Fenomena Dhamma

Friday, May 20, 2016

AMAZING..ILMUWAN HEBAT SEMANGAT USAHA TAK TAKUT MATI, TAK GENTAR HALANG RINTANGAN SALUUUT... TEMPO.CO, Aberdeen - Adakah kehidupan di luar planet bumi? Banyak. Demikian jawaban dari tim ilmuwan.






Kesimpulan para ilmuwan ini diperoleh setelah sejumlah peralatan model baru dirancang untuk menguji apakah sebuah planet mampu mendukung kehidupan, yakni dengan mencari bukti air bawah tanah.

Peralatan yang dikembangkan para ilmuwan tersebut memang canggih. Alih-alih menemukan air permukaan, peralatan itu justru lebih lihai mengidentifikasi air yang terus-menerus cair akibat panas inti sebuah planet.

"Perkembangan ini dapat berarti lebih banyak planet yang ditemukan mampu mempertahankan bentuk kehidupan," ujar juru bicara tim peneliti tersebut. Pendapat mereka menantang teori Goldilocks, yang selama ini banyak diakui ahli ruang angkasa.

Teori Goldilocks menyatakan planet harus berada di jarak ideal dari matahari guna mendukung kehidupan. Jarak itu tidak boleh terlalu dekat atau terlalu jauh. "Jarak ideal dari matahari memungkinkan planet tidak terlalu dingin sehingga kehidupan di dalamnya bisa membeku atau terlalu panas sehingga bisa meleleh," kata Sean McMahon, mahasiswa doktoral dari Universitas Aberdeen, Inggris.

Padahal, kata Profesor John Parnell, peneliti utama dari Universitas Aberdeen, ada habitat penting bagi mikroorganisme yang letaknya beberapa kilometer di bawah permukaan bumi. "Banyak ilmuwan percaya, sebagian besar kehidupan renik di Bumi bisa hidup di lokasi tersebut."

McMahon mengatakan penelitian ini bisa menjadi terobosan penting untuk mencari tanda-tanda kehidupan di luar bumi. Parnell menambahkan, gagasan zona layak huni tidak didefinisikan secara sempit hanya untuk kondisi di permukaan sebuah planet. Kondisi di dalam lapisan planet pun patut diperhitungkan. "Cara pandang ini akan memunculkan sejumlah planet layak huni lainnya," ujarnya.

TELEGRAPH | AMRI MAHBUB