Topik Pattidana masih Simpang- Siur jadi Polemik, berikut Pertanyaan dibawah Muncul Merujuk ke Soal “PATTIDANA”.


Diskusi Dharma Facebook- Seri ke-2.



Nanya Pak Bhante.
1 a. Bila gue melimpahkan karma baik utk leluhur, lalu gue akan mendapatkan apa?
2 b. Bila bisa melimpahkan karma baik, apakah berarti gue juga bisa melimpahkan karma buruk?
1 c. Apakah Pattidana = Pelimpahan Jasa.
2 d. Hanya berandai2 saja. Gue kira wajar kalau gue bertanya, bila bisa melimpahkan karma baik berarti sangat mungkin melimpahkan karma buruk.

Silahkan Teman2 ks koment yg benar dan berguna, sadhu.



Teman2 Dharma, met pagi…
Berhubung sebagian sudah dijawab oleh Master Handy Prazt, maka pak bhante hanya akan menjawab yg urgent dan melengkapi dari sisi Pattidana = Pelimpahan Jasa yg msh dianggap Pelik dan Meragukan.

Sebelum menjelaskan lbh lanjut perlu diketahui, bahwa Pattidana itu ada Riwayatnya (asal usul), secara singkat saja; Bermula dari Raja Bimbisara mempersembahkan Pembangunan Wihara utk para Bhikkhu yg di pimpin oleh Guru Buddha. Ketika selesai pulang ke Istana, pada malam hari banyak Makhluk Halus datang mengganggu dg suara gaduh di jendela dsb. Saat itulah Raja Bimbisara ketakutan, esoknya menghadap Guru Buddha utk mohon penjelasan, apa sebabnya banyak Makhluk Halus datang mengganggu.

Guru Buddha menerangkan bahwa Makhluk Halus tsb adalah saudara dan family Raja Bimbisara dlm kehidupan yg lalu (ribuan tahun yg lalu), akibat Karma Buruknya mereka terlahir di alam Petta. Makhluk Halus itu sdh lama mengikuti Raja Bimbisara utk minta tolong. Saat Raja Bimbisara sdh mempersembahkan Pembangunan Wihara…mereka (petta2) menunggu PELIMPAHAN JASA utk mereka agar bisa segera bebas dari alam Petta dan pindah ke alam Dewa atau alam Manusia. Namun, krn tdk mengertinya Raja Bimbisara diam saja.

Setelah Guru Buddha memberi intruksi caranya agar Raja Bimbisara melakukan Pelimpahan Jasa kpd Mahkluk Petta tsb baru saat itu Raja Bimbisara ikuti caranya Pelimpahan Jasa.  Usai Raja Bimbisara Pelimpahan Jasa para mahkluk Petta itu langsung mengucapkan SADHU (terimakasih) dan menghilang dan pindah ke alam Dewa.

Yang dimaksud ‘Jasa’ disini ialah Raja Bimbisara mempersembahkan Pembangunan Wihara utk para Bhikkhu yg di pimpin oleh Guru Buddha, yg kl saat ini bila dihitung nilainya sekian Miliar rupiah. 

Rupanya berkat dorongan Kemampuan Batin Guru Buddha Pelimpahan Jasa dari Raja Bimbisara hingga sukses. Peran Guru Buddha sangat signifikan dlm hal ini.


Jawab: no 1a. Otomatis dpt Karma Baik lagi, alasannya krn anda sdh berbuat baik dg melimpahkan Jasa Baik tentunya, apalagi kpd Leluhur.
.
1 c. Apakah Pattidana = Pelimpahan Jasa? blh dibilang spt itu, yg menjadi soal ialah Bahasa Indonesia spt itu. Atau; Mengirimkan Jasa/ Dana/ Karma Baik.

Jawab: no 2 b dan 2,  isinya sama. Tidak bisa/ tdk bermanfaat. Alasannya, krn yg dibutuhkan Karma Baik/ Jasa Baik.  Andai Karma Buruk bisa dilimpahkan, kira2 akibatnya bertambah Buruk, bukan bertambah baik, atau pasti makhluk Peta yg Menderita tdk bisa bebas dari Penderitaan. Sebab, makhluk Peta dlm sikon Penderitaan dan mereka butuh bebas dari Derita. Maka yg dibutuhkan Jasa/ Karma Baik bukan Jasa/ Karma Buruk. Ibarat Orang Sakit pasti butuh Obat agar sembuh dari Sakit/ Bebas dari Sakit (derita).

Perumpaannya begini; andaikata anda mau memberikan sesuatu kpd Ortu atau Leluhur yg msh hidup dan amat berjasa kpd anda, misalnya memberikan makanan, apakah makanan tsb yg basi atau kotor, buruk/ busuk dst.. Apakah anda begitu TEGA-nya memberikan makanan/ barang yg basi, kotor/ busuk utk membalas Budi Jasa kpd Ortu/ Leluhur?

Analogi ke-dua, andai Ortu/ Leluhur anda di Penjara misalnya.krn akibat Kejahatan. Apa yg akan anda lakukan utk menolong Ortu/ Leluhur dlm penjara?
Apakah anda begitu TEGA-nya memberikan makanan/ barang yg basi, kotor/ busuk utk membalas Budi Jasa kpd Ortu/ Leluhur?

Yang benar ialah, kita sebagai anak/ cucunya hrs menolong Ortu/ Leluhur anda yg di Penjara misalnya krn akibat Kejahatan dg cara menebus pake UANG (Jasa Baik) agar terbebas dari Derita di Penjara.

Menebus pake UANG tsb sama Istilahnya dg PELIMPAHAN JASA BAIK/ Karma Baik kpd Ortu/ Leluhur yg sdh meninggal.


Demikian pandangan bhante yg sederhana ini semoga berguna, utk menambah pengetahuan dan wawasan jd luas. Mohon maaf bila ada yg kurang berkenan dihati, dan terimakasih atas partisipasi teman2 dlm diksui ini.


Teman2 terimakasih atas dedikasi dan komen yg berguna.


1. Pattidana Upacara Pattidana adalah Upacara pelimpahan jasa, baik yang ditujukan secara perorangan, seperti kepada para mendiang sanak keluarga terdekat maupun kepada semua makhluk yang tidak tampak yang menderita.
Tujuan dilaksanakannya upacara ini adalah: agar jasa yang kita limpahkan dapat memperingan penderitaan mereka mengingatkan kepada kita bahwa kematian akan menimpa siapa saja mengingatkan kita akan jasa-jasa baik yang pernah dilakukan oleh mendiang Dengan demikian, keyakinan kita kepada Sang Tiratana akan lebih teguh. Bentuk upacara pattidana diselaraskan dengan kebiasaan dan tradisi setempat, tanpa disertai sesaji dalam bentuk makanan atau daging yang berasal dari hewan yang sengaja dibunuh untuk upacara tersebut.

Dalam Kitab Suci tipitaka Pali, terdapat ajaran dan acuan pelimpahan jasa kepada sanak keluarga yang telah meninggal, sebagai perwujudan dari Brahmavihara. Upacara Pattidana tidak dinyatakan pada hari dan bulan tertentu, dengan demikian, upacara pelimpahan jasa kepada para leluhur dapat dilaksanakan kapan saja sesuai dengan tradisi dan kepercayaan yang ada dalam masyarakat.

Landasan Kitab Suci terhadap upacara pattidana terdapat dalam Sigalovada Sutta, Digha Nikaya III, 28; di mana dijelaskan kewajiban seorang anak kepada orang tua, yaitu salah satunya adalah mengatur upacara pelimpahan jasa kepada sanak keluarga yang telah meninggal. Tirokudda Sutta, Khuddaka Nikaya, Khuddaka Patha VII, di mana dijelaskan tentang manfaat perbuatan bajik dalam menyalurkan jasa kepada makhluk lain yang tidak tampak, yang mengalami penderitaan. Adapun Sutta, Gatha, Patha, yang dibaca dalam upacara pattidana adalah sebagai berikut: Namakara Patha Pubbabhaganamakara Saranagamana Patha Buddhanussati Dhammanussati Sanghanussati Saccakiriya Gatha Tilakkhanadi Gatha Tirokudda Sutta Pamsukula Gatha Ettavatatiadipattidana.



2. Namo Buddhaya Bhante...mohon ijin koment.Jika ada yg salah mohon koreksinya. Pattidana atw pelimpahan jasa...menurut saya kita melakukan perbuatan baik atas nama org lain/makhluk lain...Yg pernah saya dengar perbuatan baik yg bisa kita limpahkan hanya bisa dirasakan/diterima oleh makhluk yg blom terlahir dialam manusia. Prinsip krjnya saat kita melakukan perbuatan baik atas nama org lain/makhluk tsb akan merasa bahagia saat mengetahui bahwa perbuatan baik yg kita lakukan mengatas nama kan dirinya...Karena merasa bahagia jd penderitaan nya berkurang...jika dia akan terlahir kembali di alam lain maka dia akan terlahir di alam yg lebih bahagia. Klo kita melimpahkan kebaikan maka hasilnya kebahagian...jika melimpahkan keburukan maka hasilnya yah penderitaan... Hukum kamma sangat adil...dan tdk akan salah sasaran. Jika kita mkn(melakukan perbuatan baik/buruk) maka yg kenyang(terima hasilnya) kita..tdk mungkin org lain yg kenyang...org lain hanya senang mengetahui kita bahagia(kenyang).



3. Selamat pagi Bhante, ikut komen ya. Pattidana adalah suatu upacara pelimpahan jasa kebajikan yg kita lakukan dgn pikiran, ucapan n perbuatan baik kepada para Bhikku Sangha, orang yg membutuhan atau dgn fangsen adalah dgn membantu ortu, sanak saudara atau mahluk yg berhubungan karma dgn kita yg terlahir di alam pettavattu agar meringankan karma buruk yg dialaminya, dgn kebaikan yg kita lakukan n kita limpahkan kita mendapatkan karma baik yg berlipat tapi harus dilakukan dgn ketulusan, sebaliknya bila kita ingin menyalurkan pelimpahan karma burukpun bisa tapi apakah kita tega sampai hati melimpahkan karma buruk kita kepada mereka, sebagai contoh kita sebagai anak kalau sekolah diluar kota sianak berprilaku baik, belajar dgn baik, berkelakuan baik bila ortunya mendengar bahwa anaknya sekolah semua berjalan dgn lancar n baik pasti si ortu ikut bahagia, bila sebaliknya sianak malas, nakal pasti si ortu menderita nah tinggal kita saja punya niat yg bagaimana untuk membahagiakan ortu atau sanak saudara kita yg sdh meninggal..salam Metta...



4. pengertian pattidana adl melimpahkan jasa. jika kita melakukan pattidana maka yg harus kita lakukan adl berdana kepada orang yg menjalankan sila baik Bhikkhu or umat awam, selanjutnya baru kita melakukan pelimpahan jasa. jika kita melakukan pelimpahan jasa kita akan mendapatkan kamma baik karena sudah mengembangkan cinta kasih (metta), dan belas kasih (mudita),sedangkan yg kita limpahkan jasa akan mendapatkan kamma baik dari perasaan simpati (mudita) sehingga yg meninggal ini dapat jasa mealui rasa simpatinnya itu. kamma buruk gak bisa di limpahkan karena gak ada orang yg mau menerima keburukan. contoh jika anda saya caci maki & saya hina apakah anda mau menerima ? tidak bukan oki maka melimpahkan kamma buruk tidak bisa. kesalahan fatal yg di lakukan STI adalah klo bikin acara Pattidana malam2.sebenarnya yg benar bikinnya siang hari atau pada saat jam makan karena jika kita berorientasi pada sejarah pattidana yg di lakukan raja Bimbisara adalah siang hari karena kita bisa dana 4 kebutuhan pokok para Bhikkhu pada siang hari. kalo malam gak bisa kasi 4 kebutuhan pokok para bhikkhu karena bhikkhu gak mkn malam. supaya jelas baca pettavathu jilid satu tentang Tirokuddasutta thanks.


5. Hny sekedar menjwb pertnyan yg lain: Jika qta melimpahkan jasa kebajikan itu berarti qta menanam/menabur benih kebajikan, buah yg akan qta petik-pun jg buah dr kebajikan itu sndr Mnrt sutta yg prnh sy baca(non Teravada literature/sutta): Jika ada putra/putri yg masih menggingat para leluhurnya, melimpahkan jasa...maka jasa kebajikan nya akan belipat 3 1 bag utk para leluhur 2 bag utk pelaku kebajikan tsb Melimpahkan karma buruk, apakah yg dimaksud karma buruk qta bisa ditgg org lain? seperti apa pun yg kita tanam(baik/buruk) di ladang mana pun, itu pula lah yg akan qta tuai, bukan org lain yg menuai/menanggung. Semoga bermanfaat: Sabbe satta bhavantu sukkhitatta Sadhu3x. @sdri Meta Ratana; selama saya bbrp kali ikut acara PATTIDANA di vihara yg di Bina STI (Sangha THeravada Indonesia ).. Acara dilakukan tengah hari/siang. Biasanya setelah berdana Makan siang untuk Bihkhu Sangha. Jadi kurang Beralasan bila anda mengatakan kalo STI mengadakan Acara Pattidana di malam hari. Tolong di cek apa memang benar vihara yg anda maksud itu adalah vihara binaan STI(Sangha Theravada Indonesia). Sebelumnya mohon maaf n trima kasih..


6. Namo Buddhaya Bhante(Beranjali&,namaskara)_/\_ ikutan koment donk hehehe..sebagai seorg manusia yg berbudi sepatutnya kita byk berbuat kebajikan tuk melimpakan jasa2 kebajikan yg telah kita lakukan melalui pikiran,ucapan, dan tubuh jasmani ini tuk para leluhur kita. Tdk ada yg tau pelimpahan jasa2 yg kita lakukan ini diterima ato tdk kecuali (SammaSamBuDDHA ato seorg Arahat yg dpt mengetahuinya ). Tetapi sebagai seorg yg mempunyai Rasa Bakti ke Org tua/leluhur sepatutnya lah kita melakukan pelimpahan jasa. Bukan disaat mereka(org tua/leluhur) masi hidup didunia ini kita dpt menghormat/berbakti tetapi disaat mereka sudah meninggal/terlahir di alam lain kita berkewajiban menghormat/berbakti kpd org tua /leluhur, bukankah tanpa mereka kita pun tak akan ada di dunia ini. Sesuai Ajaran Sang Bhagava bahwa Menghormat kpd yg patut dihormati adalah Berkah Utama..tuk penjelasan yg berhub dgn Pattidana sy sependapat dgn sdr. Hendy Baktiar..trima kasi sdr Hendy Baktiar tuk penjelasannya yg cukup bagus n jelas..ANumodana.


7. Namo Buddhaya Bhante,izin turut sumbang pendapat, point 1.: Sang Buddha tidak pernah mengajarkan atau menganjurkan melimpahkan karma buruk,sekalipun berniat sy pikir juga tidak ada yg paham teknisnya,tidak dijelaskan dalam Tipittaka bagian manapun,dan memang merupakan salah satu dari kewajiban anak/keturunan pada orang tua atau leluhurnya yang telah meninggal yaitu berbuat baik atas nama orang tua atau leluhurnya untuk kemudian kebajikannya kita persembahkan dengan penuh bakti kepada leluhur. point 2.Leluhur & Orang tua kita,sedari kita baru terlahir di dunia ini jika diingat2 selalu memberikan yang ter-BAIK bagi anak2nya,perlindungan ter Baik selalu ada bagi kita anak2nya,menyuapi anaknya dengan makanan Ter Baik,jadi Bhante :) kami pasti selalu berusaha berbuat baik dan mempersembahkannya demi kebahagiaan diri sendiri dan para leluhur,sebagai wujud bakti kepada Leluhur dan Penghormatan kepada Tathagata :) Sadhu.



8. malam semuanya.. maaf sebelumnya.. pembelajaran saya masih dangkal..menurut saya.. kita semua adalah budha.. awalnya kita semua adalah budha..kita bisa lahir n terus lahir kembali di alam manusia ini..karena kita semua tersesat.. awalnya sebenarnya kita semua mempunyai misi yang sama di alam manusia ini.. tapi karena kita tersesat dengan kenikmatan duniawi..itulah yg membuat kita menderita..berputar terus dengan penderitaan yang kita ciptakan sendiri..coba deh baca kisah adam dan hawa..awalnya manusia tercipta..menurut saya itu bisa bisa buat pembelajaran juga.. coba tanyakan dengan hati nurani kita sendiri.. dari mana kita berasal? kenapa kita bisa terlahir jadi manusia? sebagai wanita ataupun pria? kenapa kita bisa mengenal Tuhan dan alam semesta semuanya..apakah kita mau terus berputar terus di dunia manusia ini? mohon maaf apabila pendapat saya tidak berkenan n salah.. mohon dibenarkan.. sabbe satta bhavantu sukhitata...


9. Menurut saya yg minim pengetahuan...*Pattidana adalah pelimpahan jasa baik yg kita perbuat kpd leluhur yg sdh meninggal dgn tujuan mengurangi karma buruk leluhur dan jg utk menambah karma baik kita. *karma baik atau buruk sama sekali tidak bisa dilimpahkan ke org lain.. Apakah anda tidak menolak jika seseorang memberikan sesuatu yang tidak anda ingini..lalu akan kembali kepada siapakah perberian yang ditolak..? begitu juga karma buruk..


10. Yg hanya bisa qta limpahkan adalah perbuatan baik saja.itupun tidak semua makhluk yg menderita bisa menerimanya.bila ia bisa berbahagia dengan perbuatan baik qta barulah bisa diterima.semuanya tergantung dari karma yg menerimanya.untuk melakukan pelimpahan jasa itu dilakukan upacara yg disebut pattidana secara theravada yg biasanya dilaksanakan setiap bulan tujuh imlek.paritta yg paling penting dan harus ada yaitu tirokudha sutta.sedangkan karma buruk ya hasilnya harus qta terima sendiri,mana ada yg mau menerima hasil yg jelek.kalo karma baik walau dilimpahkan tapi qta tetep menerima hasil baiknya.



11. Slamat pagi bt ... Salam Namaskara. Smoga bt sehat n bahagia selalu. Wah bgs sekali pertanyaan itu. Selm ini saya tk pernah berpikir apkh perbuatn buruk yg kt lakukn akn berdampak jg pd para leluhur kt. Yg saya pahami adlh bila kita membagi - melimpahkan - mengirimkn jasa2 dr perbuatan baik kt mk para mahkluk dialam tertentu sj dgn kekuatn yg mreka akn dpt menerimanya. Siapa tahu para leluhur kt terlahir disana n bagi mahkluk yg tk dpt menerima mk diharapkan para dewa memberitahkn brita baik ini kpd mreka shg para mahkluk dialam lainpun dpt turut berbahagia. Ini kl kt mau melimpahkn jasa lho .. Tp kl kt sdh berbuat baik tp tk dibagikn ataupn tk beri kbr pd siapapun mk para mahkluk yg lainpun tk kan mendptkan apa2 jg dr kt. Demikian jg pd perbuatan buruk yg kt lakukn bila tdk dilimpahkan - dibagikn pd mreka mk mrekapun tk akan dpt mengetahuinya n jikapun mreka tahu mk itu hny akan menambah penderitaan sjlah. Coba pikir sjlah disaat ini kt msh sbg manusia n punya orang tua n sanak sdr n tmn2 bila mreka tahu kl kita melakukn hal2 buruk pasti smua akan kecewa bersedih n tk suka ats perbuatn buruk tsb. Jd apa gunanya membagi hal2 buruk pd yg lain? Lbh baik membagi hal2 yg membw kebahagiaan sjlah yao.. Dgn harapan smua turut berbahagia deh.



12. Namo Buddhya Bhante, selamat pagi teman2 semua. Klu menurt saya bisa saja jk kita mau melimpahkan karma buruk. Tp semua pasti ada konsekuensinya. Contoh : jk kita melimpahkan karma baik berarti kita harus melakukan hal baik pula dan itu kita sudah mendapat 1 karma baik dan karma baik tsb kita limpahkan berarti kita sudah mendapat 2 karma baik, yg mendapat kan pelimpahan jasa kita menjadi bahagia berarti kita sudah mendapat 3 karma baik. Dan jk sebaliknya jk kita lngin melimpahkan karma buruk berarti kita harus melakukan hal buruk pula berart kita sudah punya 1karma buruk, dan melimpahkan karma buruk tsb, mak kita telah melakukan dan memiliki 2 karma buruk , membuat yg menerira menjadi susah/ tdk senang berarti kita tlah melakukan dan memiliki 3 karma buruk, dan jk karma buruk yg di limpahkan tdk di terima maka akan kembali pd kita berarti kita punya koleksi 4 karma buruk. Jd semua terserah sama diri kita sendiri. Perlu di ingat melimpahkan jasa/karma baik tidak akan membuat karma baik kita habis tetapi akan membuat karma baik kita menjadi lebih banyak, karna melimpahkan jasa jg merupahkan perbuatn baik. Begitu jg sebaliknya melimpahkan karma buruk tidak akan membuat karma buruk kita menjadi habis ttpi malah memperbanyak karma buruk kita karna melimpahkan karma buruk juga merupahkan bibit munculnya karma buruk kita.



13. sy setuju dgn bro loka vijayo...krn jg pernah mmbaca buku yg isinya begitu..dan dlm pemahaman sy pelimpahan jasa ato cau tu itu efeknya sangat kecil dr hasil perbuatan sendiri...dan jgn trlalu di lebih2kan dan jdkan lahan komersil...sbnrnya mnrt sy lakukan pratik kebajikan dr diri sendiri jg mrupakan pelimpahan jasa...contoh ada seorg yg lakukan kebajikan bangun jembatan...di mana org tsb kakeknya punya nama di daerahnya...hasil perbuatan nya di puji oleh warga stempat....warga stempat tentu mngatakan jembatan ini di bangun oleh cucu si A...ini mrupakan pelimpahan jasa jg...om mani pad me hum.


14. Gua limpahkan karma baik gue hari ini (ga termasuk semalam, kemaren dan esok hari) untuk Bhante Sudhammacaro karena telah memberi penjelasan yg panjang banget. Walaupun mungkin masih butuh perenungan mendalam selama beberapa kelahiran lagi bagi gue untuk dapat benar2 memahaminya.....Amin.
Eh.....Bisa melimpahkan karma baik utk yg masih hidup ga?



Zackty J Sadrakh Bhante..: bener gk nih.,orang yg jahat yg telah mati tuh..,dilahirkan lg jd binatang..?setau saya di ajaran agama budha bgtu =============== ========== =============== ============ ============= @Zackty, hehehe ... gak spt itulah. Kelahiran kembali (RE-BIRTH) normalnya dg kebaikan dan kejahatan yg umumnya dilakukan manusia ... akan menyebabkan kelahiran di alam manusia. Untuk orang2 dg dana/sedekah yg menonjol serta pengendalian diri dlm moralitas (SILA) yg terjaga dg baik, akan terlahir di alam surga. Kelahiran ke alam binatang, adalah akibat kekuatan kebodohan (MOHA) yg dilakukan terus menerus, tanpa diiringi kebajikan sama sekali. Dlm kisah Jataka, ada diceritakan ttg manusia yg terlahir ke alam binatang. Ada seorang kaya yg sangat pelit, memiliki banyak harta dan emas ... tapi dlm penggunaan hartanya sangat huemattt.

Untuk dirinya dan keluarganya sendiri ia menggunakan sangat minim ... boro2 membantu orang lain. Setiap hari, ia hanya menghitung berapa banyak hartanya bertambah ... lalu kembali menyimpannya. Masyarakat sekitar ... bahkan nggak ngeh, kalau keluarga ini kaya ... karena dari luar mereka mmg tampak biasa2 saja. Diceritakan .... setelah kematian si kaya pelit ini .... terlahir sbg ular yg menjaga gudang hartanya ... ketika ular ini terlihat oleh bekas keluarganya, diusir usir keluar gak mau2 ... sampai akhirnya dibunuh di gudang harta tsb.

Bhikkhu Ananda dlm 1 kehidupan lampau pernah melakukan sex salah dg menggauli banyak wanita2 yg telah bersuami dg teman2 belaiu saat itu ... dlm kisah jataka tsb diceritakan dlm kelahiran selanjutnya terlahir menjadi anjing yg dikebiri, menjadi gorila yg zakarnya digigit raja gorila, terlahir sbg wanita dlm beberapa kali kehidupan.
Untuk memahami bgmana manusia merosot menjadi binatang ... bisa dipelajari dg munculnya kesadaran ajal (CUTI CITTA). Ketika seorang akan meninggal ... pikiran, perasaan, ingatan dan kesadarannya akan makin melemah ... lalu kebiasaan2 sehari-hari, pola pikir yg dominan, hal2 yg paling berkesan ketika menjalani kehidupan akan mengambil peranan menjadi bayangan2 (NIMITTA) dlm kesadaran ajal tsb.
Dg paham ini, maka kebodohan dg mempelajari ilmu2 yg bisa mengubah diri jadi binatang (spt babi ngepet dll) serta melakukan sex dg binatang ... akan sangat mungkin menarik cuti citta nya menjadi kesadaran lahir (PATISANDHI WINNYANA) ke alam binatang .....



15. sy tambahi terpenting adlah liat perbuatan diri sendiri...mau sukses ato tidak hidup kita slalu ingat ortu...pernah sy baca kita bisa mncapai ke arahatan...pou sat...dewa...mk ortu kita jg mndapatkan kamma baiknya...om mani pad me hum. Kepada teman2 seDharmma, Mari kita bersikap lebih bijaksana! Klo menanyakan ke Anggota Sangha ada baiknya pakai bahasa yg baik mis: SAYA, AKU. Menghormati yang patuh dihormati itulah berkah yang termulia. Sadhu...3X


16. nah ini yang menarik buat saya > kemana setelah kita mati ? apa yg membuat kita mati ? apakah pahala yg lebih banyak atau lebih sedikit? yg di bawa bekal pahala , yg di tinggal anak dan saudara/teman tercinta , yg di dijasad kita adalah pahala yg selalu setia menemani walaupun sdh mati dia selalu mengikuti,,! perbanyak pahala sebelum kita mati , ingatlah hanya pahala yg menjadi teman/ penolong yg sejati selalu menemaniMu di surga atau di alam neraka nanti!



17. * bila melimpahkan karma baik,, saat annda meninggalkan dunia ini makan teman saudara anak dan cucu akan melimpahkan kebaikkan ke anda..... :)
* bila anda melimpahkan karma buruk tentunya akan mendapat pelimpahan yang buruk pula :) misalnya ana akan di sebut sepanjang masa keburukan anda darianak,cucu,cicit juga handai tolan.
* * Pattidana ~ pak banthe nanti yang akan menjelaskan dengan tepat
* * pertanyaan anda sangat bagus.... :)
Namo Buddhaya Bhante selamat pagi...... mari silahkan minum kopi dulu .... hihihiiii..



Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Penyusun Ven.Sudhammacaro.

Comments

Popular posts from this blog

HUBUNGAN ANTAR SHIO JANGAN SALAH MEMILIH JODOH

" NAMA-NAMA BUDDHIS "

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “