Fenomena Dhamma

Thursday, August 05, 2010

“Apa sikap suami yang baik bila istri melawan dan meninggalkan rumah”

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.



Diskusi: Tanya; Bhante mohon bantuan kepada teman-teman di facebook. Ada yang mau saya tanyakan, hukuman karma apakah jika seorang istri suka melawan suami, dan meninggalkan rumah? Dan bagaimana sikap kita, jika kita tidak melakukan tapi kita disuruh melakukan sumpah, itu sumpah bisa kena kepada dia tidak bhante. Ini untuk teman-teman istri yang durhaka sama suaminya, dan jahat pada teman yang sudah membantunya.Mohon bimbingannya. Teman-teman tolong kasih komen yang benar dan berguna, sadhu.


Jawab: Maaf sebelumnya, menurut bhante topik diatas menunjukkan suami dituduh Selingkuh? Benar atau tidak kita tidak tahu, tapi kalau sampai istri berani melawan dan meninggalkan rumah, pasti ada alasannya.

Rumah Tangga itu tujuannya mencapai kebahagiaan bersama suami dan istri.
Tapi tidak sedikit justru faktanya malah sebaliknya, yaitu rumah yang tadinya sejuk bisa berubah, bagaikan neraka jahanam. Punya istri atau suami yang semula dicintai sepenuh hati, setia sampai mati dalam sumpah pernikahan.

Namun, tak jarang sumpah itu jadi khayalan belaka, sebab begitu roda ekonomi keluarga turun drastis. Sumpah setia dan cintanya berubah menjadi malapetaka, sialnya istri suka melawan, dan meninggalkan rumah. Tentu saja suami kelabakan, kalau harus masak air dan nasi, serta buat sayur sendiri, nuang kopi sendiri, tanpa ada yang melayani.

Bahkan para Selebritis yang rumah tangganya serba mewahpun, tak urung berujung Perceraian, meskipun sudah dijalani 20-30 tahun hidup bersama. Manusia itu Unik, entah apa yang dicari? Sebab, sebelum punya pacar ingin punya pacar, lalu berusaha. Setelah punya pacar, sering gunta-ganti, ketika ada yang cocok lalu menikah. Setelah menikah hobinya bertengkar hanya soal sepele, lalu minta cerai, bukannya menyelesaikan masalah yang timbul, tapi cukup satu kata Cerai.

Solusinya, harus mencari pihak ke-tiga yang disegani oleh istrinya untuk menyelesaikan problem anda. Komen disini hanya sebagai gambaran positif saja.



Teman-teman terimakasih atas dedikasi dan komentarnya.


1.Namo buddhaya,bhante...mnrt sy.mgkn si istri kelak akan mendapatkan hal serupa yg tlh diperbuatnya



2. Ridho suami adlh Ridho Alloh. . Tp dlm hal apa dlu. . Mslhnya gmana,wlpn emang seorng istri it jangn smpai meninggalkan rmh tangganya.


3. bhante: sebaiknya memberikan nasehat Ɣªήğ baik pd ke2nya. Kita sbg org luar tdk bs menilai apa Ɣªήğ sebenarnya terjadi, jd tdk boleh berat sebelah.


4. Sghnya kt perlu melihat dr sisi istri, mengapa sampai melakukan hal itu. Mungkin krn ia merasa terpojok dan tdk menemukan solusi yg baik dan benar lalu mengambil cara spt itu. Jahat tidaknya atau durhaka itu hanya persepsi pribadi yg blm tentu benar adanya. Seandainya ia diberi kesempatan bicara dgn menerimanya apa adanya pasti ada solusinya. Tapi bila diberi kesempatan bicara dgn cara mendengar lalu menghakimi, sy pun lbh memilih diam dan pergi.


5. Namo Buddhaya Bhante. .mungkin sebelum meninggalkan rumah siistri akan berkata " kejarlah daku kau ku tangkap " hehe
just kidding.


6. setau sy istilah durhaka adalah ketika seorg anak tdk berbakti kpd ortunya. kedudukan suami/istri sejajar sesuai tanggung jwb msg2, tdk ada istilah suami lbh bermartabat drpd istri atau sebaliknya, tdk semua perintah suami/istri hrs dituruti, apalagi perintah berbuat jahat, durhaka kpd ortu dsb, suami jg tdk serta merta berbuat sewenang2 thd istri, krn jk kedua pihak saling menyadari kewajibannya msg2 dlm keluarga.



7. Terus terang saya belum pernah melihat hal seperti itu.tp saya coba2 ntuk kasi koment. Anggab saja karma buruk yang harus kita lunasi,mungkin dikehidupan sebelumnya saudara berhutang karma dengan istri anda.dan mengenai sumpah,mungkin juga berlanjut dari kehidupan sebelumnya.maaf bhante klo salah.saya numpang lewat saja hehe.. Permisi dulu,ntar mampir lagi.


8. Kita dilahirkan orangtua kita itu karna ada persamaan karma, begitu juga mempunyai istri dan anak persamaan karma juga, istri "durhaka" itu bagian dari "karma buruk" kita yg lampau berbuah lewat istri, sang istri pun akan mendapatkan karma perbuatannya yg sekarang suatu saat nanti, begitu seterusnya. namobuddhaya Bhante .


9. paling ringannanti di kehidupan selanjutnya bisa jadi janda.


‎10. @Ricky, setuju banget. Mslh rmh tgg sgt pelik & hrs tau jelas ujung pangkalnya biar tdk trjd slh phm. Semua kejadian pasti ada sebab & akibat. Yg ptg mnrt sy kedua phk hrs brskp bijaksana dlm menyelesaikan mslh.


11. mngkn yg d mksd istri yg brsalh wlaupn swmi baik & bnr. Smua prsoaln psti ad jln kluar'y. Sm sprti pnykt psti ad obat'y. Wlaupn ada resiko yg akibt'y fatal dan itu adlh konsekwensi dr hdp d dnia. Yg palng pntg kt slidiki trlbh dahulu sumbr pnybb'y dgn bnr.
Mf banthe.


12. saya percaya pria yg baik akan mendapatkan istri yg baik, dan sebaliknya. Karma suami jg berperan sehngga istri pergi. Istri yg melakukan hal ini jg akan menamam karma yg sama buruknya dan akan berbuah dikemudian hari.

13. " Namaste Bhante...., hukum karma yg saya tau..., apa yg kita perbuat baik buruk itu pula yg akan kita terima kelak...jd jk kita menyakiti org, maka kita kelak akan disakiti org , jk kita baik mk kita akan menerima kebaikan pula demikian seterusnya...dan untuk sumpah... setau sy manusia memiliki karma dan waktunya sendiri, jd tidak ada seorang atau sumpah apapun yg dapat mengubah karma seseorang menjadi buruk atau baik... semua kembali pada karma masing masing..."

14. Bg sy kt durhaka Ĩtů terlalu kasar ů†Ķ diucapkan,dgn kata durhaka ßέяãя†Ĩ kita tlh memvonis seseorang Ўg kita ßlů♍ tãů benar kesalahannya,walaupun org Ĩtů bersalah kitapun tidak layak mengucapkan kata durhaka,apabila sy ingin memberi komen ∂áƖãm hal ĨnĨ sy hrs msk lbh ∂áƖãm lagi ů†Ķ mengetahui situasi keadaan RTnya,tãpí alangkah baiknya apbila kita memaafkan segala perbuatan đăň ucapannya agar terhindar dari karma,đăň Sůđªh seharusnya seorang suami/istri membimbingnya agar mendpt kedamaian đăň ketentraman ∂áƖãm RTnya.


15. Pertanyaannya masih sangat membingungkan....past ada suatu alasan knpa seorang istri pergi meninggalkan rumah...mungkin ada permasalahan yg terjadi didalam rumah tangga trsbt,..perlu diperjelas terlebih dahulu du2k permasalahannya...n untuk istri yg melawan suami..melawanny dalam konteks yg bagaimana,harus diperjelas..ini juga merupakan buah karma dari sang suami..sehingga mendapatkan seorang istri yg spt it...karena sesuatu yg terjadi pada diri kita sangat berkaitan dan dipengaruhi oleh buah2 karma qt..untuk it sebaikny qt saling instropeksi dri.dan jgn menjudge seseorang hanya dari sudut pandang qt..perlu dilakukan kajian yg lbh lanjut sampai smua masalahny menjadi jelaz.


16. Istri bs durhaka/melawan suami pasti da sebab musabab...apa suami sdh melakukan apa yg sdh menjadi hak kwajiban..,bgtu pula istri...apakah suami istri tsb sudah memahami apa yg dsbut berumah tangga bserta sgala konsekuensinya..? Sgalany tdk bsa lgsg dputuskan 1pihak...dr pndanan sang pelapor ttp hrs dlhat jg sisi sbalikny.


17. Namo Buddhaya. Bila ada istri yang durhaka dengan suaminya dan kemudian jahat terhadap teman yag sudah membantunya...
.
18. Kalau saya pribadi kita tidak tahu apa masalah dalam hidup sehari2 mereka apakah masalah ekonomi, perselisihan keluarga, sifat yang masih kekanak kanakan/manja, lingkungan yang tidak harmonis, miss komunikasi, suami atau istri yang terlalu arogan/posesif dan banyak lagi faktor yang menyebabkan hal ini.
Terutama motivasi awal ketika mereka berdua menikah apakah karena cinta, harta atau faktor lainnya itu sangat menentukan.
Luas sekali........

19. Yang jelas seorang istri yang meninggalkan rumah tidak dibenarkan.
Kalau orang tidak bersalah disumpah apapun gak mungkin kena.
Kita tidak dapat mengukur hukuman karma seseorang.
Yang jelas pada saat ini ia akan dipandang rendah oleh orang lain.

20. Lebih baik menjalin komunikasi tanpa emosi dengan istri anda tanyakan apa yang membuatnya seperti itu. Bila jawabannya tidak seperti yang anda harapkan jangan emosi coba instropeksi diri anda sendiri apakah sudah berlaku menjadi suami yang baik bagi istri anda?

21. Bila istri jahat terhadap teman yang membantunya, kita tidak tahu secara jelas mengapa ia seperti itu kepada teman yang sudah membantunya apakah temannya membantu tapi malah menjerumuskannya. Tanyakan langsung pada istri.Hanya dia yang tahu mengapa ia berbuat seperti itu terhadap temannya.

22. Kita tidak bisa langsung memvonis tanpa mempelajari masalahnya dan hanya mendengar dari satu pihak saja.Kemungkinan besar karena jiwa yang tidak stabil dan kurang memperoleh pendidikan hidup yang baik dalam keluarga dan agama.

23. Saran saya dua2nya menenangkan diri kemudian carilah pihak ketiga yang dapat membantu menyelesaikan dan memberi nasehat yang baik terhadap masalah ini tanpa memihak. misalnya : Konsultasi dengan Bhante,Romo,Pandita,Psikolog,
Tidak disarankan orang tua maupun keluarga sendiri karena akan memperkeruh suasana. Kecuali kita memiliki orang tua atau keluarga yang bijaksana dan tidak memihak. Tapi sangat jarang orang seperti itu
Sekian pendapat saya mohon koreksi dari Bhante dan teman2 sekalian.Maaf kalau ada kata yang salah. Semoga berguna.
Sadhu...Sadhu....Sadhu.


24. Namo Budhaya Bhante, menurut saya qt tdk bs mengatakan klu si istri sdh durhaka, krn persoalan yg terjadi qt tdk tahu. Krn klu suami mengatakan klu dia(suami) benar knp si istri berani melawan smp meninggalkan rumah , dlm hal ini pasti ada "??" . Klu kt benar yg dipake, siapapun ingin benar tak ada org yg mau salah. Benar boleh tp dalam hal apa? jalan yg mana? Jika ada yg salah mohon pencerahannya...sadhu..3x


‎25. @erwin:disaat org yg pernah kita sayangi mendpt karma kitapun tidak ÃĶåň tega melihatnya,apabila pasangan kita berbuat sesuatu Ўg tdk baik,Sdh kewajiban kita ů†Ķ membimbingnya,dengan menanyakan karma Ўáňg ÃĶåň dihadapinya berati ÕЯªňğ tsb Sůđªh menaruh dendam kpd pasangannya,Ĩtů tdk baik bagi dirinya ataupun pasangannya,bukankah kita lbh baik memikirkan cara membimbingnya dari pada memikirkan karma Ўáňg ÃĶåň diterimanya?



26. Namo Buddhaya Bhante ,kayak kalau masalah rumah tangga mungkin mesti di beresin berdua di forum tertutup mungkin bertiga sama Bhante....(*_-) he.he.he......
Kalaupun kita kasih pendapat tergantung pribadi suami istri ini apakah mereka mau melepaskan ego masing2 dan mau mengakui dan menerima kesalahan masing2 dan mencoba hidup lebih baik lagi. Itu saja point nya..... Kalau gak bisa juga ya terima saja kenyataan dan karma masing2.......Mencoba hidup lebih baik kedepannya.............
No comment lagi deh.h.h.hhhh.............
Sadhu...Sadhu.... Sadhu.


27. bhante menurut sy istri yg durhaka tdk akan mendapatkan kebahagia n hidupnya tdk tenang dia akan selalu merasa bersalah.


28. Dunia teramat luas dan kompleks didalamnya...
Tidak selalu menemukan teman yang baik-baik saja.

28. Orang yang picik dan Jahat tidak pernah merasakan kebaikan-kebaikan yang diperolehnya.

29. Mereka beranggapan kebaikan yang diperolehnya adalah hasil kepintarannya dari membodohi orang yang telah memberikan kebaikannya tsb.

30. Karena sifat jahat dan serakah atas kebodohannya tsb, mereka tak pernah puas dan Bahagia.

31. Kebiasaan buruknya tanpa 'Sadar' telah membutakan akal sehatnya hingga mereka tak pernah merasa bersalah atas apa yang diperbuatnya.demi keuntungan dia akan korbankan orang lain dan juga sahabat yang sering membantunya.
Hukuman didunia tentu akan diperoleh.. Batin tidak tenang, sulit tidur, makan tidak terasa nikmat, teman-teman yang menjauh, dan selamanya hidup dalam kesusahan dan kesedihan yang berkepanjangan.



33. bila mau rumah tangga damai hormatilah suami walaupun hanya bisa memberikan sepiring nasi 3 x sehari / karna cinta tak bisa bikin kenyang.. hehehee... berani/mau menikah berarti sudah berani mengambil resiko menjalaninya apapun rintangannya... bila faktor lainnya sy rasa diselesaikan berdua dulu dan bila tak tersrlesaikan carilah pakarnya yng mengerti titik persoalan yng sebenarnya. bila dng pakar tak bisa barulah ke spiritual dan minta pertimbangan secara ke agamaan. berbahagialah yng terlambat menikah dan tak menikah karna liku kehidupan menikah amat sangat ruet dan kadang tak masuk akal dng masalah RT,...( maaf kan saya) yng terlambat menikah mereka tentunya lebih sedikit kerutan yng di hadapinya... unt menyatakan durhaka dan tak durhaka tak bisa kita yng menilai... cobalah swami maupun isti coreksi diri jangan pegang ke egoan diri... tak akan terselesaikan.... trimakasi Omithofo.


34. Bhante, kl mnrt saya apakah itu tidak kembali pada masing2 individu? mengapa memilih dia sbg istri? kmdian karma jg berpotensi mendukung situasi tsb kan Bhante? bagaimana pun dlm rumah tangga jika ada masalah berarti kedua2nya pasti "SALAH".....ntah cara pandangnya satu ke timur n satu ke barat(masing2 punya hal yg patut dibenarkan) kmdian kondisi yg memperburuk(timingnya selalu tdk tepat padahal tujuannya baik tp jd ga artinya) jadi sebaiknya evaluasi diri dulu deh sebelum bilang istri tuh durhaka.......mana tahu kl istri anda jg bilang anda suami durhaka??? setiap perbuatan yg dilakukan pasti ada alasan dibelakangnya......barangkali anda menyakiti perasaannya(tanpa anda sadari) jd ga pulang adalah bentuk dr protes istri anda.......banyak sekali hal yg ga bs dijelaskan.........spt ada cerita buddhis ttg anak panah yg mengenai seseorg.......mau tahu siapa yg panah? atau menyembuhkan luka yg dipanah dll.......tp bagaimanapun dr cerita anda saya merasa anda orang yg kurang bijaksana(maaf ya...kejujuran memang menyakitkan) krn anda hanya menilai dr sisi anda sendiri(nampak sekali sisi keegoisan dalam diri anda) Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.......SSMB.


35. Namo Buddhaye Bhante , pertanyaanya kurang jelas ,tp kalau menurut saya istri yg suka melawan n meninggalkan rmh bila ada mslh pasti dia org yg sangat emosional , kalau ditanya hkman apa pasti kharma buruk yg dia dpt ,sebagai suami jg hrs intropeksi diri apa semua itu keslhn istri , bila kita sdh menjadi suami istri semestinya kita bs berbagi segala persoalan yg ada , tanpa hrs bertengkar ujung2nya minggat apalagi sampai pakai sumpah segala , memangnya mau sumpah pocong y , bila istri memeng bnr2 di jln yg slh sebagai suami wajib menuntun ke jln yg bnr , knp istri begini pasti ada sebab dan akibatnya.


36. Met sore bhante,namo budhaya@comment teman2 udah bagus2 jadi saya ga ikut comment,cuma kasih saran ama yg bujangan,supaya jangan mencari pasangan hidup tapi carilah kesamaan hidup,sendok ama garpu berantem terus dipiring makan,kesamaan hidup:1.Sama Sadha.2.Sama Sila.3.Sama Cagga.4.Samma Panna,Pasti rumah tangganya dijamin aman dan damai,anumodana bhante.


37. Amithofho Bhante, menurut saya, semuanya, suami sbg kepala rumah tangga, bila suaminya dapat membimbing dan memberi contoh ¥ªής benar serta dapat mengemudikan kapal keluarganya, mudah2an istri ¥ªής dibimbingnya Jƍ bs selaras..maaf sebelumnya klu ada ¥ªής salah.



38. Namo budhaya bhante,met sore.mnurut saya klu punya istri yg kayak begini tidak bagus!,karna status seorang suami adalah kpala keluarga dan harus di hormati!gimana kita mau di hormati org lain klu dlm kluarga saja kita gagal!jd kuncinya adalah klu mmg kita tidak mlakukan kita tidak perlu bersumpah karna sumpah itu bisa berimbas ke. kluarga kita juga ,apalagi hukum karma ttp berlaku.klu istri sdh kita rasakan ttk cck lagi mungkin kita berpisah tp klu msih bisa di perbaiki kita tuntun lagi dan kedepan nya mungkin dia akan berubah.sadhu 3x



39. Selamat sore bhante.klo pendapat sy seorang istri & suami terjadi perselisian itu wajar karna manusia hidup tidak ada yg sempurna bisa terjadi pd siapa saja. Mkn sy ada sedikit saran agar si suami lbh sabar apabila si istri sedang panas/marah si suami mengalah dulu jngn terpancing dulu setelah istri tenang baru di ajak bicara baik2 cari solusi ber2.mohot maaf apa bila ada kesalahan dlm menulis komen ini.


40. Namo Budhaya Bhante.kl menurut sy ada sebab&akibat,knpmelawan&meninggalkan rmh,jd suami-istri hrs dg hati tenang tnp emosi menyelesaikan mslh dg komunikasi yg baik satu/satu bicara tdk ada gengsi tdk ada kata malu utk minta maaf sm2 brani mengakui kslh msg2.


41. hukuman karma apakah jika seorg istri suka melawan suami,dan meninggal kan rmh?* kasihan banget si karma... dikit dikit diminta apa buahnya... :)

42. istri suka melawan suami,dan meninggal kan rmh?
* tanyakan ke dlm diri sendiri...apa kesalahanku dan knp istri bisa ampe melakukan hal itu....?? ( Renungi ... secara mendalam... maka anda akan menemukan kesalahan anda... dan semoga anda dapat memperbaiki )


43. Sbnrnya mslh rmh tangga ng ada hbsnya kyk 1porsi cap cay yg beragam syrn.bs ktmu jd suami istri krn slg utang dikhdpn lalu.jd mslh suami istr ng ada yg bnr$slh.yg ptg jlni apa adanya,stp mslh kn kelar cmn buth wktu.dan waktu jg kn buat kita tau pa arti sbnrnya bgn sbh rmh tangga.suami istr smkn bertengkr kn smkn akur.bertengkr dimlt tp akur diranjang.ng ada hdp yg abadi.ini cobaan yg ng bs dipungkiri,sapapun ng mampu nolong.hny suami istr sndr yg mampu bantu diri sndr.krn jwbn ada di ke2 belah pihak.



44. kalo buah karma bisa dijawab oleh setiap manusia,berarti semua manusia itu TUHAN,karma itu sesuatu yg unik,tidak terduga,dan tidak bs diprediksi. ada orang yg jahaaattt banget tp umurnya malah panjang,kyk koruptor,pembunuh,pencuri,pemerkosa dll,dihukum sebentar,harta msh ada,msh bs senang2 lagi. ada bayi yg baru lahir,lucuu banget,tapi br hirup udara kebebasan lgsg dibunuh sm ibunya,ada jg orang yg gk pernah berbuat jahat matinya malah mengenaskan. buat apa memikirkan hal yg belum pasti terjadi seperti buah karma,kalo emg dijahatin org (siapapun org itu) apa kita harus balas menjahati?dendam balas dendam gk ada abisnya,kalo emg sudah gk sanggup lg ya pisah untuk kebaikan bersama,jgn menambah karma buruk yg ada. peace itu damai,NAMO BUDDHAYA.


45. namaste bhante,sdh lama sy tdk ol.sy akan coba menjawab pertanyaan diatas.dlm sigalovada sutta,angutara nikaya,bab 4,55 dijelaskan pikiran suci merupakan syarat utk perkawinan. suami berkewajiban membahagiakan istri,memperlakukan dgn baik,menghormati,setia,menghibur istri dikala sakit.kewajiban memperlihatkan rasa cinta pd suami,mengatur rt dgn baik,ramah tamah,hemat memakai uang,setia.jika itu dilanggar pasti akan terjadi seperti diatas,siapa yg salah tdk dijelas,ada sebab pasti ada akibat,pasti ad sebab mengapa ia meninggalkan rumah.



46. Namo Buddhaya Bhante, terdpt pandangan 'hukuman apa' nampaknya dilandasi oleh kemarahan, kondisi yg sulit unt mencari solusi, kemarahan ini yg mesti dikendalikan dlm diri terlbh dahulu. Hingga harus 'bersumpah' selain krn tdk ada kepercayaan jg dikarenakan kemarahan. Mesti ada pihak yg mengawali unt mengatasi kemarahannya agar tdk terjd hukum sebab akibat yg saling bergantungan. Pengendalian oleh diri sendiri dahulu bl kt mmg mendambakan solusi yg terbaik.


47. suami berkewajiban membahagiakan istri,memperlakukan dgn baik,menghormati,setia,menghibur istri dikala sakit.kewajiban memperlihatkan rasa cinta pd suami,mengatur rt dgn baik,ramah tamah,hemat memakai uang,setia.jika itu dilanggar pasti akan terjadi seperti diatas,siapa yg salah tdk dijelas,ada sebab pasti ada akibat,pasti ad sebab mengapa ia meninggalkan rumah.


48. Slamat mlm bhante@saya berharap istri dimana pun jgn suka melawan suami,kshan,dia mencr nafkah untk kt.Cukup dia tdk menduakan kt,,suami adalah kpl keluarga.Hormati dia.Suatu saat dikemudian hari,jgn ada kt menyesal jika terjadi sesuatu terhadap org yg km sygi.NB,sayangi dia,karna hidup cm sekali.Menangis pun u percuma.Amitofo..Namo kwan si im po sat.

49. Namo Buddhaya Bhante dan teman fbers. semoga org yang bertanya, jika benar orgnya adalah ''LN''.. diberi kebahagiaan dan ''kesadaran'' agar tidak terlalu ''usil'' mencampuri urusan rumah tangga orang lain dan menyebarkan virus'' kebencian..
dan ''jika'' memang benar dia orangnya., saya ingin memberitahukan kepada Bhante dan teman'', bahwa org ini bertanya dgn maksud untuk menyudutkan seseorang.
Dan jikalau bukan.. semoga yg bertanya jg selalu diberi kebahagiaan.. dan dapat menyelesaikan persoalan RT nya dengan baik.Namo Buddhaya..


50. Sabar & perbanyak kebajikan agar hidup lebih baik, kesedihan pun akan hilang perlahan seiring waktu.


51. Saya rasa masalah ini udah sampai kepuncaknya ya karna sang istri udah meninggalkan rumah. Kalau begitu sekarang sudah saat buat suami-istri ini pelan2 turun dari puncak gunung itu ya. Sudah saatnya buat mereka menenangkan dirinya masing2 dan mencari solusi yg tepat dan baik buat diri mereka ber2. Lepaskanlah semua ego dan mau menang sendiri karena walaupun salah satu dari mereka yg merasa dirinya menang itu sebenarnya dialah yg kalah( sama2 kalah gak ada yg menang). Pikirkan kembali,mengapa dari awal kalian ingin menikah,apakah yg udah terjadi diantara kalian sehingga bisa sampai ingin bersama-sama membina satu keluarga.
Dan temannya yg disuruh sumpah,kalau memang kita tidak pernah berbuat kita gak usah takut untuk bersumpah,karmanya gak bakalan bisa sampai ke kita kalau kita memang gak pernah berbuat, tapi saya pikir,dijaman moderen ini masih ada orang yang main sumpah2an, wkwkwkwk. Begitu aja tanggapan saya mengenai hal ini,bila ada yg salah dalam kata2 saya mohon dikoreksi,salam Metta.


52. Namo buddhaya,kedudukan suami isteri dalam agama buddha sejajar,krn sama2 mempunyai hak dan kewajiban lihat dalam sigalovada sutta.jika seorg isteri meninggalkan rumh mgkn dia lg menenangkan diri dari situasi yg tidak menyenangkan,klo sifat seorg isteri yang keras suka melawan,berarti dalam menasehati harus dgn sikap yg tenang dan lembut tidak mengutamakan emosi..kamma buruk bg org yg suka melawan tentux dia jg akan tdk d hargai oleh org lain. Mengenai sumpah belum tentu itu jadi kenyataan seperti sumpahx,sumpah hampir sama dgn aditthana,sumpah akan terjadi jika semua kondisix slg mendukung,tidak hanya satu kondisi tp byk kondisi...thank's.


53. ada 2 alasan mengapa istri anda meninggalkan anda,1.salah anda sendiri 2.memang salah istri anda.kita kdng-kdng selalu menyalahkan orang lain,selalu melihat kesalahan orang lain tp tdk pernah melihat/mengakui kesalahan kita,ego kita sangat tinggi bukan,selalu menganggap paling benar sendiri n orang lain selalu salah.


54. Namo Buddhaya Bhante,jg teman2 seDharma semuanya,slmt malam:Comment sy ttg istri yg suka melawan suami kemudian meninggalkan rmh,singkat saja,yaitu ADA SEBAB ADA AKIBAT,mengenai apa karmanya sy tdk tau,yg jelas setiap perbuatan yg disertai kehendak (CETENA)pasti ada karmanya baik itu perbuatan yang baik/jahat...:-) ,ttg seseorg yg disrh bersumpah ats perbuatan yg tdk dilakukannya mnrt sy itu tindakan yg terlalu berlebihan,sprt anak2 kecil yg sdg main2 sumpah2an,kalo tdk berbuat tdk usah bersumpah juga tidak perlu takut,dan juga tdk perlu pusing memikirkan apakah sumpah itu kmdn akan mengenai siapa,malah sebaiknya kita mendoakan org tersebut agar dia senantiasa berbahagia dan tidak menderita karena pikiran negatipnya itu,kalo pun ada salah lebih baik minta maaf dan tdk mengulanginya lagi,saling memaafkan,tenggang rasa tepa selira,hubungan baik dgn sesama ttp terjaga.Senantiasa melihat setiap kejadian dan mengatasinya dgn KACAMATA DHARMA...SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATA,sadhu,sadhu,sadhu.


55. Selamat malam Bhante, Namo Buddhaya :) klo menurut saya, janganlah karena emosi sesaat mengharapkan orang lain celaka, apalagi sampai menyumpahi orang, karmanya akan sangat buruk sekali, lagipula, setiap kesalahan yang dilakukan orang lain pastilah ada karmanya masing-masing, oleh karena itu, biarkanlah mereka berurusan dengan karmanya sendiri, jangan karena kesalahan orang lain jadi menghukum diri kita sendiri dengan melakukan karma buruk,

56. kalaupun kita tidak melakukan lalu disuruh sumpah, kenapa harus takut? bukankah itu juga merupakan salah satu cara u/ membuktikan bahwa kita memang tidak bersalah, bahkan mungkin saja setelah melakukan sumpah emosi lawan kita menjadi mereda dan percaya bahwa kita memang tidak melakukan hal itu, bukankah lebih baik lagi? =)

57. kata-kata orang bijak pernah mengatakan satu kalimat, " maafkan orang lain atas kesalahan-kesalahannya namun jangan juga menjadi orang yang mudah disakiti " intinya, kita juga haruslah mempunyai kebijaksanaan dalam menyikapi setiap hal, namun jangan pula menjadikan itu sebagai suatu kebodohan =)
sekian saja Bhante, mohon komentarnya dan teman", Namo Buddhaya


58. msh berkaitan dengan hukum karma bhante.....seseorang yg berbuat jahat maka ia akan mendapatkan timbal balik nya. apa yang dia tabur sudah pasti dia akan menuai. sungguh kasian mereka yg berbuat seperti itu...........rasa bersalah dan takut pasti akan selalu mengikutinya.


59. Jika sang istri menikah dng org yg suka keluar masuk rs.jiwa dan org yg suka membunuh maka ia pasti akan meninggalkan suaminya karna ia mau menyelamatkan anak2nya,tapi jk tdk ada masalah apapun sang istri meninggalkan suami mk ia berdosa dan akan mendapat karma yang sesuai dng perbuatannya.


60. Menurut saya, jika kita mendapatkan istri semacam itu, adalah mungkin karma buruk yang sedang berbuah, oleh karena itu, sebaiknya kita banyak memupuk karma baik (mis: berdana, liamkeng/sering baca paritta), sehingga diharapkan dapat meringankan karma buruk kita.


61. Kita terlahir sebagai manusia dan mempunyai pasangan hidup adalah karena kita ( suami istri ) mempunyai ikatan karma yang kuat sehingga kita dalam kehidupan ini menjadi suami istri dan kalau kita mendapat pasangan yang seperti itu mungkin masih ada kaitannya dengan karma lampau kita.


62. Sahabat yg baik,jgn bebani hati Anda dgn SUMPAH ATAU AKIBATNYA,krn ajaran Buddha tidak diajarkan itu kita diajarkan utk membaca parita dan berdoa,PRAYER IS A GREATEST POWER IN THE UNIVERSE,sampai2 Bhante Sudhammacaro menerbitkan panduan buku DOA BUDDHIS&MANTRA,kenapa Anda tidak coba manfaatkan hal tsb,kalau ingin merubah keadaan/suasana cobalah periksa dulu diri kita apakah ada yg kurang bijak dalam perbuatan/prilaku kita.


63. Namo Buddhaya.Saya akan menjawab sesuai pandangan saya....
Dalam ajaran Buddha Dhamma,yang saya tahu itu adalah pilihlah seorang istri atau suami berdasarkan kategori Sigalovada Sutta.
Mengapa? Karena 97%semua istri ataupun suami adalah pembohong,lainnya adalah asli. Maka dari itu,diharapkan yang pertama adalah berbakti kepada orang tua.
Saya tanya kembali kepada orang yang memberi pertanyaan ini (maksud saya bukan Bhante),apakah sumpah itu berguna bagi Anda?Apakah sumpah itu menguntungkan bagi Anda? Saya pasti akan menjawab tidak...
Untuk apa kita,menyumpah orang atau membuat sumpah,itu tidak ada gunanya,malah kita sendiri yang kena getahnya. Maka dari itu semua perbuatan yang kita lakukan atau orang lain lakukan,itu berasal dari Kamma kita sendiri.



64. Namao Budhaya,Bhante....Aku coba comment status diatas yach......:Kayaknya suami istri kalo ribut udah biasa,beda argument, beda pola pikir, justru itu tantangan buat kita udah mengatasinya....Istri keluar rumah, mungkin aja keluar beli susu buat anaknya( he...he...he...he...) tetangga yang mel;ihatnya aja yang reseh yang ikut campur....suami istri yang disebutin diatas udah baikan kok.......yg nulis status ini ke Bhante aja yang reseh.....terlalu hiperbola.........Jemmy tan diana, aku sendiri tau kok yang diomongin orang ini....kasian yang dijadikan topik pembicaraan ini....dia juga ada di fb Bhante ini.......Dia udah cukup malu kok....kita yang baca aja malu.....Trimakasih Bhante.



Kesimpulan:
Tiap orang tidak ada yang sempurna, pasti selalu ada kekurangan disamping punya kelebihan. Bila semua orang menyadari kekurang orang lain, dan menyadari kekurangan diri sendiri, kita akan memaklumi dan mau memaafkan orang lain. Nasihat orang lain hanya bisa dianggap benar kalau kita mau melihat kekurangan kita. Sebab tiap orang yang bermasalah selalu maunya benar, tidak mau disalahkan.


Bila saran dan nasihat orang lain sudah dapat dianggap cermin untuk melihat kesalahan kita, maka kerukanan, perdamaian dan persatuan bukan hanya omong kosong belaka. Karena itu, cobalah ubah cara berpikir kita untuk melihat cermin dari nasihat dan saran orang lain.

Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.

Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Ven.Sudhammacaro.
Penyusun.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home