Fenomena Dhamma

Friday, May 25, 2012

“ PUTUSAN YANG SALING BERTENTANGAN ANTARA PIKIRAN, PERASAAN DAN HATI NURANI, MANA YANG BENAR? “


DISKUSI DHARMA FACEBOOK.



Teman2 Dharma kl sempat silahkan simak pertanyaan dari Umat di bawah ini dan kasih komen.

Namo Buddhaya Bhante, saya mau bertanya lima soal (5 soal) sbb:

Soal ke- 2. 

Lalu, apabila saya akan mengambil suatu keputusan, lebih baik atas dasar yg mana antara Pikiran, Perasaan atau Hati Nurani, apabila ketiga-tiganya saling bertentangan ?

Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih.

Teman2 tlg ks koment yg benar dan berguna, sadhu.

Komen dari teman2 sdh benar dan bgs2.
Teman2 maaf kl komen bhante salah.  

Kesimpulan: Menurut sabda Buddha syair 1-2 pikiran pegang peran penting sebagai Pemimpin, pencipta, Arsitek hdp kita. Coba silahkan anda lht dlm Dhammapada dan renungkan dg benar. Artinya, proses Pancakkhadha atau 5 indera ini TETAP di pimpin oleh pikiran sebagai pengambil Kebijakan.

Namun, Pikiran orang awam ini juga msh dualisme, yaitu Pikiran Baik/ benar dan Pikiran Jahat. Bila Pikiran Jahat yg Kuat dan berkuasa sebagai Pemimpin/ Pencipta dst, maka Kebijakan tsb dampaknya Kejahatan. 

Sebaliknya, bila Pikiran Baik/ benar yg Kuat dan berkuasa sebagai Pemimpin/ Pencipta dst, maka Kebijakan tsb dampaknya Kebenaran dan Kebaikan, manfaat bagi orang lain.  

Satu2nya Jalan ialah dg latihan Meditasi agar memperoleh Kebijaksanaan (Pannya), hingga mampu melihat, menilai dan membedakan mana yg baik, benar dan berguna atau yg tdk berguna. Akhirnya, mampu menentukan Kebijakan yg benar dan berguna. 

Itulah sebabnya, INTISARI ajaran Guru Buddha adalah MEDITASI, dg alasan tsb diatas. Tanpa latihan Meditasi, manusia mudah terbawa oleh Pikiran Jahat dan tdk berguna. 

Yg seringkali di katakan: APA BEDANYA MANUSIA DG HEWAN? 

Silahkan anda tebak sendiri, MENGAPA?

Demikian pandangan bhante yg sederhana ini semoga berguna, utk menambah pengetahuan dan wawasan jd luas. Mohon maaf bila ada yg kurang berkenan dihati, dan terimakasih atas partisipasi teman2 dlm diksui ini.


Teman2 terimakasih atas dedikasi dan komen yg berguna.


1. selamat malam bhante dan teman teman. emmm susah yah pertanyaannya. pikiran berhubungan dengan hati dan perasaan deh , ya sebaiknya mengunakan hati dan perasaan, karena itu adalah kejujuran dalam diri dan paling bisa di percaya, hahaha. Keputusan ttg apa dulu nih?? Misal: Klo keputusan yg berkaitan dg masalah Cinta tentu akan berbeda ketika qta ingin memutuskan yg berkaitan misal dg Pkerjaan, atau dg kemanusiaan, dsb.



2. Keputusan diambil dari beberapa pertimbangan yg diciptakan pikiran yg didapat melalui pandangan pendengaran perasa penciuman mengirim pada perasaan, hati nurani netral .nanti proses karma yg mematangkannya bilamana kita mengambil. keputusan kita harus bisa menerima apapun yg terjadi jgn menjadi sesalan salam mudita.


3. Seblm mengambil suatu keputusan sebaiknya ϑî amati, ϑî cermati Đăň ϑî analisa dulu kemudian baru mengambil kesimpulan seblm memutuskan suatu tindakan/ keputusan. Berusahalah untuk berpikir ke arah yg positif seblm menyimpulkan, agar supaya kekuatan positif dari pikiran dpt membawa dampak yg positif pula pada keputusan kita.



Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga sem
ua makhluk hidup berbahagia.
Penyusun Ven.Sudhammacaro.


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home