Fenomena Dhamma

Friday, July 03, 2015

No 1 HORE…Fakta: Dasar BEGO BANGET si-BROJOL [Menkeu] bikin Aturan Target PAJAK Mahal & ber-Lipat, merugikan semua Rakyat & Pengusaha, gimana INDON bs Maju.. Huahaha…





Produsen Mengeluhkan Lebih Mahal Ponsel Lokal Ketimbang Impor.
Zulfi Suhendra – detikinet-Kamis, 25/06/2015 13:49 WIB
Jakarta - Produsen ponsel di dalam negeri mengakui, ongkos produksi ponsel di Indonesia justru lebih mahal daripada mengimpor ponsel secara langsung. Alasannya, produsen dikenakan pajak saat mengimpor komponen, sedangkan impor ponsel tak dikenakan pajak.

Oppo adalah salah satu pabrikan ponsel smartphone yang sudah membangun pabriknya di Tangerang. Oppo sendiri belum secara massif memproduksi ponsel, karena saat ini, pihaknya masih dalam tahap uji produksi.

Meski begitu, Oppo mengakui ponsel yang diproduksi di Indonesia justru lebih mahal dibanding saat pihaknya mengimpor ponsel secara utuh dari negara luar.

"Itu memang benar. Karena impor ponsel itu pajaknya nol persen, kalau impor komponen kenanya per komponen," tutur Media Engagement Oppo‎ Indonesia, Aryo Meidianto, kala berbincang dengan detikFinance, Kamis (25/6/2015).

Pasalnya, belum banyak komponen yang sudah bisa didapatkan dari dalam negeri, oleh karena itu produsen terpaksa harus mengimpor. Oppo sendiri, lanjut Aryo, sudah menerapkan 20% tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang berupa tenaga kerja, kardus, service center, dan lainnya.

Komponen-komponen penting lainnya masih harus diimpor. Itu yang menyebabkan ongkos produksi lebih mahal, karena impor komponen dikenakan bea masuk.

"Kalau komponen per part kena pajak, 1,2,3 itu kan repot. Jatuhnya jadi lebih besar," tuturnya.

 


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home