Fenomena Dhamma

Sunday, March 08, 2015

Confucius Guru Moralitas Pertama di Dunia- Nasihat & Contoh Keteladanan.. Kitab Di Zi Gui ke-41.





读书法,有三到
心眼口,信皆要
方读此 ,勿慕彼
此未终,彼勿起

Du shu fa, you san dao
Xin yan kou, xin jie yao
Fang du ci, wu mu bi
Ci wei zhong, bi wu qi

Dalam belajar, kita perlu memperhatikan 3 hal: mata menyimak, mulut bersuara, mengingat dalam hati. Setelah menjalankan 3 hal ini barulah dapat dikatakan sudah belajar. Kita harus fokus terhadap apa yang sedang dipelajari, jangan hendak membaca sebuah buku akan tetapi memikirkan buku yang lain. Jika sebuah buku belum selesai dibaca tidak diperkenankan untuk membaca buku yang lain.

Pada jaman antar kerajaan salin berperang战国,hiduplah seorang yang bernama Yi Qiu奕秋, ia sangat mahir dalam bermain catur, tak seorangpun mampu mengalahkannya. Banyak sekali para orang tua yang menginginkan anak-anak mereka untuk dapat berguru kepada Yi Qiu. Dari sekian banyak anak, pada akhirnya Yi Qiu memilih 2 orang anak untuk diterima sebagai murid. 2 orang anak ini memiliki sifat yang jauh berbeda bagai bumi & langit. Seorang murid tekun & giat belajar, saat Yi Qiu memberikan penjelasan menyimak dengan seksama, begitu mendapatkan kesulitan tidak segan untuk bertanya. Murid yang lain meskipun terlihat menyimak pelajaran, akan tetapi pikirannya memikirkan memanah angsa liar. Pada akhirnya murid yang tekun bisa berhasil menjadi seorang pecatur yang handal, sedangkan murid yang lain tak mendapat hasil apapun dalam usahanya.

Pada jaman Chun Qiu春秋, di kerajaan Jinhiduplah seorang pejabat tinggi yang bernama Zhao Xiang Zi赵襄子mengundang seorang bernama Wang Yu Qi王於期untuk belajar teknik mengendalikan kereta kuda. Setelah merasa telah menguasai semua teknik yang diajarkan, Zhao Xiang Zi menantang sang guru untuk bertanding. Selama beberapa kali bertanding, Zhao Xiang Zi selalu mengalami kekalahan. Zhao Xiang Zi menduga penyebab kekalahannya terletak pada kuda yang digunakan. Setelah bertukar kuda, mereka kembali bertanding, hasilnya Zhao Xiang Zi tetap saja mengalami kekalahan.

Zhao Xiang Zi berkata kepada sang guru:”Pasti ada teknik mengendalikan kereta kuda yang belum diajarkan kepada saya.”Wang Yu Qi berkata:”Semua teknik telah saya ajarkan. Hanya saja sewaktu anda berhasil mendahului/berada di belakang saya, perhatian anda terpusat pada saya bukan pada kuda. Dalam mengendalikan laju kereta kuda yang terpenting adalah sang kusir dapat menyesuaikan diri dengan pergerakan kuda. Bila kusir dapat menyesuaikan diri, maka kuda dapat berlari cepat & menempuh jarak yang jauh.
Semoga berguna dan mohon maaf bila tidak berkenan di hati anda sadhu.


Penulis: Xie Zheng Ming.
Ahli Sejarah Kuno Conficius dan bahasa Mandarin.



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home