Fenomena Dhamma

Sunday, June 21, 2015

BROJOL EFEK Target PAJAK MAHAL & ber-LIPAT. Ekonomi LESU Rakyat Makin Sengsara-Derita, kl ente simpan uang deposito di Bank misal 10 juta bunganya cuman 7,5% per-TAHUN, tapi PAJAK-nya 20% ini GILA BENER LBH DARI Rentenir Lintah Darat-Lautan… Jadi, Rakyat ini sdh di-Peras sm Pajak terus Uangnya di TELEN and di RAMPOK sm BAJINGAN GENDEREWO yg Pake DASI spt SYETAN HITAM itu Gimana Tanggung Jawab Ente…







Pak JOKOWI & pak DIRJEN PAJAK Tlg baca Keluhan Rakyat Indon ini kan sdh di-Kejar2 bayar Pajak dari segala Penjuru meski ga besar mulai beli Air Aqua sdh di-Pajakin, Listrik, Air PDAM, PBB Pajak Bumi Bangunan, Tissu, Rokok, semua Makan-Minuman di Mall sdh di-Pajakin, kl ENTE Pak JOKOWI ke Rumah Makan cb Periksa Struk/Bon Pembayarannya disitu ditulis tambah PPN 10% padahal Makanan-Minuman sdh di-Pajakin dari Pabriknya jadi Dobel Pajak, Kendaraan Pajak 4-5 macam..

Coba kl ente pak JOKOWI simpan uang deposito di Bank missal 10 juta bunganya cuman 7,5%, tapi PAJAK-nya 20% ini GILA BENER LBH DARI Rentenir Lintah Darat-Lautan… Jadi, Rakyat ini sdh di-Peras sm Pajak terus Uangnya di TELEN and di RAMPOK sm BAJINGAN GENDEREWO yg Pake DASI spt SYETAN HITAM itu Gimana Tanggung Jawab Ente…

Kalau Warga dpt Hadiah Undian hrs Bayar PA JAK MAHAL 20% ini ANEH bin AJAIB.

Jalan Raya yg kita gunakan sdh di-Pajakin mulai dari Bayar Tol Naik terus...Dan masih banyak lagi Pajak yang tak Nampak Kasat Mata kita... Tolong Hitung berapa Ongkos Pajak Hidup satu orang se-Tahun...Nah, Uang Pajaknya itu di-Gunakan oleh para Genderewo yg Pake Dasi alis KORUPTOR-Plus Kejahatn jd GORILA & MONSTER di-Mana2, Fakta: BEGAL MOTOR & BEGAL KORUPTOR.....

maka, smp Kiamat INDON malah Tambah Ngancur2an... Apalagi segalanya beli ke Asing spt: Beras, Gula, Garam, Kedelai, Cabe, BBM milik Indon tp tdk Becus Kelola jd beli ke Singapura, Otomotif, Elektronik, hampir semua barang beli ke Luar Negeri, Indon belom mampu Kerja alias GA BECUS KERJA...

Uang yg di-Korupsi itu bisa men-Sejahterakan Rakyat kl bener2 di-Tangani dan di-Gunakan dg Benar. Namun, dasarnya ya.. itu tadi Orang Jiran Bilang Dasar Indon Turunan ROMUSA jadi Tetap sj maunya kembali ke-Akarnya Bangsa ROMUSA. Ngerti ga sih..Gara2 Pajak Mahal Kejahatn jd GORILA & MONSTER di-Mana2, Fakta: BEGAL MOTOR & BEGAL KORUPTOR...

Faktanya: Th 1945 smp Th 2015 Indon JAGO KORUPSI & JAGO NGUTANG 3000 Trilyun lbh ini di Tonton oleh Warga Dunia di Youtube & TV Globalisasi Rakyat tdk tahu2 tp jd BELEPOTAN dg Ulah para Pemimpin & Pejabat Indon krn BEGO BANGET KEBODOHAN-nya lalu Lepas Tangan Pensiun... Rakyat Miskin yg lbh men-DERITA Akibatnya.

FAKTA-nya: Nilai Uang AMBROL Rp13,000/ Dolar AS dari Rp2000/ dolar AS. Bnyak Harga Barang Naik Ke Langit Tujuh banyak bahan Makanan Impor dst... Tdk Becus Kerja mau jd Pemimpin & Pejabat tp Ngeyel mau jd Pemimpin & Pejabat, Rakyat yg jd Menderita Akibatnya, mereka tdk Ngerti...

Bagus-nya SERAH-kan ke ASING saja yg jd PEMIMPIN & PEJABAT Agar Indon pasti MAJU MAKMUR spt CHINA-JEPANG-KOREA-SINGPURA…


Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berupaya memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tidak kembali terperosok ke dalam jurang resesi, termasuk menahan jatuhnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin besar. Salah satu langkah dengan meningkatkan belanja pemerintah dan stimulus fiskal.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, resesi ekonomi di sebuah negara ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin menyusut atau mengalami perlambatan dalam jangka panjang. Konsumsi domestik melemah serta pertumbuhan ekspor negatif.

"Tren perlambatan ekonomi sudah terjadi sejak 2012, tapi realisasi di kuartal I 2015 sebesar 4,7 persen masih relatif tinggi dibanding negara lain yang perekonomiannya jauh lebih besar dari Indonesia," ucap Menkeu Bambang Brodjonegoro saat berbincang dengan Liputan6.com di kediamannya, Jakarta, beberapa hari lalu.

Pemerintah, imbuh Bambang, bekerja keras membalikkan tren pelemahan ekonomi menjadi perbaikan di tahun ini dengan memacu pengeluaran pemerintah dan memperkuat stimulus fiskal termasuk reformasi di sektor perpajakan.

"Dengan begitu, kita bisa mendapatkan penerimaan (negara) yang lebih baik dan punya ruang untuk melakukan stimulus fiskal lebih besar. Stimulus fiskal dan investasi pemerintah yang lebih besar akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bisa menghindarkan kita dari resesi. Kita upayakan jangan sampai terjadi (resesi)," terang dia.

Bagaimana langkah dan upaya pemerintah agar terhindar dari resesi ekonomi? Dan bagaimana 'jurus' Menkeu meredam gejolak rupiah? Simak selengkapnya wawancara khusus Menkeu Bambang PS Brodjonegoro yang dipandu Farhannisa Nasution dan Nurseffi Dwi 

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home