Fenomena Dhamma

Tuesday, August 03, 2010

“APA TOLOK UKUR DALAM SIKAP KITA YANG BENAR?”

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.



Diskusi: Tanya; Bhante,bila kita bicara atau berbuat. Pendapat semua org tidak mungkin sama,ada yg setuju.ada yg tidak..ada yg menganggap benar..ada yg menganggap salah.Sangat sulit untuk menjadi 'benar/baik'dimata semua org.Menurut bhante,apa tolok ukur atas sikap kita,agar kita dapat mengkoreksi kita melakukan kesalahan atau tidak?


Jawab:
Topik ini sekaligus menyinggung pihak umat Buddha yang merestui Buddha Bar dari awal boleh buka. Baru lima hari tutup paksa saat ini sudah dibuka kembali coba lihat berita terkini, sedih memang menerima kenyataan ini, tapi apa mau dikata. Inilah yg dimaksud bagaimana tindakan kita agar tidak merugikan pihak lain. Barangkali ini ujian kesabaran kita semua, ada baiknya kali agar umat lebih banyak latihan sabar.


Tiap orang punya cara dan pendapat masing-masing, kita tidak bisa mengubah cara dan pendapat orang lain. Contoh: Buddha Bar yang dari awal membuat izin memang sudah ada pihak dari umat Buddha menyetujui adanya Buddha Bar. Pihak yang lain tidak setuju adanya Buddha Bar setelah beroperasi, karena dinilai melecehkan dan adanya unsur penistaan agama Buddha.

Si Pemilik Buddha Bar hanya berpikir bahwa Buddha bar sebagai tempat hiburan Karaoke Plus Tari Erotis yang dianggap sudah umum, hingga Buddha Bar bisa berjalan mulus selama dua tahun. Dalam aturan perizinan usaha di Negara manapun memang seperti itu.

Artinya, kalau surat izin sudah dikeluarkan berarti Buddha Bar sudah mendapat restu dari semua pihak. Tidak mungkin suatu usaha bisa berjalan tanpa ada izin dari pihak terkait. Maksudnya, dari sejak awal saat minta izin pihak pertama harusnya berunding dengan pihak kedua, dsb.

Saat ini, istilahnya; bagaikan ‘NASI’ sudah menjadi ‘BUBUR’ ya sudah tinggal tambah kecap, goreng bawang, dan lauk pauk. Jadi, untuk selanjutnya kita tinggal menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Karena upaya untuk menutup suatu usaha tidak mudah seperti menutup botol atau cangkir milik sendiri.

Ujung Ujungnya kita harus belajar Kesabaran dan keikhlasan, kerelaan dalam setiap tindakan harus dilandasi dengan tanggung jawab. Jangan asal diri senang, dan untung, tapi yang lain rugi biarkan saja, semoga berguna, sadhu.



1. kita harus intropeksi diri utk mengetahui perbuatan kita baik apa benar dan harus mendekatkan diri sama tuhan.sadhu.


2. bhante menurut saya.Yang benar belum tentu benar,
yang baik sudah pasti baik.Jadi berpikir, berucap dan bertindak lah dengan diawali niat yang baik maka apa pun pendapat orang, asal 'niat' tersebut baik, maka sudah pasti baik. Namo Buddhaya Bhante.Mohon wejangan na Bhante, selamat malam.


3. permisi bhante, mau coba jawab,menurut sy tolok ukur agar bs mengkoreksi perbuatan kita adalah kesadaran, jika kita sadar telah berbuat jahat hendaknya dpt menjadi pelajaran utk dikemudian hari,demikian pula jika kita telah berbuat baik hrs disadari dan selalu ditingkatkan kualitasnya. sekian bhante, terima kasih .


4. apa pun yg kita lakukan pasti dikritik/dicela,diam salah,bicara pun salah,jd kl menurut saya, perbuatan yg tdk menyakiti makhluk apa pun maka saya anggap perbuatan saya benar,tdk perduli bila dikritik,krn semua org bebas mau berkata apa.

5. selalu berusaha menjaga kesadaran dalam segala berpendapat yang berpedoman pada pancasila buddhis baik melalui pikiran, ucapan dan perbuatan.

6. selamet malam bhante...menurut saya benar atau salah bagaikan selembar kertas tipis yg tidak bs dibedakan bolak baliknya,benar mnrt diri kita belum tentu benar bg org lain,bgt pula sebaliknya,jika kita ingin bertindak benar dan baik,hendaknya semua dilandaskan dengan "CINTA" yg saya maksud cinta disini adl universal,krn saya percaya jika kita mencintai seseorang pasti kita tak akan pernah berniat mencelakainya,krn sifat cinta itu sendiri luas artinya,dunia ini tak akan pernah rusuh jika ada cinta,perdamaian akan tercipta jika ada cinta...baik itu cinta antara sahabat,org tua,saudara,individu dll...mohon dikoreksi jika pendapat saya salah bhante...namo budhaya .



7. namo buddhaya bhante, menurut saya pribadi tolak ukur atas sikap kita melakukan kesalahan atau tidak adalah "PERASAAN MENYESAL",jika suatu perbuatan menimbulkan penyesalan pada akhirnya,maka perbuatan itu kurang baik menurut saya,demikian pula sebaliknya. mohon bimbingan'y bhante


8. mnrt sy sih setiap perbuatan kita baik benar atau salah selalu ada pro dan kontra jd yg penting kita yakin perbuatan kita benar jgn takut sm org mau ngomong apapun ttg perbuatan kita!


Hal it disebabkan karna manusia memiliki moha(kebodohan batin)sehingga sangat sulit untuk membedakan mana yg baik dan mana yg benar...dan tingkat kebijaksanaan setiap manusia pun berbeda2........sehingga presepsi mengenai suatu kebenaran pun akan menjadi berbeda2 pula...setiap perbuatan qt harus mengacu kepada pancasila budhis selama perbuatan qt tidak melanggar pancasila budhis maka perbuatan tsb adalah baik.


9. Hasil dari perbuatan benar, sudah pasti berbuah kebaikan.


10. Harus sadar dulu atas kesalahan2yg tlah diperbuat,sudah sadar baru bisa berbuat yg benar dan slalu ingat dosa utk melakukan perbuatan yg jahat.


11. kalau memang apa yg dikerjakan atau dibicarakan itu punya niat yg baik atau tujuannya baik ya jalan terus...tidak perlu memikirkan pandangan orang lain terhadap kita. Berbicara yg benar, berbuat yg benar, berpikir yg benar pastilah semua akan benar dan baik tujuannya. Kalau orang berbuat atau berkata sesuatu pasti akan ada yg tidak setuju, selalu ada pro dan kontra. Tapi selama kita memiliki niat yg baik utk diri sendiri maupun utk orang lain ya dijalani saja.


12. Ma,af ikt komentar,pendapat saya pribadi,kita tidak perlu takut melakukan kesalahn asal setiap kali kita melakukan sesuatu harus dilandasi dengan Dharma Buddha. Mohon komentar bila saya salah,terima kasih.


13. Namo Buddhaya Bhante,wan an _/\_:Menurut sy,tidak ada yg bisa dijadikan tolak ukur utk mengoreksi sikap kita tsb,karena akibatnya kita akan merasa LELAH sendiri,tidak mungkin kita bisa menyenangkan semua orang,kita hanyalah individu biasa yg tidak luput dari kesalahan.Menyenangkan orang yg paling kita kasihi pun perlu perjuangan yg luar biasa,apalagi utk menyenangkan semua org.Oleh karena itu,siapapun yang akan kita temui/hadapi hari ini,berusahalah utk bersikap benar/menyenangkan mereka SEMAMPU kita.JANGAN MEMAKSA DIRI UNTUK MENYENANGKAN/BERSIKAP BENAR DI MATA SEMUA ORANG.Karena kita akan merasa LELAH sendiri ketika berusaha untuk selalu bersikap benar di mata semua org.Berhentilah berusaha menyenangkan semua orang dgn sikap kita karena itu adalah salah satu KUNCI KEGAGALAN dalam meraih keberhasilan hidup.LEBIH BAIK BERKONSENTRASI PADA CARA UNTUK DAPAT MELAKUKAN LEBIH BANYAK HAL,UTK MEMUNCULKAN KREATIVITAS KITA.Anggaplah suatu PUJIAN jika kita diminta utk menerima tanggungjawab baru sebab itu berarti kita lebih menonjol dan lebih berharga.Jadi tdk perlu pusing memikirkan apa pendapat org mengenai kita,yg penting jalankan saja apa yg menjadi NIAT BAIK kita,apalagi kita dipercayakan utk itu.Hidup ini selalu ada sisi positip dan negatipnya,demikian jg dgn pendapat org,apa yg baik menurut kita belum tentu baik juga menurut org lain.Setiap individu punya keunikan masing2...Demikianlah pendapat dr saya Bhante,semoga bermanfaat...mohon bimbingannya ya Bhante,ANUMODANA.


14. Dan tolak ukurnya adalah juga dengan melihat apakah banyak org yg setuju dan tdk tersakiti melihat tindakan kita.jika kita mau mlakukan sesuatu hendaknya dapat menguntungkan org lain dan tidak membuat orang menderita.


15. sebelum kamu melakukan kpd org lain,kamu hrs bs menimbang dan merasa.misalkan kamu mau mencubit org,kamu hrs berpikir dulu.andaikan sy yg di cubit org bgm.tentu skt,nah kamu jgn melakukan hal itu kepada org lain.penderitaan membuka kita mendapat pencerahan..BENAR DAN SALAH MANA LBH DULU?


16. Selamat mlm bhante.menurut sy selama kita berbicara benar jngn lah takut karna setiap kehidupan pastilah ada pro&kontra yg penting selama kita bicara haruslah rama/ tidak mencela oranag lain.mohon maaf apa bila ada kesalahan shadu...shadu...shadu.


17. apa tolok ukur atas sikap kita,agar kita dapat mengkoreksi kita melakukan kesalahan atau tidak? Gunakan Kebijaksaan dlm memutuskan sesuatu masalah perbedaan pendapat... dan hargai lah pendapat yg sama maupun yg berbeda dng diri kita...dan jangan memaksakan pendapat sendiri kepada yg bertolak belakang dng diri kita.


18. Malam Bhante, Namo Buddha.Mnrt pendapat saya :dalam kita menyampaikan pendapat hendaknya kita mempertimbangkan :1. Siapa yg kita ajak bicara.
2. Inteligensia.3. Budaya.


19. Siapa yg kita ajak bicara, maksudnya kita harus bisa memilah-milah orang yg kita ajak bicara, bila orang pasif kita harus sedikit aktif tanpa harus melampaui kemampuan kita, bila orgnya aktif kita hendaknya menuntun org tsb menuju pola pikir kita.
inteleginsia, bila kita berbicara dg org (maaf) tingkat pendidikannya rendah kta tdk bs menjelaskan secara teori krn mrk tdk tau lebih baik secara logika. Bila dg org yg inteligennya tinggi, kita hrs hati-2 krn dia tau teori maupun prakteknya maka harus membawanya pada prinsip dari pembicaraan.Budaya, tanpa kita sadari ternyata dalam hidup sosial kita tdk dpt melupakan budaya dari lingkungan tsb, krn pola pikir serta bermasyarakat dan berpendapat telah disusun oleh kaidah budayanya.
Kesimpulannya, dlm UUD teleh dipasalkan kebebasan berpendapt, jd org berhak utk bicara, oleh karena itu perbedaan pendapat jadi hal yg wajar tinggal bagaimana kita menyikap dgn pedoman diatas.Sadhu..sadhu...sadhu.


20. Selamat malam, Nammo Buddhaya Bhante.Saya akan menjawab mengenai pertanyaan diatas sesuai dngn pengetahuan saya, Mengenai pertanyaan diatas, tugas kita sesungguhnya adalah berpikir bijaksana dan meluruskan pendapat yg orang katakan agar orang yg bicara sama kita menjadi lebih mengerti atas pendapat yg kita berikan. Anumodana bhante.


21. Bila ada yang mengatakan bercermin pastikan cermin itu apakah masih lekat dgn Ego ? Bagaimana kita bisa menilai diri kita sendiri? Sementara Ego diri kita teramat masih kuat.. Semua tindakan dan perbuatan salah kita selalu ada pembenaran diri agar kita slalu kembali mengulang kesalahan kesalahan dan menyetujui tindakan tsb adalah benar. Bila kita memang ingin menilai diri kita tidak perlu repot harus menilai diri kita sendiri..tanyakan pada teman, sahabat, saudara atau tetangga2 kita apakah kita sudah baik ? Apakah kita suka menolong dan berderma ? Apakah kita selalu berkata jujur ? Apakah kita slalu ramah dan pengalah atau malah sebaliknya.


22. Slamat mlm bhante d teman2 ...Apa yg kt lakukan blm tentu benar dimata org lain..Jd selagi kt msh hdp,aku msh bs berbuat baik,aku akan membantu teman2 w yg sdg kesusahan,walaupun aku sering disakiti.


23. Selamat malam Bhante, Namo Buddhaya :)
klo menurut saya, setiap orang memang tidak akan selalu dalam posisi baik atau benar, seberapa baiknya atao seberapa benarnya seseorang pastilah selalu ada sisi negatif yang selalu terlihat dari mata orang lain.


24. saya pernah dengar tentang 4 jenis manusia yang selalu dicela oleh orang lain ( jenisnya saya sudah lupa ), namun intinya: baik atao burukpun kita sebagai manusia akan selalu dicela oleh orang lain :)


25. mungkin ada beberapa orang yang tidak setuju / mungkin berlawanan dengan sudut pandang kita, atau tidak setuju dengan apa yang kita tempuh, tapi dengan ketidaksamaan itu, kita dapat melatih diri sehingga menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. tidak perlu berkecil hati ketika kita menganggap diri kita sudah melakukan yang terbaik tapi dianggap belum maksimal oleh orang lain, malah itu harus kita jadikan bahan pelajaran atau tugas rumah untuk memperbaiki diri kita sendiri. :)
memperbaiki diri menjadi lebih baik memang sangat perlu, namun jangan karena hal itu menjadikan kita menjadi seorang pribadi yang selalu rendah diri, setiap manusia memiliki potensi, namun potensi itu berbeda-beda, oleh karena itulah, jangan pernah merasa rendah diri, yang bisa kita lakukan hanyalah berlatih dengan sebaik-baiknya dan menggunakan kritikan orang lain sebagai saran yang baik bagi kita :) sekian saja Bhante, mohon masukannya dan teman" :) Anumodana



26. Namo budhaya bhante,mnurut saya yg menjadi tlak ukur bnar atau salah nya,sy akan mencoba untuk bersabar karna bersabar kita akan bisa megatasi sgala masalah yg ada. Sadhu.


27. Slamat malam Bhante. Perbuatan/Ucapan hendaknya slalu disadari dgn perhatian jernih. Jika benar msh dianggap salah,Mungkin karma buruk berbuah. Trimalah dgn sabar. Maaf Bhante,mohon bimbingannya. Saddhu...Saddhu...Saddhu.



28. Namo Buddhaya.Sangat sulit menyenangkan semua orang. Menyesuaikan dengan orang sekeliling mungkin perlu. Berbuat dan berkata dengan tujuan agar diterima dan mampu beradaptasi dengan sekitar - hal yang penting. Tapi alangkah baiknya, jika hal tersebut tidak membuat kita mengubah jati diri atau terpaksa melakukan agar dianggap "benar" oleh komunitas kita. Lakukan sesuai kata hati. Kata hati yang berlandaskan moral harusnya tidaklah salah. Jangan merasa "underdepressed" jika ada sekelompok orang yang menyalahkan kita. Berpikir kembali, instropeksi kembali apa memang kita salah. Jangan ragu untuk menanyakan sahabat kita. Sahabat yang baik akan berdiri berseberangan dengan kita di saat kita "benar-benar salah".


29. Namo Buddhaya.Kebenaran hanya dapat dinilai dari fakta. jadi berbicara juga harus sesuai dengan fakta yang ada jangan di lebih2kan dari yang sebenarnya.


30. Sebelum berbicara tentang orang coba koreksi apakah kita sudah bertingkah laku benar dan sesuai dengan norma2 yang ada.Kalaupun ada yang berbeda pendapat maklumi saja semua orang mempunyai tingkat pengertian yang berbeda tergantung sudut pandangnya masing2. Kadang2 ada juga orang yang sudah tahu itu benar tapi tidak mau mengakui nya karena tingkat egosentrisnya masih tinggi.
Bila berbicara dapat menimbulkan banyak pertentangan dan perselisihan lebih baik diam saja." Yang penting waspada dan selalu sadar dengan apa yang diucapkan."
Kalau ada kata2 yang salah mohon koreksi dari Bhante dan teman-teman yang lainnya.
Semoga berguna. Sadhu ...Sadhu....Sadhu.


31. Namo buddhaya, sebulum mengucapkan atau membicarakan sesuatu sebaiknya kita mengenali dulu lawan bicara atau orang2 yg akan kita sampaikan, dari situ mungkin kita akan mengenal karakter atau sifatnya jadi kita akan mudah kalau bisa menyesuaikannya dan jika ada yg beranggapan salah atau tidak benar dari apa yg kita sampaikan maka kita perlu memberikan penjelasan lebih mengenai apa manfaat atau keuntungan dari yg kita sampaikan, kalau tujuannya bermanfaat untuk semua, yakin aja koq pasti didukung, bagi yg tetap ngotot kita bisa tanyakan apa alasannya. Sadhu sadhu sadhu


33. Namo buddhaya bhante... Mnrt sy tolak ukurnya ada pd kritikan org lain utk sy, dg ada kritikan sy br bs intropeksi diri, agar bs lbh baik lg & mmg pendpt tiap individu itu sll berbeda, kt hrslah mhargai/mhormati pendpt yg lain.


34. pada intinya bhante kita tidak boleh mempertahankan pendapat sendiri segala sesutu dalam memutuskan pengambilan pendapat harus dengan musyawarah. setiap orang berhak mengungkapkan pendapat tapi kan segala sesutu hrs di bicarakan bersama nh klo dh di bicarakan bersama bru kita akan tau jawabannya.


35. Ki Lurah Semar melu urun rembug; samubarang/sesuatu disebut baik pertama untuk diri sendiri, kedua dapat diterima oleh sekelompok, ketiga diterima oleh umum. Jika kebaikan itu tidak diterima oleh golongan atau umum, yang penting hal itu baik untuk diri sendiri.



36. Namo buddhaya bhante, menurut saya untuk berbuat baik tentu bnyk cara,baik itu secara langsung atau tidak langsung,secara halus atau kasar,lembut atau keras dsb,yg penting niat kita melakukan hal tersebut untuk tujuan baik dan tidak merugikan orang lain, apabila ada pendapat yg lain,kita bisa mencoba untuk memahami cr kerjanya dan kemungkinan hasil akhirnya,trus terang saja ,terkadang pendapat orang lain lbh benar dibandingkan pendapat kita,jd dalam hidup ini,kita hrs bljr trus baek dari pengalaman orang lain terutama orang yg lbh tua,pengetahuan dan pemikiran orang sampai pendapat orang, karena,walaupun manusia kelihatan sama,namun pemikiran dan pengetahuan serta pengalaman berbeda satu sama laen, oleh karena itu,pelajaran yang baik kita ambil dan amalkan dan pelajaran yang buruk kita amati ,pelajari akibat yg ditimbulkan serta meluruskannya ke jalan yang baik supaya kita bisa mengantisipasinya
sadhu3x


37. Namo Buddhaya Bhante, dipuji dan dicela sll dkt dgn kita, belum ada org yg bebas dr dualisme tsb. Namun batin org msh dpt bebas bl punya keseimbangan batin akan dualisme tsb, mungkin dgn tdk menjd sombong atau arogan bl dipuji,atau tdk membenci bl dicela, menurut saya tolak ukur unt kt adl kehendak/cetana yg baik dlm bertindak, sungguh2 memikirkan agar tindakan kt dpt mengurangi penderitaan baik bg org lain maupun bg kt. SSBS.


38. Semua komen komen teman teman sangat bagus.tapi Karena :
" Yang baik belum tentu benar dan yang benar belum tentu baik ", maka menurut saya tolak ukur kebenaran atau kebaikan : I . Hukum yang berlaku di negara kita. semua yang kita lakukan harus sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita berada. II. Agama yang di anut kita. semua perbuatan kita harus sesuai dengan apa yang diajarkan oelh agama kita masing masing. III. Tradisi atau adat istiadat setempat. semoga bermanffaat bagi kita semua.



39. Berikut ini adalah parritta karaniya metta sutta versi bhasa indonesia.smga dapat dijadikan renungan setiap hari: Inilah yg harus dikerjakan oleh mereka yg tangkas dalam kebaikan.untuk mencapai ketenangan,ia harus mampu,jujur,sungguh jujur,rendah hati,lemah lembut,tiada sombong. Merasa puas,mudah disokong tiada sibuk,sederhana hidupnya,tenang inderanya,berhati-hati,tahu malu,tak melekat pada keluarga. Tidak berbuat kesalahan walaupun kecil yg dapat dicela oleh para bijaksana.hendaklah berfikir: semoga semua mahluk berbahagia dan tentram.semoga semua mahluk berbahagia. Mahluk hidup apapun juga,yg lemah dan kuat tanpa terkecuali.yang panjang atau besar.yang sedang,pendek,kecil atau gemuk.yang tampak atau tidak tampak.yang jauh atau pun dekat. Yang terlahir atau yg akan lahir..semoga semua mahluk berbahagia. Jangan menipu orang lain atau menghina siapa saja.jangan karena marah dan benci mengharapkan orang lain celaka. Bagaikan seorang ibu yg mempertaruhkan jiwanya melindungi anaknya yg tunggal,demikianlah terhadap smua mahluk dipancarkannya pikiran(kasih sayangnya tanpa batas. Kasîh sayangnya ke segenap alam semesta dipancarkannya pikiran itu tanpa batas ke atas,ke bawah dan kesekeliling tanpa rintangan,tanpa benci dan permusuhan.selagi berdiri,berjalan atau duduk atau berbaring,selagi tiada lelap ia tekun mengembangkan kesadaran ini yang dikatakan:berdiam dalam brahma tidak berpegang pada pandangan salah(tentang atta) dengan sila dan penglihatan yg sempurna hingga bersih dari nafsu indera ia tak akan lahir dalam rahim manapun juga.



40. tolak ukur salah dan benar...adalah pengalaman...pengetahuan...perasaan diri sendiri terhadap lingkungan dan orang lain. "salah" yang sering bikin masalah...jika menyakiti hati orang lain dan melanggar hak2 mereka. sedangkan "benar"...ini biasanya dikatakan untuk meluruskan hal yang "salah". jika dilihat dari fenomena alam...tidak ada benar dan salah...yang ada hanya sesuatu terjadi...dan selesai. pembahasan tentang benar dan salah biasanya hanya terjadi dilingkungan manusia(berdasarkan hal yang saya ketahui). manusia sebagai mahluk hidup yang berintelaktual...mengerti lebih banyak dari mahluk hidup lainnya. memiliki hukum2 yang pasti keberadaanya(hukum adat,hukum pemerintah,hukum agama)...demi mengatur kehidupan bermasyarakat(kelompok manusia...yang ingin hidup damai...tentaram). bolehkah melanggar hukum? sudah jelas tidak boleh. karena akan menimbulkan kekacawan...dikarenakan adanya orang yang melanggar hak milik orang lain. "sudah seharusnya umat budha melepaskan kepemilikan." ini betul. melepaskan kepemilikan sebagai umat budha haruslah berdasarkan kerelaan....tulus...iklas.
kalau kepemilikannya dirampas...secara paksa...secara curang...dll. siapa yang rela? jika ada yang menurut saya benar menurut dia tidak benar? cth: saya punya langganan...orang yang kerja sama saya...menangani langganan saya (menjual barang langsung)tanpa sepengatahuan saya. ini menurut saya tidak benar dan menurut orang kerja saya benar...karena mendapat tambahan penghasilan. dilihat dari sudut pandang agama...pekerja ini berbohong pada majikannya. dilihat dari sudut pandang hukum adat...pekerja ini tidak punya balas budi....dan kesopanan terhadap majikannya.
dilihat dari sudut pandang hukum pemerintah...ya...sejenis korupsi. kapanpun...dijaman semoderen apapun...walau banyak penelewengan2 yang terjadi bukan berarti kita melupakan hukum2 dalam kehidupan bermasyarakan agar tentram dan damai....dlm diri sendiri. yang lebih parah...dari semua hukum diatas adalah hukum karma.
sebab dan akibat. cth: kung2 saya meninggal karena sakit kanker lambung...disebabkan makan mie instan tiap hari dalam 6 bln belakangan (sebelum sakitnya didiaknosa)sebagai cucunya saya...tidak habis pikir untuk kakek saya yang baik itu terkena penyakit mengerikan. sekarang2 ini baru saya sadari...kakek saya hidup dari hasil pabrik kecap botol. kalau dengar cerita mama saya pengawet yang dimasukan kedalam wajan besar(5x5mtr)sampai berdrem2 agar tidak busuk dan enak rasanya...juga pewarna agar warnanya cantik. ini hanya kesimpulan saya...yang sangat terbatas. -bahan kimia yang banyak itu merusak kesehatan banyak orang...dan akibatnya...bahan kimia itu kembali dalam bentuk penyakit kanker lambung yang diderita kung2 saya itu(dari mie instan)yang berakhir meninggal karenanya.
semoga pengalaman yang saya dapatkan bisa menjadi...masukan yang baik. namo budhaya.


41. Namo Buddhaya. Saya akan menjawab sesuai pemikiran saya. Semua pendapat tidak mungkin sama. Mengapa? Karena semua mempunyai kata-katanya masing-masing. Maka dari itu,untuk dapat mengetahui mana yang benar dan salah. Ambillah bagian yang benar. Jalankanlah diskusi itu dengan cara Pancasila Buddhis....
Tanpa ada rasa egois dan rasa mrh.


42. Bhante. Menurut pendapat pribadi saya lebih baik berguna dan bermanfaat apapun yang kita akan lakukan dan perbuat tidak perlu menunggu dan memikirkan pandangan (images) orang lain ttg kita karna apapun yg kita perbuat pasti mengandung resiko antara yang suka dan tidak suka inilah hukum dualitas alam yang berlaku dalam kehidupan. Ada yang memuji .. Ada juga yg memaki.. Selama kita tidak melanggar ajaran dari jalan unsur beruas 8 yang telah dianjurkan Guru Agung kita Sang Buddha. laksanakanlah segera.


43. Ong's: Bhante slmt pagi,KEBENARAN memang banyak diperebutkan orang juga semua agama yg ada memiliki kebenarannya masing2 yg satu sama lain mengclaim mereka yg paling BENAR,sebenarnya siapa pemilik kebenaran itu sesungguhnya Bhante sampai orang rela mati demi KEBANARAN itu,dimana adanya KEBENARAN YG SEJATI ITU BERADA Bhante?,apakah KEBENARAN itu KEKAL/ABADI adanya?,sehingga DIA tidak bisa dimiliki oleh Manusia?


44. Anumodana Bhante atas pencerahannya.. Mudah-mudahan kasus ini tidak berkepanjangan, yang hanya membuat keresahan umat Buddha khususnya mereka yang perduli dan memiliki nurani yang belum dapat menerima penistaan dan pelecehan pada guru agungnya. Semoga dengan bersatunya umat Buddha dalam memberikan konstribusinya baik tenaga maupun pikiran serta dananya akan lebih melancarkan dan memuluskan perjuangan dalam menutup tempat Buddha Bar yang jelas dengan sengaja ingin menodai dan menistakan agama Buddha !
Semoga teman-teman yang disini tidak tinggal diam dan hanya jadi penonton, berikan sumbangsih apapun itu demi kehormatan dan keluhuran ajaran suci Guru agung kita sang Buddha agar generasi kita tidak mengalami hal yg demikian dan ketenangan kehidupan umat Buddha dapat segera kembali seperti semula..
Semoga jasa-jasa kebajikan dan kebaikan ini dapat berlimpah dalam kehidupan yang akan datang. Sadhu.3x.



45. Sasana surya@ memang setiap perbuatan baik/buruk yang dilakukan , berlaku pada diri sendiri yang akan menerimanya.. Tetapi umat buddha tidak boleh apatis dan jadi makhluk yang asosial menutup mata dengan alasan biar mereka yang menerima karma atas perbuatannya sendiri, sebagai makhluk sosial yang masih belum bisa membebaskan diri dari kemelekatan, kita punya kewajiban sebagai masyarakat yang perduli terhadap lingkungan dan dituntut meluruskan apa-apa yang tidak/kurang benar agar pandangan benar tidak keliru di salah gunakan dan diartikan ^^peace^^


46. Pikiran semua makhluk itu berbeda,ada yang setuju ada juga yg tidak setuju. Sebenarnya apapun yg dikatakan oleh teman2 se-Dharma diatas semuanya gak ada yg salah, cuman kita tinggal pilih mana yg cocok buat kita sendiri aja. Selamat bersharing.


47. Sasana surya@ setuju kata yang cocok untuk kita masing-masing..
Hanya sayangnya bila itu menyangkut keluarga kita, baru kita amat memperdulikannya, contoh ; ketika anak gadis kita suka dan senang pergi ketempat hiburan malam dan sering pulang pagi.. Apakah kita cuma bisa katakan pada anak kita 'biar nanti kamu sendiri yang menerima buah karma buruknya' tidakkah kita akan memberikan pengertian dan menasehati pada anak gadis kita sampai melarangnya bahkan memarahi dan berikan hukuman agar perbuatannya yang salah tidak terulang.
Bukankah ini berarti sama ?



48. Orang yang pertama paling tahu adalah diri kita sendiri. Perbuatan benar/baik bukanlah dari apa yang dikatakan orang lain tapi pahamilah perintah dhamma dan jujurlah terhadap diri sendiri apakah sudah ikhlas melakukan sesuatu yang kita/dhamma katakan benar/baik.


Kesimpulan:

Bila di amati dengan pikiran positif, agama ini amat berguna untuk menuntun hidup ke jalan yang benar dan bahagia. Namun sebaliknya, bila salah menggunakan (pikiran negatif), maka agama tak ubahnya racun yang amat mematikan bagi para penganutnya. Umat beragama yang berlainan agama sering konflik dan hingga Perang pembantaian sesama.

Bahkan perbedaan sekte atau aliran saja meskipun satu agama yang sama, banyak menelan korban nyawa sia-sia. Seperti Ahmadiyah, di Irak Sunni dan Syiah, dsb.

Contoh lainnya antar agama: Buddha Bar, Kartun Nabi Muhamad, Film Fitna, Ayat-ayat Setan, dsb. Memang tidak heran, solusinya ialah kita harus terbuka terhadap siapapun agamanya, dan memberi ruang gerak kepada semua agama.

Perbedaan adalah suatu keindahan, karena itu perbedaan harus tetap ada, tak mungkin bisa dihapuskan. Namun kita tak perlu membenci mereka yang berbeda, juga tak perlu berniat membinasakan mereka yang berbeda dengan kita. Sama dengan Kotoran tak mungkin bisa membersihkan Kotoran. Juga Kejahatan tak mungkin bisa menghilangkan Kejahatan. Solusinya hanya dengan kebaikan dan cintakasih untuk memperbaiki Kejahatan.

Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.

Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup bahagia.
Ven.Sudhammacaro.
Penyusun.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home