Fenomena Dhamma

Thursday, June 02, 2016

Mungkinkah Captain America Ada di Kehidupan Nyata? (Foto: Movie Web)-Kustin Ayuwuragil Desmuflihah-Jurnalis. JAKARTA – Demam karakter film Captain America mungkin membuat Anda bertanya-tanya mungkinkah seseorang seperti Kapten Steve Rogers ada di dunia nyata? Jika mutan ternyata benar ada, bagaimana dengan sang kapten?




Mungkinkah Captain America Ada di Kehidupan Nyata?

Mungkinkah Captain America Ada di Kehidupan Nyata?
Seperti diketahui, Steve Rogers memiliki kekuatan sangat kuat meski awalnya dia dinilai tidak cukup digdaya sebagai tentara AS pada 1940. Dia kemudian dipaparkan pada sinar gamma dan formula spesial yang membuatnya sangat kuat.

Rogers akhirnya tak lekang dimakan waktu dan menjadi salah satu Winter Soldiers dengan kekuatan, kecepatan dan daya tahan tubuh melebihi manusia biasa.

Sayangnya, ilmuwan tidak bisa mengejar imajinasi Marvel karena proses pembuatan formulasinya yang panjang. Belum lagi, mereka harus menghadapi etik, dan hukum alam yang paling fundamental untuk membangun serum khusus. Namun, jika tak ada etis, ilmuwan sebenarnya mungkin membuat tentara super seperti Winter Soldiers.

Kebanyakan obat peningkat kinerja, seperti steroid anabolik dan hormon pertumbuhan manusia dikembangkan untuk mengobati pertumbuhan terhambat dan penyusutan otot terkait dengan AIDS dan beberapa jenis kanker. Karena efek anabolik mereka, atlet yang kurang memperhatikan etis dan tubuh mulai menggunakan obat ini untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot.

Asteroid anabolik meningkatkan produksi protein di otot rangka, serta menghambat efek kortisol pada jaringan otot, meningkatkan pembangunan kembali otot setelah latihan dan waktu pemulihan. Mereka juga merangsang pertumbuhan tulang dan membentuk kembali tulang yang menjelaskan perubahan keseluruhan tubuh Captain America serta kekuatan supernya.

Ketahanan fisik dapat secara artifisial ditingkatkan dengan meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia dalam sel-sel, yang dikenal sebagai doping darah. Yang pertama adalah dengan menggunakan Erythropoietin (EPO), suatu hormon yang merangsang produksi sel-sel darah merah dalam menanggapi hipoksia, dan faktor hipoksia diinduksi (HIF) stabilizer, yang mengaktifkan EPO.
Mereka diproduksi oleh tubuh, tetapi telah dikembangkan sebagai obat untuk mengobati anemia yang disebabkan oleh penyakit ginjal kronis dan beberapa terapi kanker.

Yang kedua adalah transfusi darah, di mana sel-sel darah merah yang diambil dari tubuh diperkenalkan kembali sebelum aktivitas-daya tahan tinggi, meningkatkan jumlah sel darah merah tanpa menggunakan obat-obatan.

Kendati demikian, cara-cara di atas hanya bisa dilakukan dalam waktu yang bersifat sementara. Terlalu sering menggunakan doping berakibat buruk seperti pembesaran lapisan jaringan payudara, atrofi testis, dan mengurangi jumlah sperma.

Sementara itu, terlalu sering menggunakan EPO dapat membuat Anda kehabisan uang karena harganya yang sangat mahal. Dia juga telah dikaitkan dengan efek pada plastisitas sinaptik, konektivitas neuron, dan jaringan saraf yang berhubungan dengan memori.

Juga, sulit untuk membayangkan bahwa sementara diberi misi SHIELD, Cap harus menyempatkan diri untuk transfusi darah demi mengantisipasi perkelahian dengan Winter Soldier lainnya. Demikian seperti dilansir dari RSB, Selasa (30/5/2016).
(kem)