Innalilahi, Ibu Yuli Yang Mengaku Tidak Makan Dua Hari Akibat Wabah Corona Meninggal Dunia KOTA SERANG SENIN, 20 APRIL 2020 , 20:03:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN


Kemanusiaan Hancur Lebur Faktanya Ibu di Banten-Tangerang Meninggal krn Kelaparan RT & Warga tdk ada yg Bantu kasih Makan. Sempat Hanya Minum Air Selama Dua Hari, Yuli Akhirnya Meninggal. Redaksi | Senin, 20 April 2020


Innalilahi, Ibu Yuli Yang Mengaku Tidak Makan Dua Hari Akibat Wabah Corona Meninggal Dunia
Lurah Lontar Baru, Dede Sudrajat/RAG
RMOLBANTEN. Warga Kelurahan Lontar Baru, Yuli Nur Amelia (42) dikabarkan meninggal dunia. Almarhumah, sempat viral lantaran mengaku tidak makan selama dua hari akibat dampak wabah virus corona atau Covid 19.Baca: Cerita Keluarga Yuli Asal Kota Serang Tidak Makan Dua Hari Akibat Wabah Corona

Kabar tersebut terkonfirmasi Lurah Lontar Baru, Dede Sudrajat. Menurutnya, pihak kelurahan menerima informasi dari RT/ RW lingkungan Lontar Baru bahwa Warga linkungan Lontar Baru yang informasinya dua hari tidak makan dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 15:30 WIB.

Padahal, setelah viral di media sosial dan pemberitaan, bantuan terus berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, partai politik hingga relawan.

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya ibu Yuli. Mudah -mudahan keluarga di beri kekuatan dan yang meninggal kKhusnul khotimah," ujarnya saat ditemui di Kota Serang, Senin (20/4).

Mengenai penyebabnya meninggalnya, Dede belum mendapat informasi yang jelas dari dokter dari Puskesmas Singandaru. Yang pasti bukan akibat Covid-19.

"Saya kira bukan itu (karena lapar) penyebabnya, Alhamdulillah masih makan juga yah, informasi yang saya dapat itu bukan karena informasi dua hari tidak makan terus meninggal gitu yah itu perlu diklarifikasi tidak seperti itu sebenarnya," tuturnya.

Saat itu Almarhumah belum sempat melakukan pemeriksaan karena beliau begitu pingsan terus dibawa ke Puskesmas.

"Dari pihak puskesmas juga menyatakan lima menit sebelum nyampe sudah meninggal kemungkinan di jalan. Tapi yang jelas dokter dari Puskesmas Singandaru mengatakan bahwa ini bukan kasus Covid-19," ucapnya.

Dirinya juga menuturkan perihal bantuan sudah ada dari mana-mana termasuk dari Muspika, camat. Pihaknya juga mengaku sudah menegur pihak RT/RW. Tapi takdir berkata lain. [dzk]




Komentar

Postingan populer dari blog ini

" NAMA-NAMA BUDDHIS "

“大悲咒 | Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) & UM-MANI-PAD-ME-HUM”

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “