Posts

Showing posts from January, 2011

" Sumbang Sperma apakah ZINAH? "

Diskusi Dharma Facebook.


Diskusi: Tanya: Bhante. Saya kenal seseorang yg memiliki keturunan gen kembar seperti suami saya Bhante, dan orang ini siap membantu pasangan yg sudah lama tidak dikaruniai anak. Atau pasangan yg mendambakan kehadiran anak kembar.

Dengan cara memberikan spermanya tidak secara langsung (dengan di bantu tim kedokteran), yang ingin saya tanyakan adalah; Muliakah perbuatannya tersebut? Apakah ini termasuk dalam perzinahan? Maaf atas kelancangan saya Bhante. Teman2 tolong kasih koment yang benar dan berguna, sadhu.

Jawab: Teman2 maaf kalau koment bhante salah.

Ilmu Kedokteran saat ini sudah amat canggih, jadi tidk hanya Tuhan/ Allah saja yang bisa menciptakan manusia dan mahluk lainnya di dunia ini. Dengan adanya bayi tabung, dsb, ini membuktikan bahwa Manusia bisa menciptakan Manusia lagi. Manfaatkan sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara.

Agama melarang berbuat Zinah (Haram) yang dimaksud ialah berbuat atau melakukan hubungan seks yang salah, yaitu dengan sua…

“ BUNUH DIRI ADA KAITAN DENGAN MASA LALU? “

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.


Diskusi: Tanya; Namo Buddhaya Bhante. Sy mau share Dharma, Apakah orang yang mati dengan cara bunuh diri ada berkaitan dengan kehidupan yang lalu? Atau sebab lain? Gimana cara mengatasi agar tidak melakukan bunuh diri? Mohon pencerahannya Bhante. Teman2 tolong ksh koment yg benar dan berguna, sadhu.


Jawab: Orang yang mati dengan cara bunuh diri ada berkaitan dengan kehidpan yang lalu? Ya benar. Menurut Dharma; saat orang mau mati, yang menentukan lahir lagi adalah kesadran terakhirnya. Kalau orang mati bunuh diri tentu ada niat dengan sadar, maka kesadaran tsb terus dibawa dalam hidup selanjutnya. Sebelum orang tsb menyadari hal itu tidak baik, tidak berguna bahkan merugikan dirinya dan orang lain.

Kekuatan kesadaran terhadap kemelekatan dari kemauan bunuh dirinya terus membayangi hidupnya. Dalam bahasa lain disebut membuat dia sering terbawa halusinasi dan menilai bahwa bunuh diri itu bagus, dsb.

Penyebab bunuh diri antara lain; Gangguan Halusinasi (Skizofre…

“ KARMA KEBIASAAN HILANG KENAPA? “

Diskusi Dharma Facebook.


Diskusi: Tanya; bhante, kan ada karma kebiasaan.kalau sekarang orang ada yang kaya,pasti kehidupan sebelumnya sering berdana, karma kebiasaan dibawa sampai kehidupan yang akan datang/saat ini. Yang saya tanya,kenapa orang kaya sekarang kok ada yang pelit? Apa karma kebiasaan kehidupan dulunya sering berdana hilang atau apa bhante,?,maaf kalau pertanyaan saya mungkin salah. Teman2 tolong ksh koment yg benar dan berguna, sadhu.

Jawab: Karma kebiasaan memang bisa hilang. Dengan alasan oleh pengaruh beberapa faktor. Misalnya, ada anak sejak kecil dididik ortu secara agamis. Tapi setelah remaja dia bergaul dengan anak nakal. Apa yang terjadi?

Faktanya banyak, contoh; Ryan penjagal dari Jombang yang agamis dari rumahnya. Setelah remaja bergaul dengan anak Waria, Ryan berubah kebiasaan menjadi sama dengan Waria. Akhirnya, Ryan dinyatakan pembunuh berdarah dingin. Banyak orang terkejut dan tidak percaya, sebab Ryan semula agamis kenapa bisa jadi pembunuh.

Lalu, para Ter…

“ MERUBAH HIDUP MISKIN AGAR LEBIH BAIK “

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.
Diskusi; Tanya: Bhante, gmna cara merubah hdp yg sulit, d miskin ini agar hdp ini lbh baik saat ini d kehdupan yg akan dtg? Sedangkan sy d kel. hdp miskin tuk mkan se-hr2 kdang tdk cukup. Teman2 tolong ksh koment yg benar dan berguna, sadhu.

Jawab: Teman2 maaf kl koment bhante salah.
Menurut Buddha: Kemiskinan akarnya disebabkan mereka dulunya Pelit atau tidak suka berdana. Kebodohan akarnya karena malas belajar, Kegelapan Batin (Awijja/ Moha) akarnya karena dulunya tidak suka meditasi.

Analoginya; Orang saat ini Kaya/ Konglomerat, Pandai dan Bijaksana, dulu waktu lahirnya sama, tidak berbeda. Semua orang waktu lahir tidak bawa apapun, bicarapun tidk bisa, jadi tidak langsung jadi orang Kaya, Pandai, dan Bijaksana.
Jadi, hidup kita diatur oleh kita sendiri, diciptakan oleh kita sendiri, semau kita sendiri. Ajaran Buddha, tidak boleh menyalahkan orang lain/ Tuhan Allah, disebabkan kemiskinan, kebodohan, dsb yang menimpa hidup kita.

Intinya, kita sendiri yang harus b…

" HIDUP MISKIN DAN SUSAH APA KARENA KURANG KE WIHARA? "

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.

Diskusi tanya: Bhante, seorang yang hidupnya susah dan juga sulit dia jalaninya itu, apa karena dia kurang ke wihara? Dan apakah yang kita dapat pada kehidupan serba buruk itu akan kita terima di masa akan datang juga? Mengapa dalam hidup ini apa yang kita tanam tidak sesuai dengan yang kita petik. Teman2 tolong ksh koment yg benar dan berguna, sadhu.

Jawab: Seorang yang hidupnya susah dan sulit dijalani bukan disebabkan kurang ke wihara, tapi karma buruk masa hidup yang lalu masih membayanginya. Hidup seperti itu, bisa akan terus dialaminya dalam hidup yang akan datang, selama orang tsb tidak mau merubahnya sendiri. Hidup akan berubah makin baik atau buruk tergantung apa yang dilakukan saat ini.

Apa yang anda tanam atau lakukan kadang tidak sesuai seperti apa yang anda petik atau nikmati? Hal itu, tergantung jenis dan nilai karma apa atau perbuatan apa yang anda lakukan.

Contoh; kalau anda membunuh atau merampok itu karma buruk yang nilainya berat atau tinggi. …

" Raja Dewa Sakka & Alam Surga 33 Dewa "

oleh Mustika Dhamma pada 30 Desember 2010 jam 10:33


Pada suatu ketika, saat Raja Magadha memerintah, ada seorang pemuda yang disebut, “Magha yang Baik”. Ia tinggal di desa terpencil yang hanya terdiri dari tiga puluh keluarga. Ketika ia masih muda, orang tuanya menikahkannya dengan seorang gadis yang memiliki kualitas karakter yang serupa dengan dirinya. Mereka sangat bahagia bersama, dan istrinya memberikannya beberapa orang anak.

Para penduduk desa menghormati Magha yang Baik karena ia selalu mencoba untuk membantu dalam mengembangkan desa, untuk kebaikan semuanya. Karena mereka menghormatinya, ia mampu untuk mengajarkan Lima Sila, untuk menyucikan pikiran, ucapan dan perbuatan mereka.

Cara Magha dalam mengajarkan adalah dengan praktik. Salah satu contoh hal ini terjadi ketika suatu hari para penduduk desa berkumpul untuk mengerjakan kerajinan tangan. Magha yang Baik membersihkan sebuah tempat untuk dia duduk. Sebelum dia duduk, seseorang yang lain telah mendudukinya. Jadi ia dengan …