Fenomena Dhamma

Friday, February 13, 2015

Kisah Su Dong Po & Fo Yin Chan Shi



NASIHAT KUNO dari TIONGKOK (China)…

Kisah Su Dong Po & Fo Yin Chan Shi


苏东坡与佛印禅师

Su Dong Po Yu Fo Yin Chan Shi

Suatu hari Su Dong Po & Fo Yin chan shi sedang berdiskusi panjang lebar mengenai ajaran Buddha. Di tengah-tengah perbincangan, sekonyong-konyong Su Dong Po bertanya kepada Fo Yin chan shi:”Menurut anda, posisi duduk saya ini mirip dengan siapa? Apakah menyerupai Buddha?”Fo Yin chan shi menjawab:”Ya, anda memang seperti Buddha.”Mendengar jawaban tersebut, Su Dong Po merasa sangat bahagia. Fo Yin chan shi balik bertanya kepada Su Dong Po:”Tuan, menurut anda posisi duduk saya ini mirip dengan siapa?””Saya lihat & amati, anda mirip dengan setumpuk kotoran kerbau.”Jawab Su Dong Po. Sama dengan Su Dong Po, Fo Yin chan shi dengan suka cita mengaggukkan kepala menerima. Sesampainya di rumah, dengan gembira Su Dong Po bercerita kepada adik perempuannya:”Saya hari ini menang?””Menang? menang tentang apa?”,tanya si adik. Su Dong Po segera menceritakan pembicaraannya dengan Fo Yin chan shi kepada si adik. Tak disangka, usai mendengarkan cerita tersebut si adik berkata:”Kakak, engkau yang kalah. Kalah telak!””Mengapa bisa demikian?”,tanya Su Dong Po. Si adik menjawab:”Karena Fo Yin chan shi berhati buddha maka melihat kakak sebagai buddha, sebaliknya hati kakak penuh kotoran melihat Fo Yin chan shi sebagai setumpuk kotoran kerbau.”

人因自觉而成长,因自满而堕落,自我批判的认错心理,是道德人心第一课,是人格升华的阶梯

Ren yin zi jue er cheng zhang, yi zi man er duo luo, zi wo pi pan de ren cuo xin li, shi dao de ren xin di yi ke, shi ren ge sheng hua de jie ti

Kesadaran akan mendorong seseorang untuk tumbuh & berkembang, sebaliknya puas diri membuat kita mengalami kemunduran. Introspeksi adalah landasan moralitas, pijakan untuk memperbaiki budi pekerti

Diterjemahkan secara bebas dari buku jing si yu jiao xue can kao zi liao 静思语教学参考资料  milik perpustakaan Hong Ci Tan 宏慈坛.

Semoga berguna dan mohon maaf bila tidak berkenan di hati anda sadhu.


Penulis: Xie Zheng Ming.
Ahli Sejarah Kuno Conficius dan bahasa Mandarin.



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home