Fenomena Dhamma

Sunday, March 08, 2015

Confucius Guru Moralitas Pertama di Dunia- Nasihat & Contoh Keteladanan.. Kitab Di Zi Gui ke-42.



宽为限,紧用功
工夫到,滞塞通
心有疑,随札记
就人问,求确义

Kuan wei xian, jin yong gong
Gong fu dao, zhi se tong
Xin you yi, sui zha ji
Jiu ren wen, qiu que yi

Dalam menentukan batas waktu mempelajari sesuatu hendaknya sedikit longgar, yang terpenting tekun & giat, secara berkesinambungan mendapat kemajuan. Seiring dengan berjalannya waktu apa yang tadinya kurang dipahami, setelah dipelajari berulang akan menjadi lebih jelas. Ketika menemui kesulitan dalam belajar, kita harus segera membuat catatan untuk kemudian ditanyakan kepada orang yang lebih memahami. Jangan malu untuk bertanya kepada orang lain, malu bertanya sesat di jalan.

Pada jaman 3 kerajaan三国, hiduplah seorang ahli kaligrafi yang bernama Zhong You钟繇. Semasa kecil, Zhong You adalah seorang anak yang pandai & tekun belajar, sangat menggemari seni kaligrafi. Sepanjang hari, dimana saja Zhong You selalu menyempatkan diri untuk berlatih kaligrafi. Bahkan pada saat bermain bersama teman-temannya, ia masih meluangkan waktu di tengah-tengah permainan untuk menulis di atas tanah. Pepatah mandarin mengatakan 功夫不负有人心gong fu bu fu you ren xin, berkat ketekunannya berlatih Zhong You berhasil menjadi seorang seniman kaligrafi. Pada sebuah kesempatan, ada seorang yang bertanya kepada Zhong You tentang: apa rahasia untuk bisa menguasai seni kaligrafi. Zhong You menjawab:”Saya tidak memiliki rahasia apapun. Saya hanya mencurahkan pikiran & tenaga lebih banyak daripada orang pada umumnya.”

Jia Kui贾逵 adalah seorang pelajar terkenal yang hidup pada jaman dinasti Han Timur东汉. Semenjak kecil Jia Kui sebenarnya telah gemar belajar, akan tetapi karena keluarganya miskin tidak mampu untuk menyekplahkan. Suatu hari saat sang kakak mengajaknya bermain, dari dalam sebuah ruangan sayup-sayup terdengar suara seorang guru sedang memberikan pelajaran. Sang kakak cepat tanggap dalam menghadapi situasi, si adik diajak mengendap-endap mendekati dinding kelas untuk mencuri dengar pelajaran yang diberikan. Karena tubuh Jia Kui kecil, sang kakak harus menggendongnya. Setelah digendong, barulah dari belakang jendela Jia Kui  dapat melihat sang guru memberikan pelajaran. Sesampainya di rumah,”pelajaran” yang telah diterima ditulis pada sebuah papan untuk dipelajari kembali. Jika menemui kesulitan, ia akan meminta bantuan orang lain untuk menjelaskannya. Pada usia belasn tahun,Jia Kui telah berhasil menjadi pelajar yang terkenal di seluruh penjuru desa.

Semoga berguna dan mohon maaf bila tidak berkenan di hati anda sadhu.


Penulis: Xie Zheng Ming.
Ahli Sejarah Kuno Conficius dan bahasa Mandarin.





0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home