Fenomena Dhamma

Thursday, July 21, 2016

KIAMAT 29 JULI-2017, BENARKAH? AH..NGIBUL KALIII... NASA Benarkan Kutub Bumi Sedang Bergeser, 29 Juli Bakal Kiamat? Kamis, 21 Juli 2016 12:18- NASA Benarkan Kutub Bumi Sedang Bergeser, 29 Juli Bakal Kiamat? Ilustrasi hari kiamat © inquisitr.com







Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu kelompok End Times Propechies memposting sebuah video di Youtube yang bikin gempar banyak orang. Bagaimana nggak gempar, mereka mengklaim bahwa Bumi akan kiamat pada 29 Juli ini atau seminggu lagi. Apa itu benar?

End Times Propechies menggunakan teori bahwa pada hari itu, dua kutub Bumi yakni Kutub Selatan dan Kutub Utara bakal terbalik. Tak hanya itu saja, mereka mengklaim bahwa matahari akan padam dan semua bintang di luar angkasa bakal berjatuhan di Bumi. Pertanyaannya, apakah itu benar? Meskipun soal kiamat hanya Tuhan yang tahu, tapi NASA menyebut kalau kutub Bumi memang bergeser.


Kutub Utara dari luar angkasa-Jadi, beneran kiamat dong? Tenang, jangan khawatir dulu kalau kamu masih jomblo dan belum menikah. Karena para ilmuwan menjelaskan jika pergeseran kutub Bumi itu merupakan fenomena geomagnetik di mana Kutub Utara perlahan bergerak ke kutub magnetik utara karena pergeseran besi cair di inti Bumi.

Ilmuwan menyebut bahwa Bumi memang mengalami perputaran geomagnetik penuh setiap 780 ribu tahun. Bukannya bergeser secepat hatimu move on, kutub magnetik bergerak sangat pelan dan tercatat bahwa kutub sudah bergeser lebih dari 965 kilometer sejauh ini, seperti dilansir Inquisitr.

Kutub Selatan dari luar angkasa. Cantik kan? © fineartamerica.com


NASA menambahkan bahwa pada abad ke-20, kutub Bumi sudah bergeser sekitar 64,3 kilometer pertahun. Dan menurut penelitian mereka, pergerakan itu akan bertambah cepat antara 14 Juli - 19 Agustus sehingga besar kemungkinan itulah pemicu munculnya ramalan kiamat 29 Juli ini.

"Saat ini kutub Bumi memang mengalami geomagnetik tapi tak perlu panik karena penduduk Bumi sulit untuk melihatnya. Kondisi yang menyebut kalau kutub akan berbalik itu sepenuhnya tak dapat diprediksi. Sejauh ini tak ada catatan geologi yang menyebut bahwa Bumi akan kiamat dengan Kutub Utara dan Kutub Selatan yang berbalik. Meskipun nanti medan magnet Bumi akan melemah, atmosfer Bumi yang tebal mampu melindungi peradaban dari partikel Matahari. Satu-satunya efek fenomena ini adalah alat penunjuk arah atau kompas harus diperbaiki," jelas NASA. (inq/aia)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home