Fenomena Dhamma

Wednesday, June 22, 2011

“ JODOH DI KASIH DAN ATUR OLEH TUHAN /ALLAH TAPI RUMAH TANGGA SUDAH 20 TAHUN CERAI SIAPA YANG HARUS TANGGUNG JAWAB? “

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.

Diskusi Dharma; Tanya: Bhante, kalau Jodoh itu Takdir di kasih dan disatukan oleh Tuhan, tapi banyak yang sudah RT 20 thn dan beranak banyak akhirnya bercerai juga, malah terjadi (KDRT). Fakta; Lady Diana dan P.Charles. Jadi gimana menurut ajaran Buddha? Siapa yang harus disalahkan dan siapa yang tanggung jawab?Teman2 tlg ks koment yg benar dan berguna, sadhu.

Namo Buddhaya, Namaskara Bhante,Menurut pendapat pribadi saya, ketika seseorang ingin menikah, maka sebaiknya didasarkan pada satu cita-cita yaitu kenginan untuk saling membantu untuk lebih dekat/mencapai Nibbana. Tentunya ini didasarkan pada kesadaran bahwa adanya kekurangan pada setiap manusia, sehingga saling bantu adalah solusinya.

Jadi dikehidupan sehari-hari, akan saling mengingatkan dan saling membantu didalam melakukan hal baik, bila pasangannya memiliki kekurangan, maka ia akan menerimanya dan membimbingnya.

Atas dasar itu maka dilakukanlah pencarian pasangan sesuai kriteria di atas, bila ketemu dan kaitan karmanya mendukung, maka akan tercipta pasangan berbahagia,
Selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan kebahagiaan tsb,

yaitu memahami sila dan Dhamma dengan baik, dan berusaha mempraktikkannya, banyak melakukan perbuatan baik adalah pupuk hebat membuat keluarga itu utuh dan berbahagia(karena ini meminimalisir akan terjadinya buah karma buruk). Jangan pernah merubah cita-cita luhur untuk mendekati Nibbana menjadi kebahagiaan dunia.

Selalu menyadari bahwa yang memiliki kekurangan bukan hanya pasangan kita, tapi diri kita sendiri juga memiliki kekurangan. Oleh karena itu saling bantu dan saling dukung, tidak saling menyalahkan.

Kalau terjadi perceraian. Siapa yang harus disalahkan ? Kita semua akan menerima dan menjalani apa yang sudah kita lakukan di kehidupan sekarang dan yang lalu, jadi harus iklas menerimanya, dan tidak mencari dan menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah.

Demikian menurut saya secara pribadi, mohon koreksi Bhante bila ada yang tidak tepat dan salah. Semoga kita semua berbahagia, sebahagia semua mahluk yang meperoleh kebahagiaan karena menjalankan Dhamma. Sadhu 3x

Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna.

1. Namo Buddhaya, Bhante... Menurut saya tidak ada yg salah, smua tergantung pada pertalian karma & amal kebajikan kedua belah pihak. Jika karma buruk berbuah, pertalian karma antara mereka bisa saja putus di tengah jalan sehingga timbul perceraian.

Smua tergantung dr kedua pihak yg menjalani hidup berumah-tangga itu. Dan juga bergantung pd komitmen & tujuan hidup berumah-tangga yg mereka pegang dr awal mereka menikah. Klo masing2 sdh tdk komit pd tujuannya perceraian lah yg terjadi.


2. Namo Buddhaya Bhante, kalo menurut saya jodoh baik bisa bersatu juga αϑα batasan waktunya.. Αϑα Ɣªήğ panjang αϑα Ɣªήğ pendek.. Mgkn perceraian terjadi karna jodoh baik bersamanya Uϑªh habis.. Tp jangan melulu menitikberatkan pada jodoh.. Semuanya berpulang lagi pada pribadi masing".. Kalo kita ♏ãŭ mempertahankan hubungan maka harus belajar mengalah n mengkoreksi sikap masing".ssbs


2. tak ada yang salah dalam hal ini.. semua memang harus terjadi dalam rel kehidupan RT terhenti di stasiun yang sudah di tentukan... omithofo banthe... selamat malam.

3. emng benar tdk ad yg slh. tp knp lady diana yg matiny tragis banget pdhal pangeran charles jg slh kok karmanya buruknya blm dtng. Knp yah orng baik matinya cpt tp orng jht lama.

4. proses sebab - akibat turut andil dlam membuat kerukunan maupun keretakan RT tersebut ..
bl mnjalani RT dgn sling mberi kasih syg dan slg pengertian , omnitohut smua akn bae2 aja tp gak bs d munafiki jg akan proses karma dlm perjalanan khidupan mreka , mungkn ikatan karma.

5. Namo Buddhaya Bhante, seperti komen saya yang lalu mengenai jodoh yg terjadi akibat ikatan karma masa lalu hingga terjadi perjumpaan. Selanjutnya adalah tergantung kepada manusia, dan ketika sudah berhasil membina jodoh sampai kerumah tangga maka selanjutnya ikatan tersebut semakin berkembang.

Ttg konflik dalam rumah tangga sampai ke KDRT seharusnya menjadi tanggungjawab dan kesalahan kedua org yang bersangkutan donk. Gak bisa donk salahkan nasib atau karma, karena kelanjutan hidup berdasarkan keputusan manusia itu sendiri. thanks


6. Lingkaran hidup manusia tidak akan terlepas oleh hukum karma...dan dalam hal ini tidak ada yg salah ataupun yg disalahkan... kita hanya bisa dapat menjalaninya namun dengan seiring waktu perjalanan hidup kita di dunia ini.. hendaklah banyal-banyak memupuk karma baik untuk bekal kehidupan kita di masa yang akan datang maupun masa yg akan kita lewati sekarang...

7. kalau salah satu pihak mau mengalah,pasti tdk akan terjadi hal sepaerti ini.

8. Hukum karma??? Semua mahkluk akan mengalami hukum karma,,

Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Penyusun. Ven. Sudhammacaro.

1 Comments:

  • At 6:27 AM , Blogger andrew said...

    namo buddhaya bhante dan saudara smuanya, mau bertanya apakah saudara2 ada yg tahu arti istilah salah jodoh? trima ksh sblm nya, amitufo

     

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home