Fenomena Dhamma

Monday, August 02, 2010

“Sikap yang baik dalam keluarga yang berbeda agama”

DISKUSI DHARMA FACEBOOK.


Diskusi: Tanya; bhante maaf saya mau tanya bagaimana bila di rumah mempunyai istri dan anak dua-tiga keyakinan yang berbeda? Apa sikap yang baik dalam keluarga yang berbeda agama? Teman-teman tolong kasih komen yang benar dan berguna, sadhu.

Jawab: Warga Indon aneka suku dan agama (pluralisme), kalau dijadikan renungan untuk belajar dengan benar akan memberi wawasan yang luas tidak fanatik, malah jadi bijaksana.

Contohnya; Gus Dur yang mendadak dipuja setelah wafat, karena baru diketahui hasil tindakannya yang aneh ternyata membawa manfaat luar biasa bagi seluruh umat ber-agama. Andai tidak ada Gus Dur, indon akan lebih parah dalam beribadah terutama keturunan china.

Negara indon saja yang penduduknya 235juta masih bisa rukun dalam beribdah, alangkah sedihnya bila hanya dalam kelurga kecil tidak bisa rukun dalam beribdah agamanya.Yang penting dalam keluarga harus saling menghormati.

Jadi berbeda agama membawa manfaat bila dinilai secara pikiran positif. Artinya dari kekurangan dan kelebihan sesama kita bisa mengambil yang berguna untuk bahan meningkatkan pelatihan menjadi bijaksana. Namun, sebelumnya kita harus banyak menerima kritikan dan masukan dari yang lain juga, jangan mau benar sendiri, mau menang sendiri, dsb.


Teman-teman terimaksih atas dedikasi dan komentarnya.

1.harus dengan sikap saling pengertian satu sama lain.karena semua agama sama baik.jgn hanya karena perbedaan agama kita sekeluarga jd bermusuhan.

2. Apabila mereka berbeda agama tapi mau tinggal 1atap berarti mereka sudah siap utk saling menghormati satu sama lain,smua agama adalah satu dimata mereka,sama2anak Tuhan,tidak ada perbandingan masalah agama lagi dimata mereka sejak mereka mau bersatu tinggal seatap/

3. Hahahaha... Setuju dengan pak Tien En ^ ^
Agama hanya merk doang. Sejatinya semua manusia adalah sama adanya. Jika kita mencari pertentangannya, kita akan menemukannya. Sama halnya jika mencoba menyelaraskannya. Jadi sah2 saja jika suami, is...tri dan anak beda pandangan.
Jika kita punya pandangan sendiri, yg "menurut kita baik dan benar", tunjukkan saja dalam ucapan dan tindakan. Tidak perlu memaksakan.

4. Selamat sore bhante dan teman2 semua,yg saya tahu,ada 4 dasar agar perkawinan bisa bahagia:1.Sama Sadha,memiliki keyakinan yang sama.2.Sama Sila,memiliki moral yg sama,dalam arti masing2 melaksanakan sila dengan baik.3.Sama Caga,memiliki si...fat dermawan,mau membantu orang yg kesusahan.4.Sama Panna.sama kebijaksanaannya,mempunyai pandangan benar dan dapat membedakan mana yg baik dan buruk.Dengan 4 dasar ini,maka ketika kita punya anak,dengan sendirinya akan mengikuti keyakinan kedua orang tuanya yg sama2 keyakinannya.Kalau sudah terjadi kasus seperti ini,agama jangan dipermasalahkan lagi,sebagai orang tua,cukup meluruskan pandangan anak2nya yang salah,tetapi jangan mencoba untuk membuddhiskan mereka,biarlah dia muncul kesadaran dalam batinnya sendiri melihat ayahnya yg beragama Buddha begitu baik,sabar dan pengertian..terima kasih bhante..


5. Namo buddhaya.Tdk ada konflik yg benar2 tajam antara buddhisme dn agama,krna yg satu adlh guru dn murid,dn yg lain;ayah dn anak,jika para imam dn biarawati mempraktikkan buddhisme dn gilirannya meninggalkan agama mrka,saya percaya bahwa bu...ddha pun tdk akan menerima mereka,karena mengabaikan org tua demi guru bertentangan dgn etika manusia,krna itu para pengikut agama akan beruntung jika mereka berlatih (mempraktekkan) buddhisme,jika kita berlatih,kita akan mencapai kebijaksanaan utk mengetahui secara pasti apa surga itu, dn akan mampu memutuskan kapan dn bagaimana kita dpt prgi kesana,dgn demikian, buddhisme adlh sebuah cara utk mengajar karena ia mengajarkan kpd kita bagaimana mendptkn kembali kebijaksanaan kita yg sejati.Sadhu3x..

6. Agama, menurut saya, cara seseorang berhubungan dengan Tuhan. Semuanya baik, jika dijalankan secara tepat dengan pandangan dan pengertian yang tepat. Tidak melihat sesuatu dari sudut pandang yang sempit dan fanatik. Bagi saya, yang penting adalah ber-Tuhan (ykn akan kuasa Tuhan) dengan tetap mengedepankan usaha. Terkadang karena terlalu ykn pada Tuhan dgn pandangan yang sempit, segalanya dianggap takdir tanpa kenal usaha lagi. Jadi, sbnrnya agama hanya penuntun umat agar hidupnya tidak kacau.

7. selamat sore Bhante, saya rasa sebaiknya kita saling menghargai dan menghormati agama yg diyakini masing" walaupun dia itu keluarga kita yg paling dekat, tidak perduli dia anak atau pasangan hidup kita. kita tidak boleh egois dan memaksakan kehendak kita karena semua agama itu baik hanya cara pelaksanaannya saja yg berbeda.

8. Namo buddhaya bhante, he.. saling menghormati dan menghargai satu sama laen,dan menjalankan kehidupan lyknya satu keluarga yg harmonis,dimana masing2 memegang peranannya dalam keluarga,tanpa mempersoalkan perbedaan agama.

9. Sy coba jwb yah Bhante,semua agama mengajarkan kita utk mengasihi jadi tinggal mengembangkan cinta kasih saja.smoga bnr.

10. Boleh...tukar pendapat saudara Samanda....Org Atheis blum tentu jahat dan org beragama blum tentu baik, didunia ini Agama, Suku/Etnis, Bgs atau negara ada yg baik dan ada pula yg Jahat, kadang-kala Saudara sekandungpun bisa bermusuhan, kem...ungkinan bisa saja dri Org Tua, yg suka pilih kasih/ kadang suka menbandingkan anak satu yg pintar dgn yg agak terbelakang dalam hal Fisik dan IQ, kadang ada sewaktu anak pertama lahir Miskin(Gagal dlm Usaha) kemudian lahir anak kedua Usahanya maju sekali.....saya pernah ketemu kasus temanku.....jdi sering kali mereka menjdikan kambing hitam....mudah-mudah tdk semua org tua yg mempunyai sifat begitu.....kira-kira ada sependapatan tdk...?

11. Namo Buddhaya Bhante, bl ditanya sikap yg baik bl terdpt 3 agama berbeda dlm keluarga, mk introspeksi dirilah yg paling diperlukan, mengapa, dlm diri ke 3 orang tsb tnt sdh paham semua agama adl baik, saling introspeksi diri ketika menghadapi masalah yg mungkin muncul, agar tdk saling ngotot unt membenarkan pandangan2nya. Orang yg beragama tnt kecondongan berpkrnya yg selaras sesuai keyakinannya, jd menurut saya bl tdk saling introspeksi keharmonisan sulit terjaga.

12. Istilahnya sayur asam aja,bila kita bisa,pandai & pintar meracik bumbu dan sayur dengan pas dan sesuai dengan keinginan,maka rasanya pasti akan terasa nikmat dan mantap...Trims.

13. namaste Bhante, pendapat saya pribadi tidak setuju jika umat Buddha kita menikah dgn agama lain.. Karna umat Buddha terlalu Baik dan amat pengalah bisa dikatakan lemah..


14. Coba anda bayangkan jika umat kita menikah dgn beda keyakinan lalu puny...a keturunan sudah pasti anak mereka tidak akan jadi Buddhis.. Lalu siapa generasi Buddhis selanjutnya ? Lama-lama akan habis umat Buddhis khan .. Kena dogma dan doktrin dr keyakinan agama sperti (maaf) Kristen yg terkenal gencaar mencari pahala lwt mengajak umat lain ikut agama mereka.Sampai pada akhirnya paritta suci sulit dicari, hilang musnah dari dunia.. Next .. Dapatkah akhirnya generasi berikutnya mengenal dan belajar serta mempraktekan Dhamma Sang Buddha?

15. Namo Buddhaya Bhante,slmt malam_/|\_:Jalani saja kehidupan ini apa adanya,biarlah masing2 menjalankan ajaran dan ibadahnya mnrt keyakinan msg2,berusaha utk tidak membahas soal agama,kalo mau bhs,harus dgn kepala dingin,cuma mnrt saya yg aga...k membingungkan adalah pelaksanaan upacara ktk salah satu diantaranya meninggal nantinya,kecuali mereka adalah penganut agama yg tidak fanatik dan penuh toleransi.Hal ini ada terjadi dlm kehidupan saya,di mana almarhum ayah mertua sy sdh meninggal (Buddha),kuburannya sdh dibuat sanghong (berdua dgn ibu mertua),tiba2 ibu mertua beralih agama,skrg ibu mertua bingung,hendak dimana BELIAU dikuburkan ktk meninggal nantinya,sampai2 BELIAU bercanda,kalo BELIAU tdk dikuburkan di sana,ntar ditunggu2 ayah mertua sambil tanda tanya,kok BELIAU tdk datang2?(hehehe)Sdgkn rencana BELIAU mau dikuburkan di tpt berbeda dgn ayah mertua (sesuai dgn agama BELIAU skrg)Kalo mnrt sy,sy akan menjalankan sesuai permintaan terakhir ibu mertua nantinya,krn sy orgnya tdk ada pantangan,cuma mslhnya gimana nanti pendapat dr saudara2 dr ibu/ayah mertua sy...demikianlah Bhante,pendapat dr sy apa adanya.

17. Andi@ khan dulu aku pernah bilang kalau aku baru belajar agama Buddha makanya pikiranku jadi masih (short) hahaha.Pikiranku sederhana gk muluk dan munafik toleransi buatku ada didalam jika diluar itu cuma lips service aja hehe..pernah ba...ca buku 666 ?

18. Aku meyakini ajaran Buddhis, suamiku sejak kecil hanya mengenal ajaran katholik hingga saat ini. Kami hidup bersama memadukan dua ajaran yang sangat indah.. dan hasilnya kami bahagia menjalani keseharian kami.

19. Tan Sunlie/Samanda/Andy : Pernah baca cerita seorang Raja mencari guru spiritual??? Akhirnya Sang Raja menemukannya bukan pada seorang Pendeta atau pemuka agama, tapi pada diri seorang tukang kayu yang bijaksana... Sang Raja bertanya, bagaimana engkau menjadi bijaksana hanya sebagai tukang kayu?? Jawab Tukang kayu:"Ketika aku memotong kayu, aku "hanya" memotong kayu.. Ketika aku mengangkat air aku "hanya" mengangkat air..sehingga telingaku mendengar setiap gesekan gergaji pada kayu, dan gemericik air didalam dulangku..itulah suara alam yang hanya bisa didengar ketika kita "berhenti" ditempat...Aku melatihnya terus menerus agar pikiran ini tetap disini........... Salam manis untuk kalian semua!

20. Benar Saudara Sbg Sahabatmu yg dituliskannya. Org Bijak belum tentu berasal dri seorang Raja. Belajar agama tdk boleh menjdi Fanatiesme akan sgt berbahaya...........!!! Kisah Konghucu...suatu ketika...beliau ke Kota...dlm perjalananya dikota itu ...terhadang sekelompok anak kecil...yg bermain Gundukan Pasir....diantara anak.2 tsb, ada yg satu berumur 7 thn yg luar biasa hebatnya, sampai Konghucu meminta anak tsb menjdi Gurunya. dikemudian hari kabar berita tsb tersebar....Konghucu semakin terkenal atas kebijaksanaan....diseluruhNegeri Cina......salam sejahtera Sebgai Sahabatmu.....selamat pagi.

21. me too, Belajar bijak tidak dari mereka yang telah bijaksana saja
Kitapun dapat belajar dari orang-orang yang membuat kita jengkel/kesal ataupun mereka yang membenci kita.terimalah mereka sebagai guru juga dalam melatih kesabaran kita.Petik segala hikmah dibalik peristiwa yang terjadi.. Jadikan bekal pengalaman hidup kedepan.. Ambil yang positif dan buang yang buruk..
Sepertinya saya sudah jadi wise guy.Hahaha

22. Orang bijaksana hanya melihat dan mengenali kebenaran sebagai kebenaran tidak mengusahakan atau berusaha memberikan solusi sama-sama menang/ sama-sama diuntungkan. Mereka malah berbahagia bila dapat memberikan kemenangannya pada orang lain..dan mrk hanya mencermati agar ketenangan Batinnya dapat terkondisi damai tidak bergejolak terhadap apa yang datang dan apa yang hilang..
Menerima apa yang datang.Melepas apa yang dipunya dan dimiliki..
Hingga tidak terlibat lagi keinginan untuk mempersatukan .

23. Permisi bole ikt share y^^. Mnrt sy,dibuthkn adlh slg menghormati,toleransi & slg dukung.karna pada intinya smua ajarn agama itu sama,mengajar kbenaran & cinta kasih.di dunia ini bgtu byk ragam,jenis,tipe manusia,baik ras,bahasa,negara,komunitas dll. keyakinan bole saja bebeda,nmn hati dan iman haruslah tetap harmonis.karna pada dasarnya kita smua adlh 1 kluarga.

24. Namo buddhaya bhante, met sore, 1. jangan anggap agama sebagai sebuah perbedaan, 2. harus saling menghormati, karna menurut sy pribadi, manusia hanya d beda kan mejadi 2: - Manusia yg baik & manusia yg tdk baik, anumodana,

25. yang pertama kita hrs saling menghormati agama masing2 .
biarpun agama satu rmh berbeda-beda ,tapi semua agama ajarkan jalan yang benar dan baik BBu

26. Buddha Mengajarkan Kita Untuk Memancarkan Metta ( Cinta Kasih UNIVERSAL),
Kepada SEMUA Makhluk TANPA KECUALI. TAK PEDULI YAKIN pada Buddha atau Tidak, SEMUANYA Adalah SATU KELUARGA, TIDAK ADA PERBEDAAN AKU dan KAMU. Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia Sabbe Satta Bavantu Sukhitatta

27. saling menghormati dan menjalankan keyakinan masing2 tanpa memaksakan keyakinan kita.


KESIMPULAN:
Satu-satunya Jalan ialah kita harus toleransi terhadap agama yang dianut orang lain, dengan cara saling bertukar pikiran yang dilandasi pikiran positif. Untuk saling memberi dan menerima masukan apa yang baik dan berguna bagi kedua pihak. Hingga menemukan titik temu yang saling menguntungkan bagi kedua pihak. Ajaran agama hanyalah ‘Jalan’ atau ‘Sarana’ yang digunakan oleh kita, kalau jalan atau sarana itu cock bagi kita dan membawa kebahagiaan, silahkan gunakan jalan dan sarana itu. Bila tidak cocok ya sebaiknya jangan digunakan dan tinggalkan saja. Semoga berguna, sadhu.
Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka menerimanya, dan ikut berbahgia.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhul hidup bahagia.
Ven.Sudhammacaro.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home