Hidup sepanjang masa..silahkan simak dengan baik dan benar, bacalah ber-ulang2…

Image
Segala sesuatu apa yang telah kita raih awalnya Indah, Menarik, lalu membuat kita ter-Ikat Erat padanya. Tapi sayangnya, setelah beberapa waktu kemudian pasti akan berubah, pudar dan hancur.
Sejatinya, semua yang sudah kita dapatkan di dunia ini (Harta, Tahta dsb…) tak bisa dimiliki selamanya, mereka hanyalah sementara…tidak ada yang Abadi...

Namun, yang ter-Indah ialah Mencari Artinya Hidup lalu Mengerti Makna dan Hakekatnya ini jauh lebih berharga dari apapun. Sebab itu, mumpung sisa waktu masih ada, cobalah Sadari apa yang paling berharga anda miliki, sebaiknya anda bayangkan bahwa mereka pasti akan sia2…karena akan ber-Ubah… Lapuk…lalu Musnah…

Menyadari lalu Mengerti Makna dan Hakekat terhadap Benda2 yang Menarik adalah satu Alasan agar kita mampu terbebas dari Kemelekatan dan Keterikatan terhadapnya (Harta, Tahta dsb..)... Jadikanlah mereka sebagai Alat dan Sarana dalam Perjalanan Hidup kita, itulah Intinya...
Semoga berguna dan mohon maaf bila tidak berkenan d…

Aṅguttara Nikāya-5.148. Orang Baik “Para bhikkhu, ada lima pemberian dari orang baik ini. Apakah lima ini? Ia memberikan pemberian dengan penuh keyakinan; ia memberikan pemberian dengan hormat; ia memberikan pemberian yang tepat waktu; ia memberikan tanpa enggan; ia memberikan pemberian tanpa melukai dirinya atau orang lain.

Image
“(1) Karena ia memberikan dengan penuh keyakinan, maka di mana pun akibat dari pemberian itu berbuah, ia kelak menjadi kaya, dengan harta dan kekayaan berlimpah, dan ia menjadi tampan, menarik, anggun, memiliki penampilan yang luar biasa baik. 
(2) Karena ia memberikan pemberian dengan hormat, maka di mana pun akibat dari pemberian itu berbuah, ia kelak menjadi kaya, dengan harta dan kekayaan berlimpah, dan anak-anak dan istri-istrinya, para budak, para pelayan, dan para pekerjanya patuh, menyimak, dan mengarahkan pikiran mereka untuk memahami. 
(3) Karena memberikan pemberian yang tepat waktu, maka di mana pun akibat dari pemberian itu berbuah, ia kelak menjadi kaya, dengan harta dan kekayaan berlimpah, dan manfaat-manfaat yang sesuai waktunya mendatanginya secara berlimpah. 
(4) Karena ia memberikan tanpa enggan, maka di mana pun akibat dari pemberian itu berbuah, ia kelak menjadi kaya, dengan harta dan kekayaan berlimpah, dan pikirannya condong pada kenikmatan lima jenis kenikmatan in…

TUJUHBELAS 17 SUTTA PILIHAN TENTANG BERDANA (MEMBERI) Ini yang disabdakan Buddha. “O para bhikkhu, jika orang-orang mengetahui, seperti yang Aku ketahui, akibat dari memberi dan berbagi, maka mereka tidak akan makan sebelum memberi, juga mereka tidak akan membiarkan noda kekikiran menguasai mereka dan berakar dalam batin mereka.

Image
Bahkan jika itu adalah makanan terakhir, suapan terakhir mereka,
mereka tidak akan memakannya sebelum membaginya, jika ada orang lain untuk berbagi. Tetapi, para bhikkhu, karena orang-orang tidak mengetahui, seperti yang Aku ketahui, akibat dari memberi dan berbagi, maka mereka makan tanpa memberikan, dan noda kekikiran menguasai mereka dan berakar dalam batin mereka.”
Jika seseorang tahu—
Demikian yang dikatakan Buddha—
Bagaimana hasil dari memberi—
Yang berbuah besar.
Dengan pikiran yang berbahagia,
Bebas dari noda kekiran, Mereka sepatutnya memberikan kepada yang mulia
Yang akan menyebabkan apa yang diberikan berbuah
Setelah memberikan makanan sebagai persembahan,
Kepada mereka yang layak menerima persembahan,
Pemberi terlahir di alam surga.
Setelah meninggal di alam manusia,
Setelah terlahir di alam surga mereka berbahagia,
And menikmati kesenangan indira di sana,
Yang tidak mementingkan diri sendiri akan menikmati hasil
dari kemurah-hati berbagi dengan orang lain.

CINTAI & HORMATILAH KEHIDUPAN DG MENCINTAI SEMUA MAKHLUK HIDUP.

Image
FAKTA: ANAK2 MAMPU MENCINTAI MAKHLUK HIDUP, SAYANGI BINATANG YG DI SEBUT HINA, ANAK2 NGERTI BAHWA HEWAN BUTUH KASIH-SAYANG, BUTUH PERHATIAN, PERAWATAN.

ANAK2 TAHU BAHWA HEWAN SEJAK KECIL SDH TERPISAH & DI PISAHKAN OLEH ORTU-NYA [INDUKNYA], BAHKAN SEJAK LAHIR HEWAN SDH DI PISAHKAN OLEH ORANG PEMILIKNYA DI JUAL, DI BAGIKAN, DI BERIKAN KPD ORANG2 TERSAYANG SEBAGAI TANDA ULTAH, DSB...

FAKTA ORANG2 DEWASA JUSTRU TDK SADAR HAL MENGHORMATI & MENCINTAI HEWAN, MALAH ORANG2 DEWASA LAH YG MEM-BANTAI MAKHLUK HIDUP SEMUA JENIS [SPESIES]...

Yanto Vipaka Dharma Beri "PERINGATAN KERAS" Anggota STI Semua HARUS LEPAS JUBAH krn msh DUNIAWI dg SIMPAN UANG DI BANK BCA-BRI PULUHAN MILIAR atas nama Yayasan Sanggha Theravada Indonesia.. Bhikkhu2 Anggota STI hrs LEPAS JUBAH krn Simpan Uang Pribadi di Bank2 BCA, dll... Yanto Vipaka Dharma: Bhikkhu2 Anggota STI yg simpan Uang di Bank BCA-BRI, dll, harus LEPAS JUBAH, bahkan STI yg simpan Uang di BCA Puluhan Miliar atas nama Yayasan STI harus LEPAS JUBAH karena itu Duniawi... ...

Image
Wigen David Seorang bhante memang harus bisa melepas duniawi.
Tidak boleh bahas masalah POLITIK itu menurut saya sih. Kalau salah SORRY...Lihat Lainnya


William Sandjaja Cobalah ke laman FBnya Sudhammacaro Goey postingannya kaya begitu, ini orang pastilah bukan buddhist dan mungkin juga nama samaran.

William Sandjaja Coba juga lihat laman FBnya Yanto Vipaka Dharma saya tidak percaya dia yang tulis tulisan di atas. Saya kira namanya saja yang sengaja dituliskan di tulisan itu dan dipostkan supaya punya kesan seolah-seolah dia yang nulis. Jadi Yanto ini kemunkinan sudah menjadi korban.

Yanto Vipaka Dharma Benar broo...saya awalnya hanya menegur beliau jgn ikut campur politik,karena bhante gak boleh ikut campur politik,kalo bagusnya bantu secara langsung kelapangan...dan jg kalo masih mau urus duniawi atau politik mending lepas jubah dulu,jikalau mmg sdh bisa melepaskan keduniawian baru pake jubah lagi...cuma gitu aja sdh main fitnah dia seolah2 gua yang comment diatas...
Kwanz Kwan: Hai Yant…