Kisah Zhou You Wang




Pepatah mandarin mengatakan 人而无信,不知其可也 ren yu xin, bu zhi qi ke ye seseorang bila tidak dapat dipercaya, tiada orang yang akan mempercayai-tiada mendapat tempat dalam masyarakat, apa yang dapat ia lakukan? Kisah berikut ini memberitahu kepada kita tentang arti kepercayaan. Kepercayaan jauh lebih penting & lebih berharga daripada nyawa.

kepercayaan.jpg

Sejarah Zhong Guo mencatat, pada jaman dinsti Zhou hiduplah seorang raja yang dungu bernama Zhou You Wang. Sehari-hari, Zhou You Wang hanya tahu bermabuk-mabukan, bersenang-senang, bermain musik. Zhou You Wang memiliki seorang selir kesayangan bernama:Bao Si. Walaupun Zhou You Wang telah berbuat banyak untuk si selir kesayangan mulai dari: menemani menonton tari-tarian, mendampingi melihat taman bunga, memberi banyak sekali hadiah; Bao Si tetap saja cuek, sekalipun tidak pernah tersenyum. Zhou You Wang berusaha keras agar si selir dapat merasa gembira.

Suatu ketika Zhou You Wang & Bao Si bersama-sama mendengarkan permainan musik istana, Bao Si sedikitpun tidak menunjukkan perasaan senang. Zhou You Wang lantas bertanya kepada Bao Si:”Musik ini begitu merdu, apakah kau tidak suka mendengarkannya?” Jawab Bao Si:”Tiada yang lebih merdu daripada suara yang dihasilkan ketika menyobek selembar kain sutra.” Mendengar Bao Si berbucara, Zhou You Wang merasa sangat gembira. Tampa berpikir panjang, Zhou You Wang memerintahkan para dayang untuk mengambil setumpuk kain sutra. Para dayang yang berperawakan besar diperintahkan untuk merobek kain sutra. Walaupun setumpuk kain sutra telah habis disobek-sobek, Bao Si tetap diam, tidak berbicara. Zhou You Wang merasa sedih akan tetapi tidak dapat berbuat apa-apa.

Melihat Zhou You Wang sedih, ada seorang pejabat bobrok yang memberikan sebuah usul bagaimana caranya untuk dapat membuat Bao Si bahagia. Lagi-lagi Zhou You Wang dengan serta merta menyetujiu usulan si pejabat bobrok. Pada saat yang telah ditentukan Zhou You Wang mengajak Bao Si untuk mengunjungi sebuah istana yang terletak di atas gunung. Malam hari, Zhou You Wang memerintahkan penjaga istana untuk menyulut semua api suar(tanda bahaya di jaman kuno) & menabuh gendarang perang. Langit menjadi terang benderang dipenuhi oleh cahaya api suar, suara genderang perang menggema di empat penjuru mata angin. Seluruh raja muda melihat & mendengar tanda bahaya yang dikirim oleh Zhou You Wang. Mereka mengira Zhou You Wang berada dalam keadaan yang genting & membahayakan. Di tengah keheningan malam, semua raja muda mengumpulkan para prajurit & berangkat untuk memberikan pertolongan. Sesampainya di tempat Zhou You Wang mereka tidak menemukan seorang musuh pun. Para raja muda mendapati Zhou You Wang sedang menikmati permainan musik yang merdu & bermabuk-mabukan bersama Bao Si. Merasa dipermainkan oleh Zhou You Wang, para raja muda segera menarik mundur pasukannya.

Bao Si dari atas tembok istana melihat gerak-gerik para raja muda & pergerakan pasukan yang mengkuatirkan keselamatan Zhou You Wang merasa sangat gembira. Bao Si tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan kegirangan. Zhou You Wang dengan gembira berkata:”Sungguh sulit sekali untuk membuat kau tertawa.” Sebagai rasa terimaksihnya kepada si pejabat bobrok yang memberi ide gila, Zhou You Wang memberikan banyak hadiah.

Belakangan Zhou You Wang benar-benar mengalami keadaan yang sangat genting, istana dikepung musuh. Zhou You Wang memerintahkan prajurit istana untuk menyulut api suar. Berdasarkan pengalaman terdahulu, walau para raja muda melihat ada tanda bahaya yang diberikan, tidak ada satu pun dari mereka yang mengirimkan pasukan untuk memberi pertolongan.

道千乘之国,敬事而信

Dao qian sheng zhi guo, jing shi er xin

Sebagai seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan haruslah dapat dipercaya oleh rakyat

Semoga berguna dan mohon maaf bila tidak berkenan di hati anda sadhu.

Penulis: Xie Zheng Ming.
Ahli Sejarah Kuno Conficius dan bahasa Mandarin.


Comments

Popular posts from this blog

HUBUNGAN ANTAR SHIO JANGAN SALAH MEMILIH JODOH

" NAMA-NAMA BUDDHIS "

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “