Selain Indonesia, 4 Negara Ini Berlakukan Imlek sebagai Libur Nasional Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis










PRESIDEN Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur menetapkan bahwa Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia. Sebelumnya, semasa pemerintahan rezim Orde Baru, segala hal berbau Tionghoa dilarang termasuk Imlek lewat Instruksi Presiden No 14 Tahun 1967.

Almarhum Gus Dur mencabut Inpres No 14/1967 itu pada 2000. Ia mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) no 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi yang merayakan). Baru pada 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri menyatakan Imlek sebagai hari libur nasional yang efektif berlaku mulai 2003.

Kebijakan untuk menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia dan China saja, tetapi juga beberapa negara di dunia. Beberapa negara, terutama yang memiliki populasi keturunan Tionghoa cukup besar juga mengikuti Indonesia dan China.

Brunei Darussalam
Negara dengan Ibu Kota Bandar Sri Begawan itu memang dihuni oleh mayoritas Muslim, sama seperti Indonesia. Brunei Darussalam ternyata memberlakukan libur nasional untuk Tahun Baru Imlek karena menurut data pada 2013, dihuni sekira 10,3% etnis Tionghoa. Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi.

Yang menarik, Bahasa Mandarin merupakan salah satu bahasa yang cukup banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari selain Bahasa Melayu dan Inggris. Hari libur nasional biasanya hanya diberlakukan pada hari perayaan Imlek yang kali ini jatuh pada 16 Februari. Meski begitu, satu hari sebelum perayaan, warga Brunei yang merayakan akan diberi kesempatan untuk mengakhiri aktivitas lebih cepat.

Malaysia
Negeri Jiran merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman budaya terutama etnis Melayu, India, dan Tionghoa. Berdasarkan sensus pada 2010, sekira 24,6% warga Malaysia merupakan etnis Tionghoa.

Jika di Brunei hari libur nasional hanya diberlakukan tepat pada pergantian tahun sesuai kalender Masehi, tidak demikian halnya dengan Malaysia. Mereka memberlakukan dua hari libur nasional agar warganya dapat merayakan Imlek dengan lebih leluasa. Apalagi, pada 2018 Imlek jatuh pada Jumat sehingga bisa disebut warga Malaysia merayakan long weekend.


Kemeriahan Tahun Baru Imlek tidak hanya dirayakan oleh etnis Tionghoa saja di Malaysia, tetapi juga yang bukan merupakan etnis keturunan. Warga biasanya ikut tumpah ruah ke jalan dalam berbagai festival yang diselenggarakan di beberapa daerah seperti Ibu Kota Kuala Lumpur, Penang, dan Klang.                                         

Singapura
Mirip dengan Malaysia, Singapura juga merupakan salah satu negara yang punya etnis beragam. Negeri Singa memiliki tiga suku utama yakni Melayu, India, dan Tionghoa. Berbeda dengan Malaysia, Singapura justru didominasi oleh etnis Tionghoa dengan jumlah 74,1% berdasarkan data pada 2015.

Seperti halnya Malaysia, Singapura juga memberlakukan dua hari libur nasional bagi warganya untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Pusat perayaan biasanya digelar di daerah Chinatown dan dimeriahkan festival kebudayaan seperti barongsai.

Filipina
Kedekatan Filipina dengan China dimulai pada 1898 di mana sekira 2 juta etnis Tionghoa asal Fujian menjadi imigran di negara kepulauan tersebut. Letak Filipina yang berada di tengah-tengah jalur laut yang menghubungkan barat dengan timur membuat negara tersebut memiliki keragaman etnis yang cukup banyak.

Saat ini diperkirakan 18 juta warga Filipina merupakan keturunan etnis Tionghoa baik yang merupakan keturunan langsung maupun hasil pernikahan campuran. Sama seperti Indonesia, Filipina hanya memberlakukan satu hari libur nasional saat Imlek yang kali ini jatuh pada 16 Februari.

(war)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

" NAMA-NAMA BUDDHIS "

“大悲咒 | Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) & UM-MANI-PAD-ME-HUM”

“ Fangshen cara membayar Hutang Karma Buruk dengan cepat dan Instan “