“ PENGUSAHA KEBUN SAWIT DAN PEKERJA, JUGA FANGSHEN KARMA BURUKNYA BERAT, APA SOLUSINYA? “

Diskusi Dharma Facebook.

1. Bhante, kl sy usaha Perkebunan Sawit yg luasnya smpe 30-50 Hektar, pasti bnyak makhluk hdp dan Hama yg dibunuh oleh para pekerja krn sy yg suruh, sengaja atau tdk sengaja. Gimana menurut Sila yg berkaitan dg HK?

2. Namo Budhaya Bhante Sudhammacaro: kalau boleh saya ingin bertanya mengenai mata pencaharian yg benar: apakah sy kerja di perkebunan sawit sdh sesuai mata pencaharian benar. Krn kami masih mengunakan racun utk membasmi rumput dll. Belum lg kalau kena hama ulat....bisa jadi jutaan ulat yg kami basmi. Mohon petunjuknya Bhante.anumodana.

3. Saya ingin bertannya apa maanfaat pelepasan hewan yang acaranya sering diadakan di Wihara.....Bukankah hal ini juga melangar pada 8 jalan utama diatas....? Terima kasih.

Jawab: Teman2 maaf kl komen bhante salah, usaha kebun sawit dan pekerjanya, mirip dg usaha buka Gedung Walet yg saat ini harganya anjlok cuma go-tiaw itupun barangnya hrs bersih putih dan minta di antar ke Bos, dulu harganya ji-go tiaw sekilo dan Bosnya yg dtg ke yg punya Gedung Walet.
Rupanya hukum ANICCA bekerja ke sgala arah dsb. Bhante tahu krn di sekeliling wihara di kampung banyak gedung walet. Entah kalau kebun sawit, tp risikonya agak berat juga sebb disana bnyak serangga dsb yg hrs jd korban, kl dihitung tiap hari yg dibunuh seribu ekor gimana dlm sebulan, setahun apalagi ber-tahun2, walah..walah...nasib...

Kesimpulan: Sebagai Perumahtangga bekerja dan mencari nafkah adalah wajib, demi mempertahankan hidup keluarga dan kebutuhannya, dsb. Selama pekerjaan itu tidak terlalu melanggar hukum pemerintah, hukum masyarakat dan adat, sdh menjadi umum. Kalau kerja dan cari nafkah di zaman kini ingin bebas dari hukum karma dan Dharma, adalah amat sulit, sebab hampir semua pekerjaan terlilit oleh HK dan Dharma.

Itulah sebabnya Buddha mengajarkan tiga point yg simpel: Jangan Berbuat Jahat, Banyak melakukan Kebaikkan dan Kebajikan dan Sucikan Hati dan Pikiran.

Dengan berpegang pd tiga point tsb, paling tdk kita berusaha menekan tiap perbuatan yg melanggar HK dan Dharma. Walaupun tdk bisa dg sempurna namun, tetap lbh baik daripada lbh banyak melanggar HK dan Dharma.

Fangshen melepaskan ikan dsb masih tetap bermanfaat dan membawa pengaruh positif bagi hdiup kita saat ini maupun untuk masa depan, Cuma hrs hati2 memilih sikon.

Teman2 tlg kasih komen yg benar dan berguna sadhu.


Teman2 terimakasih atas dedikasi dan komen yg berguna.

1. that difficult question again... insects killed by farmers, animals killed by butchers, armies doing their duties... it is their job. what did our Lor Buddha say about the king and the hangman?


2. dunia ini tentu ada positif dan negatifnya, jd ambil hikmahnya saja,klu udh tahu itu bnyk juga membasmi seranga,ular dll,dan memang hrs dilakukan di satu sisi,namun disisi lain berbuatlah yg baik berdana,dll.segala sesuatu itu yg kt kerjakan paling penting lht motivasinya,klu motivasinya adalh demi kebaikan yg lbh luas dan memang motivasi itu pure,yg syah2 aja,krn pikiran positif yg termotivasi mengerjakan sesuatu dgn positif ,itulah pegangan kuncinya,yaitu good motivasi itu akan membuat good karma juga.


‎3. @buat masalah ulet,hama,dsb itu gk bisa dihindarkan pasti diekosistem tsb punya tanaman dan ada hamanya juga,saran saya gunakan pestisida tidak berlebihan agar tidak membuat banyak hama yg mati,jadi sekedar buat hama menjauh saja. Setau saya makna fang shen atau pelepasan adalah kita menebus hewan2 yang sudah ada dipasar2 atau didapur atau ditempat2 dimana mahluk itu siap dikonsumsi,kita tebus dan kita lepas lg kealam,agar mereka dapat terus hidup dan berkembang biak.inikan perbuatan baik,knapa bisa melanggar 8 jalan tengah?


4. Fang shen jaman sekarang banyak mahluk yang dilepaskan dengan cara yang dibeli yang khusus buat fang shen..sehingga sering kita lihat di sekitar vihara apabila acara ini mau diadakan ramelah datang para penjual burung di sekitar vihara....ini yang saya rasakan terjadi pelangaran. secara tidak langsung kita meminta pada mereka untuk menangkap burung dan di jual.


5. Namo buddhaya,selamat pagi bhante. Sdh tentu melanggar sila,krn dgn sadar menyuruh melalui diri sendiri utk membasmi serangga. BUDDHA menerangkan jgn menghancurkan makhluk hidup secara lasung maupun tdk langsung. Namo Buddhaya Bhante, semua yang dilakukan dengan pikiran maka akan kena karmanya masing2 baik sengaja maupun tidak terima kasih Bhante. Maka dari itu si petani kelapa sawit harus dengan bijaksana menggunakan pestisida tdk trkcuali petani sawit,tp semua petani,karena selain dapat menghindari karma buruk sekaligus menjaga ekosistem disekitar kebun sawit agar bisa sinkron.. Boleh pakai pestisida,tp sdikit saja,jd hanya sbgai pengusir saja,kalau tidak pakai alat lain kyk orng2an sawah,atau lampu,atau pestisida alami seperti misalnya ular sawah buat makanin tikus,tp disesuaikan dgn hewan yg ada dikebun sawit


6. Ooh,masalahnya dipedagang hwn dpn vihara...btl juga klo kita melepas diarea sekitar vihara yg bnyk pedagang psti kita memberi peluang buat mereka menangkap lg dan jika kita membelinya dri pedagang tsb,malah akan berakibat buruk. Saran saya,yg namanya fang shen kan bsa dimana aja,gk wajib divihara, jd klo mo fang shen lbh baik kita beli dipasar dan dilepas disekitar rumah kita jika ikan yg kita lepas,carilah sungai terdekat dri rumah kita dan jauh dri vihara dan pdgng2 hwn agar tdk dtngkp lg. Namoo Buddhaya...mudah2 komentar saya bs diterima,kalau dilihat secara keseluruhan itu adalah suatu perbuatan mempertahankan diri ðαή utk menghidupi org banyak pula,mana bs dikatagorikan membunuh,bila τiðaќ membunuh berarti perkebunan itu tutup ðαή berapa org Ɣğ kehilangan mata pencaharian mereka dari ladang itu.disamping itu Ɣğ mempunyai ladang pun lebih banyak ƪªƍΐ berbuat karma baik,semoga bermanfaat,sabe satta bahvantu suki tata.


7. menurut sya maaf jka tdk spendapat.para petani jg sring menghadapi hama,sperti belalang,ulat,tikus dll.mrka jg membunuhnya,tujuannya utuk kbtuhan hdp kt jg sperti beras,sayuran,dll.kt jg mkn dr hsil dri pembunuhan apkh kt jg kna krmanya. smua mnusia pekerjaannya sllu berbeda,klau bs smua ingin mnjdi yg terbaik.jka ad pkerjaan yg lbh baik ya gnti sja. Pasti kena wlau hanya sedikit. jka melkukan fang shen itu baik,dimana pun dn kpnpun tnpa terkecuali. dgn membeli ikan dari tempat penangkaran lalu dilepas ke laut lepas habitat yg berbeda ,apkah ikan2 itu bisa bertahan hidup?

ya klau menurut saya mmg pasti ada karmanya,tp ini juga utk membantu org lain mendapatkan kebutuhan jg menciptakan karma baik,klau bisa cari aja penggusir hama(jk ada,) bkn pembasmi hama,sprt.pembasmi nyamuk kita pkai semprot,jk kita pkai Lotion kan tdk membunuh tp nyamuk yg tdk mau mendekati kita,Jk Salah Mohon Maaf ya....Thx Sadhu 3x Namoo Buddhaya...mudah2 komentar saya bs diterima,kalau dilihat secara keseluruhan itu adalah suatu perbuatan mempertahankan diri ðαή utk menghidupi org banyak pula,mana bs dikatagorikan membunuh,bila τiðaќ membunuh berarti perkebunan itu tutup ðαή berapa org Ɣğ kehilangan mata pencaharian mereka dari ladang itu.disamping itu Ɣğ mempunyai ladang pun lebih banyak ƪªƍΐ berbuat karma baik,semoga bermanfaat,sabe satta bahvantu suki tata.


8. selama kita masih memilih hidup berumahtangga atau masih melekat pada keduniawian sudah pasti tidak akan bisa terlepas dari hukum karma tsb, hanya saja setiap mata pencaharian punya kadar karma yg berbeda2 jadi semuanya adalah pilihan masing2 makhluk.
menjadi petani tentu saja lebih sering menanam karma buruk dr pd menjadi guru. apalagi kalau petaninya serakah ingin hasil panen yg berlimpah maka karma buruk yg mgkn bisa terjadi juga bisa meningkat sejalan dengan tingkat keserakahanya. sedangkan cara meminimalisasikan karma buruk adalah dengan banyak menanam karma baik apapun bentuknya baik itu fangshen, berdana, dll (dilakukan dengan baik dan bijaksana)
seperti analogi segengam garam, segelas air dan sebuah danau.




9. ya jadi petani, perkebun sawit yang kerjaannya "terpaksa" membunuh ulat/hama mungkin sudah jadi jodohnya di kehidupan ini, dan jadi jodoh si ulat juga mati karena kondisinya menjadi hama. mana kita tau. yang jelas kita diajarkan Buddha Sakyamuni untuk menghindari pembunuhan mahluk hidup, jadi tetap membunuh = menyebabkan karma buruk. saya tidak menghakimi siapapun ya... hehehe. salam sejahtera.



10. Bhante Sudhammacaro.....namo Buddhaya . saya memiliki sarang burung ......,tapi tidak saya urus.....,takut HK......,org2 menyayangkan ...hal itu ...tapi saya tidak perduli. saya kasih usul lebih baik sarang burungnya diurus dengan benar lalu hasilnya sebagian besar disumbangkan , memang banyak nyawa burung walet yang dikorbankan tapi bila kita bisa membahagiakan makhluk hidup lainnya dan kita bisa menolong manusi lainnya kenapa tidak dilakukan?


11. kadang pekerjaan gini dilematis juga , tapi bagaimanapun ambillah keputusan yg bijak bagi diri sendiri...........dulu saya pernah lamar kerja di industri pengalengan ikan.....walau gajinya lumayan akhirnya saya tolak juga perkerjaan tsb setelah saya pikir2 ini tidak selaras dg keyakinan kita. susah juga ya kalu mau tanpa salah , berarti udh sprt sotapanna tidak melanggar sila sedikit pun , sudah mepenang arus :) , yg penting bijaksanalah .


12. sungguh mengenaskan kalau mengalami / melihat sendiri ...bagaimana akibat /dampak pada burung bila sarangnya itu diambil......,seperti rumah anda dilalap api....!! " langit " tidak akan diam bila kita rela membiarkan makhluk kecil yg tidak mengganggu hidup damai....., di lantai yg ketiga ....ada kelelawar2.....sering tidur ....tidak aku ganggu....,sehingga untuk naik ke lantai tiga ...sebulan belum tentu satu-kali.....,tapi kalau malam kelelawar terbang turun kelantai satu

.....kadang mengitari tempat saya fb kan....,nah..kotorannya hinggap di dinding.....,juga aku biarkan.....aku anggap anak kecil nakal. sehrsnya begitu,dikamar gw jg suka ada laron,ga tau dateng dr mana,tp gw cuekin aja,walau suka kadang ngiterin gw berkali2. gw anggap aja temen gw dateng berkunjung xixixiixi. and u know what,tnyt laron itu ga ganggu loh,dibiarin dia malah asik sndr,trus dah gt ilang sendiri tak bersisa.

Michael Barnabas Pembaptis....benar bro....,dimeja dapur...sering cicak2 datang minta nasi......,jadi gua sisakan nasi diluar......,rupanya makhluk kecil merasa ....aman. gw setuju sama samana sacca,kenapa kita bs memberi derma kpd manusia,tp sama binatang ga bisa?

Berani berbuat hrs berani bertanggungjawab jgn karna kepentingan, keberpihakan, ketidak mampuan,ketidak berdayaan kita,lalu kita mencari alasan untuk membenarkan perbuatan kita yg pada hakekatnya adalah tdk benar adanya. ‎Samana Sacca : kalau mau dipikirkan semua..rumah yg kita tinggal hasil dari pengusiran (dulunya hutan/rawa). Mobil yg kita bawa setiap hari entah berapa byk makhluk yg kita langgar..cuman tanpa niat. Xixixixixi.


‎13. Namo Buddhaya Bhante Sudhammacaro : saya ingin bertanya. Sbg umat awam (Buddhist). Bolehkah berternak lembu, krn fasilitas memang sgt mendukung. Dgn sistem bg hasil dgn yg mengurus dan merawat.Terus terang sy masih sgt bimbang. Nb:hanya sbg tambahan .anumodana bhante. hasil dari menjual mahkluk hidup dan hasil dari mahkluk hidup , misalnya daging dan hasil laut, termasuk membuka restoran , termasuk mata pencaharian tidak benar. selama " Akusalakammavipākaṃ = akibat karma buruk " masih menjerat .....tidak mungkin bisa lepas!


14. saya tidak bisa menjudge..apakah mata pencaharian benar atau tidak benar contoh :* pedagang penjagal & peternak ayam..disisi negative... memang membunuh mahluk hidup...tapi di sisi positive.. ia pun menghidupi mahluk hidup.. ( menghidupi keluarga yg bekerja terhadapnya) jika yg bekerja 500 orang. tiap org memiliki keluarga.. istri dan 2 anak..500 x 3 = 1500 orang mahluk hidup..hasil dari dagangannya.ia menjual ke restorant...1 restoran.. memiliki 25 pegawai..25 x 3 = 75 mahluk hidup..jika ia punya langganan 100 restoran...100 x 75 = 750 .. orang. jadi silahkan... dengan bijak menilai..


15. hmmmm....sepertinya. kalau konsep seperti itu ......gimana kalau yg di jagal itu org yg keluar dari bank yg bawa uang banyak......,kmd kalau tertangkap......,uraikan lah kegunaan uang hasil perbuatan itu untuk kepentingan org banyak ......kira2 bisa terima ngak ya ....,gua jadi binggung. samana... kalo perampok... tetap salah..karena kesalahan dia... jika tertangkap masuk penjara..nah.. kalo pedagang mahluk hidup. kalo salah.. kenapa ga dimasukkan ke penjara ? karena tidak salah.. makanya tidak di masukkan ke penjara. Hehehehehe. hahahahahahah senang membuat anda sewottttt..., ya karena tidak ada hukum ke binatangan, gua tidak berani ambil resiko. saya tidak sewot. Hehehehehe.



16. karena saya bicara realita. dimana kesalahan letak penjagal binatang.. dimata hukum ? anda benar sebatas hukum dunia....,dan ilustrasi anda ,,,,,dan sangat realita. tapi bro.......,sorry pada semua yg mempunyai khusus nya sarang burung............,bisanya ada keluarga yg ......."gimana" gitu kondisinya......,ini gua juga melihat org2 yg peternak sarang-burung........,yg kebetulan ada di sekitar gua ... untuk mendapatkan kekayaan dunia adalah mudah, mendapatkan kekayaan sesuai dhamma akan sukar. di dalam anguttara nikaya ,sang buddha menerangkan 4 perdagangan yang di hindari dan merupakan mata pencaharian tidak benar, salah satunya ,memperdagangkan mahkluk hidup.



17. memang yg di babarkan dhamma oleh sidharta gautama buddha..memang benar adanya....permasalahannya..kenyataannya..realitanya..walaupun... ummat buddha sendiri yg melakukannya..dhamma bisa diterapkan dari pribadi orang itu sendiri..namun blom tentu dhamma.. dapat di terapkan di lapangan.. bagi yg tidak menganut ajaran sang Buddha .....,memangnya gua pikirinnnnnn...,resiko tanggung penumpang.. gua rasa .....,kalau memang di minati dengan tulus untuk pindah kerjaan.....yg baik....dengan alasan ajaran sang Buddha ........, " langit " tidak akan diam...


18. sedang kan hukum kamma itu tidak pandang bulu .......,semua makhluk mempunyai hak hidup. memang.. walaupun demikian. saya hanya ga brani menjudge. salah atau benar. menilai dlm perdagangan mahluk hidup. silahkan kalian saja yg menilai dan menjudge hehehehehe. afung, di butuhkan kebijaksanaan dalam setiap mengumpulkan kekayaan duniawi, jangan sampai karena kekayaan duniawi, kekayaan bathin yang lebih luhur terabaikan , , sang buddha menganjurkan mengumpul kekayaan bathin yang tidak akan hilang oleh apa pun , salah satunya adalah kamma baik.


19. Hukum negara yang mengatur batas batas tindakan seseorang berbeda dengan hukum kamma vipaka yang mengatur seseorang, aparat hukum masih bisa kong x kong, hukum alam tidak bisa tawar menawar. jadi belajar agama... untuk membersihkan diri sendiri. BUKAN UNTUK menjadi seorang penilai, menghakimi. ( terkecuali prosesi : hakim ) tugasnya .. menilai dan menjugde... benar atau tidaknya.seseorang tersebut..tapi nilailah perbuatan / mata pencaharian kita sendiri....
itu jauh lebih baik.... ‎Namo Buddhaya : kalau berdagang binatang dgn konsep laba yg ada kita bergunakan utk berbuat kebajikan/ sosial gimana yah? Trims.



20. berbagi dhamma juga merupakan kekayaan bathin tidak ternilai, agar mahkluk lain jangan memupuk avijja dan tanha. jadi belajar agama... untuk membersihkan diri sendiri........>>> benar .!! ..bisa saya tambahkan........juga untuk membantu memberi penerangan bagi yg kurang jelas atau salah pengertian.....,kadang gua cuek aja ....,tiba2 gua baca artikel.....membiarkan kejahatan atau kesalahan .....berlangsung....merupakan bentuk kejahatan-halus.......,wah..!! gua harus berkomentar ....tapi tidak usah ngotot... jika ia meminta ajaran... berikan..jika ia tidak meminta ajaran... jangan diberikan...jangan ia tidak meminta ajaran... anda memberikan ajaran. tidak boleh ngotot dan tidak harus ngotot bro samana, pasti terjadi perdebatan..jika ia tidak meminta ajaran... anda memberikan ajaran.jika ia meminta ajaranpun.. harus lihat dulu. untuk berdebat.. atau mau mendengar....
kalo berdebat.... anggap ajah deh.. saya salah..beres hehehehehehehe.



21. jangan ia tidak meminta ajaran... anda memberikan ajaran :)....>>> nah ...!! ini yg perlu di diskusikan.....,kadang gua ketemu dengan org yg anggap aja " susah ".....tapi dia hanya menceritakan ....,wah...gua mesti bertindak apa ya...? wong dia hanya mengeluh... cukup mendengarkan keluhannya.. tanpa memberi komentar. jika ia meminta komentar.... lihat dulu lah..dia untuk berdebat.. atau.. mau mendengarkannya..hehehehe.


22. kalau berdagang binatang dgn konsep laba yg ada kita bergunakan utk berbuat kebajikan/ sosial gimana yah? Trims. bro herman, berdagang binatang dengan konsep laba yang ada kita pergunakan untuk berbuat kebajikan seharusnya di hindari , hasil yang di dapat tidak setimpal , lebih baik jangan beramal untuk sosial dari hasil mata pencaharian tidak benar. kalau memang mau beramal , beramal lah dengan penghasilan benar kita, selain tidak merugikan mahkluk lain , juga dapat membawa manfaat untuk kita.


berdagang binatang, tentu merugikan binatang tersebut, dan membawa manfaat kurang baik untuk kita berupa penderitaan , beramal dengan laba dari berdagang binatang menghasilkan kamma baik , hasil yang kita terima adalah baik dan akan membuat bahagia , tetapi sebelum menerima vipaka baik , kita tentu akan mengalami penderitaan lebih dahulu akibat berdagang mahkluk hidup. kesimpulannya, buat apa? . namanya mencari susah sendiri. lebih baik jangan . tidak menerima penderitaan maupun kebahagiaan dari transaksi tersebut.


23. customer saya banyak yang kaya raya , hidup dari hasil laut, dulunya miskin, mereka suka berdana, ada temen saya yang punya kapal ikan 26 buah masih muda , menghidupi ribuan orang yang bergantung pada usahanya , so ?????????????? katak dalam tempurung ya jangan dipiara, hanya menyesatkan , tahu dunia sekitarnya, nggak tahu dunia luas ini, cuma ngandalkan titel tak jelas. berbuat bajik, walau kebahagiaan belum mendekat, penderitaan mulai menjauh. berbuat buruk ,walau penderitaan melum mendekat, kebahagiaan mulai menjauh. hasil saat ini adalah akibat dar masa yang lalu , hasil masa yang akan datang tergantung dari saat ini . inilah dhamma.


Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

" NAMA-NAMA BUDDHIS "

“大悲咒 | Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) & UM-MANI-PAD-ME-HUM”

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “