Postingan

SELAMAT HARI RAYA NYEPI TAHUN BARU SAKA 1941 TAHUN BARU 2019…HAPPY NEW YEAR 2019.

Gambar
Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada Umat Buddha dan Bangsa Indonesia, serta Warga Dunia, Sadhu. Semoga Tahun Baru 2019 ini membawa Berkah Kedamaian, Kesejahteraan dan Kebahagiaan bagi Bangsa Indonesia dan Warga Dunia.
Hari Raya Nyepi, Seluruh Siaran Televisi dan Radio Berhenti Beroperasi di Bali Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Hari Raya Nyepi, Seluruh Siaran Televisi dan Radio Berhenti Beroperasi di Bali", https://regional.kompas.com/read/2019/03/05/20260671/saat-hari-raya-nyepi-seluruh-siaran-televisi-dan-radio-berhenti-beroperasi . Penulis : Kontributor Bali, Robinson Gamar Editor : Robertus Belarminus DENPASAR, KOMPAS.com - Ketua Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) Bali I Made Sunarsa mengatakan, pada Hari Raya Nyepi seluruh tayangan televisi dan radio akan dimatikan selama 24 jam. Terhitung mulai Kamis (7/3/2019) pukul 06.00 Wita sampai dengan Jumat (8/3/2019) pukul 06.00 Wita. Imbauan ini telah disampaikan KPID kepada seluruh lembaga penyiaran. "Seluruh lembaga penyiaran baik yang beroperasi atau jangkauan siarannya sampai di Bali tidak keberatan saat Nyepi dimatikan, karena ini bukanlah hal yang baru," Kata Sunarsa, Selasa (5/3...

Lahan yang Subur akan Panen ber-Limpah Ruah. Demikian pula Dana yang Persembahkan kpd Orang yang Moralnya Benar, Baik, dan Sempurna, maka hasilnya akan ber-Limaph Ruah...

Gambar
Aṅguttara Nikāya-8.34.  “Para bhikkhu, sebutir benih yang ditanam di sebuah lahan yang memiliki delapan faktor tidak akan menghasilkan buah berlimpah, [buah]nya tidak lezat, dan tidak menghasilkan keuntungan. Apakah delapan ini? “Di sini, (1) ada banyak gundukan dan parit di lahan itu;  (2) ada banyak batu dan kerikil di lahan itu;  (3) lahan itu mengandung garam;  (4) lahan itu tidak dibajak cukup dalam;  (5) tidak ada jalan masuk [bagi air untuk mengalir masuk];  (6) tidak ada jalan keluar [bagi air untuk mengalir keluar];  (7) tidak ada saluran irigasi; dan  (8) tidak ada batas pinggir. Sebutir benih yang ditanam di sebuah lahan yang memiliki kedelapan faktor ini tidak akan menghasilkan buah berlimpah, [buah]nya tidak lezat, dan tidak menghasilkan keuntungan. “Demikian pula, para bhikkhu, suatu pemberian kepada para petapa dan brahmana yang memiliki delapan faktor adalah tidak berbuah dan tid...

Cap Go Meh di Semarang Akan Digelar di Halaman Masjid Agung Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Kompas.com - 14/02/2017, 15:35 WIB Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cap Go Meh di Semarang Akan Digelar di Halaman Masjid Agung", https://regional.kompas.com/read/2017/02/14/15352431/cap.go.meh.di.semarang.akan.digelar.di.halaman.masjid.agung. Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin

Gambar
SEMARANG, KOMPAS.com — Peringatan Cap Go Meh di Semarang bakal dilakukan secara berbeda dibanding perayaan di kota lain di Indonesia. di Semarang, Cap Go Meh yang merupakan bagian dari peringatan Imlek akan digelar di sebuah masjid. Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Jawa Tengah Dewi Susilo Budihardjo mengatakan, peringatan Cap Go Meh di masjid ini akan menjadi yang pertama di Semarang. Jadwal perayaan juga diundurkan, yang semestinya digelar pada 11 Februari 2017 lalu. “Ini Cap Go Meh pertama di Semarang. Mestinya tanggal 11 Februari kemarin, tetapi sengaja kami undur kan, semua karena faktor cuaca,” kata Dewi, di Semarang, Selasa (14/2/2017). Cap Go Meh di Semarang akan digelar di halaman Masjid Agung Jawa Tengah pada Minggu (19/2/2017) malam. Kegiatan ini direncanakan diikuti oleh 12.000 warga Semarang dari berbagai latar belakang. Bersamaan dengan itu juga akan diciptakan rekor Museum Rekor Indonesia-Dunia (Muri) dengan memakan 12.000 Lontong Cap...

SIN NIEN KHUAI LE GONG XI FA CAI 2570/2019-HAPPY CHINESE NEW YEAR 2570/2019 SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2019…

Gambar
Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada Umat Buddha dan Bangsa Indonesia, serta Warga Dunia, Sadhu. Semoga Tahun Baru Imlek 2019 ini membawa Berkah Kedamaian, Kesejahteraan dan Kebahagiaan bagi Bangsa Indonesia dan Warga Dunia. Semoga semua Makhluk ikut ber- Bahagia dengan Berkah Tahun Baru Imlek 2018- ini, Sadhu. Sancai… Sancai… Sancai…

5 Tradisi Imlek yang Biasa Dilakukan Orang Tionghoa Silvita Agmasari Kompas.com - 04/02/2019, 15:11 WIB Kemeriahan Pawai Lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (28/2/2018). Kemeriahan Pawai Lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (28/2/2018).(KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN) JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang Imlek, ada berbagai tradisi yang dilakukan oleh orang Tionghoa untuk merayakan tahun baru.

Gambar
Tradisi Imlek biasa dilakukan beberapa hari sebelum Hari Imlek, yang kebetulan jatuh pada Selasa (5/2/2018). Yuk simak tradisi Imlek yang dilaksanakan orang Tionghoa ketika perayaan Imlek, seperti berikut ini: 1. Membersihkan Rumah Rumah harus sudah bersih dan aktivitas beres-beres harus selesai ketika tengah malam sebelum Imlek. Membersihkan rumah bagi orang Tionghoa penting, karena selain menyambut saudara, tetangga, dan rekan yang datang bersilaturahmi, membersihkan rumah punya arti lain. Membersihkan rumah jelang Imlek dianggap untuk membersihkan kesialan tahun sebelumnya. Tahun baru berarti saatnya rezeki baru masuk, untuk itu membersihkan rumah saat Hari Imlek justru hal tabu karena dianggap dapat membersihkan rezeki yang baru. 2. Sembahyang Leluhur Bagi Tionghoa yang masih memegang kepercayaan Konghucu, sembahyang leluhur lazim dikakukan sehari sebelum Imlek. Sembahyang leluhur dilakukan dengan memberi persembahan makanan yang terdiri dari buah, kue, dan daging...

SELAMAT TAHUN BARU 2019…HAPPY NEW YEAR 2019. SEMOGA RAKYAT MISKIN DUNIA BEBAS DARI KELAPARAN, KEMISKINAN, KEBODOHAN, BEBAS DARI KEJAHATAN, KORUPSI, PENIPUAN, PROSTITUSI, TRAFIKING, DST..

Gambar
Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada Umat Buddha dan Bangsa Indonesia, serta Warga Dunia, Sadhu. Semoga Tahun Baru 2019 ini membawa Berkah Kedamaian, Kesejahteraan dan Kebahagiaan bagi Bangsa Indonesia dan Warga Dunia. Semoga semua Makhluk ikut ber- Bahagia dengan Berkah Tahun Baru 2019- ini, Sadhu. Sancai… Sancai… Sancai…

BUDDHA GOTAMA: Aṅguttara Nikāya-Buku iv. Memberi 8.31. Memberi (1)

Gambar
“Para bhikkhu, ada delapan pemberian ini. Apakah delapan ini?  (1) Setelah menghina [si penerima], seseorang memberikan suatu pemberian.  (2) Seseorang memberikan suatu pemberian karena takut.  (3) Seseorang memberikan suatu pemberian, [dengan berpikir]: ‘Ia memberi padaku.’  (4) Seseorang memberikan suatu pemberian, [dengan berpikir]: ‘Ia akan memberi padaku.’  (5) Seseorang memberikan suatu pemberian, [dengan berpikir]: ‘Memberi adalah baik.’  (6) Seseorang memberikan suatu pemberian, [dengan berpikir]: ‘Aku memasak; orang-orang ini tidak memasak. Tidaklah benar jika aku yang memasak tidak memberikan kepada mereka yang tidak memasak.’  (7) Seseorang memberikan suatu pemberian, [dengan berpikir]: ‘Karena aku telah memberikan pemberian ini, maka aku akan memperoleh reputasi baik.’  (8) Seseorang memberikan suatu pemberian dengan tujuan untuk menghias pikirannya, melengkapi pikirannya.”

BUDDHA GOTAMA: Saṃyutta Nikāya-1. Kelompok Khotbah tentang Devatā-32. SOAL: "KEKIKIRAN"

Gambar
Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Kemudian, pada larut malam, sejumlah devatā penghuni Satullapa, dengan keindahan yang memesona, menerangi seluruh Hutan Jeta, mendatangi Sang Bhagavā. Setelah mendekat, mereka memberi hormat kepada Sang Bhagavā dan berdiri di satu sisi. Kemudian salah satu devatā, sambil berdiri di satu sisi, mengucapkan syair ini di hadapan Sang Bhagavā: “Melalui kekikiran dan kelalaian Suatu benda tidak diberikan. Seseorang yang mengetahui, menginginkan jasa, Tentu harus memberikan sesuatu.” Kemudian devatā lainnya mengucapkan syair ini di hadapan Sang Bhagavā: “Apa yang ditakuti oleh si kikir ketika ia tidak memberi Adalah bahaya yang sama yang mendatangi ia yang tidak memberi. Lapar dan haus yang ditakuti oleh si kikir Menimpa si dungu di dunia ini dan berikutnya. “Oleh karena itu, setelah melenyapkan kekikiran, Penakluk noda harus memberi. Perbuatan baik adalah pe...

BUDDHA GOTAMA: Aṅguttara Nikāya-5.36. Tepat pada Waktunya.

Gambar
“Para bhikkhu, ada lima pemberian yang tepat pada waktunya ini. Apakah lima ini? (1) Seseorang memberikan pemberian kepada seorang tamu. (2) Seseorang memberikan pemberian kepada seseorang yang melakukan perjalanan. (3) Seseorang memberikan pemberian kepada pasien. (4) Seseorang memberikan pemberian pada masa bencana kelaparan. (5) Seseorang mempersembahkan panen dan buah pertama kepada para mulia. Ini adalah kelima pemberian yang tepat pada waktunya itu.” Pada waktu yang tepat, mereka yang bijaksana, orang-orang yang dermawan dan murah hati memberikan pemberian yang tepat waktu kepada para mulia, yang stabil dan lurus; Yang diberikan dengan pikiran yang jernih, persembahannya adalah sangat luas. Mereka yang bergembira dalam perbuatan-perbuatan demikian atau yang memberikan pelayanan [lain] tidak melewatkan persembahan; mereka juga mendapat bagian jasa. Oleh karena itu, dengan pikiran tidak mundur, seseorang harus memberikan pemberian ya...

BUDDHA GOTAMA: Aṅguttara Nikāya-5.35. 5 Manfaat Memberi.

Gambar
“Para bhikkhu, ada lima manfaat memberi ini. Apakah lima ini? (1) Seorang yang gemar berdana akan disukai dan disenangi oleh banyak orang. (2) Seorang yang gemar berdana Orang-orang baik mendatanginya. (3) Seorang yang gemar berdana Ia memperoleh reputasi baik. (4) Seorang yang gemar berdana Ia tidak kurang dalam tugas-tugas umat awam. (5) Seorang yang gemar berdana, Dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir kembali di alam tujuan yang baik, di alam surga para Dewa. Ini adalah kelima manfaat memberi itu.” Dengan memberi, seseorang menjadi disayangi, ia mengikuti tugas kebaikan; para bhikkhu yang baik dan terkendali-selalu mendatanginya. Mereka mengajarkan Dhamma kepadanya yang menghalau segala penderitaan, yang setelah memahaminya seorang yang tanpa noda di sini mencapai nibbāna.

BUDDHA GOTAMA: 5 Pemberian yang Baik

Gambar
“Para bhikkhu, ada lima pemberian dari orang baik ini. Apakah lima ini? Ia memberikan pemberian dengan penuh keyakinan; ia memberikan pemberian dengan hormat; ia memberikan pemberian yang tepat waktu; ia memberikan tanpa enggan; ia memberikan pemberian tanpa melukai dirinya atau orang lain. “(1) Karena ia memberikan dengan penuh keyakinan, maka di mana pun akibat dari pemberian itu berbuah, ia kelak menjadi kaya, dengan harta dan kekayaan berlimpah, dan ia menjadi tampan, menarik, anggun, memiliki penampilan yang luar biasa baik. (2) Karena ia memberikan pemberian dengan hormat, maka di mana pun akibat dari pemberian itu berbuah, ia kelak menjadi kaya, dengan harta dan kekayaan berlimpah, dan anak-anak dan istri-istrinya, para budak, para pelayan, dan para pekerjanya patuh, menyimak, dan mengarahkan pikiran mereka untuk memahami. (3) Karena memberikan pemberian yang tepat waktu, maka di mana pun akibat dari pemberian itu berbuah, ia kelak menjadi kaya, dengan harta da...

TUJUHBELAS 17 SUTTA PILIHAN TENTANG BERDANA (MEMBERI)

Gambar
Ini yang disabdakan Buddha,  “O para bhikkhu, jika orang-orang mengetahui, seperti yang Aku ketahui, akibat dari memberi dan berbagi, maka mereka tidak akan makan sebelum memberi, juga mereka tidak akan membiarkan noda kekikiran menguasai mereka dan berakar dalam batin mereka. Bahkan jika itu adalah makanan terakhir, suapan terakhir mereka, mereka tidak akan memakannya sebelum membaginya, jika ada orang lain untuk berbagi. Tetapi, para bhikkhu, karena orang-orang tidak mengetahui, seperti yang Aku ketahui, akibat dari memberi dan berbagi, maka mereka makan tanpa memberikan, dan noda kekikiran menguasai mereka dan berakar dalam batin mereka.” Jika seseorang tahu— Demikian yang dikatakan Buddha— Bagaimana hasil dari memberi— Yang berbuah besar, Dengan pikiran yang berbahagia, Bebas dari noda kekiran, Mereka sepatutnya memberikan kepada yang mulia Yang akan menyebabkan apa yang diberikan berbuah Setelah memberikan makanan sebagai persembahan, Ke...