“ JALAN HIDUP YANG TERBAIK, APA? “

DISKUSI DHARMA FACEBOOK

Diskusi: Tnya; Kalau anda memilih jalan hidup baiknya; RT, KK (kumpul kebo), atau Lajang, atau masuk anggota Sanggha? Menurut anda? Apa alasannya?

Jawab: Yang harus diketahui dulu ialah bahwa hidup ini mengandung Risiko, disebabkan karma baik dan karma buruk kita dimasa lalu. Anda jadi apa saja, Risiko dari karma buruk berbuah itu pasti menunggu-mu, dimana saja anda berada.

Arti luasnya: bahwa Hidup ini hanyalah Permainan dari Karma Buruk dan Karma Baik yang anda lakukan dimasa lalu dan selalu mengintai anda ketika lengah.

Coba lihat faktanya; Para Guru Dharma yang sudah bhante diskusikan. Perumatangga dari Pangeran Charles dan Lady Diana sampai para selebritis, mereka kayaraya, turun naik mobil mewah mula-mula tertawa, bahagia, tapi baru beberapa tahun menangis sedih, bahkan dipenjara dan ada yang sampai mati.

Para seniman menulis bahwa hdiup ini ‘Sandiwara’ dan dunia ini hanyalah Panggung Sandiwara. Anda mau jadi peran apa? RT, KK, Lajang, Bhikshu, Pastor, Pertapa? Semua sama!
Namun, meskipun kita tahu sedikit ajaran Dharma ini, berusahalah mengurangi Keserakahan, kebencian dan kebodohan dalam hidup ini, sebab hal itu akar dari penderitaan hidup yang akan kita jalani ke depan.
Untuk menjadi bhikshu/ni tidak ada peraturan yang ketat misal harus orang pendiam, dsb. Zaman Buddha masih hidup, ada pembunuh kejam Anggulimala diterima jadi bhikshu. Yang utama ialah niat dulu, lalu surat izin dari orangtua, kalau sudah mati, boleh minta surat dari saudara atau famil, wanita yang ditinggal suami atau sebaliknya, minta izin sama anaknya. Surat ini untuk menjaga ketertiban, bila dikemudian hari ada yang mencari datang ke wihara, misal tidak terima suami/istri/anaknya jadi bhikhsu, maka surat itulah sebagai saksi.
Kita sudah lahir jadi manusia saja sudah karma baik, apalagi saat ini mengenal Dharma dan bisa diskusi Dharma ajaran Buddha, yang menunjang kita untuk maju dalam praktik Dharma. Kalau kita jadi manusia lahirnya di Ethopia, Darfur, Nigeria, Arabsaudi, Iran, Irak, pasti tidak ada ajaran Buddha apalagi diskusi Dharma seperti ini, kita harus ikut agama mereka disana mungkin Islam, kristiani, dsb.
Coba kalau lahir jadi hewan, atau jadi Setan Jin Hitam apa bisa mengerti ajaran Buddha?
Sebab itu, kesempatan ini jangan disia-siakan, dan jangan anggap sepele hidup ini. Bagaimanapun kita harus berjuang lahir dan batin, demi meningkatkan harkat dan martabat kita menjadi orang yang berguna bagi orang banyak. Dengan cara ini, kebahagiaan tidak lari kemana-mana, pasti kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya.
Bhante merasakan getaran kebahagiaan mengadakan diskusi Dharma, yang hasilnya diposting di website, dan dibaca oleh orang banyak dari semua umat beragama yang mau belajar Dharma. Karena mereka yang membacanya merasakan manfaatnya, dan berbahagia karenanya. Akhirnya kebahagiaan itu memantul ke kita, itulah proses kerja hukum karma yang kita buat.

Teman-teman terimakasih atas dedikasi dan komennya.


1.Namo Budhaya, Selamat pagi Bhante. untuk diskusi ini yang pasti jalan hidup sedapat mungkin jangan KK atau Lajang Bhante. untuk seseorang yang bertekad meninggalkan kehidupan duniawi sebaiknya masuk anggota Sangha Bhante. tapi kalau tidak mempunyai tekad meninggalkan kehidupan duniawi sebaiknya RT, karena jika tidak mempunyai tekad yang kuat akan sulit sekali menjadi anggota Sangha Bhante. Maaf kalau komentar saya salah Bhante. Semoga semua mahluk berbahagia.

2. Namo Buddhaya,.Bhante! Menurut sy,.kehidupan apapun baik asal kita menjalankan dgn sepenuh hati..klo mau jadi anggota sanghapun kita harus sudah siap menjalankan vinaya dgn baik,.melepas semua kemelekatan hingga tercapai kesucian minimal sotapana..maaf jika ada kesalahan,.Bhante mohon bimbingannya.thx.

3. Namobudhaya bhante...sebaiknya qt memilih untuk masuk sangha...dengan demikian dapat mempercepat qt mencapai nibbana.

4. Namo buddhaya bhante... Kalo saya pilih RT ja bhante.. Krna saya masi ada keinginan duniawi buat membahagiakan kedua ortu w n membantu saudara" saya dlm menjalani hidup ni.. Tp saya jg pingin mencapai kesempurnaan tertinggi.. Jd yg bisa saya lakukan adalah berusaha membantu mahluk" yg lg membutuhkan pertolongan n berusaha untk bertingkah laku yg baik.
5. Namobudhaya bhante msk sangha hrs ada pangilan hati, kalau tdk dan punya pasang hidup yg jalani hdp berumah tangga u/ bs msk nibbana bs kt lakukan dgn pebuatan ,tingkah laku ,dsb dgn tulus iklas.

6. NAMO BUDDHAYA BHANTE. klw saya utk sekarang akn memili hidup berumah tanga,krn saya masi umat awam yg perlu banyak belajar tentang dharma dan belum bisa meningalkan keduniawian,apalagi saya belum bisa membahagiakan kedua org tua saya sesuai keinginan saya semenjak dulu.saya ingin berbakti kepada beliau dan tidak mau mengecewakannya.terima kasi bhante mohon saranya.
7. nammo buddhaya bante.Klo saya s uruh memilih,, saya tidak akan memilih smuanya yg bante sebutkan. Karna sya tdk ingn menjadi KK,, krn syg tdk ingn menjadi tkg adu domba..
Sya tdk ingn menjadi RT karena thu adalah tugas yg sangat berat krn menyangkut orng banyak n harus memiliki tanggung jwb yg besar. Saya tdk ingin mnjadi lajang,, krn stiap orng pst butuh mendamping hidup, N saya belum ingin menjadi anggota san.gha karna saya belum mampu melepas keinginan duniawi. Yg saya bisa,, hanya menjadi murid sang buddha yg baig,, menjalankan sila,, pancasila,, n selalu berbuat baik. Thu yang akan saya usahakan.

8. namo buddhaya bhante..sebaiknya si masuk anggota sangha,karna kalau masuk anggota sangha banyak hal yang kita lakukan untuk kebahagian mahluk (kalau kumpul kebo tidak ada hal yang berguna yg kita lakukan,malah memperbanyak karma buruk)
(Kalau lajang tidak ada yang kita bisa lakukan).
9. Namo buddhaya bhante...klu memilih jd RT aj krn sy msh awam yg ingn keduniawian yg msh ingn menyenangkn ortu dn klu sy siap membantu dn menolong yg lemah.
10. namo buddhaya bhante met pagi.klu mnurut saya saya akan mmlih berumah tangga ,karna di usia remaja seorang llaki akan membutuhkan seorang istri untuk pendampingi hidup nya,yg akan memberikan ketturunan.yg bisa menurun kan generasi brkut nya ,dr pd kumpul kebo mendingan kita cari satu psngan yg cck dengan kita .klu lajang mmg sangat bbs ,tp apakah seorg pria dewasa tidak mmikirkan untuk berumah tangga? sy rasa smua pasti ingin,karna manusia di ciptakan didunia ini untuk berpsngan.masuk anggota sangha adalah impian semua org,ttapi hrs bnar-bnar sdh siap untuk mlepaskan kehidupan yg pnuh tantangan,karna org sangha adalah org suci yg di mana hrs bisa memberikan cth yg baik untuk pengikut nya.karna klu hanya ikut ikutan msk sj tanpa di praktek kan hanya akan menambah dosa.mf klu ada salah.saddhu3x


11. Selamat pagi bhante. Harapan semua orang tua berharap anak anaknya berumah tangga dan memiliki keturunun yg banyak,sma halnya dg org tua saya, saya akan berumah tangga sambil trus mempelajari ajaran budha, setelah anak2 sudah dwsa dan mandiri jika takdir jodoh dg sang budha terus berlanjut tidak menutup kemungkinan menjadi anggota sangha, pikiran lebih fokus dan tidak ada lagi tanggung jawab dan beban pikiran karena anak2 sudah bisa berdiri sendiri, namo buddhaya .

12. Salam.. Bhante. Apapun bntuk jwbn dari prtanya'n asal tdk d motivasi dgn kpntingn pribadi/ego, itu benar. Ada 2 pilihn bnr dlm kehidupn; 1. Kehidupn brumh tgga/brkluarga. 2. Khdupn tak brumh/sangha. Alasn'y bukn ini itu. Alasn yg bnr cm satu, yaitu "pertapaan". Asalkn d jalnkn dgn bnr, baik yg ke-1 atau yg ke-2 akn mmbwa kt ke "pencerahan". Salam.. Bhante.

13. Kalau sy memilih RT dulu,karena untuk menunjukkan bakti pd orang tua sebagai anak (krn ortu sy ingin sy RT).Stlh itu sy perdalam dhamma dan meditasi sy utk kehidupan spiritual sy dan kalau sdh karmanya jd anggota sangha-pun sy jalani.Bagaimana Bhante?

14. Pagi bhante .,kalau aku ,aku akan memilih menjalani kehidupan RT, jauhkan kehidupan kumpul kebo karna gak baik menurut agama apapun,(kecuali ngumpulin kebo,buat dijual)....dan kalau memang ..ada panggilan hati buat masuk sangha kenapa tidak.?

15. Di dlm cnta n kash syg d jelaskn, siapapun kt apapn profesi kt asalkn d jaln yg bnr psti akn mmbwa bhgia baik utk diri sndri maupn utk org lain.

16. Pagi bhante!klu sy apapun kelak status smua hrs didasari dgn ketulusan hati menjalaninya,serta berguna pd msg2x keptsan itu sndr.
17. namo buddhaya bante, apapun statusnya aq serahkan sama tuhan biar dia yg mengatur yg penting qt blk ke diri sendiri mau memilih apa mudah"ah itu pilihan terbaik yg qt ambil sadhu3x
18. Namo Buddhaya Bhante... Klo menurut sy u/ seseorang agar bs berniat mendalamin spritual/dharma haruslah ada gerakan dari hati u/ dia menyadari kenyataan/bukti dari hasil dari spritual/dharma krn kadang2 tnp bukti, manusia susah u/ percaya begitu saja & begitu jg u/ menjd seorang Sangha, bila blm ada keinginan dari hati/ panggilan hati bkn dgn tujuan menghindari masalah duniawi kehidupannya spt byk hutang/byk masalah dll & memilih jalur Sangha seolah2 u/ menghindari bkn dgn tujuan agar terbebas dari penderitaan sbnrnya dlm hidup yaitu kelahiran yg berulang2 atau selama ms ada keinginan nafsu u/ segala kemerekatan (keluarga, materi, hiburan dll) sbaiknya tetap hidup spt manusia pd umumnya tp walaupun hidup bukan sbg anggota sangha tetap menjalani sila,samadhi & panna dan jg terus memupuk kebajikan & jg memperdalam Dharma u/ membersihkan diri dari kotoran bahtin sedikit demi sedikit... Sekiranya itu menurut sy bhante.. Sadhu3.


19. Namo Buddhaya Bhante. Pernah ada keinginan untuk menjadi anggota Sangha, namun karena saya adalah anak sulung penopang ekonomi keluarga dan berbagai pertimbangan lainnya akhirnya saya putuskan untuk menjadi Upasaka yg berusaha untuk berbakti kepada Buddha, Dhamma dan Sangha. Mungkin di kehidupan yg akan datang karma baikku akan mendukungku untuk menjadi Sangha. Karena kalau menjadi anggota Sangha aku tidak mau jadi Sangha yg asal jadi dan menjadikannya sebagai profesi untuk kelangsungan hidup, namun menjadi Sangha yg betul2 menjalankan segala ajaran Sang Buddha.

20. Namo Buddhaya.untuk masuk sangha saya memiliki keinginan krn akan menunjang qt utk mempraktikan ajaran sang Buddha lbh mendalam lg..tapi saat ini saya memilih kehidupan rumah tangga krn saya perempuan dan mempunyai tanggung jawb ke keluarga,wlo memiliki beban tapi kita masih bisa belajar Dhamma.

21. lajang aj,biar gk byk ktrikatan dg duka,karena didunia ini kbykan duka drpd suka,hehe


22. Namo Budhaya & selamat pagi Bhante dan teman diskusi semua. Karena sekarang adalah ber-RT, maka saya hanya bisa menjalaninya dengan sebaik - baiknya sambil belajar dharma dan menerapkan dalam kehidupan sehari - hari. Bagi teman diskusi yang masih lajang jalani aja dengan baik, jangan sampai KK ya... ( Bhante, saya mau tanya apakah seorang RT bisa menjadi Sangha suatu hari? setelah anaknya dewasa dan suami/istri meninggal. Terima kasih).


23. Namo budhaye bhante,menurut saya menjadi seorang sangha harus ada panggilan hati kita harus menjalani dengan setulus hati,karna saya masih ada keterikatan dunniawi maka menjadi RT,KK tidak lah baik klo kita KK berarti kita berjina dan berbuat dosa.sebagian orang memang ingin melajang mungkin karna tidak ingin menjadi beban.


24. Selamat Pagi Bhante, Namo buddhaya. Menurut saya semua sama aje hidup berumah tangga, kk ato pun menjadi anggota sangha semua sama aje, karena dalam menjalankan hidup harus sesuai dengan ajaran Sang Budha kita menjalankan sila, samadhi&panna karena tujuan akhir hidup kita yang utama semua mencapai nibhana.Semua kita lakukan dengan selalu berbuat baik&sebaik menolong orang&tidak berbuat jahat..... Semoga semua mahluk berbahagia... Sadhu ... sadhu ...sadhu.


25. Namo buddhaya, maunya menjadi anggota sangha tapi belum kesampaian soalnya hidup ya begitu2 saja.
26. namo buddhaya bahnte...met siang...menurut saya mau memilih jalan hidup yang tidak mau melekat..kalau ada karma baik pastinya mau menjadi anggota sangha agar mengerti arti kehidupan,mengerti pada hukum karma dan mengerti pada kemelekatan....kalau umat awam memang mengerti tentang hal itu tapi blm sedalam yang dipelajari pada anggota sangha...di anggota sangha pasti diajarakan tentang kemelekatan disana saya mau untuk bisa tidak melekat... namo buddhaya bhante.
27. Namo Buddhaya bhante. klo menurut saya, yang terbaik itu yang plg sesuai dengan keinginan dan tujuan hidup kita.. jika tujuan hidup kita telah bulat untuk dapat membantu semua mahluk untuk bahagia, menjadi anggota sangha ialah pilihan terbaik. selain itu menurut saya, jika kita punya tujuan yang sama seperti sebelumnya akan tetapi kita masih belum dapat melepas keduniawian sepenuhnya, maka menjadi lajang atau berumah tangga itu pilihan yg terbaik. Klo utk pilihan yg kk, itu yg sbaiknya jangan sampai dipilih karena berbuat baik saja sulit malah menambah karma buruk.
Jadi apapun Yg terpenting selama hidup sesuai dengan dharma dan melatih diri sebaik baiknya itu yg terbaik.

28. Namo Buddhaya, Bhante. Saya akan memilih berumah tangga dgn pasangan yg sejiwa karena :
1. Saya tidak sanggup hidup sendiri tanpa pendamping. Saya takut menghadapi hari tua saya, sakit saya, dan kematian saya sendiri tanpa anak dan pendamping.
2. Saya diliputi kemelekatan. Saya manusia biasa dgn berbagai keterbatasan. Blm layak menjadi Guru (anggota Sangha).
3. Saya diharuskan menolong & bekerja sampai fisik tdk mungkin lg, krn profesi saya.
4. Saya wanita yg menjunjung tinggi agama dan adat ketimuran.

29. Nammo buddhaya, Saya akan menjawab kalau keluarga mengizinkan saya akan masuk anggota SANGHA sebab saya berpikir hidup ini anicha,dukkha,anatta. Dengan saya masuk anggota SANGHA, saya telah mengikis 3 akar kejahatan. Demikian jawaban yg saya berikan.

30. jd diri sendiri aja,kdg pgn memilih krn kondisi situasi masa membuat tdk memunkinkan,jalankan sesuai karma n takdir ja menurut sy,dan yg terpenting tdk membuat perbuatan jahat
Sabbe satta bhavantu sukhitatta.

31. tergantung sikon bhante kalo pendapat saya. kalo mapan ya nikah. kalo masi boke ya jangan kasian bini anak nanti nya.

32. yang terbaik adalah menjadi anggota sangha; namun seorang rt juga dapat menjalani ajaran sang Buddha walau godaan dan cobaannya lebih berat; janganlah kita sampai kumpul kebo karena itu akan menambah karma buruk kita; jika tidak ada jodoh hidup lajang pun tidak apa yang penting kita telah bersyukur sebagai manusia yang banyak diberikan kesempatan untuk memilih jalan hidup kita yang terbaik.

33. Selamat siang Bhante. kalau diukuti keinginan banyak org sih yg ingin menjadi Sangha, namun ketika menjalaninya banyak yg akan berpikiir ulang. Saat ini banyak juga org yg jadi Bikkhu hanya untuk mencari kekayaan dan ketenaran serta wibawa. Namun setahu saya itu bisa membawa kita menuju pelanggaran berat (parajika), dan mereka2 inilah yg seringkali membuat pamor bikkhu menjadi jelek. Bayangkan saja ada Bikkhu yg hidup mewah, dgn mobil mewah masuk ke Bank untuk setor uang dalam jumlah besar dgn langkah yg penuh kesombongan layaknya seorang konglomerat.
Bank akan memberiksn acces eklusif untuk penyetor uang besar. Ini adalah pengalaman saya sendiri ketika meyaksikannya di Bank, agak kecewa juga. untung saja akal sehatku masih bisa memberikan hiburan, "Oh, itu hanya ulah oknumnya saja, masih banyak koq para Bhante yg masih menjalankan vinaya dgn seutuhnya.
34. Maaf ya Sdri. Tjendana Soven Setiany, saya kurang setuju dengan pendapat kamu. Bagaimana mau menjalankan sila / perbuatan yang baik kalau KK? itu kan sudah termasuk perbuatan asusila? Thanks.

35. Selamat mlm bhante, klo sy memlh RT krn sy memang sdh pny suami dan sepasang anak yg lucu2, sy akan sangat senang jk berjdh dan pas karma baik sy berbuah dan ditakdirkan jd biksuni sy akan menjalaninya dng sepenuh hati u/mencapai Nibbana. Nammo Buddhaya Bhante.
36. Nam0 budhaya bhnte,ptnyn x ni ckp mgelitik bwt sy, mgkn pilihn tu tgntg sifat,sikon tiap individu,sy rasa smua org mw hepi,bsma family'y.kk byk resiko ta mguntgkn,klu gk tpaksa org bae gk mw pasti'y.n gk mustahil jg mrk yg msk ang0ta sangha dg latrblkg puts asa dg khdupn'y,yah mnrt sy,jlni aja khdpn qt dg trz mnmbh kbjikn dhama,ikuti kata hati dg rasa syukur tulus ikls..dlm meta univrsal.shadu.
37. Terpujilah Guru Buddha, Sungguh sulit dapat terlahir sebagai manusia & berkesempatan berbuat baik, melatih pikiran&hati kapanpun dan dimanapun, Sungguh berharga berkesempatan mengenal the timeless & unconditional truth, dan
Sungguh berharga berkondisi menjadi Bhikku Sangha sebagai 1 langkah lebih dekat dlm melatih diri merealisasi tak terkondisi tak terdefinisi.

38. Namo budhaya bhante.. aq mau tanya.. kata bhante u/ jadi Bikshu/ni terutama harus punya niat dulu.. tapi klo niat nya kuat tanpa disertai ajaran dhamma apa bisa?? sedangkan dia aja belum mengerti terlalu dalam tentang dhamma.. mohon penjelasannya.. trims.
39. Namo buddhaya. Menurut pendapat saya,semua itu mengandung resiko,kalau ber-rt,pasti cekcok,kalau kk,dikira hidup menumpang pada org yang tlh married,kalau lajang,bosan terhadap hidup ini dan harus mandiri,kalo anggota Sangha,jika tidak ada tekad atau hanya ingin sekilas masuk anggota Sangha,itu sama saja berbuat atau menambah dosa...
Jangan anggap bahwa masuk anggota Sangha itu mudah.Ia harus melepaskan kemelekatan,dan sungguh-sungguh menjalani hidup sebagai anggota Sangha.
40. Namo Buddhaya,Bhante...untuk saat ini niatan sih besar buat jd anggota Sangha..tapi kemelekatan terhadap ortu jg masih sgt besar...^^ jadi hanya bs mengikuti jlnnya kehidupan saja,Bhante...tak lupa tuk selalu mengingatkan diri untuk menambah tabungan karma baik.

Kesimpulan: Jangan punya prasangka yang tidak baik terhadap anggota Sanggha, dan jangan takut masuk anggota Sanggha dengan prasangka yang tidak baik. Lebih baik coba latihan saja dulu berapa hari misalnya dua minggu atau sebulan. Setelah merasakan hidup jadi bhikhsu/ni dan tahu manfaatnya, boleh diteruskan, sampai sekuatnya.

Karma baik ini kami limpahkan kepada para Guru Dharma dan orangtua serta para leluhur, dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.

Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Ven. Sudhammacaro.
Penyusun.

Comments

adi kurniadi said…
Namo budaya.
Itu semuanya hanya status di duniawi, kita mau memilih status yang mana pun pasti sama tujuannya nibbana. Memang dengan menjadi anggota sangha bisa mempercepat melatih menggugurkan kekotoran batin (pemikiran umat awam). Tetapi kenyataanya banyak memilih menjadi RT. RT juga bisa meraih ke nibbana, namun sulit untuk menghilangkan kekotoran batin karna terikat dengan nafsu duniawi.
Intinya jika kita ingin meraih nibbana, praktekan lah ajaran" guru agung kita dengan baik dan benar. Itu menurut saya pribadi bhante jika salah maafkan.. Karna saya hanya umat yang berusaha menjalakan ajaran" guru agung kita Sang Buddha dengan baik dan benar.
Terimakasiih, semoga semua makhluk berbahagia.
Saddhu.

Popular posts from this blog

HUBUNGAN ANTAR SHIO JANGAN SALAH MEMILIH JODOH

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “

" NAMA-NAMA BUDDHIS "