Posts

Showing posts from February, 2014

Kehangatan

Image
“Dalam berinteraksi dengan sesama, setiap orang menginginkan penghiburan, penghargaan & perlindungan dari orang lain”
Suatu hari Michael & Peter bersama-sama mendaki puncak Himalaya. Di tengah perjalanan mereka menemuka seseorang sedang tergeletak di atas rimbunan salju. Michael menghentikan langkahnya untuk menolong orang tersebut, sebaliknya si Peter merasa enggan. Si Peter berkata kepada Michael:”Jika kita membawa orang ini, beban kita akan bertambah. Bisa jadi kita akan kehilangan nyawa.”Bagaimanapun si Peter berusaha untuk membujuknya, Michael tetap pada pendiriannya. Michael tidak ingin orang tersebut meninggal karena kedinginan di tengah hamparan salju.
Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada si Peter, Michael menggendong orang tersebut untuk mencari pertolongan. Perlahan-lahan suhu badan Michael membuat orang yang ditolongnya dari kaku karena kedinginan menjadi hangat. Orang tersebut pada akhirnya siuman. Tak lama setelah beristirahat, mereka berdua dengan berangkula…

Kesalahpahaman yang me-Nyenangkan

Suatu siang, di kantin kampus, saya memesan semangkuk sayur asem. Sambil menunggu pesanan datang, saya meneguk sebotol teh. Tak lama kemudian, pelayan kantin datang menghantarkan pesanan saya. Tiba-tiba saya teringat, flash disk saya masih tertinggal di laboratorium komputer MDP. Saya segera meninggalkan tempat untuk mengambil flash disk yang tertinggal.
Untunglah flash disknya masih ada, tidak hilang. Setelah mengambil barang yang tertinggal & kembali ke kantin, saya merasa terkejut. Ternyata, tempat duduk saya yang tadi telah ditempati oleh seorang mahasiswi. Ia tampak begitu anggun, rambutnya yang panjang diikat ke belakang. Siang itu, ia mengenakan t-shirt yang ditutup dengan jas almamater.
Astaga,...Mengapa ia bisa memakan sayur asem yang saya pesan? Dalam hati saya menggerutu:”Sayur asem itu saya yang memesan. Bisa jadi ia memang sedang lapar/merasa tertarik dengan sayur asem. Saat udara terik & panas, rasa sayur asem yang segar & sedikit masam memang menggoda selera t…

Kesusilaan-Moralitas.

Pada saat berusia 30 tahun, Kong Zi telah dikenal luas sebagai seorang pribadi yang sangat menjunjung tinggi kesusilaan /礼 li.
Suatu ketika, kuil agung kerajaan hendak mengadakan upacara besar. Sayang, orang yang ditunjuk menjadi pemimpin peribadahan mendadak sakit. Agar peribadahan bisa berjalan sesuai dengan rencana, perlu dicari seorang pengganti. Mengingat peribadahan ini sangat sakral, tidak seperti peribadahan-peribadahan yang lain maka tidak sembarang orang dapat ditunjuk sebagai pengganti. Walaupun semua orang telah sepakat untuk menunjuk Kong Zi sebagai pemimpin ibadah pengganti, mereka tidak sepenuhnya percaya. Mereka kuatir terhadap usia Kong Zi yang masih muda & belum berpengalaman.
Di luar dugaan, begitu memasuki kuil agung, Kong Zi  meminta petunjuk kepada semua petugas yang ada. Apa nama setiap sarana & prasarana peribadahan beserta fungsinya masing-masing. Selain itu Kong Zi juga menanyakan bagaimana jalannya prosesi peribadahan. Usai mendapatkan petunjuk yang le…

Si Penebang Kayu & Kapaknya

Alkisah hiduplah seorang penebang kayu, ia bekerja pada sebuah pabrik pengolahan kayu. Pabrik tersebut selain menawarkan gaji yang lebih tinggi, juga memiliki lingkungan kerja yang lebih baik. Ia merasa nyaman bekerja di tempat tersebut. Si penebang kayu berjanji kepada dirinya sendiri untuk bekerja dengan sepenuh hati. Hari pertama bekerja, sang majikan memberikan sebuah kapak yang baru & tajam kepada si penebang kayu.
Sang majikan memberikan batasan jumlah pohon yang harus ia tebang dalam sehari. Hari itu, si penebang kayu berhasil menebang 16 batang pohon. Sang majikan berkata:”Hasil kerja kamu hari ini lumayan! Berusahalah untuk lebih giat lagi!”Mendapatkan pujian dari sang majikan, si penebang kayu merasa senang.
Keesokan harinya si penebang kayu bekerja dengan lebih giat & bersemangat, ia membayangkan akan mendapatkan pujian lagi dari sang majikan. Sayang, pada hari kedua bekerja, ia hanya dapat menebang 15 batang pohon. Hari ketiga, keempat,dan seterusnya...si penebang …

Kisah se-Pasang Kakek & Nenek

Image
“Dalam kehidupan ini yang paling sulit untuk dilalui adalah perjalanan cinta”
Di salah satu sudut ruangan sebuah restourant, terdapat sepasang suami-istri yang telah lanjut usia. Mereka sedang bersiap hendak menyantap hidangan yang disajikan, berupa: seporsi ikan gurami. Usia pernikahan mereka telah mencapai 50 tahun, akan tetapi belum juga mendapatkan keturunan. Selama 50 tahun setiap menyantap ikan, sang suami selalu memberikan bagian kepala ikan untuk si istri. Si istri selalu menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, si istri selalu menyisihkan bagian ekor ikan untuk sang suami. Sama dengan si istri, sang suami juga begitu lahap menyantap bagian ekor ikan.

Sebenarnya...sang suami sangat gemar menyantap bagian kepala ikan, sedangkan si istri suka memakan bagian ekor ikan.
Kisah ini memang singkat, memberi tahu kepada kita semua tentang sebuah hal. Ini adalah kesalahpahaman yang indah. Suami-istri memiliki keinginan yang sama: memberikan sesuatu yang paling disukai untuk pasangannya.
Baga…

Kisah Shen Kuo

Image
Di bulan 4 penanggalan imlek,bunga-bunga berguguran Akan tetapi, bunga persik di kuil da lin baru mekar Bila musim semi telah lewat, hendak kemana mencari bunga Tak disangka, saat musim semi telah usai dapat berkunjung ke kuil da lin
Pada jaman dinasti Song Utara, hiduplah seorang ilmuan yang bernama Shen Kuo. Semenjak kecil, Shen Kuo gemar memikirkan sesuatu secara panjang & mendalam. Suatu hari, Shen Kuo membaca sebuah syair karangan Bai Ju Yi yang berjudul: Da Lin Si Tao Hua. Pada saat membaca puisi sampai pada kalimat: ren jian si yue fang fei jin, shan si tao hua shi sheng kai, Shen Kuo merasa janggal. Pada bulan 4 penaggalan imlek bunga-bunga berguguran, mengapa di pegunungan bunga-bunga baru mulai mekar? Demi memecahkan keragu-raguan yang ada, Shen Kuo pergi mendaki ke atas sebuah gunung untuk membuktikannya. Ternyata pada bulan 4 penaggalan imlek di pegunungan masih terasa dingin, bunga persik baru mekar. Dari sini Shen Kuo bisa mengerti jika udara di pegunungan lebih dingin d…

Kisah Wang Xian Zhi

Pada jaman dinasti Jin, hiduplah seorang seiman kaligrafi yang bernama: Wang Xi. Beliau memiliki 7 orang putra, si putra bungsu bernama: Wang Xian Zhi.
Semenjak kecil sebenarnya Wang Xian Zhi sangat cerdas, akan tetapi malas belajar. Selain itu  sebagai anak bungsu, Wang Xian Zhi mendapat perlakuan khusus dalam keluarga. Karena sering dimanjakan, Wang Xian Zhi tumbuh menjadi anak yang bertindak sesuka hati & sulit untuk menerima nasehat orang lain.
Keenam kakak Wang Xian Zhi semuanya mengikuti jejak sang ayah, dapat menulis kaligrafi dengan baik. Selain memiliki kemampuan di bidang kaligrafi, mereka juga menguasai ilmu pengetahuan. Dari 7 bersaudara, hanya Wang Xian Zhi yang setiap hari berpangku tangan tiada kesibukan.
Dalam hati sang ayah, Wang Xi berpikir: Wang Xian Zhi kini telah tumbuh menjadi remaja tidak lagi anak-anak, sudah saatnya untuk memberikan pengarahan agar tidak salah jalan.
Suatu hari, Wang Xian Zhi sedang bermain di tepi kolam, sang ayah memanggilnya untuk datang me…

Kisah Zhou You Wang

Image
Pepatah mandarin mengatakan 人而无信,不知其可也 ren yu xin, bu zhi qi ke ye seseorang bila tidak dapat dipercaya, tiada orang yang akan mempercayai-tiada mendapat tempat dalam masyarakat, apa yang dapat ia lakukan? Kisah berikut ini memberitahu kepada kita tentang arti kepercayaan. Kepercayaan jauh lebih penting & lebih berharga daripada nyawa.

Sejarah Zhong Guo mencatat, pada jaman dinsti Zhou hiduplah seorang raja yang dungu bernama Zhou You Wang. Sehari-hari, Zhou You Wang hanya tahu bermabuk-mabukan, bersenang-senang, bermain musik. Zhou You Wang memiliki seorang selir kesayangan bernama:Bao Si. Walaupun Zhou You Wang telah berbuat banyak untuk si selir kesayangan mulai dari: menemani menonton tari-tarian, mendampingi melihat taman bunga, memberi banyak sekali hadiah; Bao Si tetap saja cuek, sekalipun tidak pernah tersenyum. Zhou You Wang berusaha keras agar si selir dapat merasa gembira.
Suatu ketika Zhou You Wang & Bao Si bersama-sama mendengarkan permainan musik istana, Bao Si sed…

Kisah Zi Han

Image
Pada jaman Chun Qiu, di kerajaan Song hiduplah seorang pejabat bernama Zi Han. Ia adalah seprang pejabat yang bermoral tinggi, jujur & taat hukum. Sebagai seorang pejabat, Zi Han tidak berkenan menerima suap, sangat dihormati oleh masyarakat.
Suatu hari datanglah seorang yang berpakaian sederhana berkunjung ke tempat Zi Han. Zi Han memperlakukan sang tamu dengan hangat. Dari dalam balik bajunya, orang tersebut mengeluarkan sebuah batu giok yang belum digosok. Dengan penuh hormat ia berkata:”Tuan adalah seorang pejabat yang jujur, berkebajkan & sangat dihormati oleh masyarakat. Saat sedang menambang batu di atas gunung, saya menemukan batu ini. Terimalah ini sebagai bentuk penghormatan saya kepada anda.” Zi Han dengan berterima kasih berkata:” Terima kasih. Saya tidak membutuhkannya. Tidaklah mudah untuk mendapatkan batu ini, lebih baik anda ambil kembali.” Selesai berkata, Zi Han menyerahkan kembali batu giok kepada sang tamu.
Sang tamu mengira, Zi Han tidak paham tentang nilai …

Kuda Kesayangan Raja

楚庄王Chu Zhuang Wang, adalah seorang seorang raja dalam sejarah Zhong Guo. Beliau memiliki seekor kuda kesayangan. Kuda tersebut mendapatkan perlakuan khusus: ditempatkan dalam sebuah kandang yang bagus, dikenakan pakaian yang indah, diberi makanan yang lezat. Karena mendapat perlakuan khusus, kuda tersebut menjadi jarang ditunggangi. Sehari-hari si kuda kesayangan hanya makan & tidur, semakin lama kian gemuk. Kesehatan si kuda kesayangan perlahan-lahan menurun, pada akhirnya mati. Chu Zhuang Wang merasa sedih karena kehilangan kuda kesayangan. Beliau memerintahkan para pejabat untuk melakukan upacara perkabungan. Batang kuda kesayangan dimasukkan ke dalam sebuah siupan yang bagus, akan dikubur dengan menggunakan tata cara upacara pemakaman untuk seorang pejabat besar.
Perbuatan Chu Zhuang Wang sudah keterlaluan, melampaui batas! Banyak sekali pejabat yang mengajukan keberatan terhadap rencana Chu Zhuang Wang. Mendengarkan banyak kritikan, sang raja menjadi murka. Chu Zhuang Wang men…

Kisah Uang Rp 10.000

Dalam sebuah kesempatan, sebelum acara resmi dibuka, seorang motivator terkenal mengeluarkan selembar uang kertas yang baru dicetak pecahan nominal Rp 10.000. kepada para peserta, sang motivator berkata:”Siapa yang mau uang Rp 10.000?”Sebagian besar peserta mengacungkan jari mereka tinggi-tinggi sebagai tanda menghendakinya. Melihat tanggapan yang antusias dari para peserta, sang motivator melanjutkan pembicaraannya:”Baik, terima kasih atas tanggapannya.
Sebelum uang ini menjadi milik salah satu dari anda, tolong perhatikan saya.”Tiba-tiba sang motivator meremas uang kertas tersebut hingga menjadi kumal.”Sekarang siapa yang masih menginginkan uang Rp 10.000 ini?”Meskipun telah menjadi kumal, masih saja ada peserta yang menginginkannya, namun tidak banyak.
Tidak disangka sang motivator membuang uang tersebut & menginjak-injaknya. Uang yang tadinya rapi & bagus, kini menjadi kumal & kotor. Kata sang motivator:”Apakah masih ada yang menginginkan uang ini?”Saat itu hanya ada s…

Kisah Bangsawan Kikir & Pembantu Sombong.

欲望少,心灵才能洁净 Yu wang shao, xin ling cai neng jie jing
‘Dengan membatasi keinginan, barulah hati dapat menjadi bersih’.

Pada jaman antar kerajaan saling berperang/ Zhan Guo 战国, di kerajaan Chu 楚国 hiduplah seorang bangsawan yang memiliki sifat kikir. Suatu hari, ia memberikan sebuah labu berukuran kecil berisi arak kepada para pembantunya. Sebotol labu ukuran kecil walaupun berisi penuh arak, jika harus dibagi dengan banyak orang tetap saja kurang. Salah seorang diantara mereka berkata:”Setiap orang meminum seteguk arak tiada bedanya dengan tidak meminum arak.”Pembantu yang lain berkata:”Karena jumlahnya terbatas, mari kita mengadakan sebuah perlombaan kecil. Siapa yang menang berhak mendapatkan sebotol kecil labu berisi arak.”
Mereka semua dengan kompak menjawab:”Setuju...”’Apa yang akan kita perlombakan?””Kita lomba melukis seekor ular di atas tanah.”Diantara para pembantu, terdapat seseorang yang tampak berbakat melukis. Dalam sekejab ia telah selesai melukis seekor ular. Karena melihat t…

Kisah Wei Bo Yu

Budaya tionghua sangat menaruh perhatian terhadap masalah hubungan kekerabatan.Keluarga adalah kelompok masyarakat yang terkecil.Negara merupakan kumpulan dari banyak keluarga.Jika kehidupan dalam keluarga bisa harmonis,barulah segala sesuatunya bisa lancar.Masyarakat  tionghua menganut sistem garis keturunan berdasarkan ayah,karenanya setiap lelaki adalah penerus marga.Urutan 9 generasi(九族jiu zu) dimulai dari gao zu fu(高祖父 ayah dari moyang),dilanjutkan dengan zeng zu fu(曾祖父 moyang).Setelah zeng zu fu adalah zu fu(祖父 kakek),kemudian fu qin(父亲ayah).Barulah selanjutnya diri kita sendiri.Keturunan kita dinamakan er zi(儿子anak).Anak dari anak dinamakan sun zi(孙子 cucu).Cucu punya anak dinamakan zeng sun(曾孙 cicit).Cucunya cucu dinamakan xun sun(玄孙piut).Sebagai orang yang lebih muda harus mengenang kebajikan dari generasi terdahulu.Sebagai generasi yang lebih tua harus bisa menjadi teladan untuk generasi berikutnya.
Pada jaman dinasti Han(汉朝 han chao) hiduplah seorang pelajar yang bernama Wei …