“ BUDDHA BILANG: KOSONG TAPI ISI, ISI TAPI KOSONG. APAKAH INI PANDANGAN ATHEIS? TUJUAN MAHAYANA SURGA BARAT KENAPA BUKAN NIBBANA? “

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.

Teman2 Dharma kalau sempat silahkan simak dan kasih komen pertanyan dari Umat.

Pagi bhante...boleh sy tnya lebih dalam...Buddha blg pencapaian tertinggi adlh Nibanna. Jd Nibanna bukanlah sebuah tempat...Nibanna menggabarkan suatu keadaan...tepatnya keadaan kosong...mkanya Buddha slalu bilang isi adlah kosong...kosong adalah isi...

Saya ambil isi adalah kosong...ini adalah kata universal...kalau lebih dalam kita mengartikan isi sebenarnya adalah fana...kosong...seperti Buddha bilang: Api ditiup padam asap lenyap... makanya disebut kekosongan ini mutlak...tidak berbentuk dan tidak berubah...ambil contoh udara...ini udara bisa di bilang mutlak..tidak berubah...tidak berbentuk...mau muncul dan tidak muncul....udara mau muncul jadi hembusan angin...ga mau muncul jadi udara...

Pertama, Jadi bukankah dari paham ini Buddha bisa dibilang ama orang2 lain berpaham Atheis?

Dan pertanyaan kedua, di Buddha aliran Mahayana bertujuan terlahir di surga barat Amitbha... bukankah ini berarti surga barat ini suatu bentuk, jadi bukanlah Nibannna...jadi gimana kok pandang bertolaak belakang nih?

Gimana pencerahan dari Teman2 dan bhante...

Teman2 tlg ks komen yg benar dan berguna sadhu.


Jawab: Buddha bukan Atheis atau Nihilis, tapi Realistis. Memang berbeda dg Pandangan Orang ber-Agama lainnya, yg Dogma (percaya membabi buta) terhadap Pandangan adanya Tuhan sang Pencipta dan Pengatur Alam dan se-Isinya.

Yg ke-2, memang beda cara/jalan Pencapaian Mahayana dan Therawada. Therawada dg 8 Jalan Mulia, tp Mahayana dan Vajrayana dg Jalan Bodhisattwa untuk mencapai ke-Buddha-an, dari dasar Bodhisattwa Sila dasarnya terus naik ke tingkat Bodhicitta..

Mahayana penuh dg Filsafat yg Tinggi d sulit dicerna oleh umat awam yg msh mau lht yg nyata2 di depan mata. Realistis bisa dipahami dg logika yg mudah2 contoh; HK (hukum karma) yg terjadi pada diiri sendiri dsb. Misal; kebaikan akan mendaptkan kebahagiaan, pujian, nama baik dsb. Kejahatan akan dpt penderitaan misalnya; Pencuri, perampok, pembunuh yg sering kita saksikan langsung atau di koran d di TV, dsb.

dlm 8 Jalan Mulia, yg paling sulit ialah Pandangan Benar, Pikiran Benar Konsentrasi Benar atau Samadhi yg Benar, sebab tga pilar ini yg mengantarkan tiap orang dpt meralisasi Dharma yg tinggi hingga meraih tingkat2 kesucian batin sadhu.


Teman2 terimakasih atas dedikasi dan komen yg berguna.


1. Menurut saya paham kekosongan yang dianut oleh aliran Mahayana harus dipahami secara intuitif dengan prajna (kebijaksanaan). tidak dengan logika.

mengenai pertanyaan pertama kata ateis itu kan ditujukan oleh tetangga kita apabila kita tidak percaya dengan Tuhan yang dikonsepkan mereka. Agama Buddha ber-Tuhan kok.. tapi tidak terceritakan.

Karena kalo Tuhan itu dikasi embel embel seperti maha kuasa dan maha pencipta dan lain sebagainya, Tuhan itu tidak menjadi absolut lagi. malahan menjadi relatif. karena kata kata bisa dimainkan. Sebagai contoh "DAPATKAH TUHAN MENCIPTAKAN SESUATU YANG TIDAK SANGGUP TUHAN GERAKKAN?" Jika kita menjawab sanggup maka Tuhan tidak maha kuasa karena menggerakkan ciptaannya sendiri ga bisa, kalo tidak sanggup berarti Tuhan tidak maha pencipta. ini merupakan suatu dilema jika kita masih MERELATIFKAN pengertian tentang Tuhan itu sendiri.

2. Pertanyaan kedua menurut saya kita harus kembali lagi kepada dasar dari Agama Buddha dimana Meditasi dan cinta kasih yang sangat menjadi hal fundamental dari agama Buddha. Bisa dikatakan saya tidak membawa embel - embel aliran pada diri saya. saya membaca buku mengenai Therawada, Mahayana, vajrayana bahkan saya juga membaca buku katolik karangan Anthony de mello. Bagi saya sesuatu yang berguna dan membawa kebaikan harus kita terima setelah kita mengetahui buktinya.

mengenai amitabha dan sukhavatinya, saya sendiri tidak terlalu mempercayai mengenai keberadaannya dan menurut saya figur Buddha tsb diciptakan oleh para mahayanis. jadi menurut saya Mahayana menciptakan sesuatu yang sedikit revolusioner yang mungkin hal ini tidak ada di theravada. yaitu konsep penyelamatan melalui iman atau bahasa kerennya UPAYA KAUSALYA. jadi upaya kausalya itu sepertinya menginstankan dharma agar mudah dipelajari tanpa harus mengetahui seluk beluk ajaran Buddha yang mungkin bagi sebagian orang sulit. terutama bagi para lansia.

mungkin bagi kita timbul pertanyaan bagaimana mengajarkan meditasi untuk orang yang berusia mungkin 70 tahun? Jawabnya adalah melafalkan nama Buddha atau nien fo. dimana kebetulan amitabha menjadi sangat populer sebagai figur yang namanya sering dilafalkan. jadi menurut saya pembacaan nama Buddha adalah suatu bentuk meditasi dengan obyek suara dan nama Buddha. sedikit menyimpang dengan pengertian saddha dimana keyakinan didapat melalui pembuktian, Figur amitabha ini dibuat agar supaya orang bisa bermeditasi tanpa harus mempelajari teknik - teknik meditasi yang mungkin bagi saya sendiri sulit apalagi bagi para lansia.

Jadi menurut saya, konsep amitabha sendiri sungguh luar biasa. dan amitabha sendiri itu adalah nibbana. sesuai dengan namannya, kata amitabha itu berarti cahaya tanpa batas. apakah yang mampu menampung cahaya tanpa batas? jawabnya kekosongan. dan amitabha juga disebut Amitayus yang berarti usia tanpa batas yang dapat kita artikan keabadian. Inilah nibbana dimana tidak terlahirkan.

jika kita tautkan kembali, penjelasan Tuhan menurut agama Buddha semuanya tersangkut. jika kita merealisasi kekosongan dan nibbana kita akan mengerti apa itu Tuhan dan apa itu amitabha. Tentunya bukan dengan logika tapi dengan kebijaksanaan transendental atau bahasa kerennya Pannya.

Sekian penjelasan saya. semoga bermanfaat. maaf kalau ada persepsi filosofis yang salah. mohon koreksinya. Salam Metta.


3. Yang pertama: Paham Buddha tidak membicarakan Tuhan sama sekali.. ini disebut Agostik.. Jadi bukan Theis atau Atheis.... Atheis itu jika ajaran Buddha mengajarkan bahwa Tuhan tidak ada..

Yang kedua: Aliran Amithaba betul bertujuan lahir kembali ke Surga Barat Amithaba, tetapi itu bukan tujuan akhir.. itu agar bisa memdapatkan bimbingan lebih lanjut dari Buddha Amithaba dan selanjutnya mencapai NIbbana..


4. Memang tidak untuk memaknai kosong tapi berisi sama dengan ajaran Tao Wu Wei Wu SUO BU Wei artinya tidak melakukan sesuatu tanpa sesuatu yang tidak dilakukan mungkin setelah mencapai tingkat tetentu baru dapat memahaminya berlatih terus saja pasti suatu saat dapat pencerahan jangan memaksa untuk mengerti ajaran Buddha atau Tao setiap kita mencapai latihan tingkat tertentu memaknainya berbeda sesuai perkembangan bathin mudah-mudagan penjelasan ini dapat membantu teman2 sedharma yang sama2 mencari makna sesungguhnya sesuatu yang ada di dunia ini pasti mengalami perubahan kecuali hukum itu sendiri.



5. Nammo Buddhaya Bhante. Untuk pertanyaan pertama, menurut saya udara adalah sebuah benda dimana wujudnya berbentuk gas dan kurang tepat jika dikatakan udara tidak berubah bentuk. Misalnya udara dalam balon dan udara dalam ban mobil, maka udara akan berbentuk seperti wadahnya. Jika karena halnya paham mengenai bentuk / wujud dari udara dikatakan berpaham atheis apakah itu terlalu cepat mengambil kesimpulan. Mohon pandangan dan koreksinya jika terdapat kesalahan dalam pendapat ini.



6. Suatu pernytaan akan diartikan berbeda satu sm lain, tergantung sama kebijaksanaan masing2/tingkat spritualnya. Masing masing sekte sesuai kepercayaannya . Pertanyaan yg sulit,tentang kesunyataan.. atheis = teori atau kepercayaan bahwa "Tuhan" tidaklah ada, kalau sudah tahu definisinya (dan juga Ajaran Buddha) maka pertanyaan tersebut adalah salah! sedangkan untuk aliran Buddha Mahayana tentang surga barat (Amitabha) itu hanyalah sebuah upaya kausalia saja agar umatnya "sedikit" lebih mengerti akan ajaran luhur yang sangat mendalam ini.


7. Buddha dan pengikut2nya lebih tepat disebut non-theis atau agnostic bukan atheis. mengakui adanya kekuatan masiv diluar dirinya(Tuhan??) tapi tidak fokus pada keTuhanan,lebih mengutamakan pelatihan diri menuju pencerahan sempurna. Namo Budhaya, pencapaian Nibana tentunya tempat yg bebas penderitaan,penuh kebahagiaan, bebas dari lahir kembali di alam ini, yg di maksud Sang Buddha adalah sesuatu yg kosong tetapi berisi dan isi adalah kosong. Nibana sisi barat adalah Buddha Amithaba, Nibana sisi timur adalah Buddha Baisajyaguru, mohon masukan /input dari teman se dharma kalau ada kekurangan/salah. Sahdu.


8. Dgn menyadari bahwa alam ini sebenarnya adalah kosong, maka Sang Buddha menuntun kita untuk rela melepaskan kemelekatan disekitar kita untuk mencapai NIBANA. Buddha Bless U. Semoga seluruh umat Buddha di dunia menyebarkan Cinta kasih yg tulus. Bentuk itu tergantung pikiran kita mau berbentuk atau tdk. Kalu menurut saya Nibana itu adalah wujud dari perbuatan kita...karna sang Budha mengatakan kosong adalah isi....isi adalah kosong....

itu melambangkan bahwa kita ini berasal dari rangka yg kosong....nah rangka yg kosong ini kalu kita mau isi dg perbuatan baik maka hasilnya kita akn memjadi org yang baik,mendpt ketenangan batin.....tapi kalu kita mau isi dg perbuatan jahat ya hsilnya akan menjadi jahat....jadi menurut saya nibana itu adalah sebnrnya wujud dari perbuatan kita....mohon maaf ya bhante & teman2 untuk komen saya kalu ada Чªлб slh....thanks.


9. Malam bhante n teman" .. Agama Budha dgn paham atheis sudah sangat bertolak belakang , mgkn dgn EHIPASHIKO di ajaran Budha akan menemukan arti dan makna yg sebenarnya.. Isi adalah kosong, kosong adalah isi ..artinya sangat luas , menjalani kehidupan yg lurus(benar) , sering baca paritta atau baca keng ditmt yg sesuai atau meditasi serta di bimbing oleh guru pembimbing akan mendapatkan pencerahan sejati , dan jgn lupa ber DANA:-) .. mohon maaf jika ada kata" yg salah.. Omithofo. sebelum mengambil kesimpulan ada baiknya kita telaah lebih lanjut pernyataan tsb, apakah yg dimaksud itu makna tersurat ataukah makna tersirat.

krn kalo salah bisa mengakibatkan kesalah pahaman seperti pertanyaan diatas. ada baiknya kita jalani dan alami sehingga mampu mengerti maksud yg disampaikan Buddha. (dr pd kita menduga2)


10. Buddhism bukan atheis jelas2 kt percaya ada 31 alam bgmn bs buddhism atheis ?,ada kepercayaan jd bukan atheis,hny sifat kepercayaannya berbeda aja bentuknya.Mahayana percaya ada pure land amitabha ya sm aja konsepnya adlh kondisi bukan tempat.sm spti penjlsn nibbana,hny msh ada perbedaan alamnya dgn nibbana,amitabha pure land bukan nibbana alam ,tingkatnya berbeda di amitabha pure land sebagian msh hrs berlatih diri trs.utk mencapai nibbana.yg dimksd kosong sebenarnya itu isi,

contohnya kita sendiri ini sebenarnya tdk ada aku, krn tubuh ini ada krn adanya 4 unsur,bgmn bs dibilang ada aku ?, klu aku biasanya kan satu aja aku yg exist,tp nyatanya phisik kt ada 4 unsur,jd sy bukan sy sbb sy adalh 4 unsur yg menggabungkan menjd sy ini, jd sy ini sebenarnya tdk ada.klu tdk ada 4 unsur menggabungkan, hidup ini semuanya adlh interrelated satu sm lain,krn interrelated shg tdk ada aku,krn tdk ada aku,mk itu sy ini adalh kosong,tp tdk bs bilang kt ini kosong,

jls2nya kita ini kan ada phisik betul tdk ?, klu bgt kt ini ada, yaitu terlht bnr ada krn ada fisik, jd kosong adlh ada(isi),isi adalh kosong.kira2 bgt pemahaman sy, tp tdk tahu yg lainnya,sbb aku blm mencapai kekosongan hny mendgr aja,klu ada yg slh mhn minta dikoreksi,hehehhe....


11. setuju bante, dari beberapa komentar/diskusi ini saya melihat pemahaman mereka sudah cukup memadai, ada beberapa yang perlu ditingkatkan kepercayaan dirinya (Pedenya ditingkatkan), kita semua masih dalam tarap belajar dan pembelajaran termasuk mempraktekkannya, beberapa teman2 yang merasa tidak pede saya persilahkan simak kembali semua posting2 diatas, baca perlahan2 ulangi kalau perlu dan resapi, maka kita bisa menembus kedalam kebijaksanaan, ini topik penting sebagai dasar "saddha" kita agar kita tidak menjadi bulan2an diluar oleh mahluk2 yang belum mengenal Buddha Dharma, selamat berjuang, LANJUTKAN


Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Comments

Popular posts from this blog

HUBUNGAN ANTAR SHIO JANGAN SALAH MEMILIH JODOH

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “

" NAMA-NAMA BUDDHIS "