Postingan

“ KEMASUKAN DEWA-DEWI TIDAK ADA DALAM AJARAN BUDDHA “

DISKUSI DHARMA FACEBOOK. Teman2 Dharma kl sempat silahkan simak pertanyaan dari Umat di bawah ini dan kasih komen. NamoBuddhaya Bhante.. _/l\_ Bhante sehat? Semoga Bhante Sudhammacaro selalu diberikan kesehatan.. sadhu3x. Saya ingin menanyakan 2 pertanyaan kpd temen2 dan Bhante.. Mohon penjelasannya.   ke-1. Dalam agama konghucu/ Buddha ada yg namanya Tangsin/ orang pintar atau orang yg Kemasukan Dewa-Dewi, seperti kemasukan dewi Kwan Im, Kongco, dan lainnya. Bagaimana menurut ajaran Sang Tathagata? Apakah Sang Buddha pernah menjelaskan tentang hal tersebut? Apakah benar jiwa seorang manusia bisa dimasuki dewa- dewi sungguhan? Mohon penjelasannya temen2.   Trimakasih banyak temen2 dan Bhante.. Teman2 tlg ks koment yg benar dan berguna, sadhu. Komen dari teman2 sdh benar dan bgs2. Teman2 maaf kl komen bhante salah.    Kesimpulan: Guru Agung Buddha tdk ada penjelasan soal Kemasukan Dewa-Dewi spt yg anda tanyakan. Alas...

“ Dampak/ Efek dari KESOMBONGAN “

Asumsi ajaran Buddha ialah selalu mengarah ke Sebab dan Akibat, bahwa tiap tindakan apapun, baik melalui pikiran, ucapan dan prilaku akan membawa akibat/ efek/dampak. Kesombongan atau Sikap Arogan adalah salah satu tindakan negatif/ buruk, sampai ke level yang paling haluspun tetap buruk/negatif. Maka akibatnya merugikan dan hasilnya membawa penderitaan bagi diri sendiri dan orang lain. Sepintas saja Orang Sombong mudah sekali dilihat, karena sudah Nampak dari mulai Mata-nya dan Raut Wajahnya, Ucapannya, apalagi Sikap dan Tindakannya. Demikian pula orang Rendah Hati (tidak sombong) pasti gampang dilihat. Mengapa? Sebab, tubuh kita adalah Media Ekspresi yang muncul dari dalam, yaitu Batin kita (pikiran). Bila anda mau bukti contohnya, anda boleh bertanya sama sdr.’Erwin Yap’ sang Ahli Pembaca Raut Wajah. Sejatinya, Orang Sombong suka Pamer apa saja yg dimilki, lebih suka memuji diri sendiri dan amat suka dipuji oleh orang lain, meski nilainya tidak seberapa. Sebalikn...

KESOMBONGAN

Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain. Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain. Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi ...