Fenomena Dhamma

Monday, August 09, 2010

“Perkawinan yang tidak bahagia lalu Cerai apakah Dosa?”

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.

Diskusi: Tanya; selamat sore bhante, saya mau nanya kalau di dalam perkawinan suami istri tidak bahagia, dan memutuskan berpisah atau ‘Cerai’ apa dosa bhante terima kasih. Teman-teman tolong kasih komen yang benar dan berguna, sadhu.


Jawab: Bagi muda-mudi, pernikahan adalah impian indah yang perlu dibuktikan dalam hidupnya. Tentu dengan alasan, bahwa menurut cerita orang katanya menikah itu bahagia. Alasan inilah yang mendorong semua orang berusaha mencari pasangan hidupnya, agar bahagia.

Namun, rupanya tiap orang berbeda kisahnya, kenapa si A menikah bisa awet dan rukun, harmonis serta bahagia. Meskipun tidak punya mobil mewah, rumahnya sederhana.
Sebaliknya, si B menikah yang awalnya bahagia, saat sudah 20-30 tahun dijalani dengan suka dan duka, harta dan uang berlimpah, popularitas diatas, tiba-tiba badai dan angin topan biduk RT mulai singgah. Tak lama akhirnya kandas juga, alias ‘Cerai’.

Cerai sungguh menyakitkan hati, sebenarnya hal itu tak ingin sampai terjadi. Tapi aneh, rasanya seperti Petir Menyambar di Siang Bolong, katanya begitu cerita orang yang diceraikan. Apa mau dikata, Nasi sudah menjadi Bubur tidak bakalan bisa kembali lagi.

Dalam Analogi RT diceritakan bahwa saat pertama memasuki hidup RT, bagaikan sebuah perahu di dayung berdua menuju lautan luas untuk menyeberang. Ketika dari pantai baru berlayar, terasa ada angin sepoi-sepoi menyapu rambut, wajah dan tubuh. Begitu menyejukkan, damai, membangkitkan gairah bahagia di hati.

Namun, makin ke tengah laut, angin yang lembut berubah tiba-tiba jadi kasar, keras, di tambah badai dan topan yang menimbulkan gelombang menakutkan. HIngga membuat perahu yang kokoh, menjadi oleng dan terombang-ambing, menakutkan. Kami berdua berupaya agar perahu ini tidak tenggelam oleh badai, topan dan gelombang.

Tapi, entahlah sampai kapan perahu kami bisa bertahan untuk mencapai pantai seberang….Dengan sejuta impian dan kebahagiaan di dalamnya.

Teman-teman terimakasih atas dedikasi dan komentarnya.

1.Namo Buddhaya Bante. Sbnrnya dlm rmh tangga it,tdk perlu ad perpishn ato perceraian,s'hrusna mrka bsa mnylskn permslhn dgn cra brunding u/ menemukan jaln kuar na. Jgn mslh yg kcil d'jadikan persoalan yg bsar,krn hal it akn mrugikan bnyk pihak. It mnrt sya bhante.
waktu pacaran tidak jujur (jaga image) pada pasangannya + pada CaMer.
'nah saat setelah menikah....eh ketahuan belangnya..., trus pasangannya kaget (ngak bisa terima) he3x.


2. dosa ga ya,nah lho..??? maaf bhante' saya coba kasih pendapat mengenai pertanyaan diatas..!!!

3. mungkin kalo dosa juga enggak...asalkan bisa menghindari pemikiran yang mengandung dendam,buruk,dan sebagainya... biarpun keputusan itu mau tidak mau harus dilaksanakan,yang penting batin harus tetap terjaga dari segala pemikiran2 yang bersifat negative.


4. Bercerai ltu tidak dosa tapi tidak dianjurkan juga di agama manapun, coba berkonsultasikan masalah anda orang tua atau minta pencerahan dari ahli agama, Bhante misalnya kalau sudah punya anak kasihan anak cobalah berpikir 12 x sebelum mengambil keputusan. Namobuddhaya Bhante.


5. Dosa sih tdk klu memang udah tdk sejalan, apa udah di bicarakan 4 mata dari hati ke hati?, masalah satu aja, apa msg2 udah selingkuhan? Klu ada ya wasalam... Yg gandeng baru pasti merasa lbh keren, cara pandangan org zaman skrg.


5. Slamat mlm bhante@sebelumnya ,saya harus blg dl,Teman2 ini bhante bertny jd aku hny memberi saran,jd jgn a slh paham untk teman2 ku yg disana.Rmh tangga,rbt it u hal biasa,,ini bs dikarenakan karna sm2 slg keras kpl,,,salah 1 mengalah pasti mslh selesai.Seperti saya d suamiku dr pcran hingga kt menkh,kt tdk pernh rbt..Inti dr rmh tangga,si istri harus lbh mengalah,karna suami pencari nafkah kebutuhan lahir dan bthin kt.Maaf kalau ada kt2ku yg slh.


6. Namo buddhaya bhante...mnrt sy kalo dlm perkawinan udah sampe ke jln buntu (sgala cr/jln udah ditempuh utk mempertahankan rmh tgga tp msh blm bs menemukan kesepakatan) boleh aja, kan stiap org bhak mencari kebahagiaan sendiri.


7. nam0 buddhaye bhante. DLm suatu p'ikatan apalagi sdh dlm hub suami istri s'ju2rnya cerai sangat La tdk baik,d b'd0sa,,
krn suatu ikatan yg telah qt buat,apa lg telh m'ciptakan mahlk tak b'sala,itu sangat lah tdk baik krn bkn 1 org yg qt sakiti aqn tetapi org2 yg b'rada dkt dg qt. Jika suatu hub mzh dpt diluruskn dg tanpa kata cerai mgkn la itu lebi baik..
Tp sblum qt jg perlu melihat sisi mzlh dlm p'rucapan kata cerai, scr smua manusia puya sisi kesadaran n pemikiran sdr,
thq, itu mnurut sy bhante. Nam0 budhaye,Sadhu..sadhu..sadhu.


8. namo buddhaya. menurut saya,,,pernikahan berarti menyatukan dua perbedaan yg ada,,, dmn perbedaan itu adalah sesuatu yg membuat dua insan lebih memahami satu dengan yg lain. dengan kasih sayang yg tulus,, komukasi yg lancar,,, saling mengalah dan memahami satu sama lain mk permasalahan dlm rumah tangga akan terhindarkan.


9. tapi yang memang lebih baik ya jangan sampai terjadi perpisahan/cere,apalagi kalo emang dari hasil perkawinan tersebut sudah membuahkan anak!! lebih baik cari penyelesaian yang lain yang lebih mengarah kepada kekompakan dalam berkeluarga,daripada harus selalu saling mencari2 kesalahan..!! dengan tidak selalu berpikir yang terbaik bagi dan dari kita,akan dapat membuahkan hasil perjuangan yang lebih berarti.


10. Namo Buddhaya....Bhante, saya hanya punya sedikit saran aja buat pasangan suami istri yg tengah menghadapi problema perkawinan....yg pertama klo bisa kita cari titik permasalahannya ada dimana? Barulah kita membuka simpul2 tali kusut yg ada dlm perkawinan ini...tentu hrs dgn Orang memang Ahli dlm bidang ini,soalnya perceraian bukanlah jalan menuju kebenaran....menurut saya salah satu hrs mengalah demi keutuhan perkawinan ini...semoga saran saya ini ada gunanya buat teman2 yg menghadapi problema ini......saddhu3.



11. Urung rembug. Malam Bhante, Namo Budhaya. Hakekat dari sebuah perkawinan adalah mempersatukan persepsi, mengadaptasi lingkungan, menghargai satu sama lain, menghormat masing-2 orang. Jadi bilamana terjadi Cekcok, maka pasti ada perbedaan persepsi, kurng bs adaptasi, kurang menghormati dan menghargai antar sesama.
Dalam kehidupan berdharma, kita dianjurkan untuk bersimpati kepd setiap pasangan. Dgn membangun komunikasi dlm menyamakan persepsi, bertoleransi antar pasangan dan saling mengingatkan akan karma dari perbuatan kita.
Bercerai adalah jalan pintas bukan jalur utama. Selama bisa dikomunikasikan dalam dharma sebaiknya perceraian dihindari..... Namo Buddhaya.


percerai'an bukan lah jalan 1"a untuk menyelesaikan masalah dan perbuatan itu sangat lah berdosa..
namo buddhaya bhante.



12. namaste bhante, menurut sy pernikahan adlh kebahagian terbesar diduniawi.setiap keluarga/suami istri pasti mempunyai mslh.itu disebabkan oleh ego masing-masing.sy yakin jika salah satu bs mengalah pasti tdk akan berpisah,mgkn jalan cerai yg baik anda tp belum tentu anak anda n keluarga anda.setiap mslh ada jalan keluarnya.tergantung ego anda.



13. Menurut saya sebaiknya di dalam berumah tangga, kita mesti belajar saling menerima kekurangan masing2 pasangan kita dan berusaha untuk menyelesaikan semua masalah bersama sekecil apapun (sifat terbuka, jujur, mau minta maaf jikalau berbuat salah). Sebaiknya kita berusaha untuk mempertahankan rumah tangga tersebut karena jikalau cerai pasti ada konsekwensinya spt anak harus ikut siapa jikalau cerai serta kasihan sama anak2, jikalau mereka masih kecil.
Tetapi jikalau rumah tangga tersebut benar2 sudah tidak bisa dipertahankan lagi (tiap hari ribut/berantem) dan serasa seperti hidup di Neraka, menurut saya mungkin itu jalan yang lebih baik, karena jikalau kita ribut/berantem tiap hari (penuh dengan marah, kesal, maki2) kita justru sudah melakukan karma buruk baik melalui pikiran maupun ucapan.
Jadi jangan salah tafsir bukan berarti saya menyetujui perceraian tetapi kita berusaha untuk mencari solusi supaya bisa hidup berdampingan dengan pasangan kita dengan damai. Jikalau komentar saya salah mohon dikoreksi baik oleh yg lebih berpengalaman maupun oleh Bhante.


13. ini sbg bukti bahwa sesuatu tdk kekal adanya.kebodohan bathin terus menempel pd tubuh kita.kebahagian semu hanyalah bersifat sementara.



14. namo budhaya...selamat malam bhante,maaf sebelumnya jika ada kata2 saya yg kurang berkenan,ada perjumpaan tentu ada perpisahan,tetapi mnrt saya jika apa yg disatukan oleh Tuhan jgn sampai diceraikan oleh manusia,tdk ada manusia yg sempurna,kekhilafan bs saja terjadi di dlm rumah tangga,sebisa mungkin kita mempertahankan rumah tangga,walaupun ada masalah,apalagi jika sdh mpy anak,apa yg terlihat pd awal pernikahan hendaknya diingat lg,jika sdh tak ada rasa cinta,hendaknya berpikir lagi ttg tanggung jawab,baik kpd Tuhan maupun kpd keluarga...tidak ada seorg anakpun di dunia ini yg mau org tuanya bercerai...kasihan anak yg dilahirkan,krn dahulu toh mrk tidak minta untuk dilahirkan?namo budhaya...sabbe satta bhavantu sukhitatta. semoga semua mahluk berbahagia.



15. Namaste Bhante selamat malam..all menurut saya semua orang ingin hidup Berbahagia dan ketika memutuskan untuk berumah tangga tentu juga ingin Bahagia juga.. Apabila sering terjadi perselisihan dan pertengkaran tentu tidak ada kebahagiaan lagi. Bila hal ini yang terjadi, jika perpisahan malah bisa hidup tenang.. Menurut saya tidak ada dosanya hanya karena telah mengucap janji ikrar bersama yang akhirnya dilanggarnya. Masa pacaran tentu sangat indah karna waktu kebersamaannya tidak bertemu setiap hari,.. dan sifat-sifat/ kebiasaan buruknya belum muncul. Tetapi pada saat setelah menikah, muncul satu demi satu sifat dan perangai buruk yang dulu masih disembunyikan.
Akhir kata dari saya pertimbangkan masak-masak bila mau berpisah.. Sama halnya pada waktu anda ingin menikah ! Semua demi ketenangan hidup dan kebahagiaan yang anda akan jalani nantinya . Mttctn.



16. Namo budhaya bhante met mlam.di dalam rmh tangga mmg sering trjadi cekcok bagi saya itu hal biasa ,merupakan bumbu khidupan sbagai suami istri.klu kita hidup berumah tangga sering terjadi cekcok, maka kita harus ada yg saling menggala jgn terbawa emosi,sbagai c0ntoh klu istri marah2kita jgn terbawa emosi lagi. mlainkan klu bisa ki meg hindar dulu sambil berpikir apa salah kita sehingga istri bisa marah2, demikian juga sbalik nya.mnurut saya klu cerai bkn solusi yang baik,klu bisa selesai kan sgala masalah dgn kpala dingin.karna klu kita uda punya anak kasihan sama anak nya,tp klu mmg udah gak bisa di selesaikan dgn sgala cara saya rasa mendingan berpisah. Dari pada stiap hari di rmh ribut mlulu.klu hukum nya bhante pasti lebih tau .sadhu 3x.


17. kalo menurut sy, utk masalah rumah tangga yg berlarut2 sangat tdk kondusif. daripada menambah peluang utk terus berbuat karma buruk, sebaiknya perselisihan bisa diselesaikan secara baik2 agar kedua belah pihak bisa saling menerima baik/buruknya resiko dr perceraian tsb.


18. Ini tntu'y pasngn yg sdh rsmi(d brkti scra agma/sipil). Dosa dlm agma budha kbncian. Bs jd ada kbncian d balik prpisahn.
Karma buruk, Kurg tpat dgn istila dosa bg pasutri yg tdk bs mmprthnkn kluarga'y. Mrk jlas sdh tdk brpgang tguh pd jnji.
Dmpk'y bukn cm pd mrka b'2 tp status sosial mrka, ksnjngn antra kluarg ortu mrka msing2. Blm lg klw sdh d krunia anak. Jg tnggng jwb mrk trhdp hukm agama yg mrka jlni. Kharma buruk, bhante.


19. amitofo bhante,menurut vina dalam menjalin hubungan gk selamanya mulus bhante pasti ada cacatnya,sebaliknya jangan sampai berpisah setiap persoalan dapat diselesaikan dgn baik,kasih anak2 yg jadi korbannya,sebaliknya ksh jg keluarga.


20. dosa itu sudah muncul ketika kita melakukannya meskipun hanya dengan ucapan... tp kehidupan itu juga rumit... jika memang tidak co2k, apa yg bisa dilakukan lg, hanya kalian yg bisa mengurusnya dan karma juga akan mengikuti jalan kalian... SSBS.


21. Slmt mlm Bhante.mnrt sy.kita liat dl knp bs ada percekcokkan,knp yg lain tdk.pasti ada yg beda.bcrkn scr kepala dingin dl.jika msh bs kt pertahankan,sebaikny pertahankan.jika ingin cerai juga bkn dosa menurut saya.krn semua ini kt yg menjalaninya,pun tak dpt dipaksa.kembali lagi kpd si yg bertanya.apa yg terbaik untuk Anda.lakukan saja.org lain hny memberi masukan.semoga yg bertanya mendapat yg terbaik utk dirinya dan juga keluargany.


22. Dalam hubungan suami istri itu apanya yg tidak bahagia? Mungkin saja seks? Keadaan ekonomi yg sulit? Atau apa lagi? Harus ditelusuri kebelakang ketika awal2 hubungan dan terciptanya komitmen untuk menikah, dasarnya apa? Sekedar nafsu atau lebih dari itu. Dalam hubungan perkawinan kita sering mencari persamaan, padahal itu jelas mustahil. Harusnya saling menghargai perbedaan dan saling pengertian. Langkah awal mungkin adalah rekonsiliasi dan saling intropeksi secara jujur dan terbuka untuk memperbaiki hubungan, namun jika mmg deadlock dan masih bahagia apaboleh buat memang harus diakhiri dgn cerai. Pesan terakhir mungkin adalah apakah masa depan anak2 tidak akan terganggu dgn perceraian???
Choice's yours!!!



23. Namo Buddhaya Bhante,jg teman2 seDharma semuanya,slmt malam_/\_
Perkawinan hanyalah salah satu PILIHAN HIDUP,tidak merupakan kewajiban umat Buddha.Apabila kedua insan tlh sepakat berRT,hendaknya mrk jg konsekuen dan setia pada pilihannya.Meskipun dlm kehidupan berRT tdk akan luput dr banyak masalah dan percekcokan,hingga juga sp ke tahap PERCERAIAN.Kalo mlht AKIBAT yg ditimbulkan dr PERCERAIAN,sy berpendapat perceraian itu jg termasuk DOSA.Karena akan ada banyak pihak yg tersakiti (ortu msg2 pasangan dan juga anak2)Dan pelaku perceraian jg termsk org2 yg egonya tinggi.Kalau msg2 pihak mau merelakan "KEAKUAN" nya,perceraian tdk sehrsnya terjadi,saling memaafkan (dgn memberi kesempatan berkali2 pd pasangannya utk memperbaiki diri,bila ada yg tdk berkenan di hati),slg menyadarkan/mengingatkan,slg memberi jg slg menghargai.Kdg2 kesalahan yg terjadi bukanlah scr disengaja,krn manusia tdk luput dari kesilapan.Maka selalulah memaafkan kesalahan yg tlh dilakukan pasangan.Anggaplah semua mslh yg terjadi sbg cobaan hidup,yg akan menjadikan kita LEBIH DEWASA nantinya.TANAMKANLAH DALAM PIKIRAN BAHWA KEBAHAGIAAN ORG YG DICINTAI ADALAH JUGA KEBAHAGIAAN ORG YG MENCINTAI.Terimalah pasangan kita APA ADANYA,dgn kesadaran bahwa kita sendiri juga pasti tidak sempurna.Semoga bermanfaat bagi kita semuanya...sy minta maaf ya bila ada kata2 yg salah/menyinggung...SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATA_/\_ sadhu,sadhu,sadhu.


24. Coba anda ingat baik2, waktu acara pemberkatan pernikahan atau resepsi pernikanan, ada tidak foto2 atau video nya, kalau ada coba anda lihat atau putar kembali video nya bersama2. Terus renungkan kembali, tujuan awal anda berumah tangga.


25. selamat malam Bhante, menurut saya perkawinan adalah suatu yg sakral , oleh karena itu jgn mudah mempunyai keinginan u/ berpisah apalagi bila sdh mempunyai ank . kasian nasib ank. cobalah u/ lebih terbuka antara suami istri saling mengalah sehingga apa inign dicekcokkan bisa ditahan dan dibicarakan dgn baik2. ingatlah apa komitmen kita waktu membentuk sebuah keluarga, kita harus menjaganya. bagi saya dgn pny niat aja sdh merupakan sebuah dosa apalagi sampai terjadi,


26. menurut saya,masalah ini orang luar sulit berkomentar,kecuali kita tau masalah apa yg sebenarnya terjadi di antara suami-istri tersebut sehingga mereka memutuskan untuk berpisah atau cerai.Kasihan kalau mereka mempunyai anak,mereka(anaknya) mau ikut siapa? Pertanyaan ini barusan saya nanyakan sama anak saya dan jawabannya dia sendiri juga bingung,kasihan kan?


27. Namo buddhaya, keinginan yang tidak terpenuhi adalah penderitaan apa lagi memaksa orang lain menuruti apa yang kita inginkan, dengan demikian tinggal siapa yang mau menerima kekurangan dan mencukupi kelebihan diri dan pasangan anda, insya buddha akan menjadi keluarga hitha sukhaya. Sadhu sadhu sadhu.


28. malam bhante , namo budhaaya ; sunguh sulit dlm rmh tg slaiu menonjolkan ego msng2 , pikirkanlah kembali dl utk apa menikah , dan skrng knp hrs cerai , ingatlah org2 yg akan menderita krn perceraian tsbt , kalau memang bs, selesaikanlah dgn sebaik baiknya , jgn pernah mengungkapkan kt cerai hanya kerna emosi sesaat.


29. amitofo.perkawinan sebab akibat tergtg kamma lampau .mau tak mau cepat byr kamma.berdoa terus kalang terpikir dahulu diri sandiri . lg bayar kamma buruk hrs tahan juga. sorry. ya memang g agak serius,,,krena g sndri jg pernh mengalami msalah gt.


30. NamO Budhaya Bhante,kl menurut sy bs jd suami istri krn ada ikatan karma baik jd jgn disia2kan,jgn sdkt2 blg cerai.kl lg ksl&sebel tiap org bth tenang jgn byk brkata2 dl krn kdg kata2 yg diucap bs bikin ksl&jg karma brk. Intinya ya tenang dl pkrin baik2 apa mslhnya cr solusinya.udh dewasa hrs brpkrn matang menyeselaikan mslh hrs dg kepala dingin ingat bhw "ia adalah org yg kau cinta,teman hdp" pkrkan yg baik ttg pasanganmu.


31.Namo buddhaya bhante, menurut saya apabila memang benar2 tdk bisa diselamatkan,maka berhak saja utk berpisah,namun dalam keadaan saling setuju,tanpa dendam dan apabila tlh mempunyai anak,harus benar2 diatur sgl hal mengenai anak tsbt,walaupun memang lbh baek tdk melakukan perceraian karena akibat yg fatal kemungkinan terjadi pd psikologis anak.


32. saumi istri harus intropeksi diri ,dan saling mengetahui kelemahan masing2 dan menerima seadanya , kalau memang mau berpisah tdk ada dosanya tapi penyeselan akan akhirnya.


33. Namo buddhaya, keinginan yang tidak terpenuhi adalah penderitaan apa lagi memaksa orang lain menuruti apa yang kita inginkan, dengan demikian tinggal siapa yang mau menerima kekurangan dan mencukupi kelebihan diri dan pasangan anda, insya buddha akan menjadi keluarga hitha sukhaya. Sadhu sadhu sadhu.


3 4.Namo buddhaya. Penceraian shrsnya dianggap jln akhir dn bkn solusi yg mudah (asal2 saja),Seandainya jln tlh tertutup,mk perceraian dpt mjdi jln trbaik utk ke2 insan,Sungguh tdk baik bg ke2 insan utk bertengkar trs dn menderita siang dn mlm (tetangga2 yg tdk tahu jg ikt mndrita mndgr pertgkran ini),mk bila tdk diketemukan lg solusi,perceraian adlh jln yg tdk dpt dikatakn salah..
Tetapi,perlu diingat bhwa perceraian bknlh izin utk membenci mantan pasangan,pasangan yg tlh berpisah shrsnya masih tetap akur dn memiliki rasa kasih syg,tentunya bkn kasih syg antar suami- istri lg tetapi kasih syg antar teman,klu mrka tlh mempunyai anak shrsnya disepakati,Bila ank trsbt tlh dewasa,mk org tua jg mempunyai kewajiban menjlskn permslhan ini dgn tdk menimpa semua kslhan kpd mantan pasangan,Dgn demikian ank tsbt akn mengerti dn tetap memiliki rasa hormat dn kasih sayang trhdp ke2 org tuanya. Saddhu..3x


35. Namo Buddhaya. Saya akan menjawab sesuai pandangan saya...
Menurut saya,jika dalam suatu perkawinan ada yang cekcok dan lain-lain,maka jangan berpikir cerai dulu. Mengapa? Coba saya tanya kembali kepada Anda,jika Anda sudah punya anak,mau berikan kepada siapa? Pikirkan dulu, siap yang akan memberikan dia perhatian? Maka dari itu,kita harus berpikir secara matang,agar tidak menyangkut dosa. Perceraian adalah dosa besar dalam berkeluarga,ingat bagi pasangan yang belum menikah,carilah istri atau suami berdasarkan Sigalovada Sutta.


36. Namo Buddhaya Bhante, kondisinya sdh bercerai, berarti sdh siap akan akibat atau yg dikatakannya sbg dosa, entah kpd sanak keluarga atau pd anak2. Yg penting adl introspeksi diri, agar tdk jatuh pd lubang yg sama, tdk ada org yg sempurna mk dr itu sungguh sulit bl kt ingin mecari kebahagian yg bersumber dr org lain atau pihak luar, sumber kebahagiaan hanya dpt dicari dlm diri yakni kepuasan batin. Demikian ego akan berkurang dan lbh bs menerima kondisi sebagaimana adanya.



37. Namo Buddhaya bhante, Menurut saya lebih baik tidak usah bercerai. Jika mereka bercerai dan bila mempunyai anak. Kasihan kepada anak2nya tidak bagus untuk perkembangan jiwa anak2. Tidak ada persoalan yang tidak bisa di selesaikan. Bahagia atau tidak itu tergantung dari diri sendiri. Jika suami lg marah sbg istri diam sj, jgn ikut marah. Klu bisa koreksi diri sendiri, kenapa yach suami marah.


38. Namo Buddhaya Bhante...slmt mlm...mnrt sy krn udah sampai terjd percekcokan, pemikiran2 pemicu timbulnya percekcokan udah tentu mengandung unsur kegelapan batin(lobha dan moha mslnya), ini bs disbt perbuatan tak bajik, dgn alasan apapun jg ini udah bs di blg berdosa, lbh baik masing2 diri berintropeksilah dl, cblah flashback kembali ms2 bahagia dl yg tlh dirajut dgn indah, komitmen yg pernah diikrarkan bersama, smg dgn bgt ada jln yg terbaik buat ke2 belah phk selain kt cerai/pisah..smg berbhgia.. Namo Buddhaya.


39. Namo budhaya bhante.. Sapa yg blum prnh alami mslh berat dlm RT mgkn mudah bicaranya.. Tpi stlh kt alami, mgkn akan lain bicaranya.. Yg pasti byk doa aja spy mslh jgn ampe ke peceraian.. Mat malam bhante n tmn smua.



40. Namo Buddhaya Bhante....coba teman kita ini pikirkan sebelum cerai itu terjadi, seperti pada saat mau cekcok ingat pada saat anda jatuh cinta n pertamakali menyampaikan rasa cinta kpd dia serta bgmn dia menyambut cinta anda. Dan sekarang pada saat punya pikiran mau pisah coba anda pikirkan pada saat hari pernikahan anda yg begitu bahagianya. Jadi walau gmnpun harus cherish satu sama lain krn jodoh dimasa skrg blm tentu akan berjodoh lagi dikehidupan yg akan datang. Sprt pepatah china yg mengatakan you ching se mei you lai se. Jikalau menanyakan dosa ato tdk sy tdk bisa memberi jawabannya. Smoga hati anda terbuka karena segala sesuatu didunia ini tidak ada yg kekal. Namo Buddhaya Bhante.


41. Ketika kita sdg mrh,smua terlihat tdk baik tp renungkanlah lagi apakah psgan kita tdk baik melulu lihatlah sisi baiknya.


42. ANICCA . Bahagia tidak kekal. Deritapun tidak kekal. Jodoh pertemuan juga ada batas waktunya.. Semua ada benang-merah dengan kehidupan masa lalu ! Sungguh sulit mempertahankan Kebahagiaan, terlebih mencari nilai kesempurnaan dalam hidup kita ! Dengan bisa menerima apa yang diberikan dan melepas apa yang dimiliki.. Seseorang akan terbebas dan terasa ringan tampa beban menjalani kehidupannya.


43. Namo buddhaya banthe.menurut saya,sebelum kita memutuskan masuk kedalam ikatan pernikahan,seharusnya kita sudah tau tanggung jawab yg akan kita pikul nantinya.mohon maaf mungkin kita harus belajar kurangi ego kita dan saling intropeksi diri,jngnlah mengambil keputusan yg mungkin akan kita sesali,perceraian itu bukan hal yg baik toh anak2 juga yg jadi korbannya.terima kasih selamat malam banthe.


44. saumi istri harus interopeksi , dan mengetahui kelemahan masing2 . menerima seadanya . cerai tdk ada dosanya tapi penyesalan seumur hidup.


45. Met malam bhante,namo budhaya:Dalam ajaran Buddha,pernikahan bukanlah kewajiban,tetapi sebuah pilihan,mau nikah atau tidak,tergantung kepada kita sendiri.Setiap pernikahan sepasang suami-istri,bukanlah hal yg terjadi secara "Kebetulan",pasti terkait jodoh kamma masa lalu,kenapa kita harus menikah sama pasangan kita?bukan sama pasangan lain?Kalau masalah Dosa dalam ajaran Buddha artinya Kebencian,hal2 yang dilakukan didasari dengan kebencian,dalam hal ini,apabila kedua pasangan tersebut sudah setuju dan memutuskan untuk bercerai,bukanlah kamma buruk,kalau dipaksakan tetap hidup bersama,kedua-duanya akan menderita,karena berkumpul sama orang yang tidak disenangi..berarti jodoh kammanya cuma sampai disitu.demikian bhante terima kasih.


46. Bhante,ak jg mau bertanya spt itu yi dosa apa nti yg kan kuterima karna ak tlah meninggalkannya,padahal dia cinta pertamaku dan aku hatiku masih merasa sakit utk meninggalkannya,aku tdk tahu knp ia mau bersikap spt itu pdku,tiap kali ia membanting2barang,marah2,terakhir smp membawa pisau,aku hidup didlm ketakutan sampai seminggu tdk tidur takut diapa-apain olehnya,akhirnya suatu hr aku sdh tdk tahan lagi dan membawa anakku pergi karna tkt diapa-apain olehnya,knapa hidup ini terjadi padaku.


47. Namo Buddhaya,krn sudh memutuskan untuk hidup berumah tangga jadi harus bisa menerima apapun konsekuensix. Mencoba menerima kekurangan dari pasangan.tapi jika sudah merasa sangat tidak co2k memang lebih baik bercerai daripada hidup bersama tapi malh saling membenci jadi lebih pisah apalg jika msh bisa menjalin hubngan yang baik. Dlm agama buddha tidak d anjurkan utk menikah ato tidak menikah,jika kita berumah tangga itulah resikonya bercerai.thank's.


48. Pg bhante@yah,bgt lah sifat2 manusia,,saat kt msh berjaya dia menyanjung kt,tp saat kt jth semua org yg kt syg,pergi meninggal kan kt.Kalau aku lbh memilih hdp apa adanya yg penting berkecukupan..Untuk henny wati@Yg sbr ya.Coba lbh perhatian lg sm suaminya,,mana tau kalian krg komunikasi .Cpk krj emosi pn bs naik.Jd dimaafin sj ,kesalahan suami anda.Amitofo.


49. Pelajari kasusnya dulu ketidakcocokan dari mana? Apa tidak bisa punya keinginan u.saling sabar & membahagiakan, agar rumah tangga tetap utuh. Krn hal itu pernah terjadi padaku. Sabbe satta bhavantu sukhitatta.


50. menurut saya Sebuah pernikahan bisa terjalin berkat adanya jodoh dan saling menhutang karma, baik itu karma baik maupun yang buruk, bila kesempatan sekarang ini jodoh karma ini tidak segera di perbaiki, maka siapa yg bisa menjamin di kehidupan yang akan datang tidak akan terjadi lagi hal yang sama, jadi daripada menghindar dengan perceraian, mungkin lebih baik berusaha untuk memperbaiki jalinan jodoh ini, tidak ada salahnya untuk terus mengalah, tidak ada salahnya untuk terus meminta maaf, mungkin saat ini anda benar, tapi siapa tahu di kelahiran yang lampau ini adalah kesalahan anda, jadi daripada mengharapkan pihak lain yang mengalah dan meminta-maaf sebaiknya mulailah dari diri sendiri dulu, setidak-tidaknya kita telah salah ketika dalam pertengkaran menggunakan suara yang keras.
Jadi sebaiknya segeralah perbaiki jalinan jodoh karma ini pada kehidupan ini juga, karena di kehidupan yang akan datang tidak ada yang tahu akan menjadi berapa parah


51. Namo Budhaya... Sy trt prihatin dgn mslh ini. Tp inilah khdpan, tak ada yg kekal. Skli lg cb dduk brsama n msg2 introspeksi diri, redam sgala emosi n ego. Ungkapkn apa yg jd tmblny mslh dgn jujur n tdk dgn nada suara yg tggi, brsdia brkorban u perbaiki diri k arah yg lbh baik dmi bhtera yg lbh bsar n yg terpenting adlh dmi ANAK. Krn Ssghny perkawinan u menyatukan 2 hti, saling melengkapi n yg trpenting menerima kkurangan psangan sbg ksmpurnaan. Selesaikn dgn cr dwasa bl blm ada titik tmu, mgkn bs cb alternatif k 2, dgn konsultasi k konsultan prkwnan. Usaha s maximal mgkn. Jgn smpi ank jd korbn ke ego an org tua. Smga sang Tri Ratna melimpahkn brkah n kbhgiaan bg rmh tgga kalian. Smga smua mhluk brbhagia.


52. memang sebuah kebahagian semu yg sulit dipertahankan,jadi sebelum memulai rumah tangga perlu mental matang melihat badai didepan.

53. Namo Buddhaya, menurut sy itu tdk la dosa dr pd hdp b'sama tetapi tdk ada keharmonisan sm sekali. tetapi sebelum memutuskan b'pisah lihat kebelakang sewaktu ambil keputusan u/ menikah tujuannya apa? kt pasti ingin hdp b'bahagia dg pasangan kt saling mengisi dlm duka maupun suka,bs menerima kekurangan&kelebihan pasangan kt,membangun klrga yg harmonis sampai seumur hdp. jd renungkan lg tujuan kt menikah klo bs diperbaiki knp memilih berpisah,krn yg berpisah bkn hya klrga kecil anda aja tp jg klrga bsr pasti hubungannya nanti krg harmonis. maaf klo ada slh kata krn sy blm berumahtangga jd tdk bgtu tau... smg keputusan yg anda ambil adalah yg terbaik ya!


54. namo budhhaya, dhammaya,sanghaya.., setiap hub rmh tangga itu pasti banyak lika likunya, gmn cara kita menghadapinya saja. buat apa mengikat tali pernikahan dan pada akhirnya bercerai, cb kita flash back kebelakang pada saat kita menerimanya sbgai pasangan hidup kita, pondasi pernikahan adlh kepercayaan, kejujuran, keterbukaan satu sama lain, cb introspeksi diri masing-masing, cekcok itu biasa kok mungkin cara komunikasinya aja yg salah, saya dulu seperti itu dengan suami, selalu cekcok toh dia kan pilihan hidup kita jd kita jalani ajach smoga dengan berjalannya waktu smuanya akan berubah, jangan bercerai..., ingat ikrar pernikahan didpn altar, semangat... jgn putus asa dan bersabar,. sadhu.


Kesimpulan:
Dalam ajaran Buddha Gotama; Pernikahan dan Perceraian bukan diatur, diciptakan dan takdir dari Tuhan/Allah. Semua yang terjadi terhadap manusia, diri sendiri sebagai pencipta, pengatur hidupnya dan takdir juga karena oleh perbuatan manusia sendiri.

Buddha mengajarkan umatnya untuk berani bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri yang dilakukan, tidak boleh “Lempar Batu Sembunyi Tangan”. Kesalahan Fatal manusia ialah suka mencari ‘Kambing Hitam’, kalau sudah terjadi kasus yang menimpa dirinya, apalagi yang menyakitkan dan membawa penderitaan. Padahal dirinya sendiri yang membuatnya, namun manusia tak mau menerima akibat yang menimbulkan penderitaan.

Perceraian tidak akan menjadi ‘DOSA’ dalam ajaran Buddha Gotama, tapi konsekuensi atau akibat yang akan dipikul bersama dalam hidup RT (suami dan istri). Sedikitnya beban psikologis kedua pihak baik suami atau istri, misalnya menanggung Malu, dipandang rendahan oleh masyarakat yang mengetahuinya.

Apalagi kalau sudah punya anak, bebannya makin berat, selain menularkan dampak negatif kepada anak yang belum tahu apa-apa. Juga dimata anak-anak orangtua akan dibenci, tidak layak dihormati. Dan memberi contoh suritauladan yang buruk, apalagi anaknya perempuan, akan lebih trauma.

Banyak anak-anak korban broken home (Perceraian) yang kelak dewasa jadi Brutal, pergaulan bebas, Narkoba, anak jalanan, penjudi, pemabuk, dsb. Semua itu menurut anak-anak adalah tempat khusus Pelampiasan secara psikologi anak-anak yang Trauma korban Perceraian. Masa depan anak-anak kadang terabaikan oleh orangtua yang menjadi korban perceraian.

Dalam hal ini bagi pasangan suami istri yang mendapat masalah RT, sebaiknya konsultasi dengan dokter psikologi, atau para sesepuh yang banyak pengalaman dalam hidupnya. Untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

Andaikata suami selingkuhpun, ada baiknya istri harus menerima sebagai konsekuensi untuk memaafkan, sebagai istri yang cinta sepenuh hati dan setia sampai mati. Demikian pula sebaliknya, hanya yang perlu diingat ialah “Jangan Terus Diulangi Lagi”.

Inilah jalan satu-satunya yang indah dan berharga dalam kehidupan RT.

Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.

Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Ven.Sudhammacaro.
Penyusun

1 Comments:

  • At 1:39 PM , Blogger Klara Putri said...

    maaf klu mlenceng,klu di ajaran Alkitab,bercerai itu dilarang klu g percaya lht matius 19:6 di bwh ad ayatnya,klu bsa di pertahankan jgn sampai bercerai.Tuhan befirman di kitab yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
    matius 19:5-9 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

    6. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

    9.Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

    di dlm yakobus td tertulis kata stia,bkn hanya stia kpd Allah saja ttpi kita juga harus stia kpd istri kita sendiri...spahit-pahit apapun permasalahan harus kita telan bersama-sama,jadikan hidup kita sperti air yg mengalir,walaupun ad batu yg menghadang, air itu ttp mengalir,coba kalian perhatikan pernah air itu mengeluh n menyerah?enggakan?
    nah oleh karena itu jadikan dr kita sperti air itu,jgn pernah mengeluh,jgn menyerah n jgn putus asa?
    kasih itu sabar;kasih itu murah hati;ia tidak cemburu.ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

    sekian dr saya,apabila ada kata" yg kurang berkenan sy minta maaf,ambil sisi positifnya buang yg negatifnya..
    TRIMA KASIH Tuhan Yesus Memberkati

     

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home