Fenomena Dhamma

Monday, August 01, 2016

Studi Indianapolis Zoo Ungkap Kemampuan Vokal Orangutan-Orangtua (Foto: WFYI)--Dini Listiyani-Jurnalis INDIANA – Salah satu orangutan di Indianapolis Zoo memberikan wawasan para peneliti tentang evolusi bahasa manusia. Hal itu diungkapkan oleh orangutan berusia 11 tahun bernama Rocky. Rocky mengungkapkan tingkat yang tidak diketahui dari belajar vokal dan kontrol untuk kera besar..



Hasil yang dilakukan oleh ilmuwan Adriano Lameira pada 2012 dan diterbitkan di ‘Scientific Report’, menentang gagasan bahwa orangutan memiliki sedikit kekuasaaan atas vokalisasi mereka, membuktikan mereka tidak hanya mampu belajar vokal, tetapi mengendalikan mereka dalam aturan sosial. Ilmuwan Adriano Lamerira mengamati Rocky dengan berbagai mitra sosial, bergantian membuat vokalisasi seperti percakapan. Dalam pengamatan, Rocky langsung meniru suara yang dibuat partner manusianya, mencakup volume ringan atau keras dan pitch rendah atau tinggi. Dengan membandingkan vokalisasi ini untuk lebih dari 12.000 jam panggilan orangutan, peneliti menyimpulkan suara Rocky ini jauh berbeda dari yang biasanya dibuat oleh orangutan. Rob Shumaker, Direktur Indianapolis Zoo dan co-author publikasi mengatakan, temuan ini menunjukkan kera besar lebih canggih secara kognitif dibanding yang pernah dibayangkan. "Ini tidak jauh berbeda dari pernyataan yang kita gunakan untuk mendengar bahwa manusia adalah satu-satunya spesies yang digunakan atau membuat alat," kata Shumaker. "Itu tidak pernah benar, tapi kita harus belajar. Saya pikir ini mungkin mirip dengan itu, di mana kita berpikir manusia adalah satu-satunya spesies yang dapat memperoleh vokalisasi baru dan langsung mengontrol vokalisasi mereka. Itu tidak benar. Kita tahu bahwa kera besar dapat melakukan juga," tambahnya. Penelitian juga masuk dalam pertanyaan bahasa manusia seperti yang diperkirakan sebelumnya bahasa mulai muncul pada kera besar selama 10 juta tahun yang lalu. Sekarang Shumaker mengatakan, peneliti berpikir itu lebih dekat ke dua juta tahun. Rocky memicu studi setelah peneliti kebun binatang melihatnya. Meskipun penelitian telah dipublikasi, Shumaker mengatakan pekerjaan kebun binatang jauh ini masih jauh dari selesai, sebagian tim Simon Skjodt International Orangutan Center menyelidiki temuan dengan mempelajari Rocky dan kera besar lainnya di kebun binatang. Demikian sebagaimana dilansir WFYI.org, Kamis (28/7/2016). (din)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home