Posts

Showing posts from March, 2015

Buddha Gotama berkata: "Tubuh Jasmani ini, para bhikkhu, adalah bukan diri/Orang/Manusia”.

Image
Demikian, O, para bhikkhu, apapun Tubuh Jasmani itu yang terdiri dari: Tubuh, Pikiran, Perasaan.. Persepsi/Ingatan.. bentuk-bentuk mental/Pikiran.. Kesadaran... BAIK yang lalu, akan datang, maupun yang kini ada, BAIK kasar maupun halus, BAIK dalam "diri" sendiri maupun di luar "diri" sendiri, BAIK rendah maupun luhur, BAIK jauh maupun dekat, SEPATUTNYA dipandang dengan Pengertian Benar bahwa:
"INI BUKAN MILIKKU, INI BUKAN AKU, INI BUKAN DIRIKU"




JIKA TUBUH-JASMANI ADALAH DIRI, TUBUH JASMANI INI TIDAK AKAN MENYEBABKAN KEKECEWAAN.
Akan mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan Tubuh Jasmani,  'Semoga Tubuh Jasmani ini menjadi demikian. Semoga Tubuh Jasmani ini tidak menjadi demikian.'
TETAPI KARENA TUBUH JASMANI BUKAN DIRI, MAKA TUBUH JASMANI MENYEBABKAN KEKECEWAAN.
Dan tidaklah mungkin [untuk mengatakan] sehubungan dengan Tubuh Jasmani, ' Semoga Tubuh Jasmani ini menjadi demikian. Semoga Tubuh Jasmani ini tidak menjadi demikian'.”
"Perasaan (Sensa…

di-SINI-JAWABAN-nya Simak baek2…Pertanyaan yg blm ter-Jawab:

"Oleh siapa makhluk itu diciptakan? Dimana Sang Pencipta ber-Ada? Di mana Makhluk di-Ciptakan? Di mana lenyap-nya Makhluk?"

oleh Utphala Dhamma pada 08 September 2010 jam 20:49 BAB A : PENDAHULUAN
Di Vajira Sutta, Bhikkhuni Vajira, seorang Arahat, saat menegur dan memberi penjelasan pada Mara (setan/ iblis), yang berusaha menggodanya, mengatakan bahwa yang kita sebut "diri" ini adalah semata kumpulan dari sangkhara/bentukan yang terdiri dari Tubuh-Jasmani, Kesadaran, Pikiran, Perasaan dan Pencerapan [Ingatan], ("fabrications") seumpama "kereta" hanya ada karena komponen-komponennya berkumpul, berpadu atau terintegrasi. Sabda Buddha Gotama dalam: Anattalakkhana, Culasaccaka, Mahapuññama Sutta dll, menjelaskan bahwa masing-masing dari pancakhandha terdiri dari: Tubuh-Jasmani, Kesadaran, Pikiran, Perasaan dan Pencerapan [Ingatan], bukanlah atta/diri/aku.
Kutipan SN 5.10 VAJIRA SUTTA: Mara (setan/ iblis), dengan tujuan mengganggu dan menteror Bhikkhuni Vaji…

Telaah Iptek tentang Kelahiran dan Kematian

[Gandhabba dan Patisandhi Winyana]
Oleh Gunaratna
Gandhabba Faktor non-Biologis dalam Kelahiran.
   Sains modern di abad materi ini mencoba menjelaskan kelahiran berdasarkan premis-premis yang dapat dijangkau indera, dengan kata lain, yang berasal dari kehidupan saat ini. Karenanya para ahli biologi hanya dapat menyatakan bahwa bersatunya sel sperma dari ayah dan sel telur dari ibu akan menghasilkan kelahiran seorang anak. Bahwa karakteristik mental orang tua dan para leluhur sedarah lainnya dapat menurun pada anak tersebut.
Tapi, biologi hanya mengenal faktor keturunan dan faktor lingkungan. Ia tidak pernah menyentuh faktor spiritual, sehingga tidak pernah berhasil memberi jawaban yan tuntas. Ambil contoh kasus dua orang anak dari orang tua yang sama dan hidup di lingkungan yang sama. Mengapa salah seorang anak itu hidup sehat sejak lahirnya, sedangkan yang satunya lemah fisik sejak lahir? Jawaban yang mungkin adalah kondisi ibu yang berbeda saat mengandung dua orang anak tersebut. Seka…

Jika ada se-Seorang yang begitu men-Cintai Saya

如果有人这样爱我

Pada sebuah acara makan malam bersama, seorang gadis menyampaikan keinginannya untuk putus kepada si pemuda. Sejenak, si pemuda menjadi termangu-mangu. Pada akhirnya, perlahan-lahan ia dapat menerima permintaan tersebut. Si gadis berkata:”Meskipun putus, kita masih berteman.””Ya, betul! Jika kamu memiliki kesulitan, saya pasti akan membantu.”timpal si pemuda. Sesudah kejadian yang menegangkan itu, mereka kembali seperti biasanya, tertawa-tawa, seakan-akan tidak terjadi sesuatu. Dengan tenang, mereka menyelesaikan acara makan bersama yang terakhir kalinya.
Belakangan si pemuda, setiap hari masih menelpon si gadis menanyakan:”Bagaimana keadaanmu? Sudah pulang ke rumah belum? Apakah sudah makan kenyang?”Walaupun si gadis merasa aneh, ia tetap menanggapi dengan baik perhatian dari si pemuda. Sampai pada suatu saat, tiba-tiba si gadis melampiaskan kemarahannya kepada si pemuda. Ia berkata:”Apa urusanmu?”
Ternyata, si gadis sedang bertengkar dengan kekasihnya yang baru. Si pemuda yang…

OLGA SYAHPUTRA MATI SELAMAT JALAN MOGA LAHIR DI-ALAM BAHAGIA

Image
OLGA SYAHPUTRA MATI AKIBAT SAKIT MININGITIS RADANG OTAK [KANKER OTAK]: MAKAN SEMBARANG KURANG NUTRISI-POLA MAKAN TDK SEHAT-TDK TERATUR-OTAK KERJA KERAS KEJAR DPT UANG BANYAK & SUKSES, KEJAR SUKSES-TDK PEDULI KESEHATAN-TIDUR TDK CUKUP TDK TERATUR-OTAK TERUS DI-PERAS KERJA KERAS DEMI UANG & SUKSES…
PELAJARAN BAGI SEMUA ORANG YG AMBISI KEJAR SUKSES & KEJAR DPT UANG BANYAK.



SELAMAT JALAN OLGA SYAHPUTRA MOGA AMAL IBADAH-MU MENGANTARKAN KE ALAM BAHAGIA-TENANG-DAMAI...

Empat Nasehat Liao Fan Bagian 4 - Manfaat Dari Kebajikan Rendah Hati.

07 December, 2010-Written by  Hengky Suryadi
Budaya-Tionghoa.Net|Bab ketiga mengajar kita cara untuk mengumpulkan kebajikan. Secara alami, adalah  sangat  baik  bila  manusia  mau  melakukan  kebajikan,  tetapi  sebagai manusia,  kita  adalah  makhluk  sosial,  tidak  mungkin  tidak  bertemu  dengan orang lain, karena itu, adalah sangat penting bagi kita mengetahui cara untuk membawa diri bila berinteraksi dengan orang lain. Cara   yang   terbaik   adalah   melakukan   kebajikan   "rendah   hati".   Dalam masyarakat,   orang   yang   rendah   hati   akan   mendapat   dukungan   dan kepercayaan  publik.  Bila  mereka  memahami  kebajikan  "merendah",  mereka juga akan paham pentingnya kemajuan diri secara konstan.
Kemajuan diri yang konstan  ini  bukan  saja  termasuk  memperoleh  pengetahuan  yang  lebih  tinggi, tetapi juga menemukan keperluan untuk hidup lebih manusiawi, melaksanakan tugas sehari-hari  dengan  baik  untuk  memajukan  komunikasi  dengan  teman-tema…