Fenomena Dhamma

Wednesday, November 09, 2011

AKIBAT SUKA BERANI KPD ORTU, SUKA MELAWAN ORTU, SUKA MENGHINA ORTU, MAKA SULIT DPT JODOH, TDK PUNYA KERJAAN (LL), DSB.

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.
Teman2 Barangkali Akibat suka berani melawan kpd Ortu, suka menghina Ortu, dst… Maka, anda yang belum dpt Jodoh, belum dpt kerja (nganggur), pasti belum dpt Kebahagiaan.

Apa kira2 Solusinya berkaitan dg Topik yg Kemarin?

Apakah anda pernah di Cik-Sua, atau Buang Sial, atau yg lain menurut anda, agar Karma Buruk pada Ortu segera berakhir. Kemudian anda berhasil menjalin Hubungan dg lawan Jenis, atau anda lalu dpt pekerjaan, dpt Kebahagiaan (lunas).

Kl ada pengalaman tlg jelaskan untuk membantu teman2 yg lain.

Teman2 tlg ks koment yg benar dan berguna, sadhu.

Jawab: Teman2 maaf kl komen bhante salah.

Kl mau jujur, msh banyak anak2 yg suka berani melawan, marah2, menyalahkan, dsb sm Ortunya sendiri.

Dg alasan Anak yg sdh punya gelar/ titel pendidikan tinggi, sedangkan Ortunya sekolah rendah. Walaupun tahu sikap (si anak) itu salah, tetap dilakukan, hal spt ini krn akibat kebodohan batin semata.

Sebab itu, kita yg sdh kenal ajaran Buddha, amat beruntung adanya ajaran Bakti anak kpd Ortu, dsb. Trims atas perhatian dari teman2, smg kita maju dlm Praktik Dharma dg benar, sadhu.

Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna.

1. Hadi menulis: Namo Buddhaya, Namaskara Bhante.
Apa yang kita dapat, yang kita alami dan yang kita rasakan adalah hasil perbuatan kita di kehidupan yang sebelumnya dan sekarang. Jadi bukan hanya kehidupan sekarang saja. Karena kita tidak ingat apa yang telah kita lakukan di kehidupan sebelumnya, maka sebaiknyalah di kehidupan sekarang kita menghindari melakukan perbuatan buruk dan menambah kebaikan.

Menambah kebaikan bukan berarti menghapus karma buruk yang telah dilakukan, tetapi ketika karma buruk tsb berbuah, diharapkan karma baik juga berbuah sehingga membuat buat karma buruk menjadi lebih tidak terasa. Selain itu karma baik membuat kita terlahir di alam yang lebih baik atau bahkan mencapai Nibbana.

Orang tua adalah orang suci yang ada di rumah kita, disebut orang suci karena jasa kebaikannya yang telah dilakukan pada kita.
Kebaikan orang tua inilah yang membuat kita harus tetap memperlakukannya dengan baik. Karena jasanya tak terbalaskan.

Bila orang tua salah, tetap saja jasa kebaikannya yang telah dilakukan pada kita tak akan hilang. Jadi sebaiknya kita menghindari melawannya, walaupun dia salah. Memang sebaiknya kita menghindari membalas perbuatan buruk dengan perbuatan, baik pada orang tua maupun orang lain (Memang lebih mudah menulis dari ada mempratikan hal ini). Tetapi tingkatkan kewaspadaan agar bisa menghindari kemungkinan orang tua melakukan hal tak baik pada kita.

Mengenai buah karma buruk seperti sulit dapat kerja dan tidak bahagia, itu mungkin saja benar (tapi janganlah mengatakan itu terjadi hanya karena perbuatan kita di kehidupan sekarang). Menurut saya, tidak ada bedanya antara ana wanita dan anak laki-laki.

Demikian menurut pendapat saya, bila tak berkenan, mohon maaf dan abaikan saja komen saya. mohon koreksi dari Bhante bila ada kesalahan. Semoga Dhamma menuntun kita agar tidak dilahirkan kembali. Sadhu 3x


2. Saya pernah mengalami, sudah buang sial di vihara puncak. Mandi dll bhante. Soal jodoh ga terlalu pusing bhante.. Smua biaya mhl kjr nyari duit ga ada habisnya. Jika karma baik cukup saya mau seperti bhante. Saddhu saddhu saddhu.


3. Namo Buddhaya,salam hormat dan selamat pagi Bhante......kalau menurut saya perbanyak kebajikan, seperti berpuja Bhakti di Vihara atau Cetiya,mendegarkan Dhamma serta berpraktek,berdana,melepas makhluk hidup (pelimpahan jasa utk ortu yg msh ada maupun yg sdh tiada),tdk menyakiti kpd makhluk apapun,lakukan baca paritta serta bermeditasi.....tepatnya berusaha menjlnkan 5 sila Buddhist dan lebih baik lagi lakukan Arthasila utk berusaha menjlnkan B sila Buddhist.....demikian jwban bodoh saya,jk

ada salah kata atau jawaban yg tdk tepat mohoin dimaafkan dan Bhante tolong diberikan pencerahan yg tepat dan benar.....terima kasih Bhante dan Salam Metta. **Sabbe Sattha Bhavantu Sukhitatta, Sadhu 3X** salam hormat Saya untuk Bhante

4. melawan,menghina ortu karma yg telah di perbuat tetap akan berakibat karma buruk n tdk dapat dihapus dgn mudah, dengan bertobat and bertekad utk tdk melakukan lagi serta sebaliknya lebih menyayangi,menghormati kpd ortu serta melakukan karma baik maka akan membantu dlm menghadapi karma buruk yg akan terjadi ,yg terpenting adalah bnr" menyesal dan tdk mengulangi lagi,,, just opinion.


5. Berbuat bnyk2 kebajikan,dan merenung melawan dan menghina orang tua akn mendapatkan karma buruk.


6. menebus semua kesalahan.... berbuat sebaik baiknya dan berjuang untuk menjadi tak ego



Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home