MENJADI UMAT BUDDHA YANG LEBIH BAIK dan SMART (CERDAS)KE-4.


Di Zaman Modern ini: Perbedaannya, kalau Umat Mahayana Praktik Dharma Kongkrit, tapi Umat Therawada Indon Cuma Teori Muluk Tinggi di-Angkasa. 

Menurut Pengamat: Perbandingannya UM dan UT, Jauh Api ke Panggang (Bumi-Langit), antara Umat Mahayana yg lbh suka Praktik Dharma Kongkrit yg pasti Berisi.

Sebaliknya, Umat Therawada Indon Hobi/ Gede Ngomong Doang isinya Kosong di-mana2 sukanya RIBUT Mlulu. 


Umat Therawada Baru baksos dikit aja Ngomongnya Gede disiarkan ke-mana2 malah rebutan Durian yg ga kebagian jd Ngomellll… Apa2an baksos macam tu…Malu2in.. Cuma SHOW aja…hi..hi..hi..

Umat Therawada kalau mau Baksos hrs belajar dan lihat dulu sama Relawan Tzu Chi kali…soal Sistem, Manajemen, dan Programnya yg Terencana, Rapih, Teratur, Disiplin dsb..  Gimana caranya yg bener2 baksos bantu warga miskin ato korban banjir, kebakaran dsb…bukan Baksos main2an..spt anak kecil (Umat Therawada). 

Semoga berguna untuk menambah Pengetahuan dan Wawasan Dharma.
Mohon Maaf bila ada yang salah dan tidak berkenan di-Hati anda. Sadhu.

Silahkan kl mau Komen yg JUJUR, benar dan berguna, terimakasih sadhu.


KOMENTAR:


1. Sy skrg penganut non sektarian (tdk mau terikat pada salah satu sekte) semua vihara sy kunjungi utk kebaktian, patidana acara2x hari besar agama Buddha krn dari sejak masa remaja sy sdh mengenal sekte Buddhayana semua komplit ada di dlmnya (Theravada, Mahayana & Tantryana), sy menulis di forum ini tdk berat atau condong pada salah satu sekte tapi berdasarkan kenyataan fakta di dlm kehidupan bermasyarakat.


2. terima kasih atas saran yg membangun sy. kritik agar umat2x Theravada dpt memperbaiki praktek dhamma secara langsung bkn hanya pintar, pandai & hebat dlm teori dllm praktek di kehidupan hanya NOL BESAR bisa mohon di perjelas,kenapa ini hanya ditujukan kepada salah 1 ajaran bhante? apakah hanya theravada yg umatnya seperti itu? apakah umat2 yg lain sprti mahayana tdk ada yg salah? karna bhante mengatakan seperti ini. Di Zaman Modern ini: Perbedaannya,kalau Umat Mahayana Praktik Dharma Kongkrit, tapi Umat Therawada Cuma Teori Muluk Tinggi di-Angkasa kalau umat mahayana Praktik dharma kongkrit. yah bagus skali dong kl semuanya prakteknya kongkrit. lalu "tapi Umat Therawada Cuma Teori Muluk Tinggi di-Angkasa" apakah semuanya sprti itu? terima kasih sedbelumnya.



3. @Feri Lie, Tie Tanoto & Tan Ruslan sy setuju sekali dgn pendapat2xnya hidup ini hrs sesuai dgn fakta kenyataan hidup janganlah hanya pintar, pandai & hebat dlm teori dhamma yg penting prakteknya. Bila pintar, pandai & hebat dlm teori dhamma tapi prakteknya hanya nol besar blh dikategorikan munafik.

Sekarang fenomena munafik yg sdh terjadi pada umat2x Theeavada mau mengikuti kursus dhamma hrs bayar sedangkan umat2x Mahayana & Buddhayana klo mengadakan kursus dhamma selalu gratis Bkn sy membanding2xkan & menonjolkan kehebatan umat Mahayana & Buddhayana, hal ini seharusnya jadi koreksi utk umat2x Theravada & organisasinya jangan hanya pintar berdebat dgn teori2x dhamma, sutta & abhidhamma.

tapi pelaksanaan serta prakteknya nol besar, bkhkah dhamma dana merupakan dana tertinggi nilainya? Mengapa kursus dhamma hrs bayar ? Apakah umat2x Theravada tdk mampu membiayai biaya kursus? Utk apa bangun vihara di India & Thailand a/n umat Theravada Indonesia sedangkan utk membiayai kursus tdk mampu.

Sy di forum ini sekedar mengetuk hati nurani umat2x Theravada supaya mau melihat kenyataan fakta yg ada di dlm kehidupan bermasyarakat yg dibutuhkan mempraktekkan dhamma langsung dlm kehidupan BUKAN TEORI.



4. maaf bante sebelumnya. Menurut saya STATMENT TERSEBUT SESAT! kenapa sy katakan sesat? itu statment yg universal tidak ada BUKTI KONKRIT yg Mengatakan bahwa TERAWADA LENIH BAIK ATAU MAHAYANA LEBIH BAIK bukannya agama atau aliran yg baik ADALAH ALIRAN YG MEMBUAT MANUSIA MENJADI BAIK DALAM MENJALANKAN HIDUP!? statment ini Menurut Pengamat: Perbandingannya UM dan UT, Jauh Api ke Panggang (Bumi-Langit), antara Umat Mahayana yg lbh suka Praktik Dharma Kongkrit yg pasti Berisi. ...

Sebaliknya, Umat Therawada Hobi/ Gede Ngomong Doang isinya Kosong di-mana2 sukanya RIBUT Mlulu. Umat Therawada Baru baksos dikit aja Ngomongnya Gede disiarkan ke-mana2 malah rebutan Durian yg ga kebagian jd Ngomellll… Apa2an baksos macam tu…Malu2in..Cuma SHOW aja…hi..hi..hi.. Umat Therawada kalau mau Baksos hrs belajar dan lihat dulu sama Relawan Tzu Chi kali…soal Sistem, Manajemen, dan Programnya yg Terencana, Rapih, Teratur, Disiplin dsb.. Gimana caranya yg bener2 baksos bantu warga miskin ato korban banjir, kebakaran dsb…bukan Baksos main2an..spt anak kecil (Umat Therawada).

ya ampun jika hal ini mmg terjadi bukannya ini adalah INDIVIDU? bukan ajarannya yg salah? bukannya hal ini hanya memicu perpecahan? ckckckckckck jika ini bhante yg mengeluarkan statment sy sungguh kaget. Sy di forum ini sekedar mengetuk hati nurani umat2x Theravada supaya mau melihat kenyataan fakta yg ada di dlm kehidupan bermasyarakat yg dibutuhkan mempraktekkan dhamma langsung dlm kehidupan BUKAN TEORI apakah perkataan ini malah menujkukkan ini seharusnya di tujukan kepada org yg mnembuat statment ini?

maaf bante kl sy salah berkata-kata,sy bukan org yg mendalami dharma tp sejauh pengamatan sy seharusnya statment ini tidak dikeluarkan. semoga semua mahluk hidup berbahagia.


5. (y) good statements .. sehingga umat juga sadar... dan saling belajar dari saudaranya..


6. Pertanyaan saya, apa motivasi YM bhante bikin status ini dan manfaatnya apa? Semoga saya di beri pencerahan.., Mohon YM Bhante sendiri yang menjawabnya? Terima kasih.


7.  "@Bhante Sudhammacaro: pengurus dan umat vihara mazhab Theravada Tanjungpinang tdk demikian sebagaimana Bhante katakan di atas, kebanyakan gak tapi individu2 mungkin ya!"


8. Teman2x dlm dhamma kenapa hrs takut dgn fakta kenyataan hidup memang demikian adanya, ada kritik yg membangun kenapa hrs dikategorikan memecah belah umat shrsnya umat Theravada menyadari kenyataan perilaku mereka seperti itu & mengambil sikap utk berubah dlm perilaku, tindak tanduk serta menghilangkan sifat arogan merasa dri mereka paling murni & paling suci dlm melaksanakan dhamma

Semua kritikan membangun janganlah dipandang rendah dianggap memecah belah umat justru perilaku umat Theravadalah yg menjurus ke perpecahan umat.

sy pernah berbincang ringan dgn teman2x sesama umat Buddha mengenai kunjungan ke kelenteng saat itu ada bbrp umat Theravada mengatakan jangan ke kelenteng krn dewa2x di kelenteng banyak.yg dari asura. Lalu, sy tanya dari mana kmu2x tahu klo dewa2x di kelenteng itu dari asura, mereka menjwb dari Bhante X jwb sehebat itukah mata batin Bhante Therawada X ? & sdh benarkah serta sdh sesuai dgn vinayakah seorang Bhante berbicara memojokkan umat yg ke kelenteng? Inilah kenyataan fakta bahwa umat Theravada saat ini terlalu fanatik sehingga sdh dibutakan keadaan mereka merasa Theravada the best one di dunia ini.
"Semoga Bhante Sudhammacaro mampir kesini dan mendapat 'pencerahan' setelah membaca tulisan ini...Sadhu". kurang tepat n kurang baik kiranya apabila seorang yang lebih mengerti dhamma akan tetapi berbicara tentang hal yang bisa memecah kerukunan intern..Mohon maaf bhante yg dimaksud dg praktek dhamma secara kongkrit itu apakah slh satunya membanggakan sekte sendiri & menjelekkan sekte lainnya. Setuju dengan Tux Tix ini akan memecah umat buddha. Apalagi seorang bhante kiranya lebih baiklah dlm menulis status.tks.


10.  Maaf sebelumnya Bhante,Sebagai pengayom umat beragama, menurut saya sebaiknya bhante tidak membanding-bandingkan antar umat, apalagi sesama umat Buddhis, topik diatas sudah mengarah ke percobaan perpacahan umat Buddha di Indonesia, tolong Bhante klarifikasi atas hal ini..Terimakasih. Betul.. Setuju bgt dgn agus sinyo rifiansyah...!


11. Mungkin lebih tepatnya bukan umat kali ya, tapi (maaf) Pengurusnya. Kalo itu saya setuju banget sama Bhante, karena seperti itulah pengalaman saya, saya melihat, mengalami dan merasakan sendiri hal itu. Saya juga pengurus organisasi, dan saya berusaha untuk tidak seperti yang dibicarakan Bhante. Terima kasih Bhante, ini adalah cambuk bagi kami untuk lebih baik lagi. karena bhante juga manusia, bisa sakit hati, bisa membenci, masih bisa salah. harap maklum. Wew..knp jdi bgni yah???budha mngjarkan cinta kasih..sperti ap pun qta hrus mmpunyai cnta kasih yg besar bkan ego yg besar...mski pn saia bkn pnganut k2 ny,tp saia prcya qta adlah satu...trima kasih..


12.Namo Buddaya, setahu saya ini Bhante copy paste dari postingan oknum umat yg mengkritik Theravada. Itu hanyalah persepsi pribadi salah satu umat, tidak mewakili Mahayana. Pintaku adalah baik Theravada, Mahayana maupun Tantrayana marilah kita bersatu karena saat ini kita semua masih mengakui Buddha yg sama, yaitu Buddha Gautama. Mengenai perbedaan yaa biarkan saja berbeda, karena dalam pernikahan saja juga menyatukan 2 insan yg berbeda, laki2 dan perempuan. Betul ?


13.Namo Buddhaya,bhante...sbnrnya semua yg melakukan baksos sama aj,baik itu o/umat mahayana ato teravadha...beda management yg trorganisir ato ga di lapangan baksos...kbtlan sy jg joint jd relwn tzu chi posko Binjai,Sumut,dan kami mmg sdh dilatih u/ikuti displin yayasn dlm tgkh laku keseharian...jd itu trgntg personal aj kl kerja di tim baksos...bs ga pelthn diri itu diterapkan di lapangan...gan en bhante...anumodhana...Buddha bless us...


itu bhante sepertinya lagi menguji bathin kalian . dan terbukti apapun sekte yg dianutnya umat buddha itu hanya telihat tenang dipermukaan tapi rapuh di dalam. 

- Tidak marah karena dihina dan dimarahi orang dan tidak merasa gembira karena dipuji orang, itu yang disebut sebagai “bathin tanpa kemelekatan”. -
( Kata Perenungan Master Cheng Yen )


14. Intinya,dimanapun kita melakukan kebajikan,diatasnamakan dr yayasan manapun,teori dhamma Buddha yg kita pelajari hrs diterapkan dlm keseharian,selalu rendah hati n waspada dlm tgkh laku sendiri,apalagi dipundak jg mengemban nama yayasan tsb...anumodhana_


15. Semua tergantung persepsi masing2, intinya bagaimana semua umat Buddha, apapun sekte maupun latar belakangnya, praktek yang membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi banyak makhluk adalah yang paling penting dan utama, Buddha mengajarkan agar kita senantiasa mendahulukan hal2 penting yang bermanfaat, Dharma tidak ada gunanya jika cuma diperdebatkan saja. ALL IS WELL.


16. Ibarat kasih sayang orang tua kpd anak nya , kasih Kritikan membangun dan perlu di renungkan oleh anak itu sndiri agar menjadi Lebih baik ... Sungguh luar biasa ..santai santai omithofo.


17. Bener tuh yg kt ac bhante Biasanya cuma copy trus dikirim ke yg laen biar yg laen jwb kiriman dr org yg tanya kalo bhante yg bener tulis mungkin lg kurang kerjaan jd jgn terprovokasi trus kalo yg t tersinggung yg m bangga n kalo sebaliknya bagaimana apa perlu di jdkan perbandingan? Yg memecah belah itu sebenarnya para .... jd jgn banding"kan bila ga menderita berpikirlah postif jgn dilewati.


18. Dåя̲̅i status bhante, maka terlihat sudah fakta2 kalo umat theravada memang cuma pinter teori dhamma, dikasih Ţªύ yang sebenarnya malah marah, bagaimana ªΰ maju dikritik begini saja sudah kebakaran jenggot, hihihihi…


19. seorang pertapa seharusnya lebih banyak bermeditasi, bukan mencari kelebihan dan kekurangan suatu organisasi.


20. @winata day: Îчα ak juga setuju komen kamu..tiap hari liat stat bhante koq kaya gitu..sebagai umat theravada ak ga tersinggung sedikitpun tp alangkah baikny sebagai pemuka agama tidak berkomentar yg sifatny bisa memprovokasi antar umat beragama... Semoga kita slalu berjalan dijalan dhamma..Sȃԃԃħǜ̥̊-̶̷̴̯͡({}) 
Amitofo..Apapun åg dtulis diatas hanyalah sebuah rangkaian kata.. Tidak trpengaruh oleh apa pun dan oleh siapa pun dan brpegang teguh pada dhamma..
Banyak aliran buddhis namun dhamma hny 1..
All is well.


21. Dosa terbesar dlm Buddhis ada 3, salah satu nya memecah belah Sangha, mari kita bersatu dan tunjukan kasih dalam agama Buddha, bukan saling mengkritik satu sama lain, karena perbuatan apapun yang kita tanam, buah itu pula yang akan kita trima. Anumodana.



maaf-maaf-maaf.dizaman sang buddha.guru agung kita,pernah juga ditanya/diajukan pertanyaan2,ttpi banyak juga yg tidak mau dijawab sm guru agung kita,krn itu tdk bermanfaat untuk kemajuan bhatin seseorg,misalnya asal mulanya karma,dan asal mulanya alam semesta.begitu CERDAS NYA GURU AGUNG KITA.kita pun juga sbagai muridnya juga hrs cerdas,klau ini tdk bermanfaat jgn DIKOMENTARIN SATU KATAPUN.kalau andaikata maupun ketiklah NO KOMENT.maka tdk akan ada perdebatan dan saling menghujat seminggu juga hilang. anumodana.


22.  @Lie Tjie Kiat setuju sekali klo memang tdk suka dgn kenyataan hidup fakta2x yg terjadi janganlah berkomentar ketiklah NO COMENT


23.  @kwanz Kwan,, hebat ya terawangan anda ,xixixixi...smoga saja UT,UM,UB atao umat2 laen bathin nya dpt berkembang di fb ini.. Santai2 omithof.


24. Kritik dapat menyadarkan manusia menuju perbaikan. Pujian dapat membuat terlena dan menghantarkan menuju pada kesombongan dan kehancuran.


25. theravada : terima kasih bhante, neh amplop dari umat theravada

bhante : ga usah, sumbangkan aja buat baksos

mahayana : terima kasih bhante, bisa minta nomor rekeningnya?

bhante : oh tentu... neh Bank BECA xxx xxx xxx x

maaf bhante, kritik dibalas dengan kritikan... ini hukum kama niyama.... hehehe..


26. Statement Bhante tdk sesat krn yg ditulis di statement sdh sesuai dgn fakta kenyataan di kehidupan masyarakat umum. Kenapa hrs takut & malu menghadapi kenyataan justru harus berterima kasih ada pihak yg mau memberi kritik agar umat2x Theravada dpt memperbaiki praktek dhamma secara langsung bkn hanya pintar, pandai & hebat dlm teori dllm praktek di kehidupan hanya NOL BESAR

Bila diberi kritikan janganlah mudah mengatakan seseorang sesat baca, teliti & renungkan kritikan tersebut klo berguna utk perkembangan batin pakailah, bila tdk bermanfaat buang saja di tong sampah

Sy tdk paham sutta & abhidhamma tapi dlm kehidupan lbh banyak mempraktekkan dhamma dlm kehidupan bermasyarakat contoh yg sdh sy jlnkan bbrp waktu lalu ada teman kurang mampu mau mengikuti kursus dhamma di vihara Theravada tdk punya biaya kursus langsung sy yg mendaftarkan & membayar biaya kursus

Sy menulis di forum ini berdasarkan pengalaman sy praktek dhamma secara langsung di dlm kehidupan bermayarakat & hall2x yg sdh terjadi di dlm kehidupan bermasyarakat

Saudara Agung Wijaya dlm berkomentar baca teliti dari awal hingga terakhir barulah menulis komentar.



27. terima kasih atas saran yg membangun sy.
kritik agar umat2x Theravada dpt memperbaiki praktek dhamma secara langsung bkn hanya pintar, pandai & hebat dlm teori dllm praktek di kehidupan hanya NOL BESAR

bisa mohon di perjelas,kenapa ini hanya ditujukan kepada salah 1 ajaran bhante?
apakah hanya theravada yg umatnya seperti itu?
apakah umat2 yg lain sprti mahayana tdk ada yg salah?

karna bhante mengatakan seperti ini.
Di Zaman Modern ini: Perbedaannya,kalau Umat Mahayana Praktik Dharma Kongkrit, tapi Umat Therawada Cuma Teori Muluk Tinggi di-Angkasa

kalau umat mahayana Praktik dharma kongkrit. yah bagus skali dong kl semuanya prakteknya kongkrit.

lalu "tapi Umat Therawada Cuma Teori Muluk Tinggi di-Angkasa"
apakah semuanya sprti itu?

terima kasih sedbelumnya.



28.  @ Agung Wijaya
Di dlm kehidupan bermasyarakat sdh sering kali dijumpai umat2x Theravada yg memiliki sikap yg seperti ditulis di forum ini, umat2x Theravada di salah satu vihara Theravada bahkan memojokkan utk tdk ke kelenteng krn menurut umat2x Theravada di dlm kelenteng dewa2xnya dari alam asura, sy menanyakan siapa & tahu dari mana klo dewa2xnya di kelenteng dari alam asura jwb umat Theravada menurut Bhante X seperti begitu, sy jwb kmbli sehebat itukah mata batin Bhante X tersebut ? & apakah sdh sesuai dgn vinaya Bhante X itu berbicara ? Umat2x Theravada dgn teorinya merasa yg paling hebat, paling suci & paling murni memberikan jwban ke sy.


Waktu itu sy tdk mau berdebat kuatir Bhante X tersebut malu krn jelas2x melanggar vinaya seorang Bhante tdk blh mempertontonkan kesaktiannya


Dgn fakta2x dlm kehidupan mayarakat umat Theravada selalu mau menang dlm berdebat2x dgn teori2x merasa yg paling suci, paling murni & paling benar dlm melaksanakan & mewarisi dhamma yg diajarkan Sang Buddha


Utk pelaksanaan umat2x Theravada praktek dhamma selalu NOL BESAR seperti contoh kursus dhamma hrs bayar di vihara Theravada sedangkan kursus dhamma di vihara Mahayana serta Buddhayana gratis bahkan disediakan snack 


Di vihara Mahayana & Buddhayana bisa gratis, dana dhamma selalu tersedia dari umat2x Mahayana & Buddhayana, inilah bentuk praktek langsung dlm kehidupan tdk perlu teori dhamma hebat seperti umat2x Theravada tapl hasilnya NOL BESAR shrsnya umat2x Theravada blh hebat dlm teori pelaksanaannya juga hebat 

Dana dhamma merupakan dana yg nilainya paling tinggi, kenapa umat2x Theravada sampai tdk bisa memberikan kursus dhamma gratis? Hebat diteori pelaksanaan praktek dhamma NOL BESAR.



30 @all .... Sorry y comment dikit, jgn saling menyalahkan atau mengkritik 1 sama lain, apa yg tertulis di state itu hanya sebuah kalimat, sebagai seorang umat Buddhis, kita harus lebih bijaksana z dlm menanggapi Hal ini, jgn mudah terkecoh, ingat apa yg pernah di ajarkan Sang Buddha??? " DAtang, Lihat dan Buktikan sendiri" 


Nah daripada kita semua merasa disalahkan atau dibenarkan, dihina atau di puji, kita bisa buktikan apa yg tertulis itu benar atau salah, caranya??? Kita dari aliran apapun, mau belajar tentang aliran diluar aliran yg kita anut, otomatis, kita SUDAH bs menebak apa yg tertulis di stts itu benar atau g, kl SUDAH mendapat jawabannya, y kita Jalani z mana yg membuat kita nyaman....gmn menurut kalian?bs membantu?



31. @agung wijaya,, Mohon maaf sblm nya, sy mencoba menjawab pertanyaan anda dari pemikiran sy sndiri , Coba anda lihat sejarah Sangha Theravada Indonesia (STI) yg di tulis oleh Bp Cornelis Wowor,MA ( dhammadesana.blogspot.com/2007/12/Sejarah-sangha-Theravada-Indonesia) Dan skr terbentuk lagi Sangha Theravada Thailand (STT) di indonesia , setau sy kedua2 nya aliran Theravada berasal Dari Thailand yg menjalankan ajaran Sang Buddha.


TETAPI mengapa seolah-olah tidak bisa bersatu ,skr Ada 2 organisasi Theravada di indo ? Anda cari sndiri jawaban nya ,hehehe... Tolong anda lihat profil biodata dari Y.M Bhikkhu Sudhammacaro Maha Thera, Beliau etnis Tionghoa Indonesia yg belajar agama buddha di Thailand dan di tabhiskan menjadi bhikkhu oleh Y.M Somdhet Phra Nanasamsara Sangharaja Thailand ( ketua Sangha Untuk Raja di Thailand) yg merupakan aliran Theravada, dan skr bhante tidak ikut ber Organisasi manapun baik di Theravada atao Organisasi budhis yg laen ( Krn faktor "U" ya bhante , ups sorry... kelepasan , hehehe) ,,,,


balik ke statement di fb bhante itu perlu direnungkan untuk perkembangan jaman dan kemajuan dari Organisasi Theravada itu sndiri,,,, krn Organisasi theravada (Petinggi2 Organisasi n umat theravada di dlm nya ribut2 mulu ttg teori dharma , ini yg benar itu yg paling benar , jd masi mementingkan ego nya masing2 , ya kaga ada selesainya).


 .....sedangkan organisasi Tzu chi Merupakan Organisasi budhis yg belum lama di indo, krn sistem ,management ,teratur, terencana, rapih, displin , bersifat universal Organisasi nya cepat berkembang di indonesia Dan seluruh negara ... Itu adalah fakta yg Ada...


Disini juga ada pesan moralnya " Ayooo bangun Theravada , Jangan tidur trus alias berdebat in soal teori Dharma,,, praktik Dharma yg kongkrit pasti lebih berisi , TOP BGT ..hehehe,


Mohon maaf bhante Dan saudara2 sedharma pabila Ada kata2 yg salah atao tidak berkenan...namanya juga baru belajar ttg dharma , hehehe... Santai santai omithofo.




@pencari dharma,, terima kasih atas infonya... Mgkn yg akan datang, ada lagi STV( Sangha Theravada Vietnam) di indo.

@Tan Ruslan blm terpantau krn blm ada Bhante Theravada yg datang dari Vietnam, di Vietnam 50% : 50% Theravada & Mahayana krn sy pernah berkunjung ke Ho Chi Minh city

STL ada kesempatan besar terbentuk krn Ketua Sangharaja Laos sdh pernah datang ke Indonesia, utk STC (Sangha Theravada Cambodia) lbh cepat terbentuknya krn sdh ada Bhante Cambodia yg mendpt beasiswa dari pemerintah Indonesia utk kuliah sastra & budaya Indoesia di Jkt, sy pernah ketemu Bhante2x Cambodia di saat acara Kathina di salah satu vihara di daerah seprong. Bahkan sejak kmrin ada 2 rombongan yg berbeda Sangharaja Cambodia dari Dhammayut & Mahanikai yg datang ke Jkt 



@metiko, STT itu bhikkhu2 dari thailand yg di gandeng walubi baru. dan sudah pasti STT itu sah karna walubi adalah kepanjangan tangan pemerintah. sejak walubi ditinggalkan ketiga organisasi sangha, walubi secara otomatis tidak lagi memiliki bhikkhu. walau walubi masih didukung sekitar 5 organisasi budhis tetapi tanpa adanya sangha walubi bagai macan ompong, namun walubi tidak kehilangan akal lalu menggandeng bhikkhu2 yg dari thailand, entah dengan cara apa mereka melakukannya apakah dengan mengimpornya langsung dari thailand hal ini juga masih belum jelas yg pastinya berita yg terdengar adalah munculnya perang dingin antara STI dan STT sehingga sangharaja thailand yg mendengar issue kedua "turunan"nya bertengkar mengirimkan langsung juru damainya untuk mendamaikan STI dan STT. 

demikianlah informasi yg saya dengar.

sedangkan Sangha Theravada Myanmar itu sepertinya itu cuma sebatas gosip karna saya sempat mengikuti kelas2 meditasi vipassana yg diadakan bhante gunasiri. dan beliau setau saya bukan hanya mengadakan retret di bacom puncak tapi diberbagai cetiya di jakarta. 
yg pernah saya ikuti di dua cetiya dari sekitar 4 atau 5 cetiya yg selalu rutin menyelenggarakan meditasi tsb setiap minggunya dan biasanya bhante gunasiri sendiri yg membimbing langsung meditasi bila beliau tidak ada halangan.

kabar terakhir yg saya dengar bhante gunasiri memang mengajak pemuda2 indonesia langsung ke malaysia untuk melatih diri sebagai samanera dan bila mereka sudah mantap mereka akan langsung ditasbihkan menjadi bhikkhu disana, dan setelah itu mereka kembali ke indonesia sudah berstatus bhikkhu. 

mudahnya penasbihan para bhikkhu di malaysia (biasanya cukup 1 bulan - 3 bulan menjadi samanera) adalah kemungkinan munculnya gosip Sangha Theravada Myanmar karna sangha di malaysia mengikuti silsilah sayadaw dari myanmar.

bandingkan dengan STI yg mensyaratkan sebelum jadi bhikkhu harus menjadi samanera sekitar 1 atau 2 tahun dulu. dan kemungkinan hal ini sangat tidak disukai kelompok dari STI karna STI memegang prinsip bhikkhu theravada yg sah di indonesia adalah bhikkhu yg diupasampada di STI. 

jadi walau sudah di upasampada di negara lain bila mereka ingin diakui sebagai bhikkhu dalam kelompok STI mereka harus menjalani upasampada ulang di STI, dan yg paling parahnya sekalipun bhikkhu tsb sudah lebih senior namun bila mereka setuju diupassampada ulang di STI mereka tetap menjadi bhikkhu junior karna masa vassa yg sudah dijalani sebelumnya tidak dianggap sama sekali, dan inilah bentuk2 arogansi STI yg paling kental dan kentara.

kembali ke bhante gunasiri yg digospkan mendirikan STM, setahu saya bhante gunasiri hanya tertarik melatih meditasi , dari yg saya dengar beliau memang menolak di ajak untuk bergabung dalam label independent tapi itu tidak berarti beliau ingin membentuk organisasi sendiri karna sampai saat ini masih belum ada pendeklarasian sangha theravada myanmar seperti issue yg berkembang.





Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Penyusun Ven.Sudhammacaro.



Comments

wayan sudarma said…
wah ternyata theravada seperti itu ya, untung saja saya tidak jadi umat theravada
andrew wijaya said…
Namo buddhaya teman2 sedharma..

Karena marah dan benci yg berawal dari nafsu keinginan ,lantas memfitnah, berbohong, berpikiran dengki, irihati, mencelakai orang lain, berbuat asusila itulah noda batin..

Jika kita sering membaca sutta, pasti pernah membaca sutta yg mengatakan "kita yg selalu berpersepsi sesuatu yg di luar diri ini ibarat orang yang terluka oleh panah beracun,orang ini sedang sekarat karena racun yg sedang menggerogoti tubuhnya. Seorang tabib ingin mencabut anak panah tsb dan mengobatinya, Namun si korban masih saja bodoh dengan berpikiran " aku tidak akan mau diobati sebelum aku tahu siapa orang yang memanahku, saya tdk mau diobati sebelum tahu dari kayu apa busur panah, anak panah ini di buat, dari suku apa org yg memanahku, siapa ayah ibunya, dari mana asalnya dll..
Org yg terluka ini takkan selamat, dan berakhir mati keracunan atau kehabisan darah.

Orang2 yg berpersepsi tentang hal2 yg berada di luar dirinya, bertanya2 apa gerangan terjadi di luar sana, tentang suatu ajaran, aliran agama,mengapa begini dan begitu, dll.

Pertanyaan2 tdk berguna yg berada di luar dhamma yg berguna hanya akan menuntunnya pada penderitaan.

Dia lupa dia sedang terluka, dia tidak melatih diri, menyucikan diri dari noda batin, sehingga dengan noda batinnya itu dia berpikiran, "orang ini bertindak tidak baik, dia pantas di hukum mati, atau mendapat hukuman." Dia mengatakan gosip yg tdk dilihatnya,didengarnya. Dia mengatakan apa yg di dengarnya, mengulanginya, yang menyebabkan perpecahan yang merugikan org lain. Atau pikiran lain yg di sebabkan noda batin, maka dia akan terlahir di alam rendah nantinya apabila dia tidak mau "dicabut anak panah beracun itu dan diobati".

Sebelum mengatakan sesuatu, ada baiknya dicaritahu kebnarannya, dan maanfaatnya.
Apabila itu benar namun tidak bermanfaat, sebaiknya tdk di katakan. Apabila itu bermanfaat namun tdk benar, sebaiknya tdk di katakan.
Apalagi kalau tdk benar dan tdk bermanfaat sebaiknya menjauhkan diri dari hal tsb.
Lakukan lah yg "benar" dan "bermanfaat".
Buddha sudah memberikan jalan mulia beruas 8 yg suci, patut di jalankan dan membawa pada kebahagiaan. Sebaiknya kita berlatih hal tersebut.

Sebaiknya umat Buddha mendalami dhamma, mempraktikkan dhamma, menyucikan hati dan pikiran agar terbebas dr noda batin sehingga dia terhindar dari malapetaka.

Jangan menyibukkan diri memperhatikan dhamma yg tdk berguna, perhatikanlah dhamma yg berguna untuk mendorong batin untuk menuju pencerahan. Jalankan sila, dan bermeditasilah agar tidak menyesal di kemudian hari.
Itulah ajaran para Buddha.

Popular posts from this blog

HUBUNGAN ANTAR SHIO JANGAN SALAH MEMILIH JODOH

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “

" NAMA-NAMA BUDDHIS "