Fenomena Dhamma

Thursday, May 17, 2012

“ PIKIRAN, PERASAAN, HATI NURANI APA BEDANYA? “

DISKUSID DHARMA FACEBOOK.


Teman2 Dharma kl sempat silahkan simak pertanyaan dari Umat di bawah ini dan kasih komen.

Namo Buddhaya Bhante, saya mau bertanya lima soal (5 soal) sbb:
 
1.Apa pengertian dan perbedaan antara : Pikiran, Perasaan, Hati Nurani?

Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih.

Teman2 tlg ks koment yg benar dan berguna, sadhu.


Temen2 pagi ini bhante mau posting soal Pikiran yg agak rumit, tp dijelaskan secara sederhana sekali, hingga kita akan dpt mengerti dikit isinya kan bagus, semoga berguna bagi temen2 dan utk menambah wawasan.

“ PIKIRAN “ (citta).
Ceramah umum oleh: Y.M. Yongdzin Tulku Rinpoche


   Kalau kita perhatikan siapakah yang membaca di depan komputer/ laptop/ HP anda ini, dan siapa yang sedang menulis ini, hal itu adalah bagian dari pikiran. Saya berbicara karena saya berpikir dan begitu juga dengan anda. Bila Anda mendengar ceramah yang masuk ke telinga anda, yang berfungsi ialah sebagai indera pendengar. Tapi telinga anda sendiri tidak mengerti, ada sesuatu di belakang telinga yang membuat anda mengerti apa yang sedang dibicarakan di depan. 

Oleh sebab itu, apakah pikiran itu atau apakah buah pikiran itu? Saya pun akan sulit menjawabnya, karena yang menanyakan  apakah pikiran itu, sebenarnya sang pikiran itu sendiri. Pada malam hari sewaktu kita mulai tidur, akan timbul buah-buah pikiran atau disebut mimpi. Contohnya, anda bermimpi melihat sekumpulan sapi yang mengeluarkan bunyi ‘iiiik’. Bila anda tidur bersama teman, teman anda tidak melihat sapi itu maupun mendengarnya.

Di dalam pandangan agama Buddha, sewaktu kita tidur bukannya ada sesuatu jiwa atau roh yang keluar dari tubuh anda baik melewati kuku atau ujung rambut, atau batok kepala atau ujung kaki. Tidak ada sesuatu roh yang keluar dari tubuhmu, dan roh itu bertemu dengan sekawanan sapi. Namun, semua ini terjadi karena anda mempunyai pikiran. Jika anda dapat menyadari kemampuan batin pikiran ini dengan sepenuhnya, melalui cara meditasi atau menenangkan pikiran, kehidupan anda akan menjadi lebih baik dalam segala hal. Pikiran kita ini adalah ibarat lembu. 

Seluruh tubuh kita yang lain seperti pedati yang ditarik lembu. Bila anda berpikir baik pasti ucapan dan perbuatan anda menjadi baik. Jika pikiran anda marah, ucapan anda pun akan penuh emosi dan perbuatan anda pun menjadi buruk. Oleh sebab itu, batin merupakan suatu misteri besar sejak adanya manusia. ‘Siapakah sesungguhnya saya ini?’ Bila diselidiki anda akan menemukan jalan buntu.

Yang sedang duduk membaca dan menulis ini sesungguhnya siapa? Kalau yang meulis dan membaca ini namanya si Amir, siapa si Amir itu? Kalau dia mempunyai bentuk, bentuknya seperti apa? Kalau si penulis dan pembaca ini mempunyai warna, apa warnanya? 

Di mana dia sesungguhnya, apakah di kepal, di jantung, di kaki, dan lain-lain. Sampai suatu saat anda akan menemukan bahwa tidak ada sesuatu pun yang disebut batin ini dalam bentuk kongkritnya. Nah, sesungguhnya di situlah, dalam pandangan agama Buddha walaupun anda tidak menemukan, sesungguhnya anda telah berhasil. 

Mengapa disebut berhasil? Sebab, penelitian anda sudah berhasil, untuk mengetahui soal ‘Pikiran’. Karena Buddha Gotama menyatakan bahwa batin sejati (pikiran) adalah tanpa inti, tidak berbentuk, tidak berwarna. Kalau kita lakukan demikian, akhirnya kita mengerti bahwa yang disebut dengan rumah-ku, anak-ku, harta-ku, semua yang ditambah Aku dibelakangnya ini, akhirnya tidak ada.

Jika kita telah menyadari bahwa sang Aku ini tidak ada, segala perbuatan, ucapan, anda bukan lagi untuk sang Aku, berarti untuk semua makhluk. Sebab itu, calon Buddha (Bodhisattwa) yang telah menyadari Bodhicitta (pikiran cerah), dia telah menyadarinya.  Kita akan mengerti bahwa perbuatan ini dilakukan karena ada sesuatu di baliknya, yaitu yang disebut ‘Pikiran tersebut.

Demikianpula dengan Perasaan, Kesadaran, dan Ingatan (pencerapan), sama dengan Pikiran tsb yaitu tidak berbentuk. Yang kadang sulit diterangkan karena tidak berbentuk. Hanya melalui praktik Meditasi dengan sungguh2 lah dan melalui penelitian yang serius lah baru Bentuk2 Batin akan dikenal dan diketahui keberadaan dan fungsinya masing2, seperti Pikiran, Perasaan, Kesadaran, Ingatan (pencerapan).



Teman2 terimakasih atas dedikasi dan komen yg berguna.


saya mencoba menjelaskan salah satu, yaitu : apa yang dimaksud pikiran itu ? kalo tdk salah di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pikiran diartikan sebagai : 1.hasil berpikir 2.ingatan 3.akal 4.angan-angan, gagasan 5.niat atau maksud. Selanjutnya di dlm agama Budha kita dapat melihat di dalam Dhammapada I-2 : " Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu [ucapan, perbuatan], pikiran adalah pemimpin, segalanya [perbuatan, ucapan] diciptakan pikiran. Bila seseorang berbicara atau berbuat dgn pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda kereta mengikuti jejak kaki lembu yang menariknya. 

Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran baik, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayangan yg tidak pernah meninggalkan tubuh seseorang." Selanjutnya kita juga bisa melihat dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan, dimana salah satunya adalah = Pikiran benar. apa yg dimaksud pikiran benar ? Pikiran benar berasal dari kata Samma Sankappa (Pali) atau Samyak Samkalpa (sansekerta). kata Samma / Samyak berarti benar dan Sankappa / Samkalpa diterjemahkan sebagai pikiran. 

Selanjutnya kita bisa melihat didalam Samyutta Nikaya 45.8 : " Pikiran benar adalah pemikiran yg telah menghancurkan keserakahan atau kemlekatan, kehendak yg terbebas dari niat jahat, dan kehendak untuk tidak merugikan atau menyakiti makhluk lain". Di dlm Jalan Mulia Berunsur Delapan, pikiran benar menempati urutan kedua setelah pandangan benar. Pandangan benar dan pikiran benar juga digolongkan ke dlm satu kelompok, yakni Kelompok Kebijaksanaan. mengapa demikian ? Sebelumnya kita tahu bahwa pandangan benar menempati dasar dari Jalan Mulia Berunsur Delapan krn semua tindak tanduk kita, sadar atau tdk sadar, dipengaruhi oleh pandangan kita thd kehidupan ini. 

Bersama dgn pandangan, pikiran terwujud melalui ucapan atau tindakan. Pikiran adlh hasil dari pandangan, namun pikiran juga mampu mempengaruhi pandangan. kecenderungan pikiran yg kuat akan mampu menembus ke dlm pandangan. kecenderungan pikiran yg kuat adlh pikiran yg berulang-ulang dilakukan. atau dgn kata lain, sesuatu yg sering kita pikir (disertai perenungan / perhatian benar) berulang-ulang, akan mempengaruhio cara pandang kita. 

Di dalam Majjhima Nikaya 19. 11 : Budha berkata, "Apa yang sering dipikirkan dan sering direnungkan, itulah yang akan menjadi kecenderungan pikirannya" Mohon maaf penjelasan saya panjang sekali, apabila penjelasan saya diatas ada yg kurang, mohon ditambah dan apabila ada yg salah mohon dikoreksi.


1. Pikiran atau bathin pikiran tak mudah tuk dijelask'n kpd setiap umum org, krn pikiran dan bathin pikiran hanya AKU yg tahu apa yg ku pikirk'n. Kiasan kata "sedalam2 y laut'n samudra msh dpt diukur,namun sedalam y pola pikir seseorang tak dapat diukur". Salam dharma, kalau kata2 sya buat ada yg tdk berkenan, sya minta bimbingan nya. Trm's...

trim's bhante..ujung2 nya kekosongan..kekosongan yg dimaksud buddha adalah segala nya tidak mengikat diri..shingga pikiran..perasaan..bathin adalah kosong tapi berisi...sama sperti dhamma buddha mengandung arti luas..tidak berinti...ini hanya bisa dipahami jk org tsb mendalaminya..jd ini lah saat pikiran..perasaan..bathin adalah kosong tp berisi..om mani pad me hum.



2. Thanks Bhante, nah.. Gini donk Bhante... sering2 kasih ilmu kaya gini.....
Sangat menambah wawasan Dhamma, dan kembali mengingatkan...

Semoga semua Makhluk berbahagia.
kadang kita pernah menjumpai seseorang berkata : Kamu kok bisa, tdk punya perasaan apa - apa sama si "x", padahal kalo dipikir - pikir si "X" itu kurang apa sih ? Wajah oke, kelakuan oke, postur tubuh oke, finansial oke, keturunan juga oke (dari keluarga baik-2). Lalu, apakah perasaan adalah hasil dari pikiran?


3. perbuatan di mulai dr niat pikiran..didasari oleh perasaan...di laksanakan krn dorongan bathin....mohon di koreksi...om mani pad me hum.


4. Pikiran suatu pencerapan yg dapat merekam memory memory, Perasaan hasil dari pikiran. Hati nurani yaitu batin, yg dmana yg membedakan manusia dgn makhluk lain nya.



5. PIKIRan Walaupun tak berbentuk dan RUpa tak kelihatan tetapi bisa di luapkan melalui ketikan huruf huruf yg diketik dikirim ke DUNia MAYA.....dan MAYa pun akan menyiarkannya di Layar kaca di para TEman temannya yg selalu setia menatap ,mengeja,setiap huruf yg di ciptakan oleh PIKIran,,,meluapkan isi perasaan,,dalam Batin yg tersembunyi.


Teman2 trims atas dedikasi dan komennya yang berguna. Karma baik ini kita limpahkan kepada para Guru Dharma, para Leluhur d Ortu yg msh hidup atau yg sdh meninggal dan semua makhluk yang telah meninggal semoga mereka dapat menerimanya dan ikut berbahagia, sadhu.
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Penyusun Ven.Sudhammacaro.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home