Fenomena Dhamma

Sunday, May 30, 2010

" RELIK BUDDHA (SISA ORGAN JASMANI) "

RELIK (SISA ORGAN JASMANI) SUCIWAN.


Relik Buddha Gotama.
Saat Buddha Gotama mangkat (parinibbana) lalu diperabukan atau di bakar tubuhnya diatas kayu cendana. Usai diperabukan organ tubuh-Nya berubah bentuk berwarna-warni seperti Kristal, sebagian menjadi batu mulia seperti batu mutiara, batu jamrud, batu blueshapir, batu merah delima, dsb. Sisa organ tubuh Buddha Gotama yang telah menjadi Kristal dan seperti batu mulia disebut Relik.

Kemudian para Raja dari berbagi Negara bagian India yang ikut hadir, meminta Relik sisa organ tubuh Buddha Gotama kepada para bhikkhu yang memimpin upacara kremasi tubuh Buddha Gotama. Seketika terjadi rebutan hingga kacau, tapi ada seorang sesepuh Brahmana Dorna ikut menengahi dalam pembagian Relik Buddha Gotama.

Akhirnya, Relik Buddha Gotama seluruhnya terbagi menjadi delapan, tapi tujuh bagian untuk para Raja yang meminta dibawa dan disimpan untuk dipuja di negaranya. Satu bagian diantaranya ialah dibawa oleh Dewa Brahma yang ikut hadir dan memohon untuk di simpan dan dipuja di alam Dewa Brahma.

Peristiwa penting perabuan dan pembagian Relik Buddha Gotama inilah menjadi sejarah yang sangat diagungkan oleh seluruh murid Buddha Gotama dari zaman itu hingga kini. Meskipun telah melalui waktu 2554 tahun, Relik Buddha Gotama masih nampak utuh tersebar di berbagai Negara Buddhis seperti: Srilanka, China, Myanmar, Thailand, Taiwan, Hongkong, Korea, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Pada waktu tertentu seperti perayaan Waisak di Srilanka ada sebagian wihara yang membuat upacara memuja Relik Buddha Gotama dengan selalu mengarak keliling kota. Relik-Nya disimpan disebuah guci terbuat dari kaca atau keramik, lalu di letakkan diatas punggung Gajah. Para umat Buddha keluar rumah untuk menyambut dengan memuja dan menghormat Relik Buddha Gotama yang dianggap mulia. Cara seperti ini menurut mereka adalah amat Sakral dan membawa berkah kebahagiaan tersendiri, dengan keyakinan mereka bahwa Relik Buddha Gotama ibarat pengganti wujud murni dari Buddha Gotama yang telah lama tiada.

Relik Suciwan.

Maka saat ini, timbulah istilah Relik Suciwan dari murid-murid Buddha Gotama seperti para bhikkhu yang ketika hidupnya telah berjuang penuh kesadaran murni dengan aktifitas meditasi yang mendalam. Setelah meninggal para bhikkhu tersebut diperabukan atau dibakar, akhirnya umat Buddha menemukan Relik serupa dengan Relik Buddha Gotama. Dengan keyakinan umat Buddha kepada Relik Suciwan muncul di berbagai Negara Buddhis seperti di China, Srilanka, Myanmar, Thailand, Taiwan, Hongkong, Korea, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Relik Suciwan disimpan disebuah guci kaca atau kramik, lalu ditempatkan di atas altar pemujaan. Bahkan ada yang disimpan di atas sebuah Candi batu, agar tidak dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Demikian pula di atas puncak Candi Borobudur diyakini tersimpan Relik para Suciwan, zaman kerajaan Majapahit dengan Rajanya Syailendra. Yang pada waktu itu agama Hindu dan Buddha masih jaya dan tersebar luas hingga ke seluruh Nusantara. Candi-candi yang di bagian Jawa Timur Mojokerto, Trawas, dsb. Sebagian di Jawa Tengah Candi Borobudur, candi Mendut, candi Pawon, candi Prambanan, candi Sewu, dsb. Di Palembang terdapat candi, Jambi juga terdapat candi sebagai buktinya.

Di bawah ini saya selipkan uraian dan foto-foto Relik Suciwan dari berbagai Negara Buddhis, silahkan anda menyimaknya dengan rileks. Dengan melihat langsung atau foto-foto ini harapan saya agar umat Buddha tidak pindah ke agama atau ajaran lain. Yang belum yakin kepada Buddha, Dharma dan Ariya Sanggha setelah melihat foto dan uraian ini semoga timbul keyakinan, yang sudah yakin semoga akan bertambah kuat keyakinannya. Fakta Relik Suciwan ini menunjukkan bahwa ajaran Buddha Gotama memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Selain itu ajaran Buddha Gotama bisa dibuktikan sesuai fakta seperti misalnya: Hukum Karma (sebab-akibat) atau Hukum Perbuatan tiap orang. Siapa yang menabur maka dialah yang menuai, siapa berbuat maka dialah yang akan menerima akibatnya. Apa yang sampaikan semoga berguna bagi umat Buddha khususnya dan umat lain.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup bahagia.
Ven Sudhammacaro.
Penyunting.



Kisah ( nyata) menarik ini saya sadur dari Holy Relics. Hanya bagian yang penting saja yang diambil. Dari kisah ini kita bisa ambil pelajaran berharga . Jangan hanya melihat penampilan luar seorang bhikkhu. Seperti kata seorang suhu Mahayana (Taiwan) banyak arahat (Thailand) yang hidup terpencil dalam hutan dan tidak pernah menonjolkan diri . Sebenarnya para suciwan (adi insani) tsb bahkan lebih sakti dan suci daripada bhikkhu kota yang suka pamer kesaktian dan menonjolkan diri .

Juga janganlah membeda bedakan antara arahat satu dengan lainnya. Baik sakti maupun tidak. Terkenal maupun tidak semua arahat nilai kesuciannya sama . Berkah yang kita dapat bila memuja / berdana kepada mereka juga sama. Pengulas sendiri pernah melihat kesa (rambut) dari beberapa orang suciwan tidak terkenal dan tinggal ditempat terpencil telah menjadi relik (kuncup lotus sempurna) walaupun beliau masih hidup. Seorang arahat hidup (sa-upadisesa Nibbana) yang patut dipuja (pujaniya puggala). RELIK SUCI (U Thet Shay 1998, International Theravada Buddhist Univ)
Banyak orang yang tidak tahu bagaimana menghargai Relik Suci dan Manusia Super / Adi Insani / Adi Kodrati ( seperti Samma Sambuddha, Paccekha Buddha,Para Savaka Arahat & Arahat).


Tidak peduli betapa kaya, betapa terpelajarnya seseorang, ia tak bisa menghindari usia tua, sakit dan, kematian. Termasuk sakit (yang tidak bisa disembuhkan), sakit yang tak tertahankan (tak terperi) , pembunuhan, siksaan, terpisah dari orang yang dicintai akibat kematian, dll.

Sang Buddha meninggalkan relik suci, sebagai bukti bahwa beliau telah melewati semua penderitaan tsb. Demikian juga para arahat , meninggalkan relik untuk membuktikan bahwa mereka juga telah melewati dan memutuskan Samsara yakni kelahiran, usia tua, sakit, kematian , penderitaan dan tumimbal kelahiran kembali.
Ketika seorang manusia di kremasi, yang tersisa adalah abu, bila tidak terbakar sempurna, meninggalkan kerangka.
Tetapi ketika seorang Arahat di kremasi , berbagai ukuran relik (dari butiran pasir sampai butiran seperti kelereng ) akan terbentuk. Relik ini tak akan pernah bisa dibakar atau dipotong . Dan bila disimpan , kadang jumlahnya bertambah besar atau banyak (bervariasi ).
Semenjak jaman Sang Buddha telah ribuan Arahat yang meninggalkan relik suci. Bahkan sampai kini, kita mendengar tentang relik yang terbentuk setelah kremasi tubuh Arahat - seorang Adi Insani - Manusia Super.

Di Myanmar, ada kisah terkenal tentang YM Mogok Sayadaw, yang telah Parinibbana pada thn 1962, meninggalkan relik suci termasuk relik bola mata & gigi. Biasanya, bola mata, yang lunak , adalah organ pertama yang akan terbakar habis menjadi abu bila di kremasi. Tetapi pada kasus YM Sayadaw, setelah semua jasad di kremasi , ke 2 bola mata menjadi relik yang keras seperti batu, dan bentuknya tidak berubah. Kemudian Gigi Molar (Geraham), juga ditemukan dalam berbagai ukuran. Beberapa bulan setelah kremasi, gigi geraham menjadi besar (tumbuh kesegala arah).

Di antara banyak arahat yang meninggalkan relik, terdapat Zee Daw Sayadaw di dusun Pakoku yang telah Parinibbana sekitar 6 tahun yang lalu.
Penduduk yang tidak mengetahui bahwa Zee Daw Sayadaw telah mencapai pencerahan , tidak mencari relik diantara abu beliau. Pada malam itu , dan malam selanjutnya, para penduduk melihat cahaya terang berwarna warni bersinar dan menerangi tempat sekitar kremasi. Sehingga, pada suatu pagi, mereka mencari di antara abu , dan menemukan partikel berbagai ukuran. Dengan penasaran, mereka mengambilnya dan membawa ke bhikkhu desa, dan setelah di amati dengan cermat, ternyata benar benar relik suci.
Setelah itu, para penduduk desa amat menyesal dan bersedih. Mereka menyesal karena tidak mendengar ceramah ajaran Sayadaw, tidak melayani dengan baik, tinggal tinggal di dekat beliau.

Dalam dunia penuh dengan kekayaan materi dan perkembangan sains, saya amat bersyukur lahir di tanah yang dipenuhi dengan ajaran Sang Buddha, Sangha , bhikkhu suci yang menunjukkan kita jalan agar bisa lolos dari penderitaan duniawi.

_______________________________________________
Kadangkala kita terlalu buta untuk menghargai Para Suciwan (yang sesungguhnya). Yang pandai meng "iklankan" diri dan meramal, kita puja. Yang cukup mencengangkan adalah banyaknya umat & bhikkhu Indonesia yang amat memuja salah seorang bhikkhu yang mengaku mempunyai kemampuan batin " adi biasa"(abhiňňa) (bisa membantu umat meminta anak dewa ) dan menerawang kemasa lalu (Pubbenivasanussati naňňa ).Dan yang lebih mencengangkan lagi semua petunjuk itu diperoleh melalui seorang "mediator"yang dapat berkomunikasi dengan arwah guru bhikkhu ybs. Hendaknya kita membuka mata batin kita lebar lebar. Pemujaan seperti itu adalah suatu praktek sia sia !. Pujaniyapuja - Memuja yang benar benar tepat / patut dipuja. Objek pemujaan berupa manusia (pujaniya puggala) & objek berupa materi bermakna (pujaniya vatthu) harus tepat. Pemujaan yang tepat dan didasari dengan pandangan benar (sammaditthi) akan membawa Berkah (mangala) yang amat besar. Sadhu ! Sadhu! Sadhu ! -
Pengulas.


Gambar 1 adalah relik tengkorak Sang Buddha yang berada di Ayutthaya Thailand Gambar ke 2 adalah danta (gigi) Sang Buddha yang berada di Srilangka. Gambar ke 3 atthi (tulang), gambar 4, 5 adalah bagian lain sisa jasmani Sang Buddha.


Relik di atas adalah relik dari alm. YM Man Buridhatto MT guru dari Luangta Maha Boowa Naññasampañño . Beliau adalah perintis Dhutanga Kammatthana Bhikkhu (bhikkhu hutan) di Thailand. Kini praktik yang beliau ajarkan banyak dijalankan di negara Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos, Srilangka, Australia & Amerika. Relik beliau keindahannya mendekati keindahan relik Sang Buddha.
Meiji hutan (Khun Me ) Khew yang amat terkenal karena kesaktiannya serta chedi dan relik beliau yang amat indah seperti permata menyaingi relik Sang guru , alm LP Man B .
Gambar pertama adalah relik gigi dari Buddha Kassapa
Gambar 2 & 3 adalah relik seorg bhikkhu mahanika di Thailand yang belum lama parinibbana dan chedi untuk menghormatinya. Gambar ke 4 adalah kesa (rambut) seorang arahat yang baru baru ini parinibbana.

Gambar diatas adalah relik tengkorak kepala, dan relik sisa jasmani seorang arahat di Thailand yang parinibbana pada usia muda
(insert gambar wajah Sang Arahat dengan chedi untuk menghormatinya).

Tampak pula foto sewaktu beliau sedang pindapata serta kuti beliau yang amat sederhana.
Arahat yang masih muda di atas sewaktu masih hidup banyak yang tidak mengetahui bahwa beliau sudah menjadi seorang arahat . Beliau hidup amat sederhana , menjalankan ke 13 dhutanga dan dikremasi dengan cara yang amat sederhana pula.


Gambar diatas adalah relik Mogok Sayadaw salah seorang bhikkhu Myanmar yang terkenal . Bola mata & gigi molar bentuknya tidak berubah . Gambar ke 3 adalah kesa dan ke 4 adalah bagian sisa jasmani lainnya.

5 Comments:

  • At 11:34 PM , Blogger Virajayo 林 建 南 said...

    Bhante, foto-fotonya koq tidak ada?

     
  • At 5:08 AM , Blogger Resa Pundarika said...

    sungguh saya berbahagia..membaca tulisan ini...waktu itu ..Relik sang Buddha pernah di bawa ke Hk dari Xian...dengan Dana Pemerintah dan 2 pesawat Khusus yang di berikan oleh pemerintah Hk....saya antri dari jam 5 pagi..di jalanan yang sudah di padati orang..hanya untuk bisa melihat lebih dekat..walau tidak bisa..tapi saya sudah berbahagia sekali..melihat lewat depan mata....kini membaca tulisan ini..pengetahuan saya bertambah..dan pikiran saya terbuka

    Anumodhana Bhante..sepenuh Hormat Resa

     
  • At 9:02 PM , Blogger Danny said...

    Nammo Buddhaya,
    Anumodana, atas Blog ini terutama atas posting artikel ini.Rasa bahagia tak terkira seakan Bhante ada dihadapan saya menjelaskan dengan detail dan terperinci mengenai Relik Buddha maupun para arahanta....
    Semoga Berkah ini dapat dirasakan juga oleh saudara yang lain...
    Semoga Bhante selalu dalam keadaan sehat dan berbahagia.
    Semoga Semua Mahkluk Berbahagia

     
  • At 9:03 PM , Blogger Suryadi said...

    bhante,

    jika saya menginginkan relik, dimana saya bisa mendapatkan nya?

    dan setelah saya dapatkan, doa apa yg harus saya bacakan? harus kah memakai dupa?

    Thx regards

     
  • At 6:49 AM , Blogger Erwin said...

    Namo Buddhaya
    Bhante saya tertarik setelah membaca keterangan dharma Bhante. Mengenai relik Hyang Buddha dan para orang suci. saya ingin mengutip artikel yang bhante posting di blog ini. Apakah diperkenankan?

     

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home