Fenomena Dhamma

Wednesday, February 25, 2015

Confucius Guru Moralitas Pertama di Dunia- Nasihat & Contoh Keteladanan.. Kitab Di Zi Gui ke-37.




待婢仆,身贵端
虽贵端,慈而宽
势服人,心不然
理服人,方无言

Dai bi pu, shen gui duan
Sui gui duan, ci er kuan
Shi fu ren, xin bu ran
Li fu ren, fang wu yan

Jadikanlah diri sendiri sebagai teladan bagi orang yang melayani/membantu pekerjaan kita, jangan sekali-kali bersikap merendahkan mereka. Tidak diperbolehkan menggunakan kedudukan/kekuasaan untuk membuat orang lain menuruti segala apa yang kita inginkan/perintahkan, hendaknya memperlakukan pekerja dengan penuh kemurahan hati & lapang dada. Menggunakan kedudukan/kekuasaan untuk memerintah orang lain tidak akan diterima dengan iklas. Sebaliknya bila menggunakan kebijaksanaan, memberi pemahaman & penuh pengertian untuk meminta seseorang melakukan sesuatu, ia akan dengan sukarela menuruti kita.

Pada jaman dinasti Song Utara北宋,hiduplah seorang pejabat yang bernama Han Qi韩琦, dikenal luas memiliki toleransi besar. Suatu hari, salah seorang teman memberinya seperangkat cangkir yang terbuat dari batu giok sebagai hadiah. Han Qi sangat menyenangi pemberian tersebut, menyimpannya sebagai barang koleksi. Pada sebuah kesempatan, ketika mengadakan jamuan makan, Han Qi berjaji kepada para tamunya untuk menunjukkan koleksi cangkir tersebut. Ketika para tamu sedang asyik mengamati cangkir Han Qi, tiba-tiba salah seorang pelayan dengan tergesa-gesa masuk ke dalam ruangan untuk melaporkan sesuatu. Secara tidak sengaja, si pembantu memecahkan cangkir tersebut. Dengan penuh rasa takut, si pelayan segera berlutut meminta pengampunan dari Han Qi. Mendapati kejadian demikian, Han Qi sama sekali tidak marah. Dengan tersenyum Han Qi berkata:”Yang namanya benda, suatu ketika pasti bisa rusak. Kamu tidak sengaja memecahkannya. Apa yang perlu dimintakan maaf? Segera bangun & berdirilah!”Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut, memuji kebesaran toleransi Han Qi.


Pada jaman dinasti Jin, hiduplah seorang yang bernama Gu Rong顾荣. Suatu ketika, seorang temannya mengundang untuk datang ke rumah. Saat jamuan makan berlangsung, Gu Rung mendapati seorang pelayan yang bertugas menghantarkan makanan tampak sekali ingin mencicipi makanan yang dihidangkan. Secara spontan Gu Rong mengambil sebagian dari porsi makannya untuk diberikan kepada si pelayan. Seorang tamu lain yang duduk semeja menertawakan perbuatan Gu Rong. Orang itu berkata:”Ia hanya seorang pelayan, untuk apa berbagi makanan dengan dia? Status kita berbeda dengan mereka. Perbutan anda adalah merendahkan martabat diri sendiri.”Gu Rong menjawab:”Bagaimana bisa membiarkan orang yang telah bekerja memasak untuk kita tidak mengetahui rasa masakan hasil jerih payahnya.”Belakangan, saat kerajaan Jin mengalami kekacauan, Gu Rong mengungsi ke daerah Jiang Nan江南. Sepanjang perjalanan menuju Jiang Nan, setiap Gu Rong mengalami bahaya selalu ada orang tak dikenal yang melindungi & menyelamatkannya. Orang tersebut adalah si pelayan yang pernah diberi makanan oleh Gu Rong. Perbuatan Gu Rong yang dapat memahami & bersimpati tampa mengharap balas jasa terhadap bawahan/para pekerja patut untuk kita teladani.

Semoga berguna dan mohon maaf bila tidak berkenan di hati anda sadhu.


Penulis: Xie Zheng Ming.
Ahli Sejarah Kuno Conficius dan bahasa Mandarin.



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home