Fenomena Dhamma

Wednesday, July 28, 2010

“ APA DEVINISI TUHAN/ALLAH ITU? “

Artikel serie ke- 3.
Fakta dan Realita.




Bagaimana ucapan duka-cita yang benar.

Diskusi Dharma Facebook.


Tanya: Apa benar kalimat Duka-Cita spt; Tuhan/Allah telah mengambil kembali, Dia telah kembali kpd Tuhan/Allah Bapak di surga, smg dia diterima disisi-Nya (kanan-kiri), smg amal Ibadahnya diterima oleh Tuhan/Allah, Smg dosanya diampuni oleh Tuhan/Allah.Bagaimana menurut anda yg benar?

Menurut Buddhis diucapkan atau ditulis sbb:

‘ANICCA-WATA-SANGKHARA-UPPADAWAYA-DHAMMINO.
UPPAJJITWA-NIRUJJHANTI-TESANG-WUPASAMO-SUKKHO.
SABBE-SATTA-MARANTI-CA-MARINGSU-CA-MARISSARE.
TATHE-WAHANG-MARISSARE-NATTHI-ME-ETTHA-SANGSAYO‘.

Artinya:
Segala sesuatu tidak abadi, selalu berubah, ada kemunculan, berkembang akhirnya pudar, hancur dan lenyap. Ketika mengerti kelenyapan hal itu kebahagiaan batin dapat dirasakan.

Setiap makhluk pasti mengalami kematian, Dan mereka telah berulangkali mengalaminya juga akan terus seperti itu, demikian pula aku akan mengalami hal serupa, maka keragu-raguan ku hilang. Semoga Dharma ini dapat di dengar dan diterima serta dimengerti oleh Alm/h yang telah meninggal maupun yang masih hidup. Sehingga mereka semua ikut berbahagia mendengarkan Dharma ini, bagi yang telah meninggal semoga segera terlahir kembali di alam bahagia, alam manusia atau alam Dewa.



Teman-teman terimakasih atas dedikasi dan komentarnya.

1.malam bhante....kalau ia yg menghidupkan terus ia yg mengakhiri..ky nya enga punya kerjaan kx ya xixixixi

2. Nammo Buddhaya Bhante...yg benar adalah dia telah kembali kpd Tuhan, smg dia di terima di sisinya...dan smg dosanya di ampuni oleh Tuhan...sadhu".

3. jawabannya " YANG BENAR HANYA ALLAH ".

4. Benar atau tidak benar itu semua ungkapan atau harapan semoga demikian adanya.

5. ‎@aldilla : namo buddhaya,,, maaf,, klo boleh komentar,,, kalau dibilang smg dosanya di ampuni oleh Tuhan apakah karma kita tetap berlaku,,? Kalau bgt tidak masalah kita berbuat dosa, jika pada akhirnya smw dosa kita di ampuni Tuhan,

6. Namo Buddhaya......
Sang Buddha telah mengajarak kita untuk melaksanakan Simpati atau empati yg bertujuan untuk kita selalu dapat merasakan apa yg dirasakan orang, oleh sebab itu ungkapan atau kata apapun yg diucapkan adalah bentuk dari sikap kita bersimpati/empati pada orang tersebut, shg kalimat-2 diatas tidak menjadi masalah atau hal yg membingungkan bagi kita. Yg terpenting adalah bagaimana kita bersimpati/empati kepada orang lain....
Sadhu...sadhu...sadhu.

7. selamat malam bhante. kl menurut saya semua ucapan diatas mengandung makna kemelekatan terhadap sesuatu ato seseorang yg maha ato apapun sebutannya dan menyebabkan yg menyebutnya semakin melekat. jd berhati2lah. Thx

8. selamat malam bhante,soal kalimat di atas mnrt saya itu tergantung masing2 individunya yg mengucapkannya...semua itu sesuai kepercayaan msg2 bhante,yg penting jika teman atau saudara kita yg lg berduka cita,lbh baik kita menghibur dia,membantu dia dgn perbuatan,bukan dgn kata2... mohon maaf jika ada kalimat saya yg krg berkenan...namo budhaya

9. dalam pengucapan selalu di sertai dengan kata SEMOGA sebagai bentuk permohonan bukan dengan kata PASTI jadi tak ada salahnya sebuah permohonan yg di selingi dengan kata SEMOGA.


10. Namo Buddhaya Bhante, saya berpikir kalimat2 yg Bhante ajukan di atas adalah kata2 dukacita yg biasanya disampaikan di masyarakat apabila ada seseorg yg meninggal. Dikarenakan budaya dan pengertian agama yg berbeda2 memaknai jalan seseorang setelah meninggal, maka kalimat2 di ataslah yg digunakan untuk menyampaikan dukacita, karna lebih dimengerti oleh banyak orang. Soal bagaimana kita yg Buddhis memaknainya dengan paham hukum karma yg ada di agama kita, akan sulit menjelaskannya kepada umat beragama yg lain.
Jadi, sya pikir disaat kita mendengarkan ucapan dukacita seperti ini, tidak perlu menentang, tetapi kita memaknainya dengan pemahaman agama kita sendiri saja, di masyrakat yg beraneka ini, kita masih harus banyak2 memahami banyak segi2 pemahaman dr org lain yg berbeda dgn kita. Agama bukan soal BENAR ATAU SALAH, tapi soal kecocokan. Di kehidupan ini, sy menjadi Buddhis dan bukan agama lain, bukan karena agama yg lain SALAH, tapi karna sy lebih cocok dengan ajaran Dhamma. Demikian pemikiran sy Bhante, semoga bermanfaat. Sadhu 3x.


11. Bingung.

12. mlm bhante..
menurut saya, dlm agama Buddha sdh di ajarkan bahwa semua terjadi sesuai karma masing2.. panjang atau pendeknya kehidupan itu sdh di tentukan dr karma tsb,, baik itu karma baik atau buruk.. menurut saya,, kata2 di atas itu kurang tepat.. karna org yg telah meninggal,, akan terlahir kembali sesuai karma yg telah di tanam semasa hidupnya.

13. kalimatnya sptnya ga da mslh cermati kalimat amal ibadahnya diterima? "Tuhan/allah"Kalau DIA menerima??renungkan sadhu3x.

14. kata2 diatas hy kata2 pemanis buat yg hdp. Seperti anak kecil yg terjatuh, gak skt kan! Berulang2, hy menghibur ht anak tsb.

15. Amitofo bhante..^_^
menurut lijing tergantung bagaimana cara kita berpikir.jika kita percaya dengan kata2 itu,maka kita akan berkata benar dan sebaliknya.jujur lijing pribadi lebih percaya pada hukum karma.tetapi bukan berarti kata2 itu salah.salah atau benar menurut lijing tak jadi masalah.karena kata2 itu tidak melukai/mencelakai seseorang.sebagai antar umat beragama kita harus saling menghormati,menghargai,hidup rukun dan damai..^_^
Amitofo.

16. bnr atua tdknya tergantung kepercayaan masing,tiap agama punya konsep tuhan yg berbeda2...
tdk salah km ada yg beranggapan klo org meninggal kembali ke tuhannya n bagaimana mendoakannya..
semoga tdk slh.


17. Kalimat-kalimat tersebut seharusnya tidak masalah bagi umat beragama lain, karena minimal bisa menenangkan keluarga yang ditinggalkan maupun yang telah meninggal.

18.Akan Tetapi bila kalimat-kalimat tersebut masih di pakai oleh seorang Umat Buddha, maka menunjukkan ada sesuatu yang salah dengan pengertian orang tersebut, karena bila mempercayai kata-kata diatas, akan termasuk dalam "Pandangan Salah" , jadi bila 19. memungkinkan untuk memberikan penjelasan , sebaiknya bisa juga memberikan penjelasan yang benar.


20. Mungkin bagi seorang Buddhis kita bisa menggunakan kalimat "Semoga terlahir di alam yang lebih baik" Atau "Semoga terus berjodoh dengan Buddha Dharma di kehidupan berikutnya" dll yang sejenis.

21. Namo Buddhaya bhante,
Menurut saya semua kata-kata itu tidak benar, kebenaran tentang keberadaan Tuhan/allah itu belum nyata karena belum ada orang yang bisa membuktikan apa yang mereka bilang. Orang yang telah meninggal menurut ajaran Buddha, dia akan terlahir kembali sesuai dengan karmanya pada kehidupan sebelumnya. Kalau dia banyak melakukan perbuatan baik maka dia akan terlahir di alam yang menyenangkan, tetapi sebaliknya kalau dalam kehidupannya dia banyak melakukan kejahatan maka dia akan terlahir di alam yang menyedihkan.
Terima kasih bhante,..
Namo Budhaya.

22. bagiku semua ∂ôá yang baik đăň berharap yang baik2 tidak Åđã salahnya walaupun kita tãů apabila setelah meninggal nanti kita ÃĶåň menjalankan kamma kita masing2,dengan kata "semoga"kita berharap agar orang yang meninggal Ĩtů dapat dikurangi kammanya karena kadang kita tidak tãů apa yang kita lakukan Ĩtů salah,dengan ketulusan hati mudah2an ∂ôá Ĩtů dapat diterima đăň meringankan kamma orang tsb.

23. Nammo Buddhaya Bhante,
Bhante ijinkan saya menjawab pertanyaan diatas,
Dukkha adalah penderitaan
Suka cita adalah umat BUDDHA yg mempelajari dan mempraktekan DHAMMA/ AJARAN SANG BUDDHA DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI2 maka kita akan menemukan kebahagiaan sejati.
Hidup kita adalah yang mengatur yaitu kita sendiri, karena perbuatan yang kita lakukan itu adalah berdasarkan KAMMA kita sendiri.
Kita meninggal itu akan bertumimbal lahir ke alam manapun kita di lahirkan itu sesuai KAMMA yg kita perbuat.

24. Selamat malam bhante,
menurut saya kalimat tsbt tdk bisa kita katakan salah,karena kita ketahui bhw setiap agama mempunyai pandangan masing2!
Jd kita tidak bisa menghakimi bhw kalimat tsbt salah walaupun apabila kita sesuaikan dgn konteks agama buddha tdpt sedikit kerancuan!Di agama buddha dan hindu ,kita mempercayai adanya kelahiran kembali,sedangkan pada agama lain tdk disebutkan mengenai kelahiran kembali!
Jd menurut saya,kalimat tsbt tidak perlu diragukan untuk menjaga kerukunan beragama.


25. Namo Buddhaya, Bhante.
We say it just to show that we condole with someone over the loss of his/her beloved. We will hurt others if we say that his/her "next life" is actually based on his/her KARMA. How about if he/she is a hunter, a butcher, or a murderer? "Hope that he/she will be born again in a better life.." This is not a stupid sentence. This is a hope. A wish. A pray. And saying this sentence actually shows that we have done "KUSALA KARMA". Do others have the same idea with me? Thank you.


26. NamoBuddhaya,menurt sya it cm kata2 yg d ucpkan agar yg berduka cita tdk terlalu bersedih ato menderita,artix hnya sebgi kata2 penghibur.krn mrka jg cm ykn klo hidup ini cm 1x jd tentux klo dh meninggal pastilh dsna tmpx.berbeda dg agama buddha yg percaya akan punarbava jd klo meninggal pasti akan lahir kembali ke tempat yg sesuai dgn perbuatanx ato kammax.thank's.

27. Apa benar kalimat Duka-Cita spt; Tuhan/Allah telah mengambil kembali, Dia telah kembali kpd Tuhan/Allah Bapak di surga, smg dia diterima disisi-Nya (kanan-kiri), smg amal Ibadahnya diterima oleh Tuhan/Allah, Smg dosanya diampuni oleh Tuhan/Allah.
* kalimat diatas yg manapun .. tiada yg salah...

28. Bagaimana menurut anda yg benar? ( benar tuk saya... blom tentu benar tuk yg lain
* semoga perbuatan baik dia selama di dunia... yg ia bawa kesana.

29. Sebab musabab yg saling bergantungan,adalah
suatu proses yg tdk terputus.Dlm proses ini
tak ada yg tetap,
melainkan seluruhnya
berada dlm suatu putaran.
Ini merupakan timbulnya
keadaan yg selalu berubah
bergantung kondisi serupa
yg cepat berlalu.Jadi tdk
ada kematian ataupun
kehidupan yg mutlak,
yg ada hanya fenomena kosong yg berputar.

HUKUM DHAMMA TIDAK
MEMBERATKAN JUGA
TIDAK MERINGANKAN.
SEMUA ADALAH PEMILIK
PERBUATAN.JASA KEBAJIKANLAH YG AKAN
MENENTUKAN KEHIDUPAN
SEKARANG MAUPUN
KEHIDUPAN YG AKAN DATANG.

NAMO BUDDHAYA
SALAM METTA.

30. Selamat pagi bhante,menurut pandangan saya yang masih bodoh:Kata-kata itu diucapkan lebih cocok untuk menghibur keluarga yang hidup bukan untuk yg meninggal,kalau kita umat buddha biasa ya,Sabbe sankhara anica,segala sesuatu yang terbentuk dari paduan unsur2 tidak kekal dan semoga jasa2 ini melimpah kepada sanak keluarga yg telah meninggal,semoga mereka berbahagia..terima kasih bhante..

31. jika kita mengucapkan kt2 diatas dg maksud untuk menghibur mereka yg ditinggalkan apa itu salah?
TUHAN yang kita yakini tidak dpt dibuktikan kebenarannya,apakah PUNARBHAVA dapat dibuktikan kebenarannya?
apa pernah ada bukti hidup yang menyatakan bahwa dia dulunya hidup sebagai...
selama ini qt hanya pernah mendengar&membaca cerita tanpa pernah bs membuktikan kebenarannya.

32. Met pg Namo Buddhaya,bhante...pertnyaan tsbt diatas benar at tdk nya tergantung pd anggapan d persepsi msing2 agama .Beda agama pasti berbeda pula pandangan d ajaran.Selama pandangan agm tsb menujuh kesuatu pengharapan yg baik,bukan kah tdk jd masalah.Trims.

33. Atur pambagyo; menghibur orang yang sedang berduka memang harus dengan kata-kata yang manis dan mendidik, seperti ketika Sujata menggendong bayinya kehadapan Buddha untuk minta dihidupkan, Buddha mengatakan bayimu bisa hidup kembali, tetapi kamu harus mencari segenggam biji lada dari keluarga yang belum pernah ditinggalkan sanak keluarganya. Setelah mencari, Sujata tidak menemukan satu pun keluarga yang belum pernah ditinggalkan oleh sanak keluarganya.Makaten nuwun.


34.Kalau hukum tumimbal lahir tidak dapat dibuktikan kebenarannya,tidak mungkin kita dilahirkan sekarang dalam kondisi berbeda,kenapa ada yg dilahirkan,cantik,ganteng,kaya,miskin,jelek,cacat,apa kondisi itu Tuhan yang buat begitu?kalau Tuhan maha sempurna,kenapa Tuhan tidak menciptakan yang sempurna,kalau yg cacat,miskin,jelek,protesnya ama siapa?sebuah doa,tentu tidak pernah salah,selama orang berdoa dengan pikiran yang baik,apakah itu untuk yg hidup maupun yg meninggal,masalah doa itu mau dikabulkan atau tidak,kembali kepada karma masing2,atau kembali kepada Tuhan,menurut kepercayaan yg lain..

35. Selamat pagi, namo buddhaya. Kalimat tersebut cocok buat penganutnya tetapi tidak menurut pola pikir buddhis, jadi ungkapan rasa turut berduka cita yang cocok menurut buddhis yaitu "sabbe sankkhara anicca, semoga dengan kebajikan yang telah kita dan almarhum lakukan dapat mengantarkan almarhum untuk terlahir di alam yang berbahagia. Sadhu...sadhu...sadhu.


36. kalo menurut agama buddha seseorang yg meninggal itu disebabkan oleh karmanya... dan sesudah meninggal seseorang itu tidak berada di samping tuhan/allah tetapi langsung terlahir lagi di 31 alam kehidupan tergantung karma nya masing2. kalo dia berada di sisi tuhan/allah berapa luas tempat yg harus disediakan utk menampung semua mahkluk hidup yg meninggal dunia


37. Purwa carita melu kandha, kepercayaan hanya sebatas pikiran dan parasaan, pencerahan hasil pengetahuan, pembuktian, dan penyelidikan, beda laku beda temu, beda kontek beda teks. Syair Buddha paling indah; contoh; semoga dengan kekuatan kebajikan, semua makhluk turut bersukacita, semoga mereka bahagia (idam vo natthinam hotu sukhita hontu natthayo), semoga semua makhluk berbahagia (sabbe satta bhavantu sukhitatta). Pokoke di dunia ini tak ada kata seindah Sabda Buddha. Datang dan periksalah.

38. Umat Buddha tidak pernah berbicara tentang Tuhan,karena Tuhan tidak dapat dijangkau orang pikiran kita yang terbatas,Tuhan hanya dapat diraih oleh hati dan kesadaran,jadi umat Buddha hanya belajar tentang hukum2 keTuhanannya,yaitu Panca Niyama.

39. Yg saya tahu & pahami selama ini, "aku terlahir karna karma ku sendiri, aku mati karna karma ku sendiri". Jadi kalau kita mau masuk alam yg 'lebih baik' makah 'lebih juga perbuatan baiknya' . Selamat pagi Bhante namobuddhaya, dari saya dan keluarga.

40. Pagi lau se@ini menurt saya'..Ucapan yg guru tls sudah benar..Dan itu semua tergantung pd org yg mengucpkan nya(arti)

‎41. "Selamat Menempuh Hidup Baru", Kematian di Alam sekarang, adalah Kelahiran di Alam berikutnya, perihal kata2 tsb lebih menunjukkan tingkatan pemahaman ttg kematian yg ternyata berbeda-beda, dan hendaknya kita tetap hargai, mngkin bila berjodoh dgn Buddha Dhamma maka dpt memahami arti "Selamat Menempuh Hidup Baru" bagi yg sdh Meninggal.


42. Namo buddhaya. Ktka seseorg meninggal dunia,mrka segera membawa jasad tubuh keluar dr rmh,dn merentangkn jasad tsbt tinggi2 di udara,jasad tsbt di hadapkn ke langit,dn mrka meneriaki nama dr org yg meninggal tsbt,dn menunjukn dia jln ke surga,mrka percaya krna jasad tsbt menghadap ke langit yg meninggal dpt mlht ke langit dn ktka mrka meneriaki rohnya,secara otomatis,rohnya akn naik ke surga,apkh buddha (yg memiliki kekuatan supranormal) dpt membawa setiap org yg tlh meninggal dunia utk terlahir kembali di alam surga???...
Buddha berkata;
Andaikn seorg pria dtg menuju ke tepi danau yg sgt dlm,dn memegang sbh batu yg bsr yg berat di ke2 tgnnya,dn kmdian melemparnya ke tengah danau,skrg dikrnakn batunya mulai tenggelam ke dlm air,semua org ramai berdtgn dn berteriak pd batu tsbt,dn memuji batu itu,dn meminta batu tsbt utk mengapung di permukaan dn mengapung menuju tepian..andaikn seseorg tlh byk melkkn kjhtn,dia tlh membunuh,mencuri,berasusila,berbohong,dn sbginya,ktka dia meninggal dunia (dn kamma buruknya menarik dia kebwh), org ramai berdtgn dn meneriaki dia utk pergi dia ke surga; mgknkh ia dpt prgi kesana?....
Kmdian buddha berkata;
Andaikn seseorg lainnya dtg ke tepian danau yg dlm,dia mengambil secangkir minyak dn melemparkn secangkir minyak itu ketengah danau; cangkirnya akn tenggelam tetapi minyaknya krna ringan akn mengapung di permukaan,dikrnkn mykny mengapung di permukaan org berdtgan dn meneriaki myknya utk tenggelam ke dlm air,mgknkh myk tsbt dpt tenggelam?..
Dgn cara yg sama,andaikn seseorg tlh mlkkn byk kebajikn,tdk prnh melukai makhluk hdp,dn ktka saatnya tiba dia meninggal dunia,jika byk org berdtgn dn berteriak,dn mengutuknya pergi ke neraka,mgknkh ia dpt prgi ke neraka?...
Saddhu3x


43. Namaste..kl nurut sy lbh tepatnya kita tlah menyatu ke alam semesta kembali..kl dgn berlatih meditasi,lbh cepat lg menyatu..trm ksh

44. Benar apa yg di katakan oleh hengki, yg jadi pertanyaan apakah didalam agama hindu mengenal dngan adanya anica, dukkha, anata? Mohon penjelasan Y.M BHANTE. Omitohut.

45. betul bante,apa itu msk 8 jln kebenaran jg ya,mksh

46.yg benar n perlu diluruskan adlah persepsi nya.. walau kalimatnya nampak benar namun persepsi nyasalah, sama jg tidak berarti apa''
namaste..
salam kenal bhante..

47. Selamat pagi, namo buddhaya. Kalimat tersebut cocok buat penganutnya tetapi tidak menurut pola pikir buddhis, jadi ungkapan rasa turut berduka cita yang cocok menurut buddhis yaitu "sabbe sankkhara anicca, semoga dengan kebajikan yang telah kita dan almarhum lakukan dapat mengantarkan almarhum untuk terlahir di alam yang berbahagia. Sadhu...sadhu...sadhu.

48. Tidak benar. Mengapa? Karena jika Tuhan atau Sang Bhagava bisa memaafkannya,maka orang lain pun juga bisa,benar atau salah?
Kembali kepada Anda,pada saat kita membaca Paritta Pattidana atau Anumodana-Vidhi.Apakah diterima? Memang diterima,tetapi itu hanya untuk meringankan Karmanya.Bukan dosanya bisa dihapus atau segala macam.
Semua tergantung Karmanya,bukan tergantung kita..


49. Namaste Bhante : Betul3x bhante sama seperti yang telah ditulis di kitab dhammapada, “Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.”

“Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.”
Sabbe Satta Sabba Dukkha Phamvucantu, Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata... Semoga semua makhluk terbebas dari penderitaan, Semoga semua Makhluk berbahagia... Saddhu3x


50. Namo buddhaya bhante seperti nya lebih tepat dgn mengatakan terima lah ketidak kekalan ini...kt di persilakan memiliki segalanya namun harus siap kehilangan...sering mendengar Tuhan maha adil tp kalo ada org yg di cintai meninggal sering blg Tuhan tdk adil...ada jg yg blg Tuhan telah mengambilnya..sekejam itu kah Tuhan ..suka memisah kan org 2 yg berbahagia...sebaik nya kt harus hati2 dalam menggunakan kt Tuhan itu..amithofo.


52. disat kita mengatakan kata2 diatas itu salah maka sesungguhnya kita sudah melakukan kesalahan yg lebih besar karena suatu pengertian terkadang tdk bisa dikaji hanya dlm satu sudut pandang krn prinsip hidup tujuan dan keyakinan yg majemuk dl...m masyarakat kita menimbulkan cara pandang yg berbeda-beda pula, Maka sebaiknya kita menghargai inti daripada kata2 tersebut menyerapi makna dari kata2 tersebut selama maksud dan tujuan dari kata2 tersebut mengarah kepada hal kebaikan.Bukankah semua agama slalu mengajarkan tentang kebenaran yg bermuara pada kebaikan. Cobalah lihat bunga ditaman yg beraneka ragam warna sungguh indah mempesona bila dibanding setangkai bunga yg hyn satu warna dan sesungguhnya perbedaan itu akan sangat indah dlm mewarnai hidup ini tergantung bagaimana cara kita melihat,memandang dan menyikapinya hehehe....



Kesimpulan:
Teman-teman trimakasih atas komentarnya yang berharga sekali buat membuka wawasan dan cakrawala cara berpikir yang benar. Dengan cara berpikir yang benar, ucapan atau tulisan akan benar pula, lalu perbuatan akan mengikutinya. Kita saling tukar pikiran menggali dan mencari yang benar secara logika. Sebab, kalau cara berpikir tidak benar, ucapan atau tulisan pasti tidak benar, perbutan akan tidak benar pula.

Makanya, kejahatan, korupsi, perang di seantero dunia, pembantaian sesama manusia tidak pernah berakhir, karena awalnya cara berpikirnya yang tidak benar. Kalau yang tidak benar itu dibiarkan seperti pertanyaan diatas, berarti semua kejahatan, korupsi, perang pembantaian sesama manusia juga lebih baik biarkan saja. Untuk apa dibentuk satgas korupsi, satgas mafia hukum, satgas.. toh Tuhan/Allah akan mengampuninya, apa benar? Memang tidak mudah menyampaikan kebenaran universal.
Tapi setidknya kita sudah berusaha seperti satgas korupsi, satgas mafia hukum, dst.

Contoh; pak Susno Duaji saja seorang Jendral yang melaporkan kejahtan korupsi malah bisa dibuai, mengapa? Sebab, kebodohan batin atau kegelapan batin manusia itu sulit sekali dibuka/dicerahkan, namun pak Susno sdh membuat sejarah bangsa Indonesia yang melawan ketidak benaran atau melawan kejahtan. Inilah dunia kehidupan kita manusia yang bisa terbalik, yaitu kejahatan jadi menang, kebenaran di hancurkan.

Bhante bukan mau mencela atau melecehkan agma apapun, tp mari kita belajar kebenran universal, smg berguna, sadhu.

Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma dan semua makhluk yang telah meninggal, semoga mereka semua menerimanya, dan ikut berbahagia.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup bahagia.
Ven. SUdhammacaro.
Penyusun.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home