Fenomena Dhamma

Wednesday, February 25, 2015

Confucius Guru Moralitas Pertama di Dunia- Nasihat & Contoh Keteladanan.. Kitab Di Zi Gui ke-36.


将加入,先问己
己不欲,即速已
恩欲报,怨欲忘
抱怨短,报恩长

Jiang jia ru, xian wen ji
Ji bu yu, ji su yi
En yu bao, yuan yu wang

Bao yuan duan, bao en chang





Sebelum meminta orang lain untuk melakukan sesuatu, hendaknya terlebih dahulu bertanya kepada diri sendiri: apakah saya akan melakukannya dengan senang hati? Jika diri sendiri merasa berat/enggan, jangan meminta orang lain untuk melakukannya. Senantiasa carilah kesempatan untuk membalas kebaikan orang lain yang pernah kita terima. Kesalahan yang diperbuat oleh orang lain terhadap diri kita jangan disimpan dalam hati. Jangan mendendam, ingatlah selalu kebaikan orang lain.

Pada jaman dinasti Jin timur东晋, hiduplah seorang yang bernama Yu Liang庾亮. Ia memelihara seekor kuda. Kuda tersebut memiliki ciri: bagian kepala sampai mulut berwarna putih. Konon ciri ini menandakan pembawa kemalangan. Tetangga & para sahabatnya menyarankan untuk segera menjual kuda tersebut. Mendengar saran tersebut, Yu Liang hanya tersenyum. Ia berkata:”Jika saya menjual kuda ini, pasti ada yang akan membelinya. Akan tetapi, pemilik kuda yang baru belum tentu mengetahui hal tersebut. Bukankah dengan menjual kuda ini, secara tidak langsung saya mencelakai orang lain? Bagaimana bisa sesuatu yang merugikan untuk saya diberikan kepada orang lain? Pepatah mandarin mengatakan 己所不欲勿施于人ji suo bu yu wu shi yu ren apa yang tidak kita kehendaki jangan diberikan kepada orang lain.

Pada jaman dinasti Han, hiduplah seorang jenderal besar yang bernama Han Xin韩信. Sejak kecil Han Xin telah menjadi yatim, ayahnya telah meninggal dunia, sangat menderita dan sengsara. Untuk mengganjal perutnya, Han Xin sering kali pergi memancing di pinggir sebuah sungai di kota Huai Yin淮阴. Kebetulan, seorang nenek tua, di tempat yang sama sering terlihat sedang mencuci pakaian. Melihat & mengetahui keadaan Han Xin yang sebenarnya, beliau merasa bersimpati.


Sang nenek kerap memberi Han Xin semangkuk nasi lengkap dengan lauknya. Han Xin merasa sangat berterima kasih, ia berkata kepada sang nenek:”Kelak jika saya menjadi orang yang sukses, pasti akan membalas kebaikan nenek.”Sang nenek menjawab:”Saya hanya merasa tidak tega melihat kamu kelaparan, tidak mengharapkan balas budi.”Di kemudian hari, Han Xin berhasil membantu Liu Bang刘邦 & menjadi seorang jenderal. Setelah menjadi seorang jenderal, Han Xin teringat oleh budi kebaikan sang nenek. Han Xin segera memerintahkan bawahannya untuk memberikan 2000 tael emas kepada sang nenek sebagai ucapan terima kasihnya.

Semoga berguna dan mohon maaf bila tidak berkenan di hati anda sadhu.


Penulis: Xie Zheng Ming.
Ahli Sejarah Kuno Conficius dan bahasa Mandarin.



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home