Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

SELAMAT HARI RAYA WAISAK 2565 BE. [BUDDHA ERA] / TH 2021. MOHON MAAF LAHIR BATIN KPD BANGSA INDONESIA & WARGA DUNIA.

Gambar
  SEMOGA WAISAK 2565 BE. [BUDDHA ERA] / TH 2021 BAWA BERKAH KESELAMATAN-KESEHATAN-KEDAMAIAN-KEBAHAGIAAN-SUKSES-BERSAMA KELUARGA & BANGSA INDONESIA SERTA WARGA DUNIA. SABBE SATTA BHANTU SUKHITATTA. SEMOGA SEMUA MAKHLUK HIDUP BERBAHAGIA. SADHU 3X ...

SELAMAT HARI RAYA WAISAK 2565 BE. [BUDDHA ERA] / TH 2021. MOHON MAAF LAHIR BATIN KPD BANGSA INDONESIA & WARGA DUNIA.

Gambar
  SEMOGA WAISAK 2565 BE. [BUDDHA ERA] / TH 2021 BAWA BERKAH KESELAMATAN-KESEHATAN-KEDAMAIAN-KEBAHAGIAAN-SUKSES-BERSAMA KELUARGA & BANGSA INDONESIA SERTA WARGA DUNIA. SABBE SATTA BHANTU SUKHITATTA. SEMOGA SEMUA MAKHLUK HIDUP BERBAHAGIA. SADHU 3X ...

SELAMAT HARI RAYA WAISAK 2565 BE. [BUDDHA ERA] / TH 2021. MOHON MAAF LAHIR BATIN KPD BANGSA INDONESIA & WARGA DUNIA.

Gambar
  SEMOGA WAISAK 2565 BE. [BUDDHA ERA] / TH 2021 BAWA BERKAH KESELAMATAN-KESEHATAN-KEDAMAIAN-KEBAHAGIAAN-SUKSES-BERSAMA KELUARGA & BANGSA INDONESIA SERTA WARGA DUNIA. SABBE SATTA BHANTU SUKHITATTA.  SEMOGA SEMUA MAKHLUK HIDUP BERBAHAGIA.  SADHU 3X ...  

PERKUMPULAN BOEN HIAN TONG is inviting you to a scheduled Zoom meeting. Topic: Bincang Tipis-Tipis " Menduniakan Sastra Indonesia " Time: May 27, 2021 07:00 PM Semarang Join Zoom Meeting https://zoom.us/j/92568106114... Meeting ID: 925 6810 6114 Passcode: 795337 https://youtu.be/o3DVGiSmgCo

Gambar
  Lian Gouw adalah penulis novel asal Indonesia yang menetap di Amerika. Karya Lian telah dimuat di beberapa majalah sastra. Pada tahun 1960, beliau pindah ke Amerika, akibat kekecewaannya terhadap pemerintahan saat itu yang dinilai anti-Barat. Pada tahun 2009, Lian meluncurkan novelnya yang berjudul “Only a Girl”. Novel ini ditulis dalam Bahasa Inggris dan diterbitkan di Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 2010, novel tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Gramedia. Terjemahan terbaru oleh Widjati Hartiningtyas diterbitkan tahun 2020 oleh PT Kanisius dengan judul: "Mengadang Pusaran". Novel "Mengadang Pusaran" berlatar belakang sejarah Indonesia dalam kurun waktu 1930 hingga 1952. Pada tahun 2010, Lian Gouw mendirikan penerbitan Dalang Publishing yang mengusung novel sastra dengan latar belakang sejarah dan/atau budaya Indonesia karya penulis Indonesia yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan dipasarkan di toko buku, perpustaka

Presiden Jokowi akui banyak kasus pelanggaran HAM belum tuntas Tragedi Mei 1998 : Kenangan dua ibu yang kehilangan anaknya Kerusuhan Mei 1998: "Apa salah kami sampai (diancam) mau dibakar dan dibunuh?" Pada 13 Mei 1998 malam, Ita Fathia pertama kali mengetahui terjadinya perkosaan massal setelah menemui korban kejadian di kawasan Jembatan Tiga, Jembatan Empat dan Jembatan Lima di Jakarta Barat. Ia menemukan korban itu setelah mendapatkan informasi dari sejumlah orang melalui telepon anonim.

Gambar
  "Pertama telepon dari laki-laki katanya ada perkosaan terhadap etnis Tionghoa di Jakarta Utara. Kami pikir itu bohong, namun sekitar jam 8 ada lagi perempuan menelpon mengatakan ada perkosaan di Jembatan Tiga di Cengkareng," jelas Ita. Akhirnya malam itu, Ita dan dua rekannya dari Kalyanamitra pun memutuskan untuk pergi ke kawasan Cengkareng dengan taksi meski belum mengetahui dengan jelas rumah para korban. "Waktu itu di Jakarta Barat sudah ramai, taksi tak bisa masuk, demi keamanan supir taksi menyarankan saya menggunakan syal sebagai kerudung ketika keluar taksi," kata Ita. Dia dan dua rekannya pun berjalan kaki ke Jembatan Tiga. Jalanan ketika itu sudah kacau, banyak orang menggedor pintu toko. Sampai di Jembatan Tiga, Ita bertemu dengan camat setempat yang menunjukkan rumah korban perkosaan. "Sebelumnya dia menyarankan jangan ke sana karena berbahaya, tapi setelah tahu kami ingin mendatangi korban, camat itu mendatangi saya dan mengatakan ibu masih ingin

ROCKY G: FAKTA BUKAN HOAX BUKAN KEBENCIAN MUSLIM2 INDON LEBIH BIADAB DARI ISRAEL MUSLIM2 INDON PERKOSA 150 WANITA ETNIS CHINA & RUSUH JARAH-HUKUM INDON NGENTOT SETAN DAJJAL BIADAB ORANG2 INDON PERKOSA WANITA ETNIS CINA MEI1998 RUSUH Tak DIUNGKAP Tuntas Catatan Tim Relawan Kasus Mei 1998 20 TH Tak Sidang-BBC.COM

Gambar
  MUSLIM2 INDON SETAN DAJJAL LEBIH BIADAB DARI ISRAEL-- ORANG2 INDON PERKOSA WANITA ETNIS CINA MEI1998 RUSUH Tak DIUNGKAP Tuntas lbh 150 WANITA ETNIS Cina DIPERKOSA& PELECEHAN SEKSUAL, Catatan Tim Relawan Kasus Mei 1998, tak Kunjung DIUNGKAP, 20 TH Tak Sidang-Sri Lestari-BBC News Indonesia-Peristiwa Mei 1998. ITA CERITA SOAL TRAGEDI MEI 1998:  Ita F Nadia Tim Relawan untuk Kekerasan Terhadap Perempuan menyebutkan perkosaan Mei 1998 merupakan perkosaan politik di mana tubuh atau seksualitas perempuan dijadikan alat teror dari situasi politik yang kacau. Meski dua puluh tahun berlalu, Ita F Nadia mengatakan mendampingi para korban perkosaan Mei 1998, merupakan momen mencekam dan tragis dalam hidupnya. Dia masih mengingat bagaimana mendampingi salah seorang korban, seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang meninggal setelah diperkosa di kawasan Tangerang. "Dia meninggal di pangkuan saya, dia diperkosa dan vaginanya dirusak, ibu dan kakak perempuannya juga diperkosa tapi s

Perkosaan Mei 1998 'tak pernah terungkap, tak pernah dituntaskan' Sri Lestari-BBC News Indonesia-20 Mei 2018 Ilustrasi korban perkosaan masalSUMBER GAMBAR,DAVIES SURYA/BBC. Pada peristiwa Mei 1998, lebih dari 150 orang perempuan etnis Cina mengalami perkosaan dan pelecehan seksual, demikian catatan sebuah tim relawan kasus Mei 1998, dan kasusnya tak juga kunjung terungkap, hingga kini, 20 tahun kemudian, dan tak ada yang pernah disidangkan. memperingati KERUSUHAN MEI Yang ke-15. Sekalian Hari Kebangkitan Nasional. Lakon yang dimainkan adalah Putri Cina –diambil dari novel karya Romo Sindhunata. Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "Setelah Dicoba Soimah", https://www.jpnn.com/news/setelah-dicoba-soimah

Gambar
  Ita F Nadia Tim Relawan untuk Kekerasan Terhadap Perempuan menyebutkan perkosaan Mei 1998 merupakan perkosaan politik di mana tubuh atau seksualitas perempuan dijadikan alat teror dari situasi politik yang kacau. Peringatan artikel ini mengandung konten kekerasan seksual Meski dua puluh tahun berlalu, Ita F Nadia mengatakan mendampingi para korban perkosaan Mei 1998, merupakan momen mencekam dan tragis dalam hidupnya. Dia masih mengingat bagaimana mendampingi salah seorang korban, seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang meninggal setelah diperkosa di kawasan Tangerang. "Dia meninggal di pangkuan saya, dia diperkosa dan vaginanya dirusak, ibu dan kakak perempuannya juga diperkosa tapi sudah meninggal beberapa jam sebelumnya," ungkap Ita. Ayah dari korban tersebut mengalami depresi. "Saya dan pendeta mengurusnya. Saya membopongnya ketika didoakan pendeta, memandikannya. Kemudian menunggunya sampai selesai dikremasi. Saya selalu tidak tega (mengingatnya)," kata