“ TRAGEDI ‘TUGU TANI’ ORANG NAIK MOBIL NABRAK 9 ORANG MATI “

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.
Teman2 Dharma kalau sempat silahkan simak pertanyan dari Umat dan kasih komen.


slamat siang bhante..namo buddhaya. ijinkan saya bertanya bhante, perihal sebuah kejadian kecelakaan yg terjadi di tugu tani mnrt pandangan ajaran buddha.pertanyaan saya adalah :

1. Apakh si penabrak akan mndapatkan karma buruk krn telah membunuh?pdhl dia tdk bermaksud ingin menabrak, padahal arti karma hrs disertai adanya "niat (buruk/baik)"

2. bagaimana dgn si korban meninggal (9 org), apakh mereka telah memetik karma buruk secara bersamaan pd saat itu?ato kah hanya sebuah faktor kebetulan?

3. apa yg hrs dilakukan untuk keluarga yg ditinggalkan terhadap anggota keluarga yg wafat maupun kpd si penabrak ?


demikian pertanyaan saya.terima kasih sebelumnya bhante.namo buddhaya.

Teman2 tlg kasih komen yg benar dan berguna sadhu.


Menurut buku Dharma; Akumulasi Karma Buruk dan Baik tiap orang itu ada tersimpan rapi di Gudang Kesadaran (Winyana). Hanya kit tdk bs melihatnya, kecuali dg cara Meditasi Tingkat Jhana 1-4 lalu bertekad (dlm hati) utk melihat kehidupan masa lalu (ini ada caranya dg kata2…). Tdk lama langsung spt lht di layar TV hdp masa lalu kita prnah jd apa dst…

Contoh dan buktinya spt yg di tulis oleh sdr.Shu dg kisah Jataka dsb.
Kaitan dg Kasus Tugu Tani, meski tdk ada niat membunuh, tp krn menimbulkan korban nyawa psti HK bekerja utk saat ini. Korban 9 yg mati itulah Akumulasi Karma Buruk mereka dimasa lalunya, yg bru berbuah saat ini.
Jd, dlm hdp ini tdk ada faktor kebetulan, yg ada ialah adanya sebab dan akibat, lama atau baru psti berbuah.
Yg hrs dilakukan oleh kita kl mau membantu, dg melimpahkan Jasa Baik yg kita lakukan utk mereka yg jd korban tabrak mati, cm baiknya tahu nama2 mereka, lalu disebutkan nama2nya. Demikian pendapat bhante smg berguna, sadhu.



Namo Buddhaya bhante... Ada satu cerita di jaman sang Buddha siddharta dimana seorang pangeran yang terlahir dari istri yang bukan dari keluarga bangsawan tapi dari rakyat biasa. Berbeda dengan istri2 dari keluarga lain yang semuanya rata2 dari keluarga bangasawan. Suatu saat setelah anak dari istri yg bukan bangsawan ini yang sudah berumur sekitar 14an berniat mengunjungi salah satu kerabatnya dari kerajaan lain dan di kerajaan lain yang kedatangan putra dari istri yang bukan dari keluarga bangsawan ini kemudian menyambutnya dengan pesta2 tapi dia merasa heran krn tdk melihat saudara2nya dari kerajaan2 lain juga.

Setelah beliau berpamitan untuk kembali ke kerajaanya, salah satu pembantu setianya karena ada yg ketinggalan di kerajaan tadi, berbalik kembali kesana untuk mengambilnya dan dia menyaksikan para pembantu kerajaan tersebut membersihkan kursi, gelas dan alat2 lain yang di pakai pangeran tersebut dengan susu. Dia begitu heran dan kemudian bertanya dan pembantu2 tersebut menjawab bahwa alat2 tersebut sdh di pakai oleh pangeran yang bukan dari keturunan bangsawan tsb shg harus di bersihkan dgn susu.
Setelah kembali ke barisan pangerannya, pembantu dari pangeran tsb lsg menceritakan apa yang di saksikannya dan dengar dari pembantu. Pangeran itu langsung marah dan dendam, kemudian beliau mengucapkan satu sumpah bahwa "bila mereka membersihkan apa yang saya pakai dgn susu maka saya akan membersihkan kerajaan mereka dengan darah" (berniat membantai seluruh kerajaan). Setelah 3 tahun dan pangeran tsb berumur 17 tahun dan naik tahta, dia lsg memerintahkan pasukannya untuk membantai kerajaaan tsb sampai semuanya habis dan berlumuran darah seperti yang sudah di sumpahkannya.
Setelah di telurusi trnyata pada masa lalu, org2 yang ada di kerajaan yang terbantai tersebut pernah main di air sungai dan menjebak sekawanan ikan dgn jaring kemudian membunuh semua ikan2 yg terjebak tsb dan pangeran yang membantai tersebut adalah renkarnasi dari salah satu ikan tsb yang menuntun pembalasan kammanya.
Jadi kerajaan yg terbantai tersebut telah memetik buah kamma yang mereka lakukan bersama. Demikian dari saya bhante, semoga bermanfaat... Sadhu.. Sadhu.. Sadhu..


2. Nammo budhaya...perlu pemahaman tinggi untuk mengerti kamma,apapun namanya telah menyebabkan makluk lain menderita adl karma buruk,dlm agama buddha mengenal adanya karma yg masak secara bersamaan dan itulah yg terjadi oleh 9 korban tersebut,sementara pengendara sendiri tentunya akan menambah deretan karma buruk karena menyetir tanpa kesadaran dan menggunakan narkoba yg jelas itu menyebabkan hilangnya kesadaran yg merupakan pelanggaran sila dlm pancasila buddhis,

untuk keluarga korban,memiliki sakit hati itu manusiawi karena pada dasarnya berpisah dg yg dicinta adalah penderitaan,begitupun berkumpul dg yg dibenci adalah penderitaan,tindakan yg tepat adakan berdoa dan mengadakan patidana karena hanya keluarga yg msh hidup yg mampu mengentaskan semua penderitaan yg mungkin dirasakan si korban dan selebihnya hukum yg mampu berbicara lebih.....

Boleh sy tambahkan. Si Penabrak mengendarai mobil stelah mengkonsumsi narkoba. Memang tdk ad niat buruk dr pelaku, Tp dia mestinya tau & mengerti, mengendarai mobil dg menggunakan narkoba bs membahayakan jiwa seseorang. Itu adl kesalahan buruknya!



3. Ke-1. kelalian manusia, tentu akan mendptkan karma buruk,sbb skrg aja dia udh msk penjarakan jd karma buruknya udh terlht tuh,blm lg karma yg lainnya nanti bs nognol lah, jd karma yg dia buat adalah karma kelaliannya, bukan karma niatnya. ‎

Ke-2. karma kebersamaan lah,sbb sm2 mati di tempat sm dan jam yg sm,org lain juga ada disana tp mrk kan tdk kena,justru yg meninggal yg kena.3.terimalah apa yg tlah terjd, berdoa trs agar yg meninggal dpt lbh ringan kesussahannya dan dpt terlahir di alam yg lbh bgs, bagi yg penabrak juga kt hrs doakan sbb dia tdk ada niat bunuh org hny kelaliannyalah yg menybbkan itu terjd semuanya, jd tetap doakan dia agar bs sadar utk nextnya jgn bgt lagi, dan dia bs btl2 trm kehidupan yg nextnya lbh baik,sesal juga udh terlambat,

jd dr sn mulailah dia hrs berbuat bnyk2 kebajikan utk menolong yg lain yg masih perlu berkelangsungan hidupnya utk hidup, jd dia perlu melakukan bnyk2 hal yg berguna utk menunjang org lain utk hidup bg yg susah.yg tdk pny uang mkn dll agar org lain dpt hidup,sbb dia tlh mematikan org bnyk 9 org.lht lah yg ke dpn,yg tlh terjd lupakan,maksimumkan quality nya utk bantu org yg skrg perlu hidup.



4. nana bee..@ si pengndara mengndrai dlm keadan mabuk, llu tnpa niat mengkibtkan 9 org tews, NB blg bhwa in adlh kamma yg masak oleh kedua nya, kl begtu in sudh memng krma mrka 'semua, "llu si pengemudi akan membh deretan karma buruk",, yg sy bingung, kl sprti in, bgaiman karma ini akan terkikis .. terima kasih ya.. Amithofo.. sy pikir in adlh patica smupada.. hukum yng sling bergntungn.. he..



5. he3...sy punya pandangan pribadi...sy krg percaya kisah pangeran itu...sy lbh percaya cerita logis berdasarkan dhamma buddha...dr topik ini...segala sesuatu di kerjakan tanpa pikiran mk tidak trbentuk kamma...jd kamma trjadi dr pikiran...seorg hendak memakan ikan...dgn pikiran positif...menangkap lalu memasaknya...sy rasa wajar2 aja...

ttpi bila seorg ingin memakan ikan...menunggu sharian tidak berhasil menangkap ikan...timbul pikiran emosi membenci ikan2...shingga saat brhasil di tangkap dgn beringgas memotongnya shingga membentuk kamma berat...jd seisi dunia ini di ciptakan seimbang...sisi baik dan buruk saling melengkapi..ini lah dunia...

6. sambungan nya...jd seseorg di lahirkan di dunia uda di gariskan kematian nya sperti apa berdasarkan kamma nya...jd sedari awal tidak cepat memahami dhamma buddha mk org tsb akan menjalani perputaran kamma nya sendiri...jd kejadian kematian akan kecelakaan jg tidak lain adlah buah kamma nya...jd pihak penabrak sbg jiwa buddhis liat lah biar di tangani oleh pihak brwajib...shingga pihak si korban tidak perlu trlalu membenci shingga menimbulkan demdam..apabila kluarga yg di tinggal ada perasaan demdam kmngkana arwah2 yg meninggal jd hantu penasaran...

apabila kita rela kan...mk arwah2 tsb lebih cpt berekarnasi....om mani pad me hum. mknya dr kejadian2 tsb bagi kita seorg buddhis yg memahami dhamma buddha sedari awal tanamkan di diri masing2 sifat2 buddha...hindarikan perbuatan kamma buruk..melatih diri slalu tersadar brada di jalan benar...lakukan terus sedari awal pratik2 amal kmanusiaan...inilah kamma yg harus di perbuat agar menglindungi diri kita masing2...om mani pad me hum....



7. wah kalau soal kecelakaan itu sdh biasa menurut saya sih. itu kematian yg wajar bkn bunuh diri,kalau bunuh diri lain lagi ceritanya dia mengakhirin hidup semau gua,mrs tdk enak hidup mati bunuh diri saja....kalau ada yg bisa mengintip di buku besar daftar kematian ,disana tertulis lengkap tanggal bulan thn umur seseorg yg akan dijemput oleh dewa kematian.kalau memang waktunya dijemput jangankan 9 org yg mati saat bersamaan ,100atau 1000 org bs pergi dlm waktu yg sama,

contohnya terkena bencana SUNAMI,kita kalau sdh waktunya mati,,jatuh dari kamar mandi waktu mengambil handuk langsung meninggal ini bnr terjadi ,tmn saya itu.jadi itu semua sdh tercata dibuku,,dan tak ada seorgpun yg bs mengira kematian seseorg,,ini menurut saya,kalau tdk cocok dgn pendpt anda mohon maklum saja karena saya cuma seorg IBU bkn seorg ahli dibidang pencabut nyawa orang,


‎8. "SESEORANG TIDAK AKAN BISA MELOLOSKAN DIRI DARI SEBUAH KARMA,SEMUA MAKHLUK AKAN MENERIMA DAN MELUNASI SEBUAH KARMA".


. menurut pancasila budhist dilarang membunuh...dlm membuhun itu hrs ad 4 faktor yg pertama korban kedua niat dan yg dua lg sy lp...para korban adl karma bersama mereka...


9. Atur aj deh,smua tentu saling keterkaitan karma n ada kesamaan karma,hukum sebab akibat x y.

Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna.
Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Penyusun Ven. Sudhammacaro.

Comments

Popular posts from this blog

HUBUNGAN ANTAR SHIO JANGAN SALAH MEMILIH JODOH

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “

" NAMA-NAMA BUDDHIS "