RENUNGAN KEHIDUPAN...

 



  “Pada saat kita lahir, kita sudah membawa beban karma buruk dari kehidupan lalu. Ia bagaikan hutang-piutang Karma [Perbuatan baik-buruk] yang belum dibayar apalagi dilunasi. Jika hidup saat ini karma buruk datang menyapa kita silih berganti, artinya kita sedang mencicil tunggakan hutang karma buruk di masa lalu.

Anggaplah ia bagaikan hadiah lotre, yang berarti tunggakan hutang karma buruk makin berkurang asal jangan membuatnya lagi.

Lama-kelamaan ia akan habis artinya hutang kita telah lunas, akhirnya kebahagiaan dengan sendirinya akan milik kita tanpa harus bersusah payah lagi.

Inilah permainan Pat-Gulipat hukum karma sebab akibat hukum alam. Coba simak cara Buddha menghadapi akibat hukum karma Nya.

Beliau hanya diam membisu seribu basa dengan batin seimbang dan lapang dada mau menerimanya, dan tak membuatnya lagi, meskipun Beliau sakti mandra guna.

Mengapa? Sadarilah dan yakinlah bahwa Hukum Karma ada dan berlaku bagi semua Makhluk, seperti isitlah umum siapa yang menabur dialah yang akan menui”.

Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup bahagia.

Gadog-Cipanas, Selamat Hari Raya Waisak 2551.
1.Juni 2007/Tahun Buddhis 2551.

Salam damai dan bahagia dari jauh..
Bhikkhu Sudhammacaro.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

" NAMA-NAMA BUDDHIS "

“大悲咒 | Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) & UM-MANI-PAD-ME-HUM”

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “