Fenomena Dhamma

Thursday, December 02, 2010

“ PUASA UNTUK MENAHAN MARAH “

DISKUSI DHARMAFACEBOOK.


Diskusi tanya: Manusia akan berdosa jika menyakiti diri sendri, benarkah begitu?
Contoh; Kita memaksakan dri untk tidak makan (puasa), sampai perut kita menjadi Sakit. Tapi saya merasakan sendri. Karena saya punya keinginan untuk memperbaiki diri. Untuk menghilangkan nafsu ke'egoisan dan berusaha bersabar. Salah dan dosa kah aku. Jika aku pengen marah. Tapi Aku tahan Sampai menyakitkan hati. Karena ingn memperbaiki diri.? Itu kan juga menyakiti diri sendri bhante. Teman-teman tolong kasih koment yang benar dan berguna, sadhu.


Jawab: Puasa adalah praktik yang bagus, secara fisik maupun mental. Contohnya; bagi orang yang tubuhnya gemuk kelebihan lemak, pasti dokter menganjurkan mengurangi makan (puasa). Manfaat untuk mental bagi orang yang suka puasa, tentu secara bertahap dia akan lebih sabar, tenang, damai dan bahagia. Alasannya, karena dapat mengikis emosi, benci, dsb.

Hanya, yang diajarkan Buddha tidak boleh ekstrim atau terlalu keras. Caranya; seperti Atthasila yaitu tidak makan setelah lewat tengah hari (jam12-jam13.00). Tapi, boleh minum madu, jahe instant, teh manis, jus buah segar, dsb.
Buddha mengajarkan puasa bukan untuk cari kesaktian, dsb. Namun, utamanya untuk mengurangi keserakan, kebencian dan kegelapan batin, menuju kebijaksanaan.

Teman-teman terimakasih atas dedikasi dan komennya.

1. Namo Buddhaya Bhante. .Jangan terlalu ekstrem..Jalan tengah. .Berlatilah secara bertahap.

2. Semuanya tergantung niat,, kalau puasa niatnya iklas dan untuk belajar menahan nafsu itu bukan menyakiti diri sndiri itu namanya proses pembelajaran sama seperti qt bervegetarian. Kalau niatnya hanya untuk menunjukan ke orang lain saya hebat sy bisa bisa puasa itu hanya menyakiti diri aendiri.. Puasa tidak hanya puasa menahan makan tetapi hati dan pikiran juga harus puasa menahan iri dengki dan prasangka buruk..

3. Namo Buddhaya Bhante selamat hr Khatina...kalau menurut sy itu enga apapa, kalau emnag kita punya tujuan mulia..cm kadang 2 org ada yg enga bisa menahan rasa lapar, haus, napsu emosi..semuanya bercampur aduk didalam pikiran...jadi menjadi ...pertanyaan...dan kita bisa juga merasakan, org 2 yg susah, yg mendapatkan makan itu sehari se` 1 x kadang juga enga...mendapatkan makanan layak..seperti org, org..yg lain`nya mendapatkan makan sehari 2 x,sehari 3 x, dengan menu yaaa lumayan sederhana tp makan`nya itu msh hangat..2 ada yg mendapatkan makan`an dr tong sampah...jadi menurut saya kalau org, mau menyakiti diri sendiri itu bagus...asal jangan menyakiti dengan benda tajam..itu namanya..atau rajun..itu namanya mau bunuh diri...sorry Bhante..kalau ada kata 2 saya yg salah..mohon dimaaf in...

4. kl ga mkn2,y lama2 jg bsa mati donk? Itu sma aj ma bunuh diri,,cm cara'y yg brbeda.

5. Namo Buddhaya..klo mnurut sy,puasa utk mperbaiki dr sndiri bkn myakitkan dr sndiri dn berdosa.krn kt smua msh manusia pny ksalahan dn blm smpurna.makanya mgkn dg berpuasa kt dpt lbh menahan dr dan mperbaiki dr utk lbh baik.apalagi sbg hamba ny Tuhan hrs mnunjukan hal2 yg positif bg umatny.dn hrs pny rasa ikhlas n bersyukur sll.

6. namobuddhaya....dosa adalah kebencian menurut agama buddha menyiksa diri tidak dilandasi kebencian jadi tidak akan mengakibatkan dosa..sebelum menjadi Sang Buddha pangeran Sidartha juga pernah melakukan cara' extrim dengan cara menyiksa dir...i tapi cara tersebut tidak menghasilkan apapun..ada banyak cara untuk mengendalikan nafsu keinginan qt..ketika qt mampu mengendalikan pikiran qt dengan baik otomatis nafsu keinginan qt dapat qt kendalikan juga..pikiran adalah pelopor..lakukan meditasi rutin konsultasikan dengan orang' yang telah berpengalaman..ada banyak objek yang dapat qt jadikan saran untuk bermeditasi..dan setiap objek memiliki kegunaannya masing'..


7. Namo buddhaya. Kalo menurut saya bhante itulah sikap kebodohan dan da sampai membuat penderitaan yg dia buat buat sndiri menrut ku tidak berdosa.

8. Met Pagi.. Namo Buddhaya, Bhante.. benar atau salah tergantung bagaimana masing" diri sendiri memandangnya, apabila memandang sbg latihan, dlm melatih diri, utk terciptanya pribadi yg lebih baik, menurut pandangan sy, cara tsb masih dlm batas wajar, selama diiringi tekad/niat yg baik. Anumodana Bhante, atas ksempatan yg diberikan..

9. Namo Buddhaya, Menuntun diri ĸę arah yg benar adalah Berkah utama Jadi tdk ªð̀́ª yg salah Ðαñ dosa bila tujuan nya adalah benar Asal ϑî lakukan δεηƍαη benar pula.Kadang u/melakukan sesuatu yg benar adalah menyakitkan Met pagi Bhante, Namaste.

10. Namo Buddhaya,Bhante...menurut saya...berpuasa kan memang untuk melatih diri lebih lagi...terutama thdp hawa napsu n kesabaran pastinya...jika ada perasaan ingin marah seharusnya bkn ditahan sampai menyakitkan hati,Bhante...tp di amati prosesnya...timbul n tenggelamya kemarahan tsb...maka disana akan terlihat lebih ttg anicca-segalanya tak kekal...jika kita bs melewati itu semua maka perasaan bahagia kan muncul...^^ Mohon dikoreksi,Bhante jika ada yg salah...makasih,Bhante.

11. Sore bhante menurut sy puasa bkn lah utk menyiksa diri klu niatny baik krn bs menahan amarah dn hawa nafsu,sprt diriku yg vegetarian.

12. Namo budhaye bhante,menurut saya puasa melatih diri tidak berdosa,hanya saja kita harus menjalankan setahap demi setahap jangan terlalu dipaksa,lama kelamaan akan menjadi biasa.

13. namo buddhaya bhante.......met pagi dan smua tman diskusi.berpuasa tidaklah berdosa asal kita melakukan nya dgn niat yg tulus ,berpuasa jg harus ada tujuan nya,dalam hal apa kita melakukan puasa?kalau kita vegetaria tp masih di bayangi kebencian dan amarah itu pasti dosa.

14. namo buddhaya semua, sebelumnya saya koreksi dulu..pengertian dosa dalam agama buddha berbeda dgn agama lain, dalam agama buddha dosa = kebencian..lobbha = keserakahan, moha = kebodohan, & dosa = kebencian..jadi, tindakan saudara kita diat...s dalam pandangan agama buddha adalah menyiksa dirinya sendiri (maaf jika agak kasar) tindakan seperti ini keliru, jika kita ingin memperbaiki diri bisa dgn kita menjalankan 5 sila dasar buddhis bagi umat awam, bermeditasi mengembangkan pikiran juga bisa, intinya kita bisa memperbaiki diri tanpa harus menghukum diri kita, cintai & hargai diri kita akan buat hidup lebih bermakna nammo buddhaya.

15. Kalo mau memperbaiki diri gak perlu ampe menyakiti diri sendiri kalo menurut saya terima aja apa yg ada.kalo ada yg jahat ato bikin kita marah ya kalo saya mending berpikiran untung saya gak jd org yg spt itu!lgan rugi kitanya marah uring2an blm tentu jg org yg jahat sama kita mikirin perasaan kita. Kalo soal nahan lapar mah gak perlu terlalu dijalanin buktinya ada temen saya puasa mah puasa tapi ngomongin org mah jln terus jdnya kan mubazir puasanya!kalo mau ya benerin diri gak perlu ampe nahan2 lapar yg penting pikiran yg selalu positif thingking!ini menurut saya loh kalo gak setuju ya numpang lewat aje.

16. salah persepsi, esensi dr org puasa itu untuk menahan emosi/mengendalikan emosi(islam) tp dalam buddhis cara untuk menahan/mengendalikan emosi itu ada banyak misal meditasi,menjalakan sila dasasila/atthasila,mepelajari dhamma untuk penambahan kebijaksanaan(panna) dll, dgn kebijaksaanan yg tinggi(panna) org akan dpt mengendalikan emosinya sendiri dan bertindak bijak.


17. Namo Buddhaya Bhante,org yg ingin perbaiki diri adlh niat baik,tapi caranya mgkn tidak benar,menjlnkan hr uposatha puasa stlh jam 12 siang hrs didukung oleh kesehatan yg baik,bg yg da sakit maag bs minum obat atau makann yg tdk padat stlh jam 12 mis:susu,air tajin,bubur yg disaring,jika msh blum mampu melaksanakan dpt diganti dgn hr lain ktk kesehatan mendukung.seseorg perlu melatih diri tuk kendalikan emosi dgn menyadari bhw marah bukan cara terbaik dlm menyelesaikan masalah seblknya hrs dihdpi dgn tenang.


18. Namo buddhaya, jika puasa memuaskan asa jelas sekali kita ber-dosa, ber-lobha dan ber-moha sehingga mengalami sakit hati karena memelihara dan mengembangkan ke-3 penyakit hati tersebut.

19. namo buddhaya bhante,puasa klu niat gk akan nyiksa diri tp dpt menahan amarah dan hawa nafsu.


Kesimpulan; Bhante setuju kalau umat mau praktik puasa misalnya hari Uposatha ce-it, cap-go. Andai tidak kuat, cobalah vegetarian atau makan sayur-sayuran jangan makan masakan daging dan ikan.
Karma baik ini kami limpahkan kepada para Guru Dharma dan orangtua serta para leluhur, dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Ven. Sudhammacaro.
Penyusun.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home