Fenomena Dhamma

Sunday, March 08, 2015

Confucius Guru Moralitas Pertama di Dunia- Nasihat & Contoh Keteladanan.. Kitab Di Zi Gui ke-44.


列典籍,有定处
读看毕,还原处
虽有急,卷束齐
有缺损,就补之

Lie dian ji, you ding chu
Du kan bi, huan yuan chu
Sui you ji, juan shu qi
You que sun, jiu bu zhi

Simpanlah buku dengan baik & rapi, tatalah buku berdasarkan jenis/golongannya. Setelah selesai membaca sebuah buku, kembalikanlah pada letak semula, dengan demikian kelak kita akan mudah mencarinya untuk dibaca kembali. Meskipun dalam keadaan yang tergesa-gesa, tetap harus merapikan buku. Ketika mendapati ada buku yang rusak, harus segera diperbaiki agar tidak menjadi lebih rusak, sehingga buku tersebut masih dapat digunakan kembali.

Semenjak kecil, Cheng Min程敏 telah menjadi seorang anak yatim. Ia tinggal bersama sang ibu. Untuk bertahan hidup, sang ibu bekerja sebagai buruh cuci & tukang jahit. Karena hidup pas-pasan, sang ibu tidak mampu menyekolahkan Cheng Min. Untuk meringankan beban sang ibu, Cheng Min bekerja sebagai buruh kasar. Kebetulan, tetangga sebelah tempat Cheng Min bekerja adalah sebuah sekolah privat. Saat sedang bekerja, Cheng Min dapat mendengarkan suara pelajaran sedang berlangsung. Ketika merapikan kayu bakar, ia dapat ikut menirukan suara para murid sedang belajar. Selang beberapa waktu kemudian, sang guru sekolah privat mengetahui keadaan Cheng Min yang sebenarnya. Cheng Min tidak dapat bersekolah karena karus bekerja & merawat sang ibu.

Sang guru memberinya buku & peralatan menulis untuk digunakan di rumah. Beliau berkata kepada Cheng Min:”Jika mengalami kesulitan dalam belajar, kau boleh datang menemui saya untuk berdiskusi.”Berkat bantuan sang guru, pagi hari sembari bekerja Cheng Min dapat menghafal apa yang telah dipelajari, malam harinya berlatih menulis. Berkat usaha kerasnya selama beberapa tahun, Cheng Min berhasil lolos ujian & diangkat oleh baginda raja menjadi seorang pejabat. Setelah menjadi seorang pejabat, Cheng Min tetap seperti sedia kala, bersikap hemat-giat belajar & sangat menyayangi buku. Cheng Min menjadi teladan bagi semua orang termasuk keluarga & bawahannya.

Kong Zi孔子adalah seorang ahli filsafat , tokoh pendidikan sekaligus nabi yang hidup pada jaman Chun Qiu春秋. Semasa hidup, beliau gemar & tekun belajar. Di masa tuanya, Kong Zi masih tekun mempelajari kitab Yi Jing易经. Pada masa itu belum ditemukan kertas, masyarakat menulis dengan menggunakan media potongan bambu/kayu. Potongan-potongan kayu/bambu itu saling dikaitkan dengan kulit sehingga menjadi gulungan sebuah buku.

Kitab Yi Jing isinya sangat mendalam, menguras banyak energi untuk mempelajarinya. Agar dapat memahami isinya, Kong Zi harus berkali-kali membaca. Karena sering dibaca, gulungan kitab yi jing milik beliau sering rusak. Kong Zi berkali-kali memperbaikinya, hingga pada akhirnya beliau dapat menguasai isi kitab yi jing. Masyarakat menggunakan peribahasa wei bian san jue韦编三绝untuk mengungkapkan ketekunan Kong Zi dalam belajar.

Semoga berguna dan mohon maaf bila tidak berkenan di hati anda sadhu.


Penulis: Xie Zheng Ming.
Ahli Sejarah Kuno Conficius dan bahasa Mandarin.



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home