Fenomena Dhamma

Saturday, August 20, 2011

“ TUMOR OTAK MAU DI-OPERASI, MINTA TOLONG AMBIL PUTUSAN YANG TEPAT, TAKUT GAGAL OPERASI “



DISKUSI DHARMA FACEBOOK.

TEMAN2 MINGGU LALU BHANTE DIUNDANG UMAT MEDAN YG SAKIT TUMOR OTAK MINTA TLG UTK BERI PUTUSAN YG TEPAT, APA HARUS OPERASI TUMOR OTAKNYA ATAU TDK? DI OPERASI EFEKNYA KL SUKSES SELAMAT, TP KL GAGAL TUMORNYA JD GANAS ATAU BS GAME (MATI). MENURUT YG ANDA TAU GIMANA SECARA MEDIS, DAN APA YG HRS DILAKUKAN. KL DI LUAR MEDIS? OPERASI DI SINGAPURA BIAYA KR2 500 JUTA. TEMAN2 TLG KASIH KOMEN YG BENAR D BERGUNA SADHU.


Jawab: Teman2 maaf bhante tidak bisa komen, karena soal ini harus seorang dokter yang punya pengetahuan medis atau yang sudah belajar di jurusan Kedokteran seperti Sdr. Johanes Chandra Cht .


Waktu di undang ke Medan tsb, bhante hanya mampu mengajak Pasien Tumor Otak tsb untuk Latihan Meditasi. Yang diharapkan dengan Latihan Meditasi hasilnya akan memberi KETENANGAN PIKIRAN dan PERASAAN (BATIN). Dengan Pikiran dan Perasaan yang Tenang, Pasien memiliki BEKAL dalam menghadapi OPERASI TUMOR OTAK nanti. Hal ini amat penting bagi Pasien saat detik2 mau di operasi agar tidak PANIK, TAKUT, dsb.


Begitu datang ke Medan, setelah bincang2 Dharma dan nginap satu malam, besok paginya bhante dan Pasien serta Keluarganya diajak ke Bandung mencari tempat yang ideal untuk Latihan Meditasi.


Jadi, bhante ajak Pasien pergi ke dokter Tutun Mulyawan dari Bandung yang pernah menawarkan Villa kosong, yang boleh digunakan untuk bhante kalau ke Bandung.

Selama tiga hari kami di Bandung Latihan Meditasi mencari Ketenangan untuk Pasien tsb. Seperti foto2 yang ada di posting oleh dokter Tutun Mulyawan.

Semoga hasil dari Latihan Meditasi dapat menjadi bekal bagi Pasien dalam menjalani Operasi nanti tg 24-08-2011 Rabu sore waktu Singapura.


Tumor otak secara umum dapat terbagi menjadi Tumor otak primer yaitu Tumor yang berasal dari sel otak itu sendiri dan Tumor sekunder yang merupakan penyebaran dari tumor tempat lain. Jika menderita tumor sekunder maka sudah masuk ke tahap stadium akhir (stadium IV) yang secara statistik harapan hidupnya rendah(biasanya kurang dari 1 tahun), tetapi jika menderita Tumor primer, sangat tergantung kepada jenis dan stadiumnya.

Jika stadium 1- 2, biasanya masih mempunyai harapan untuk disembuhkan tetapi jika lebih lanjut memang menjadi lebih sulit. Akan tetapi tetap ada harapan untuk mengurangi gejala yang ada. Penderita Tumor umumnya memberi reaksi yang bervariasi mulai dari yang langsung menerima dan mengikuti program pengobatan sampai yang menolak bukan saja terhadap pengobatannya tapi juga tidak mau menerima kenyataan yang ada.

Dalam kasus demikian dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan jika perlu berkonsultasi dengan dokter ahli jiwa untuk menentukan langkah selanjutnya. Dengan menunda pengobatan tentunya akan lebih memperbesar gejala yang ada. Semoga dengan kesabaran dalam menemani dan memberikan pengertian akhirnya dapat dilakukan penanganan yang sesuai.


Namo Buddhaya, Prihatin memang, tapi utk menentukan tindakan haruslah yg bersangkutan & keluarganya. Sedangkan kita hanya mbantu mberi saran & semangat. Saran saya : 1. klau dibiarkan,tentunya penyakit tsb akan tambah parah & menggangu yg bersangkutan & keluarga (Jadi lebih baik di obati). 2. Usaha utk sembuh, termasuk dalam berbuat baik.(diharapkan berbuah kesembuhan atau meringankan penderitaan penderita) 3. Saran medis haruslah dari dokter atau ahlinya(kalau salah saran,bisa runyam) 4. Utk pengobatan coba saja hubungi Buddha Suci atau penggalangan dana.

5. Mencoba membahagiakan mahluk lain, semoga kebahagiaan mahluk lain mengurangi penderitaanya atau sembuh(Ada seorang Bhante pernah memberi saran kepada umatnya yg sedamg mengalami masalah utk berdana pada orang yg sangat miskin & memiliki bayi, semoga kebahagiaan melimpah dalam bentuk kesembuhan. Tetapi perlu diingat, didalam melakukan perbuatan tsb janganlah berfikiran bahwa sumbangan di berikan kepada orang miskin tsb agar memperoleh kesembuhan, tetapi sumbangan tsb diberikan utk kebahagian keluarga tsb). Demikian menurut saya Bhante, semoga kebahagiaan segera dating & penderitaan segera sirna Sadhu 3x



Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna.

1. Namo Budhaya, Met Pagi Bhante. Setahu saya tumor adalah sejenis dgn Kanker yaitu kelainan genetika sel, sumbernya dari infeksi, polusi, radiasi, genetika bawaan dari orang tua atau lain-lain. Jadi harus di angkat sampai bersih, kalau tidak nanti pasti berkembang lagi. Resikonya operasi tumor di otak bisa mengakibat cairan otak keluar, hal ini bisa menyebabkan gangguan kemampuan berpikir orang tsb.

Bahaya lain operasi otak adalah kematian karena menurut kedokteran kematian adalah kematian otak atau otak tidak bekerja lagi. Jadi kalaupun operasi itu berhasil pasti kemampuan berpikir orang tsb berkurang drastis. Tetapi kalau tidak diangkat ( Operasi) orang tsb akan sangat menderita karena rasa sakit kepala yang hebat, dan akhirnya pasti kematian juga. Menurut saya, kalau ada uang lebih baik dicoba saja operasi pengangkatan tumor.

Pengalaman adik sy yg jg sama2 kena tumor otak... Emang klo operasi...hasilnya fifty fifty...bsa sembuh... Bsa jg meninggal...ato klo ga meninggal bsa cacat... Krn di otak banyak sekali jaringan2 tubuh yg berpusat di otak..Nah... Adik sy ini memilih tdk operasi...

Hasilnya dr tau ada tumor sampai meninggal bsa bertahan 6 tahun... Smga share ini bermanfaat..


Kesimpulannya , kalau ada uang lebih baik dicoba saja operasi pengangkatan tumor. Kalau mengunakan terapi alternatif sangat sulit karena sudah mencapai stadium 3 , karena harus dilakukan oleh orang-orang yg mempunyai kemampuan transfer energi besar sekali dan mempunyai kemampuan mata batin guna melihat perkembangan tumor tsb secara waskita(batin).

Orang-orang yg mata batin belum terbuka mempunyai kemampuan energi kurang memadai untuk menyembuhkan penyakit kronis seperti kanker tumor stadium 2. Untuk menyembuhkan kanker / tumor stadium 2 dibutuhkan terapi 5x sehari , dgn transfer energi Reiki atau Kundalini.

Dan penyembuhan tsb harus dibarengi dgn cara berkelompok. Kalau sendirian tidak jamin pasti berhasil walaupun sudah memiliki mata batin karena energinya kurang memadai. Terakhir penyembuhan alternatif bergantung pada karma orang tsb.



2. slamat siang...blh sy ksh masukan...tuk pnderita kanker or Tumor: br ini hasil penelitian di AMERIKA & JEPANG= 10 lbr daun sirsak yg tua di cuci brsih & direbus dgn 3 gls air (api kcl ) sampai mnjadi 1 gls, diminum 2x stiap hari, dpt mmbunuh ceel2 kanker jahat di tbh pnderita & tdk mrusak cell2 lainnya10.000x lbh hbt dr chemotherapy(yg efeknya bs mrusak sluruh cell2 di tubuh pnderita) kandungan aktifnya disebut GRAVIOLA. silahkan confirm dgn Google keyword "soursop Leaves" smoga bermanfaat Thein mmberkati Omithofo Saddhu3.



3. tergantung hasil pemeriksaan histopatologinya dan letak tumor Bhante, jenis tumor otak kan banyak, ada yang malah membaik jika dioperasi ada yang malah buruk. Ada yang dioperasi malah jadi lumpuh dan penambahan umurnya juga ga signifikan. Jadi yang bener2 tau adalah dokter yang menangani dia. Kalo di luar medis saya rasa, hanya menyadari bahwa memang hidup ini tidak kekal dan banyak berbuat baik saja, makan yang sehat.



4. slmt pagi bhante ..... Klu tumor msh kecil dan jinak teman sy di operasi skr sembuh .... Tp sebelah mata nya tdk dpt melihat...... Jd semua ada efek ada yg jd kebas kaki nya gak punya keseimbangan.... Faktor umur.... Semangat .... Keuangan mesti diperhitungkan.... Smg cepat sembuh bt yg sakit.



5. Utk masalah kanker, kalo keuangan tidak mendukung sebaiknya jgn operasi dan cari alternatif lain. Krn sekali operasi, nanti mesti ada operasi susulan bila terjadi hal2 yg diluar dugaan, sedangkan dana tidak mencukupi gimana? Kalo jalan setengah tanpa susulan lebih parah lagi, tambah cepat "gugur"nya. Dari pengalaman, kalo yg dana tidak mendukung ya jgn disentuh, kalo kanker ganas begitu dioperasi lsg nyebar kemana2 dan sulit tertolong lagi. Mungkin belajar samadhi adalah salah satu alternatip pendukung penyembuhan yg bisa dicoba.



6. Namo Buddhaya..Bhante baru liat lagi wallpost Bhante.buat keluarga tsb inilah waktunya utk mengetahui apakah Dhamma yg sdh dijalankan telah memberi kekuatan..sehingga efek penyakit tsb dpt direduksi oleh batin.dan dukkha-anicca-anatta.. pd saat ini akan memberi bukti..



7. Jika memang penyakit tumor tersebut ialah hasil dari berbuahnya kamma buruk..jalanilah sebagaimana adanya sekarang. Sebelum waktunya dia game(mati) lebih baik diberi dhamma untuk jangan takut dan merasa menderita karena tubuh ini memang tidak kekal dan bukan punya Anda..kasi tahu dia bahwa jangan takut.. karena ketakutan sebelum meninggal akan memungkinkan ia lahir di 4 alam rendah.., berikanlah ia dhamma kelak setelah kelahiran berikutnya ia mengenal dhamma dan menanam karma baiknya.. Semoga kamma baiknya cepat berbuah. Sadhu3x



8. Pertama hendaknya ia dapat memaafkan orang yang paling tidak disukainya [dibenci]. Dengan membaca dari dalam pikirannya yang paling mendalam. Hal ini akan membebaskan dirinya dari dukkha atau ketidak sukaan [benci] petikan dari Brahmavihara. Hendaknya membacanya dengan k e l e m b u t a n pikirannya sendiri sambil merasakan apa yang ada didalam tempurung kepalanya.

Semoga aku berbahagia
Bebas dari penderitaan
Bebas dari kebencian
Bebas dari penyakit
Bebas dari kesukaran
Semoga aku dapat memepertahankan kebahagiaan ku sendiri.

Semoga Ia [sebutkan nama yang ia benci] berbahagia
Bebas dari penderitaan
Bebas dari kebencian
Bebas dari penyakit
Bebas dari kesukaran
Semoga ia [sebutkan nama yang ia benci] dapat memepertahankan kebahagiaan nya yang telah ia miliki sendiri.Semoga semua makhluk bebas dari penderitaan

Semoga semua makhluk tidak kehilangan kesejateraannya yang telah mereka peroleh.

Kelembutan pikirannya sambil merasakan bagian yang sakit, inilah yang dapat mebebaskan pikirannya dari kebencian.
Semoga dengan sendirinya tumor otaknya akan mengecil dengan sendirinya dan berangsur-angsur lenyap dari penderitaannya. Kelembutan pikiran dapat membebaskan ia dari penderitaan sudah dibuktikan oleh banyak orang yang telah terbebaskan dari penyakit. Pertanyaannya apa yang dapat membebaskan penderitaan penyakitnya.

Tiada lain butiran darah merahnya sendiri dengan melatih dirinya menarik napas ia tahu. keluar napas ia tahu. dengan sendirinya oxigen yang terserap oleh butiran darah merahnya didalam paru-parunya yang akan menyembuhkannya secara faal/fungsi tubuh manusia.

Karena butiran darah merah inilah yang akan mengoxidasi kebuntuhan-kebuntuhan asupan darah merahnya kearea tumor yang sedang bertumbuh. atau juga oleh meditator dikatakan blocking energi dari pikirannya.


9. saya pernah diberi tahu sama bhante suryanadi,, katanya apabila kita sakit, pertama2 yang harus kita lakukan adalah menerima sakit itu terlebih dahulu, jadi jangan menyuruh si orang sakit tsb untuk melawan penyakitnya namun menerima pernyakit tsb,, karena menurut bhante sur, pada saat kita sakit, lalu kita menolak penyakit tsb, otak akan menghasil asam laktat dimana asam tsb bisa membuat letak penyakit tsb bertambah sakit,



10. NB, jika ada kemampuan (biaya&kondisi) lebih baik coba di operasi meskipun dengan hasil yg 50-50 (tergantung kammanya ybs). Dari pada tidak dilakukan usaha apa" / tidak dioperasi, hasilnya sdh ketauan penyakit akan tetap disana & bisa menyebar ke organ lain. Namun semua kembali pada kebijaksanaan & kesepakatan anggota keluarga. Semoga keputusan apapun yg diambil, memberikan hasil terbaik & memberi kebahagiaan bagi semua. Semoga karma baik mendukung. Sadhu


11. Namobudhaya bhante slamet ato g itu semua kuasaNYA namun kita sbg mahluk hidup cm bisa berusaha aja jadi lakukan semua sesuai tenaga ,waktu,kondisi dan keadaan masing2.


12. hmmmm...betul kata ci lenny...selagi ada tenaga, waktu, kondisi dan terutama kemauan apapun itu pasti bisa terselesaikan. lebih baik di share ke vihara untuk minta bantuan materi saja bhante. apapun hasilnya yg terpenting kan kita sudah mengusahakan. masalah akan berakhir atau terus hidup kita serahkan pada ahlinya atau dokter yang menangani dan karma selama hidupnya. namo buddhaya.


13. Klo menurut saya bhante operasi soalnya manusia cm berusaha gmn nanti Tuhan yg tentuin berhasil ap ga? Dengan catatan uang dy lebih karna sehabis operasi msh bnyak biaya2 lg yg hrus dy kluarkan selama pemulihan operasi.... Tp klo dy uangnya gag ckup jng operasi mndingan uangnya di danain slama dy msh hidup bnyak berbuat baik jd karma baik jg bertambah kali aja dengan berbuat baik ad mujizat dr TUHAN dengan catatan dy ngelakuinya tulus dr hatinya...


14. Namo Buddhaya Bhante! Sekedar ingin menyampaikan pendapat, dalam konteks seperti ini, maka yang terbaik adalah menyerahkan kepututsan kepada pasien itu sendiri jika memang pasien tersebut masih dalam keadaan sadar dan mampu berpikiran jernih. Namun jika pasien sudah dalam keadaan tidak sadar (misalnya koma ataupun sudah mulai bicara ngelantur karena tumornya) maka diserahkan kepada keluarga pasien.

Tentu saja ada banyak hal yang harus dijadikan pertimbangan sebelum mengambil keputusan, semisal usia pasien, kondisi kesehatan pasien secara umum, resiko yang mungkin terjadi pada saat dan pasca operasi, kemampuan ekonomi pasien dan keluarganya baik untuk pembiayaan operasi maupun untuk perawatan pasca operasi dan fisioterapinya.

Di lain pihak, dokter yang menangani juga harus jujur dan terbuka dalam memberikan masukan mengenai keuntungan dan manfaat dari operasi itu di satu sisi, tetapi juga kerugian dan resiko yang dapat terjadi di sisi lainnya.

Dan satu hal penting, pihak rumah sakit maupun dokter yang menangani sama sekali tidak boleh memaksakan agar pasien itu dioperasi karena setiap pasien memiliki hak untuk menyetujui maupun menolak segala tindakan medis dan hak ini dilindungi oleh undang-undang dan peraturan hukum.

Dengan kata lain, semua pihak harus mempertimbangkan "Risk Benefit Ratio" atau kerugian dan keuntungan yang akan diperoleh jika menjalankan suatu tindakan medis dengan dasar pertimbangan utama adalah keselamatan pasien.



15. Namo Buddhaya Bhante... Kalau menurut saya, operasi tidak operasi tetap akan mati, jadi sprt judi, tp lbh baik di operasi kalao memang pny dana ... Resiko mati lbh besar klao tidak di operasi... Demikian menurut saya bhante... Sadhu ... Sadhu... Sadhu...


16. Dua pilihan yang sangat sulit..... namun sebaiknya dioperasi kalau memang ada biayanya... untuk alternatif lain bisa mencoba obat2 ramuan herbal yang ada di toko obat chines... Bagaimanapun hrs diusahakan walaupun nantinya jadi akhrnya lain seperti yg kita harapkan yg penting sudah berusaha keras... Sabhe Satha Bhwantu Sukhitata, Semoga semua makhluk dapat hidup lebih berbahagia..

17. pnykit yg mngerikan,jika telah di ushakn dn bnr2 tdk bs lg,klu kelurga mampu gk mslh di opersi aja msih ad hrpan,klu ditunda sdh mkin prh tkut opersi sdh gk bs lg.mskipun hrpan tipis hrs bs trima apa adny.amithofo,kmi disini smua hnya bs mndoakan smga cepat smbh.


18. Penyakit tetap penyakit apa pun jenisnya.Dan kesulitan terbesar di dalam hidup ini dari dahulu hingga sekarang tetap saja memilih yang terbaik di antara yang baik. Itulah yang membuat kita selalu bertanya. Tapi tentu ada yang kelihatannya lebih sulit, memilih yang benar-benar BENAR di antara yang benar. Cara apa pun yang kita putuskan tentu semuanya kembali kepada kehendak/ctana. Untuk apa tujuannya. Semuanya bereksiko. Dan resiko itu sendiri proses sunyata.

Tetaplah pada kesadaran dhamma. Maaf, kematian konsekwensi kita dalam kehidupan ini. Yang memang termasuk proses perjalanannya juga. Jadi saran pendapat saya, ambil keputusan dengan pertimbangan kesadaran. bukan dengan ketakutan dan kesedihan. Semoga semua makhluk berbahagia. Sadhu 3x.


19. Namo amithofo. Medis tetap dijalani tapi sebelum menjalani np operasi saya saran beliau baca mantra tha pei chou sampai memasuki ruang operasi. Kalau beliau punya anak suruh anaknya membantu memohon pada thien kung pakai jam 21:00. dupa sebanyak 9 pcs dan jangan lupa baca mantra tha pei cou sebanyak mungkin. Mudah-mudahan terkabulkan apa yg dipinta. Nb: siapapun tdk bisa tolong kecuali. Beliau sendiri, thien kung semua hutcho, dewa-dewi, para leluhur dan dewa teh chukong. Anak beliau atau orang tua beliau.


20. Menaggapi biaya yg dikeluarkan sampai 500 Juta ini angka yg sangat fantastik , 1 perlu dijelaskan posisi orang tersebut Kepala keluarga atau bukan atau anak .2 kekayaan yg dia miliki ada berapa banyak 3 setelah biaya dikeluarkan ada masalah keuangan atau tidak .4 bila ajal menjemput apa sudah siap keluarga yg ditinggalkan , bila semuanya jawab sudah siap dan uang tidak jadi masalah apa salahnya kalau di coba .

tapi kalau kendala uang yg nantinya bisa bikin kacau usaha ,ya saya sarankan jangan , lebih baik berdoa dan berdana siapa tau dengan berdoa dan berdana mungkin ada jalan keluar yg lebih baik dan tidak kelewat mahal , ini mungkin juga hasil dari perbuatan dia sendiri ( Hukum tabur tuai ) kalau saya salah komen harap maklum dan jangan diambil ati.

21. Namo Budhaya Banthe, sy numpang komentar, sebagai manusia sudah selayaknya kita berusaha semampu kita unt menyembuhkan penyakit. Krn Banthe bertanya dr sisi medis maka saran saya dioperasi saja andai yg bersangkutan mampu secara materi. Kalau ada 2 pilihan bs berhasil atau tidak kita kembalikan saja kepada Karma baik si penderita Banthe. Mudah2an komen saya bermanfaat. Omithuofo


22. Namo Buddhaya Bhante! Sekedar ingin menyampaikan pendapat, dalam konteks seperti ini, maka yang terbaik adalah menyerahkan kepututsan kepada pasien itu sendiri jika memang pasien tersebut masih dalam keadaan sadar dan mampu berpikiran jernih. Namun jika pasien sudah dalam keadaan tidak sadar (misalnya koma ataupun sudah mulai bicara ngelantur karena tumornya) maka diserahkan kepada keluarga pasien.

Tentu saja ada banyak hal yang harus dijadikan pertimbangan sebelum mengambil keputusan, semisal usia pasien, kondisi kesehatan pasien secara umum, resiko yang mungkin terjadi pada saat dan pasca operasi, kemampuan ekonomi pasien dan keluarganya baik untuk pembiayaan operasi maupun untuk perawatan pasca operasi dan fisioterapinya. Di lain pihak, dokter yang menangani juga harus jujur dan terbuka dalam memberikan masukan mengenai keuntungan dan manfaat dari operasi itu di satu sisi, tetapi juga kerugian dan resiko yang dapat terjadi di sisi lainnya.

Dan satu hal penting, pihak rumah sakit maupun dokter yang menangani sama sekali tidak boleh memaksakan agar pasien itu dioperasi karena setiap pasien memiliki hak untuk menyetujui maupun menolak segala tindakan medis dan hak ini dilindungi oleh undang-undang dan peraturan hukum.

Dengan kata lain, semua pihak harus mempertimbangkan "Risk Benefit Ratio" atau kerugian dan keuntungan yang akan diperoleh jika menjalankan suatu tindakan medis dengan dasar pertimbangan utama adalah keselamatan pasien.


23. Namo amithofo. Medis tetap dijalani tapi sebelum menjalani np operasi saya saran beliau baca mantra tha pei chou sampai memasuki ruang operasi. Kalau beliau punya anak suruh anaknya membantu memohon pada thien kung pakai jam 21:00. dupa sebanyak 9 pcs dan jangan lupa baca mantra tha pei cou sebanyak mungkin. Mudah-mudahan terkabulkan apa yg dipinta. Nb: siapapun tdk bisa tolong kecuali. Beliau sendiri, thien kung semua hutcho, dewa-dewi, para leluhur dan dewa teh chukong. Anak beliau atau orang tua beliau


Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu. Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Penyusun. Ven. Sudhammacaro.


1 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home