Fenomena Dhamma

Tuesday, November 08, 2011

NASIHAT ORTU KEPADA ANAKNYA: “ ANAK JANGAN SUKA BERANI MELAWAN, JANGAN SUKA MENGHINA ORTU, JANGAN SUKA MENYALAHKAN ORTU”

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.

Diskusi Dharma; Tanya: Namo Budhaya, Bhante, Ortu sya menasihati walaupun Ortu salah kl jadi anak jng suka berani sama Ortu, jng suka melawan sama Ortu, jng suka marah kpd Ortu, dan jng suka menyalahkan Ortu, jng merendahkan (melecehkan) Ortu.

Nti akibatnya sulit dapat Jodoh, sulit cari Kerja, tdk disukai oleh orang, dan tdk akan memperoleh Kebahagiaan.

Apakah Benar begitu bhante?

Tp kl Ortu yg salah terhadap anak bagimana bhante?

Jadi kl gitu Anak Pria yg tdk dpt Jodoh dan tdk punya pekerjaan (LL) apa disebabkan suka berani melawan sama Ortu, dst..

Begitupula Anak Wanita sama spt itu juga bhante?

Teman2 tlg ks koment yg benar dan berguna, sadhu.

Jawab: Tradisi di India, seorang anak tiap hari kl pagi mau pergi ke luar rumah selalu menghormat dg bersujud mencium kedua kaki Ortu, begitu pula kl pulang habis sekolah, atau kerja tiba di rumah yg pertama anak akan bersujud dan mencium kaki Ortu. Tradisi ini di lanjutkan oleh Guru Buddha yg diajarkan kpd siswa2 -Nya.

Maka, para bhikkhu Yunior/ muda bila jumpa dg bhikkhu senior yg pertama dia akan bersujud kpd bhikkhu seniortitas dlm Wassanya. Tp tradisi bgs ini tdk mudah di lakukan di masyarakat zaman kini, yg egonya sdh segunung..maaf.

Dengan Brahma
By Chandasilo Kobayashi



Demikian telah dikatakan oleh Guru Buddha....

"Yang hidup dengan Brahma adalah para keluarga, yang di rumahnya, ibu dan ayah dihormati oleh anak-anaknya."

"Yang hidup dengan para dewa awal adalah para keluarga yang di rumahnya, ibu dan ayah dihormati oleh anak-anaknya."

"Yang hidup dengan para guru awal adalah para keluarga, yang di rumahnya, ibu dan ayah dihormati oleh anak-anaknya."

"Yang hidup dengan mereka yang pantas dipuja adalah para keluarga, yang dirumahnya, ibu dan ayah dihormati oleh anak-anaknya."

"Wahai para Bhikku, 'Brahma' adalah istilah untuk ibu dan ayah. 'Dewa-dewi awal’ , 'guru-guru awal', serta 'mereka yang pantas dipuja' adalah istilah untuk ibu dan ayah."

"Mengapa demikian?"

"Karena ibu dan ayah banyak sekali membantu anak-anaknya.Mereka merawat anak-anaknya dan membesarkan serta mengajar mereka tentang dunia."

Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna.

1. Menurut Samanera Santacitto yg sedang Studi di Sri Lanka: Kalau tradisi anak-anak Sri Lanka adalah setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah mereka akan bersujud di kaki orangtua dan mengucapkan syair yang intinya mengharapkan orangtua memperoleh kesehatan dan umur panjang, dan ketika mereka mau tidur, mereka pun bersujud lagi.

Dasamāse urekatvā, posesivuḍḍhikaraṇaṃ, āyudīghaṃ vassasataṃ, mātupadaṃ namamāhaṃ -

Artinya: Saya bersujud di kaki ibu, yang telah mengandungku selama sepuluh bulan dan membesarkan diriku. Semoga engkau mencapai umur seratus tahun. ~Sujud untuk seorang ibu~

Vuḍḍhikāro aliṇgitvā, cumbitvā piyaputtakāṃ, rājāmajjaṃ supatitthaṃ, pitupadaṃ namamāhaṃ -

Artinya: Saya bersujud di kaki ayah, yang telah menunjukkan kasih sayangnya kepadaku, dan membantuku menjadi seseorang yang bermanfaat (di masyarakat). Semoga engkau dihormati sebagaimana layaknya kaum bangsawan. ~Sujud untuk seorang ayah~


2. buat sy semua ortu pasti ingin yg terbaik untuk anak nya, walau mungkin seringkali menurut si anak cara nya kurang tepat atau bahkan kurang sepaham atau mungkin juga kurang modern atau katakanlah caranya terlalu kolot dan bla bla bla..

sadarilah bahwa itulah cinta ortu kepada anak nya,
jangan pernah membangkang apalagi kurang ajar terhadap ortu yg melahirkan dan membesarkan kita. ingatlah bila tanpa ortu kita tidak akan ada di dunia, tidak akan spt sekarang yg membaca, menulis, bisa makan dan bertempat tinggal serta berpakaian layak dan bisa main fesbuk juga. bersyukurlah karena ortu anda masih sangat sayang dan perduli thd anda..
bagaimana jika mereka tidak sayang?

mungkin anda berjalan menuju jurang pun, mereka tetap cuek saja..
tapi sadarilah bahwa semua itu dilakukan tulus karena cinta..

jika anda merasa benar sbg seorang anak dan ortu keliru, beritahulah mereka juga dengan penuh kasih..bukan dengan cara yg kurang ajar.

Ortu juga merupakan Budhha yg Hidup, jika anda menyakiti hati ortu sama dengan menyakiti Budha.. salah satu karma berat adalah menyakiti seorang buddha. salam


3. namo buddhaya, bhante Orang tua dan anak.. Dua-duanya harus saling mengerti satu sama lain.. Biar terjadi keharmonisaan.. Memang bagaimanapun juga seorang anak tidak bisa membalas jasa dan budi orang tua seumur hidup,walau bagaimanapun caranya..Yang penting Kedua belah pihak harus intropeksi dirilah bìla terjadi suatu kesalahan..Dua kata saja " maaf dan terima kasih " sudah cukup. Kata maaf bila ada kesalahan dan terima kasih telah memaafkan. Jangan terlalu dimasukin ke hati karena akan menyakitkan.

4. Mnurut saya ada benarnya, tetapi juga tdk spnuhnya. Sbgian pria yg berperilaku kasar thd ortu (ibunya) dia cenderung brperilaku kasar thd smua wanita. Dmikian pula, Cwe yg kasar thd ortu, dia cndrung mjd cwe yg egois, bknlah wanita yg baik. Mgkin sikap inilah yg mbuat dia susah menjalin hub dg tiap org.

Tp ad jg s'org yg memiliki pacar/kekasih hingga menikah, walaupun dia mmiliki hub buruk dg ortu nya. Walau dmikian, smua hal buruk yg prnh dia perbuat kdp ortu nya pasti akn ad balasan nya ketika kelak mrk mjd ortu pula.


5. Met pagi bhante, salam metta, tidak smuanya benar-tidak smuanya adalah salah. Bila anak tidak mampu berbakti pd org tuanya-bgmn ia dapat menghormati org lain. Tingkah laku anak adalah meniru ajaran org tua serta lingkungan tempatnya dibesarkan. Semua saling berhubungan dan berkaitan. Bagaimana dpt-mau merubah diri yg terlanjur "keliru" itulah yg sangat berharga. Mohon bimbingan bhante.


6. abhiva dana silissa, niccam vuda pacayano-cattaro dhamma vadanti, ayu vano sukkham balam
ia yang menghormat kepada orang yang lebih tua, kepadanya akan berlaku 4 hal usia panjang, paras yang cantik, kebahagiaan dan kekuatan.

7. Sama orang tuanya saja dia berani kurang ajar, bagaimana pula terhadap orang lain ? Inilah pertimbangan yg mengakibatkan dia sulit mendapatkan pekerjaan dan lain-lain.


8. masalah gk dapet jodoh, pekerjaan dll..bisa jadi sugesti, tapi yahh doa orang tua emang yg paling manjur. TERUTAMA DOA IBU / MAMA / MAMI KITA

pernah ada seorang romo memberikan dhamma desana, beliau bilang
bahwa kamu tidak usah pergi jauh2 mencari keramat, cukup datang saja ibumu..
disanalah keramat paling manjur. menurut saya sih bener juga, karena ibu yg mengandung 9 bln dan mmpertaruhkan nyawa nya untuk melahirkan kita..sekedar sharing, semoga mmbantu, salam


9. bilamana kita tidak merasakan/menjalankan kita tidak tau karna disana ada perputaran karma... bila mana ortu yg menurut kita salah lihat dulu sisi mana dimelakukan kesalahan.mengapa di melakukannya jgn kita ponis dia bersalah. kita ambil hikmahnya kita saring kita kelak akan menjadi ortu dari anak' kita jadi itulah pelajaran kita buat anak" kita jg kita tidak demikian. bilamana kita sdh ponis bersalah membuat diri kita menjadi arogan... masalah jodoh kita hrs koreksi diri kita ataukah karna sifat kita atau yg lainnya... salam damai..


10. Amitofo bhante sy sangat setujuh ,ortu itu dimata sy harus utamakan kalau tidak hormati ortu gimana kita hormati orang lain , didalam 5 sila itukan salah satu termasuk juga bhante , bukan ortu aja semua ibu itu harus kita hargai dan hormati.


11. Sebenarnya kalau orang tua membesarkan kita, itu karena kamma kita sendiri sih. Jadi saya brpendapat bhw kedua orang tua saya hanyalah objek pendukung untuk memanen kamma baik saya.


12. Bhante Sudhammacaro, Santacitto Novice, selamat pagi, Namo Buddhaya. Sujud seperti ini menurut saya adalah "pemandangan" yang paling indah. :D Salam Metta & Mudita.


13. Sekedar berbagi kisah nyata yang pernah saya baca di surat kabar sekitar 1 atau 2 tahun lalu.

Seorang ibu menjerumuskan putri kandung sulungnya untuk dijadikan (maaf) seorang pelacur guna memenuhi kebutuhan hidup sang ibu. Ibu itu pula yang mencarikan klien bagi putrinya. Hal ini dilakukan sejak sang putri duduk di bangku SMP. Putri itu akhirnya melaporkan sang ibu ke polisi setelah melihat gelagat adiknya juga akan mengalami hal serupa dengannya.

Akhirnya sang ibu ditahan oleh polisi yang menyamar sebagai calon klien.
Di kantor polisi, sang ibu malah mencaci maki putrinya dan mengatakan bahwa dia adalah anak durhaka.

Memang mungkin itu adalah hal yang ekstrim, namun yang lebih sering kita dengar adalah kisah anak perempuan yang dipaksa menikah oleh orang tuanya dengan harapan agar bisa memperbaiki kesejahteraan sang orang tua. Dan bila sang anak menolak, maka orang tuanya cendrung mengatakan anaknya tak berbakti dan tak menghormati.

Bagaimanakah hal-hal tersebut bila ditinjau dari sudut pandang Buddhisme?


14. Sambil menunggu pendapat dari Bhante Sudhammacaro yang barangkali memiliki pendapat lain, saya melihat bahwa dalam kasus di atas, kesalahan bukan terletak pada si anak, tetapi memang si ibu. Menurut ajaran Buddha, ada lima tugas yang harus dilakukan orangtua termasuk ibu terhadap anaknya, yakni melarang anaknya berbuat jahat, mendorongnya untuk berbuat baik, mendidiknya dalam ketrampilan (yang baik), mencarikan suami atau istri yang bermoral, dan memberikan warisan pada saat yang tepat.

Memaksa anaknya untuk melacur tentu merupakan dorongan untuk berbuat jahat, dan memaksa anaknya untuk menikah dengan pilihannya tentu tidak seluruhnya sesuai dengan kewajiban orangtua terhadap anaknya. Tentu hal baik jika yang menjadi pilihan orangtua memang calon mantu yang bermoral dan bertanggung jawab, tetapi jika tidak demikian, maka memaksa anak untuk menikah jelas tidak sesuai dengan tanggung jawab orangtua ke anak.


Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu. Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Penyusun. Ven. Sudhammacaro.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home